Apapun Kurikulumnya Yang Penting Majukan Pendidikan

Pendidikan telah memperluas pikiran kita, dengan pendidikan kehidupan di dunia akan lebih bermakna,  berbicara mengenai pendidikan diperlukannya suatu forum yaitu sekolah, yang di dalamnya terdapat guru-guru sebagai tenaga kependidikan, pendidik profesional dengan kiprah utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi penerima didik, dan tenaga pendidik tentu membutuhkan sebuah pedoman dalam pelaksanaan proses berguru mengajar supaya pendidikan di Indonesia ini maju dan berkembang supaya sesuai dengan tujuan nasional pendidikan,yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan membuatkan insan Indonesia seutuhnya, yaitu insan yang beriman dan bertaqwa terhadap yang kuasa yang maha esa dan berbudi pekerti luhur, mempunyai pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan berdikari serta rasa tanggung jawab, kemasyarakatan dan kebangsaan, dengan adanya pendidikan, maka akan timbul dalam diri seseorang untuk berlomba-lomba dan memotivasi diri kita untuk lebih baik memajukan pemerintah, dengan demikian didalam suatu pemerintahanan, Negara harus mempunyai kurikulum untuk mengatur proses pembelajaran di forum pendidikan, supaya tujuan pendidikan nasional tercapai secara bersama-sama, tanpa membedakan ras, suku, geografis, agama, jenis kelamin dan lain sebagainya, pada hakikatnya seluruh insan yang hidup di dunia perlu pendidikan, supaya pendidikan terlaksana dengan baik perlu adanya pedoman bagi tenaga kependidikan, yaitu kurikulum, kurikulum tidak hanya berfungsi sebagai pedoman guru melainkan untuk menumbuhkan kecerdasan kognitif dan keterampilan supaya berkhasiat di kehidupan masyarakat, supaya menjadi generasi emas yang gemilang serta akan memajukan bangsa ini. Fungsi kurikulum bagi pendidik, sesuai dengan fungsinya bahwa kurikulum ialah sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, maka guru semestinya mencermati tujuan pendidikan yang akan di capai. Adapun fungsinya ialah sebagai pedoman kerja dalam menyusun dan mengorganisasikan pengalaman berguru para penerima didik dan pedoman dalam melakukan penilaian terhadap perkembangan anak didik.
Indonesia sering sekali meru[irp]bah kebijakan di antaranya merubah kurikulum, tentu hal ini mempunyai tujuan yang sangat penting untuk dilakukan, bagi saya apapun kurikulumnya yang penting majukan pendidikan, dengan adanya perubahan kurikulum KTSP pada K-13 akan mewujudkan insan yang bisa menghadapi tantangan masa depan, hal ini juga merupakan balasan atas gejolak keluhan masyarakat sebab banyak yang menganggap penerima didik itu hanya mempunyai kecerdasan di sekolah saja alias pandai di sekolah tetapi di hadapan masyarakat semua itu terlihat enol. Harapan masyarakat itu menginginkan penerima didik atau putra-putri mereka supaya membuatkan aspek kognitif dan aspek yang lainnya terutama sikap, perilaku yang baik,dan  pemikiran yang baik, kecerdasan yang baik merupakan proses mental, Karena dengan mental yang besar lengan berkuasa dan kokoh, insan akan lebih percaya diri dan berfikir beberapa kali untuk berbuat yang mencoreng huruf seorang pribadi yang baik. Dalam konteks nasional, kebijakan perubahan kurikulum merupakan politik pendidikan yang berkaitan dengan kepentingan banyak sekali pihak, bahkan dalam pelaksanaannya sering kali di politisir untuk kepentingan kekuasaan, hal ibarat ini yang merugikan banyak orang, perlu kita tahu bahwa sekolah sebagai pelaksana pendidikan, baik pengawas, kepala sekolah, guru, tenanga kependidikan non guru, maupun penerima didik sangat penting dan tentu akan terkena imbasnya secara eksklusif dari setiap perubahan kurikulum, bagaimana tidak ? kurikulum bagaikan tombak pedoman bagi tenaga kependidikan untuk melangsungkan proses kegiatan berguru dan mengajar, dengan demikian harus adanya pemahaman yang sangat mendalam untuk memahami kurikulum yang di tentukan, rendahnya mutu pendidikan, memerlukan penanganan secara menyeluruh untuk memajukan pendidikan kita, sudah banyak sekali upaya pemerintah memajukan pendidikan di Indonesia, namun hampir setiap hari kita disuguhi tontonan yang tak layak di televisi, pola kecil sinetron percintaan dengan judul kawin siri, perselingkuhan, anak jalanan, berita-berita yang membuat generasi bangsa sanggup dengan gampang untuk memahami tanpa di cermati, sungguh miris memang negeri ini, hal yang sedang buming ketika ini ialah kasus sianida, yang di duga Jessika ialah sang pembunuh Mirna, sudah kurang lebih 24 kali sidang yang saya lihat, kasus ini belum juga sanggup terselesaikan, apakah kita harus mengundang detektif Upin dan Ipin? coba mari kita fikirkan, sudah berapa ratus juta pemerintah mengeluarkan biaya untuk satu kali persidangan, belum lagi dengan datangnya beberapa andal ternama untuk saling menguatkan somasi di masing-masing pihak, toh jikalau ujung-ujungnya keputusan hakim tidak sesuai apalagi hingga ujung persidangan si pelaku bebas, andai saja anggaranan-anggaran persidangan di salurkan untuk pendidikan di Indonesia, luar biasa, setidaknya akan ada setitik perubahan yang lebih baik untuk pendidikan kita. Kondisi dan kenyataan yang menyedihkan tersebut telah mengakibatkan banyak sekali pertanyaan dari banyak sekali pihak, baik di kalangan masyarakat umum maupun di kalangan para andal pendidikan dan para guru, “ Apa yang salah dengan pendidikan nasional, sehingga belum berhasil membuatkan insan Indonesia ibarat yang di amanatkan dalam pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Dasar system pendidikan nasional?”  diantaranya mencerdaskan kehidupan bangsa serta meningkatkan kesejahteraan umum, dan sanggup diperolehnya pekerjaan dan kehidupan yang layak bagi manusia. Kembali lagi kepada hal yang akan meningkatkan sumber daya insan di Indonesia ialah pendidikan yang berarti sarana untuk menyiapkan generasi masa sekarang dan sekaligus masa depan untuk meningkatkan kecerdasan mental generasi muda. Untuk menunjang keberhasilan pendidikan di Indonesia, diharapkan kurikulum yang baik, kurikulum yang berlaku ketika ini di Indonesia sehabis kurikulum KTSP ialah kurikulum 2013, yang telah mengeluarkan anggaran yang luar biasa untuk menimplementasikannya, kurikulum 2013 merupakan proyek yang anggarannya mencapai 2,5 triliun. Ini merupakan proyek raksasa bagaimana tidak, untuk membiayai implementasi kurikulum 2013 harus dimulai dengan training guru, buku panduan dan lain sebagainya, ya semoga saja kurikulum 2013 ini membawa arah bangsa pada kemajuan menghasilkan insan yang produktif, kreatif, inovatif, dan tentu berkarakter.
Kurikulum 2013 menjanjikan akan melahirkan insan hebat, insan yang mempunyai kecerdasan baik kognitf, afektif dan psikomotorik, namun janji itu mustahil sanggup terealisasikan jikalau tidak ada factor pendukung seperti, bagaimana cara kepala sekolah memimpin dan bisa bergerak minimal untuk memajukan sekolah yang ia pimpin dengan kurikulum 2013, guru yang kreatif, kegiatan positif bagi penerima didik, dan sosialisai kurikulum 2013 pada wali murid bahkan warga sekitar, untuk melahirkan insan hebat diperlukannya pula kemudahan dan sumber berguru yang baik tentu dengan di dorong oleh guru yang kreatif supaya terciptanya lingkungan akademik yang kondusif, sehingga partisipasi warga sekolah pun tiba dan mendukung adanya kurikulum 2013, partisipasi warga sangat penting terutama warga yang mempunyai putra-putri yang sekolah di jenjang dasar, pertama dan menengah, kiprah orang renta juga sangat mempengaruhi bagaimana putra-putrinya memahami hal-hal baru, ibarat pembelajaran tematik dan lain sebagainya.
Lantas, pentingkah kurikulum 2013 di implementasikan lebih jauh? Pentingkah pengembangan kurikulum pendidikan di kembangkan ?  Ini sangat penting, sebab suatu bangsa tidak hanya di ukur semata-mata pada kekayaan sumber daya alam yang melimpah melainkan pada keunggulan sumber daya insan yang baik yang berkualitas dan bisa menghadapi tantangan, dan mengapa kita masih perlu membuatkan kurikulum di Indonesia ? sebab bagaimanapun juga kita harus mendukung apa yang telah di upayakan pemerintah untuk memajukan pendidikan Indonesia, sebab pengembangan kurikulum pendidikan merupakan hal yang wajib di lakukan untuk kemajuan kurikulum yang di gunakan dalam dunia pendidikan Indonesia, apalagi kurikulum ini sangat mengacu tidak hanya pada aspek kognitifnya saja, dan yang telah mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan  dan dinamika yang ada pada dunia pendidikan, memang pada implementasinya guru ialah orang pertama yang perlu bekerja keras, namun hal ini akan membuat guru-guru di Indonesia menjadi guru professional. Secara garis besar, kurikulum sanggup di artikan sebagai perangkat materi pendidikan dan pengajaran yang di berikan kepada murid sesuai dengan tujuan pendidikan yang akan di capai.  Sekarang memang realitanya bahwa Indonesia sangatlah jauh tertinggal di bidang IPTEK di bandingkan dengan kebanyakan Negara lain. Untuk mengatasi problem ini pemerintah perlu menegaskan perlunya pengembangan kurikulum dalam dunia pendidikan, dalam  pengembangan kurikulum harus sesuai dengan pengertian kurikulum itu sendiri yaitu seperangkat perencanaan dan media untuk mengantarkan forum pendidikan dalam mewujudkan tujuan pendidikan. Bagi pendidik, diharapkan akan lebih kreatif dan inovatif dalam melakukan pembelajaran sesuai dengan pengembangan kurikulum yang ada di antaranya ialah kurikulum 2013 yang perlu di implementasikan. Walaupun intinya kurikulum sebagai bidang kajian sangat sulit dipahami namun kembali lagi, jikalau kita memang ingin menjadi guru professional kita perlu memahami itu,  kurikulum 2013 yang berbasis huruf dan kompetensi lahir sebagai balasan terhadap kritikan terhadap kurikulum 2006 sempurna sekali untuk mencerdaskan proses mental anak supaya keterampilannya sanggup di terapkan di masyarakat, membahas mengenai kompetensi dalam pembelajaran yaitu spesifikasi dari pengetahuan, keterampilan, dan perilaku serta penerapan dari pengetahuan dan keterampilan tersebut dalam suatu pekerjaan itu akan berlaku di masyarakat jadi anak tidak hanya pandai disekolah, melainkan pandai di lingkungan masyarakat, jadi sudah sepantasnya kita mendukung upaya dalam kurikulum 2013 ini, jangan hanya mengeluh tapi berguru memahami dan mulailah menimplementasikannya dengan menjadi guru atau calon guru yang kreatif dan inovatif.
Kurikulum 2013 merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai keunggulan masyarakat bangsa dalam penguasaan ilmu dan teknologi ibarat yang telah digariskan dalam haluan Negara. Dengan demikian, kurikulum 2013 diharapkan sanggup menuntaskan banyak sekali problem atau permasalahan pendidikan terutama di kurun globalisasi ketika ini, yang harus kita lakukan ialah menuntaskan banyak sekali problem dengan mendukung, memahami, implementasi kurikulum 2013, bukan malah hanya selalu berkata kontra dan kontra, mengeluh kemudahan kurang, tapi kita harus memahami dan berusaha menimplementasikan dengan hal-hal yang gampang , kreatif, dan inovatif dan membuat banyak sekali media pembelajaran demi mewujudkan sesuatu yang kreatif dan inovatif.
Namun pada kenyataannya banyak perkiraan banyak orang ihwal kurikulum 2013 ini, mengaku kontra terhadap kurikulum 2013, padahal bergotong-royong itu sebab banyak sekolah yang kekurangan tenaga pendidik yang professional, yang tidak bisa melakukan pembelajaran secara optimal. Nah, dengan demikian, dengan adanya penerapan kurikulum berbasis kompetensi itu akan menuntut guru, mau tidak mau akan meningkankan kemampuan keprofesionalannya, ibarat yang sudah saya bahas di atas, semoga semakin banyak guru professional di Indonesia yang selalu ingin meningkatkan kualitas diri dan pendidikan.
Kurikulum 2013 ingin mencetak siswa unggul, siswa pandai dalam bidang akademik maupun non akademik termasuk perilaku dan kebijaksanaan pekerti yang baik, ada 3 kriteria siswa pandai antara lain ialah kriteria psikoafektif, merupakan prilaku-prilaku yang memenuhi unsur-unsur tabiat atau nilai-nilai yang di tunjukan oleh siswa, indikatornya siswa mempunyai respons terhadap setiap materi pelajaran, baik dalam menerangkan, menjawab pertanyaan, mengumpulkan kiprah sempurna pada waktunya,  respons siswa terhadap suasana kelas khususnya dalam suasana belajar, kriteria ini sangat cocok dengan system guru hanya sebagai fasilitator siswa, siswa di tuntut supaya aktif dan memberi respons baik terhadap pembelajaran di sekolah, siswa pandai ini didukung dengan adanya system kurikulum 2013 yang menuntut guru lebih professional sehingga membuat siswa unggul. Indicator kedua ialah siswa mempunyai respons terhadap guru, siswa menghargai dan menghormati guru, melalui ucapan salam dan salim, hal ini sangat mendukung untuk membuat insan yang berkarakter sesuai dengan kurikulum 2013.
Indicator ketiga ialah siswa mempunyai respons terhadap teman, siswa mengambarkan prilaku dekat pada semua teman, saling menghargai, serta saling tolong menolong, hal ini sangat perlu sebab segala sesuatu kita tentu membutuhkan sahabat untuk hidup social dan bersikap baik. Indicator yang keempat ialah siswa mempunyai respon terhadap lingkungan sekitar, dengan menjaga lingkungan yang bersih, membuang sampah pada tempatnya, siswa bersemangat piket kebersihan sepulang sekolah. Indicator yang kelima ialah siswa mempunyai respons terhadap hukum sekolah, dengan berprilaku disiplin, sopan santun, taat aturan.  Kriteria kedua ialah kriteria psikomotorik, merupakan kegiatan siswa yang ditunjukan melalui keterampilan yang memenuhi unsur estetika sebuah karya indikatornya kemampuan memberikan pendapat, ide, gagasan yang ditunjukan melalui argumentasi indikatornya, siswa terampil dalam argumentasi secara lisan. Indicator kedua,kemampuan menghasilkan karya, sehabis itu siswa terampil melakukam kegiatan percobaan atau eksperimen, siswa juga terampil dalam bidang olahraga. Kriteria ketiga ialah kriteria kognitif, ditunjukan dengan penyelesaian soal,  nilai yang memenuhi syarat, nah, konsep akil 3 kriteria telah menjadi standar kompetensi lulusan pada kurikulum 2013. Kriteria siswa pandai diatas harus dilihat secara manusiawi. Anak dengan kapasitas psikoefektif yang baik, sudah selayaknya  disebut pandai dan pandai, walaupun sang anak lambat dalam hal akademik tapi anak masih mempunyai dua kriteria yang lain.  Anak dengan kemampuan psikomotorik tapi tidak pandai di kognitif juga layak disebut orang pintar. Nah kesimpulannya ialah tergantung bagaimana cara pandang kita untuk memahami terhadap luasnya kemampuan anak ialah lebih penting dari sekedar angka.
Di dalam kurikulum 2013 kriteria siswa akil sangat diharapkan. Untuk membuat siswa yang akil kita sebagai guru ataupun calon guru bahkan orang tua, harus bisa membuka dan memasukan informasi pada pintu kecerdasan siswa supaya terbuka lebar, gaya berguru dan modalitas berguru ialah representasi fungsi otak ketika proses informasi berlangsung. Itu tergantung pintar-pintarnya guru untuk berperan aktif untuk mencerdaskan anak bangsa dengan penyampaian informasi baik untuk kepentingan afektif, kognitif, psikomotorik siswa.
Kesimpulannya, apapun kurikulumnya yang terpenting ialah majukan pendidikan selain kurikulum juga guru ialah kunci sukses implementasi K-13 apabila , sebab kurikulum 2013 yang selalu  ingin membawa perubahan untuk memajukan kehidupan bangsa melalui pendidikan, kita harus tetap mendukung, bukan hanya mengeluh akan hukum yang super duper luar biasa,melainkan dengan memahami, memahami, kemudian menimplementasikan, walaupun memang bagi guru hal ini membuat tugasnya bertambah ibarat membuat media pembelajaran, guru di tekan kan untuk terus berguru sebab banyak murid yang akan lebih pandai di bandingkan gurunya, namun hal ini yang akan membuat guru-guru di Indonesia lebih professional.Nah, dan apapun kurikulumnya yang penting majukan pendidikan !
Daftar Pustaka
Mulyasa,E.2013.Pengembangan&Implementasikurikulum2013.Bandung:
Remaja Rosda Karya.
Mulyasa,E.2015.GuruDalamImplementasiKurikulum2013.Bandung:Remaja
Rosda Karya
Said,Alamsyah.2015.99StrategiMengajarMultipleIntelligences.Jakarta:
Prenada Media Group.
Hosnan,M.2014.KunciSuksesImplementasiKurikulum2013.Jakarta:Ghalia Indonesia.
[irp]