Akhlak Rasulullah dalam menyikapi Kemenangan

Akhlak Rasulullah dalam menyikapi Kemenangan patut diteladani, Pintarbaca.Com Siapa pun orangnya, apabila ingin selalu menang dalam sebuah pertempuran kompetisi, perlombaan dan sebagainya. Kemenangan merupakan sebuah kebanggaan. simbol kekuatan, kecerdasan Kehormatan dan harga diri seseorang. wajar jika seseorang atau sebuah tim melampiaskan kegembiraan ketika berhasil memenangkan sebuah kompetisi besar dengan sikap yang berlebih-lebihan, bahkan tidak terpuji.
Contohnya seperti yang biasa kita lihat ketika seorang pembalap baik pembalap mobil atau pembalap motor memenangkan sebuah kompetisi maka dengan kegembiraannya yang meluap dari atas podium kejuaraan dia menyemprotkan s4mpanye ke arah para penonton.
Atau penduduk suatu negara Merayakan kemenangan tim sepak bola mereka dengan berpesta minuman ker4s, menari sambil m4buk-m4bukan, berbaur antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrimnya.
Ironis sekali sebuah kompetisi olahraga yang bertujuan untuk menyehatkan fisik, ketika menang dirayakan dengan aktivitas yang dapat merusak fisik mereka.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah orang yang rendah hati dan tawadhu. beliau tidak melakukan selebrasi kemenangan dengan berlebih-lebihan, apalagi sampai melakukan hal-hal yang sia-sia atau mubazir. atau melakukan pesta yang menyakiti rasa kemanusiaan orang-orang yang mereka kalahkan

Akhlak Rasulullah dalam menyikapi Kemenangan

Adapun yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika dalam kemenangan adalah
– Bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla,
– Menyakini bahwa kemalangan dapat terjadi karena kehendak Allah subhanahu wa ta’ala,
– Beliau tidak membuat Pesta atau selamatan,tapi justru beliau menasehati para pengikutnya agar tidak m4buk kemenangan.
– Mengembalikan semua rasa bahagia kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala
– Bertobat kepada Allah, khawatir kemenangan itu dicapai dengan cara-cara yang tidak terpuji atau dengan cara yang tercela dan dapat mengundang murka Allah Azza wa Jalla.
Baca Juga :

Inilah tuntunan yang benar dan mulia dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang menunjukkan para pelakunya adalah orang-orang yang terhormat dan berakhlakul karimah yang terbebas dari sifat riya/pamer, sombong dan ujub – bangga diri hingga menganggap orang tidak ada yang sebaik dirinya. atau sehebat dirinya. Itulah Akhlak Rasulullah dalam menyikapi Kemenangan hendaknya Kita diteladani

Leave a Reply

Your email address will not be published.