Berapa Banyak Masakan Anda, Minum?

Ketika anda makan, anda memakai setiap tetes air yang dibutuhkan untuk memproduksi kuliner anda. Bergantung pada pilihan hidangan anda, seporsi kuliner sanggup menghabiskan beberapa liter atau beberapa ratus liter air. Beberapa flora hanya mengambil sedikit air dari tanah, sementara flora yang lain membutuhnya banyak air untuk tumbuh. Hewan tidak hanya membutuhkan air untuk minum, akan tetapi juga mengkonsumsi air secara tidak pribadi dari flora yang mereka makan. Di bumi ini air merupakan sumber daya yang diperebutkan oleh seluruh mahluk hidup. Pilihan kuliner kita secara umum akan menghipnotis keberlangsungan hidup di muka bumi. Untuk membantu anda memilih, kami memperhitungkan jumlah air yang diharapkan untuk memproduksi 100 kalori pada bahan-bahan kuliner terkenal berikut ini. Angka-angka ini merupakan hasil pengolahan lebih lanjut dari data yang dipaparkan dalam Mekonnen & Hoekstra (2010) dan (2012).
Minyak goreng, gambar orisinil oleh DromoTetteh
Lisensi Creative Commons

10. Minyak goreng (kelapa sawit) (1,2 liter)
Minyak goreng merupakan materi kuliner yang banyak sekali dipakai di Indonesia. Bahan kuliner ini merupakan syarat utama untuk menghasilkan rasa yang renyah dan gurih. Setiap 100 kalori yang kita peroleh dari minyak goreng menghabiskan 1,2 liter air untuk memproduksinya. Sayangnya, lantaran sebagian besar dari minyak goreng yang kita pergunakan pada jadinya dibuang, pemborosan jumlah air pada materi kuliner ini sebenarnnya sangat besar.

9. Gula (4,6 liter)

Kristal gula, gambar orisinil oleh Peter Griffin
Lisensi Public Domain 


Bahan kuliner ini dipakai secara luas untuk aneka macam jenis masakan di Indonesia, baik sajian utama, kue-kue, kuliner pencuci lisan maupun minuman. Di Indonesia sendiri, perkebunan tebu, materi baku gula, sudah ada sejak masa ke 17. Sayangnya, industri gula di Indonesia ketika ini tengah lesu lantaran kurangnya riset dan investasi bagi komoditas ini. Besarnya densitas energi yang dikandung dalam setiap kilogram gula menciptakan efisiensi penggunaan air pada materi kuliner ini cukup tinggi.

Snack kacang kedelai, gambar orisinil oleh
Midori, Lisensi Creative Commons

8. Kedelai (4,8 liter)
Kedelai yaitu salah satu materi kuliner lain yang densitas energinya tinggi, sehingga efisien dalam pemanfaatan air. Selain itu, kedelai sanggup dibudidayakan di lahan sawah maupun lahan kering (ladang). Biasanya kedelai di tanam sebagai flora selingan padi. Di Indonesia kedelai sanggup dinikmati secara pribadi sebagai panganan ringan, atau diolah lebih lanjut menjadi kuliner terkenal menyerupai tahu dan tempe. Perhitungan penggunaan air yang disajikan di sini yaitu jumlah air yang dipergunakan untuk memproduksi kacang kedelai. Apabila kedelai ini diolah lebih lanjut, maka jumlah air yang dipergunakan akan bertambah.

7. Gandum (5,4 liter) 

Panen gandum, sumber gambar ars.usda.gov
Lisensi public domain


Walaupun materi kuliner ini banyak dipergunakan pada kuliner ringan, sayangnya flora ini hanya sedikit tumbuh di Indonesia. Gandum biasanya tumbuh pada trend semi dan trend gugur, sehingga petani tidak perlu mengairi flora di trend panas. Gandum mempunyai sistem akar yang dalam dan efisien, sehingga pada kondisi ideal tidak membutuhkan irigasi tambahan. Perhitungan ini menyajikan jumlah air yang dibutuhkan untuk memproduksi biji gandum. Apabila biji gandum ini diolah menjadi tepung maupun kuliner jadi, maka jumlah air yang dipergunakan akan bertambah.

Brokoli, gambar orisinil oleh Chadwick Moyer
Lisensi public domain

6. Brokoli (8.5 liter)
Brokoli merupakan flora asing yang mempunyai banyak manfaat. Selain itu, brokoli juga tidak membutuhkan terlalu banyak air untuk tumbuh. Brokoli kaya dengan kandungan serat, sehingga baik untuk pencernaan dan menurunkan berat badan. Dengan kandungan glucoraphanin dan vitamin B6 nya yang sangat tinggi, ia sanggup mencegah dan membantu mengobati penyakit jantung dan kardiovaskuler. Brokoli juga mengandung banyak vitamin A, C dan E, sehingga baik untuk menjaga kesehatan mata dan kulit. Ditambah la
gi dengan kandungan kalium dan magnesium yang sangat bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah tinggi.


5. Beras (12,9 liter)

Nasi dan lauk pauk, gambar orisinil oleh Ian L
Lisensi Public Domain


Tak sanggup disangkal lagi beras merupakan kuliner utama bangsa Indonesia. Bagi banyak orang Indonesia, belum makan namanya bila belum makan nasi. Selain diolah menjadi nasi, beras juga sanggup diolah menjadi kuliner lain menyerupai bubur dan kue-kue. Sayangnya materi kuliner ini termasuk rakus terhadap air dan harus ditanam pada lahan yang basah. Pengairan yang kerap terkendala dan tingginya konsumsi, menciptakan Indonesia kerap mengimpor materi kuliner ini. Angka yang disajikan di sini merupakan jumlah air yang dipergunakan untuk memproduksi beras. Jika diolah lebih lanjut maka jumlah air yang dipergunakan akan bertambah.

Apel merah, gambar orisinil oleh
Abhijit Tembhekar,
Lisensi Creative Commons

4. Apel (16,7 liter)
Apel termasuk flora yang rewel. Ia tidak tumbuh dengan baik di tanah yang terlalu basah, akan tetapi membutuhkan irigasi di tanah yang terlalu kering. Bahan kuliner ini tidak menghasilkan banyak energi, sehingga efisiensi pemanfaatan airnya lebih rendah. Akan tetapi buah ini mempunyai banyak manfaat lain. Mengkonsumsi buah apel sanggup membantu kita mengurangi risiko kanker paru-paru, kanker usus besar dan kanker prostat. Walaupun kandungan vitamin C nya tidak seberapa bila dibandingkan dengan buah dan sayuran lainnya, tetapi buah apel kaya dengan aneka macam antioksidan. Serat dalam buah apel mencegah terjadinya reabsorpsi, sehingga membantu untuk menangkal penyakit jantung, mengontrol berat tubuh dan kolesterol.

3. Ayam (180 liter) 

Ayam goreng kalasan, gambar orisinil
oleh Midori. Lisensi creative commons

Ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling terkenal di Indonesia. Hampir seluruh daerah, mempunyai masakan tradisional yang terbuat dari olahan daging ayam. Ayam tidak hanya butuh air untuk minum, tetapi mereka juga membutuhkan pakan dari bahan-bahan yang membutuhkan air untuk memproduksinya. Untungnya, masa pemeliharaan ayam tidak begitu lama. Secara rata-rata ayam broiler hanya perlu dipelihara selama lima ahad untuk mencapai bobot optimal 2,2 Kg dan dijual.  Oleh lantaran itu, diantara binatang ternak, ayam merupakan salah satu materi kuliner yang paling efisien penggunaan airnya.

Rendang, gambar orisinil oleh Midori
Lisensi Creative Commons

2. Daging Sapi (1000 liter)
Sapi merupakan daging binatang ternak terkenal lain di Indonesia. Permintaan akan daging sapi biasanya melonjak menjelang hari-hari besar keagamaan. Untuk minum, sapi ras asing membutuhkan hingga 130 liter per hari, sementara sapi ras lokal biasanya mengkonsumsi setengah dari jumlah ini. Selain itu sapi juga mengkonsumsi air dari rumput yang ia makan. Satu ekor sapi sanggup mengkonsumsi hingga 40 Kg rumput. Disamping itu sapi juga membutuhkan waktu yang usang untuk mencapai bobot optimalnya, kira-kira 2 – 3 tahun. Sebab-sebab inilah yang menciptakan penggunaan air dalam produksi daging sapi sangat tinggi.


1. Kopi (1848.5 liter)

Kopi Tubruk, gambar orisinil oleh Mo Riza
Lisensi Creative Commons

 
Kopi merupakan salah satu materi kuliner yang paling besar penggunaan airnya. Hal ini disebabkan kecilnya kandungan energi di dalam kopi. Sejak 3000 tahun yang kemudian kopi telah dikenal oleh Bangsa Etiopia di benua Afrika sebagai minuman berenergi. Keunikan ini juga yang menciptakan kopi menjadi komoditas dunia yang dibudidayakan di lebih dari 50 negara. Akan tetapi, rasa bugar yang diperoleh sesudah meminum kopi merupakan dampak kafein yang terkandung di dalamnya (terdapat juga suplemen energi dari gula dalam minuman), bukan lantaran kandungan energinya.

Demikianlah bagaimana sumber daya air dimanfaatkan dalam produksi kuliner kita sehari-hari. Untuk memperdalam wawasan anda, saya menyarankan anda untuk juga mengunjungi
tautan-tautan daftar pustaka berikut. Akhir kata, bila Anda merasa artikel ini bermanfaat, mohon sampaikan URL ini pada rekan dan kerabat anda. Jika anda merasa artikel ini kurang bagus, mohon beritahu kami. Cheers.