Bentuk Bangunan Melayu Kepulauaan Riau

Eka Desti Kusumawati/PBM/FP  


              Rumah orang Melayu Kepulaaun Riau, pada awalnya ataupun umumnya yaitu rumah panggung. Sesuai dengan namanya, lantai rumah orang Melayu tak jejak tanah, tetapi tersusun di atas gelegar yang ditopang oleh tongkat. Karena menggunakan tongkat dan letak lantainya sedemikian rupa itulah, rumah melayudisebut juga dengan rumah panggung.


          Rumah orang Melayu dinamai sesuai dengan bentuk atapnya. Dalam hal yang sedemikian itu dikenal dengan beberapa nama atara lain rumah bubung Melayu atau belah bubung atau rumah bubung panjang. Kononnya, nama rumah bubung diberikn oleh para pendatangasing terutama orang Cina dan Belanda.

            Pengaruh kebudayaan serantau terang juga akan mensugesti kepada seni rumah orang Melayu. Pada awalnya rumah Melayu diperbuat sederhana kemudian berkembang dalam bentuk rumah bubung panjang. Hal yang sedemikian juga dikarenakan munculnya alat-alat pertukangan yang lebih baik menyerupai gergaji, pahat, ketam dan peralatan lainnya. Selain daripada itu juga alasannya yaitu prngaruh dari bentuk rumah orang abnormal (Eropa)terhadap bentuk seni bina rumah orang melayu yang kemudian dikenal dengan nama rumah Limas.

Rumah Bubung Panjang
            Rumah bubung ini mempunyai bentuk yang kecil disebut rumah tiang dua belas, sedangkan yang lebih besar sedikit disebut rumah tiang enam belas. Kedua rumah tersebut sanggup dikenal melalui jumlah tiang pada rumah ibunya.

            Yang dimaksud rumah tiang dua belas, yaitu mempunyai dua belas tiang utama, yang terdiri dari enam tiang panjang dan enam tiang serambi sama naik. Kedudukan tiangnyya diatur dalam tiga baris, yakni dari arah hadapan rumah ( atrah tangga hadapan). Kalau dipandang dari arah sisi (arah tebar layar), keliatan empat baris tiang, dan setiap baris menggandung tiga batang tiang. ( Mochtar, 2011:282 )

            Menurut Mudra (dikutip Mamerta,2014:160) Rumah tiang enam belas pula, ruangnya lebih besar, alasannya yaitu jumlah tiangnya terdiri daripada delapan tiang panjang dan delapan tiang serambi sama naik itu telah membentuk tiga ruang pada rumah ibu. Bukan du ruang sepertipada rumah tiang dua belas. Rumah tiang enam belas lebih panjang daripada rumah tiang dua belas, sekurang-kurang tiga meter. Oleh alasannya yaitu itu sanggup terlihat dari hadapan bahwa rumah denga tiang enam belas lebih panjang daripada tiang dua belas.
            Rumah bubung panjang adakalanya mempunyai serambi yang terbuka, maksudnya tidak berdinding. Kalaupun berdinding ianya tidak penuh, apakah menggunakan kisi-kisi atau dinding papan yang ukurannya sekira sebahu ketika duduk bersila.

Rumah Limas
            Menurut Mokhtar (2011: 287 ) Sejak masuknya orang Eropa dalam kehidupan budata orang Melayu ternyata sangat besar lengan berkuasa pada bentuk rumah. Apalagi dengan orang-orang Eropa (Portugis, Belanda dan Inggris) yangmembuat rumah, menciptakan gedung-gedung berbentuk bubung limas. Maka orang Melayu dari golongan menengah keatas yang telah meresapi banyak sekali budaya modern dikala itu, telah mulai mengubah selera dengan menciptakan rumah berbentuk bubung limas. Maka kemudian muncullah satu bentk rumah orang Melayu yang tidak lag berasaskan pada seni bina rumah bubung panjang.

            Rumah bubung limas terdiri dari banyak sekali jenis. Bentuk paling awal dikenal sebagai “limas perabung lima”, yaitu bubungnya menggunakan lima buah perabung, terdiri dari satu perabung terus mendatar dan bersambung dengan empat perabung yang menurunn ke cucuran atap. Tulang rusuk menciptakan empat buat tulang bubung memanjang dan dua buat tutup bubung sisi yang berbentuk segi tiga atau piramida yang disebut limas. Dengan kedudukan tulang bubung, ia membentuk tutup bubung yang telingkup yang dikelilingi oleh cucuran atap, bentuk ini berbeda dengan rumah bubung yang hanya menggunakan satu tulang perabung yang menciptakan dua tutup bubung saja.(
)

Kesimpulan:
            Rumah pada tempat Melayu KepRi ini mempunyai efek yang sangat bersahabat dengan bangsa abnormal seperti  bangsa Cina dan Eropa (portugis, Belanda dan Inggris). Sehingga terbentuklah dua rumah khas budaya Melayu KepRi yang dikenal dengan Rumah Bubung Panjang dan Rumah Limas.

Daftar pustaka
Mochtar, H. 2009. Butang Emas. Tanjung Pinang : Yayasan Pusaka Bunda
Mudra,Mahyudin Al. 2004. Rumah Melayu Memangku Adat Menjemput Zaman. Yogyakarta: Adi Citra.

.Diakses tanggal 27 Maret 2015.