Biografi Miyamoto Musashi Samurai Jepangrestorasi Meiji

Jely Novianti/SAT/IIB
A.      PENGANTAR
Miyamoto Musashi, atau biasa disebut Musashi saja, yakni seorang samurai dan ronin yang sangat terkenal di Jepang pada kala pertengahan. Ia diperkirakan lahir pada sekitar tahun 1584, dan meninggal tahun 1645. Nama aslinya yakni Shinmen Takezo. Kata Musashi merupakan lafal lain dari “Takezo” (huruf kanji sanggup mempunyai banyak lafal dan arti). Musashi mempunyai nama lengkap Shinmen Musashi No Kami Fujiwara No Genshin.
B.      Asal Usul
Musashi merupakan legenda hidup sehingga kisah hidupnya merupakan kombinasi fakta sejarah dan mitos. Dalam bukunya sendiri Musashi menyampaikan dirinya lahir di provinsi Harima. Sejarahwan Kamiko Tadashi menyebut Musashi yakni kelahiran Mimasaka , distrik Yoshino dan desa Miyamoto. Musashi dalam bukunya juga menjuluki dirinya sebagai “Shinmen Musashi no Kami Fujiwara no Genshin.” Ayahnya, Shinmen Munisai, yakni seniman yang cakap dan menguasai bela diri pedang.  Munisai, yakni anak dari Hirata Shōgen, seorang pengikut  Shinmen Kami, penguasa Benteng Takeyama, di distrik Yoshino Provinsi Mimasaka.  Hirata ini diandalkan oleh Klan Shinmen, dan juga diperbolehkan memakai nama Shinmen.

Nama “Musashi” diperkirakan dan diambil dari nama seorang biarawan  berjulukan Musashibō Benkei yang bertugas di bawah Minamoto no Yoshitsune, tapi ini belum dikonfirmasi. Dikatakan bahwa ada kemungkinan bahwa Musashi berguru bela diri di perguruan tinggi Ryu Yoshioka. Dalam buku Eiji Yoshikawa , nama Musashi diambil dari kanji aslinya sendiri, yang sanggup dibaca sebagai Takezo atau sebagai Musashi. Dan itu merupakan nama pinjaman seorang wardlord pro Tokugawa sehabis Musashi menjalani masa eksekusi selama beberapa tahun. Guru spiritualnya yakni Takuan Soho. Itu berdasarkan versi roman Eiji Yoshikawa.
C.      Masa Kecil
Ayah Musashi, Munisai Hirata, meninggal ketika ia diperkirakan gres berusia 7 tahun. Setelah ibunya lalu juga meninggal, maka Musashi lalu ikut paman dari pihak ibu. Dengan demikian, ia sudah yatim piatu ketika Toyotomi Hideyoshi menyatukan Jepang pada tahun 1590. Tidak terang apakah harapan bermain Kendo yakni berkat dampak pamannya ataukah harapan Musashi sendiri.
D.      Berbagai Pertarungan
1.      Duel Pertama
Dalam bukunya Go Rin No Sho (The Book Of Five Elements) , Musashi menyatakan bahwa duel pertama pada usia  tiga belas tahun melawan samurai berjulukan Arima Kihei yang penganut gaya Shinto-ryu dari Kashima. Gaya yang didirikan oleh Tsukahara Bokuden (b. 1489, d. 1571).
Sumber lain yakni buku “Lone Samurai” oleh Scott Wilson , sebuah buku yang cukup komprehensif menelusuri Musashi baik dari sisi sejarah maupun mitos. Musashi di katakan menantang Arima Kihei yang sedang melaksanakan perjalanan untuk mengasah ketrampilannya. Di usia gres 13 tahun , Musashi telah berhasil mengalahkan Arima Kihei.
2.      Perang Sekigahara
Wafatnya Hideyoshi Toyotomi meninggalkan kemelut politik di Jepang. Ishida Mitsunari , Toshie Maeda , Tokugawa Ieyasu yakni salah satu dari lima orang kepercayaan Hideyoshi. Pada masa ini lah Musashi meninggalkan desanya dan mulai bertualang. Jepang mulai terbagi dua kubu , barat dan timur. Barat yakni pro klan Toyotomi dipimpin oleh Ishida Mitsunari. Pasukan Timur di pimpin oleh Tokugawa Ieyasu. Dan meletuslah Perang Sekigahara, sebuah perang frontal yang akan memilih sejarah Jepang di lalu hari. Musashi terlibat dalam perang Sekigahara sebagai klan Shinmen yang pro Barat. Tapi keterlibatan Musashi tidak disebutkan dalam Go Rin No Sho. Dalam Eiji Yoshikawa , keterlibatan Musashi dan sobatnya , Matahachi merupakan pembuka kisah roman Musashi.
3.      Versus Perguruan Yoshioka
Setelah pertempuran, Musashi menghilang dari catatan untuk sementara waktu. Catatan menyebutkan bahwa Musashi tiba di Kyoto pada usia 20, di mana ia mulai terkenal sehabis memulai serangkaian duel melawan Perguruan Yoshioka. Ayah Musashi, Munisai, juga berperang melawan master Yoshioka dan memenangkan 2 dari 3 di depan shogun pada waktu itu, Ashikaga Yoshiaki dan Munisai diberi gelar “Terbaik di Jepang”.
Perguruan Yoshioka  yakni satu dari delapan perguruan tinggi terkemuka dari seni bela diri di Kyoto, “Kyo-ryu” / “Sekolah Kyoto”. Legenda menyampaikan bahwa delapan sekolah ini didirikan oleh delapan biksu dan diajarkan oleh seniman bela diri legendaris di Gunung Kurama suci. Keluarga Yoshioka juga mulai membuatkan bisnis tekstil disamping ilmu pedang mereka yang terkenalDi beberapa titik, keluarga Yoshioka juga mulai menciptakan nama untuk dirinya sendiri bukan hanya dalam seni pedang, tetapi juga dalam bisnis dan tekstil untuk pewarna unik bagi mereka. Dokumen Klan Yoshioka menyebutkan fakta berlainan dengan hanya mencatat pertarungan Yoshioka Kempo melawan Musashi. Dan Musashi kalah.
Musashi menantang Yoshioka Seijuro, master Perguruan Yoshioka, untuk berduel. Seijuro mendapatkan tantangan itu, dan mereka oke untuk berduel di luar Rendaiji di Rakuhoku, di bab utara Kyoto pada 8 Maret 1604. Musashi tiba terlambat, dan ini sangat menjengkelkan Seijuro. Mereka berhadapan, dan Musashi menyerang satu pukulan yang menghantam pundak kiri Seijuro . Seijuro kalah telak.
Pertarungan Musashi berikutnya melawan Yoshioka Denshiciro yang berniat membalas dendam kekalahansaudaranya.Dan Musashi tiba terlambat dan memenangkan pertarungan untuk kesekian kalinya. Terjadi krisis suksesi kepemimpinan perguruan tinggi Yoshioka yang jadinya jatuh ke bocah 12 tahun , Yoshioka Matashiciro. Kali ini Klan Yoshioka berniat melaksanakan keroyokan dengan melibatkan pemanah , penembak dan pemain pedang. Musashi kali ini tiba lebih awal dan menewaskan Matashiciro sambil melaksanakan pelarian diri dari keroyokan puluhan anggota Klan Yoshioka. Dengan kematian Matashiciro , perguruan tinggi Yoshioka hancur.Setelah Musashi meninggalkan Kyoto, beberapa sumber menceritakan bahwa beliau pergi ke Hozoin di Nara, untuk melaksanakan serangkaian duel  sambil berguru ilmu bela diri dari para biarawan di sana, yang secara luas dikenal sebagai pakar-pakar dengan senjata tombak.
Dari 1605-1612, ia melaksanakan perjalanan secara ekstensif di seluruh jepang di Musha Shugyo, seorang prajurit ziarah di mana ia mengasah keahliannya dengan duel. Dia dikatakan telah dipakai bokken atau bokuto di duel sebenarnya. Sebagian besar perjanjian dari kali ini tidak mencoba untuk mengambil hidup lawan kecuali keduanya sepakat, tetapi dalam banyak duel, diketahui bahwa Musashi tidak peduli senjata yang dipakai musuh-Nya – ibarat itu yakni penguasaan.
Pada tahun 1607, Musashi berangkat dari Nara ke Edo (Tokyo), semasa perjalanan Musashi menewaskan praktisi  Kusarigama,  Shishido Baiken. Di Edo, Musashi mengalahkan Muso Gonnosuke.  Catatan duel pertama ini sanggup ditemukan di kedua dokumen tradisi Shinto Muso-ryu  dan Hyōhō Niten Ichi-ryu (aliran Miyamoto Musashi ). Catatan Shinto Muso Ryu  menyatakan bahwa, sehabis dikalahkan oleh Musashi, Muso Gonnusuke mengalahkan Musashi dalam sebuah pertandingan ulang.Secara keseluruhan , Musashi telah melaksanakan 60 duel dan tidak terkalahkan.
4.      Versus Sasaki Kojiro
Pada April 13, 1612, Musashi berusia sekitar 30 tahun. Musashi melaksanakan duel paling legendaris melawan Sasaki Kojiro yang lebih terkenal pada masa itu. Musashi tiba terlambat ke pulau Funajima, di utara Kokura. Duel itu berlangsung singkat , Musashi menewaskan Sasaki Kojiro dengan bokken yang di pahat selama perjalanan ke pulau. Keterlambatan Musashi mengulang kisah “Yoshioka” dan sangat kontroversial. Pendukung Sasaki menuduh Musashi tidak menghormati perjanjian.
Menurut penafsiran saya , Musashi juga memasukkan bab dari psikologis lawan dalam seni perangnya. Di satu kasus beliau tiba terlambat untuk menciptakan lawan menunggu dan jadinya kecemasan datang. Di kasus lain , Musashi tiba lebih awal untuk mempelajari medan pertempuran. Ada teori lain yang menyebut keterlambatan Musashi juga memperhitungkan unsur alam , ibarat arah sinar matahari. Sasaki Kojiro dalam pertempuran yang menewaskannya ini juga terkena serangan psikologis dan juga posisi yang tidak menguntungkan alasannya yakni arah sinar matahari.
5.      Shogunate Tokugawa
Setelah pertarungan dengan Sasaki Kojiro , Musashi melaksanakan perjalanan kembali di tengah kesimpangsiuran sejarah mengenai Musashi. Ada versi lain yang menyebutkan keterlibatan Musashi dalam Konflik Tokugawa dengan Klan Toyotomi yang sedang berada di pengasingan. Makin usang Klan Toyotomi mulai mengumpulkan kekuatan kembali dan di anggap oleh Tokugawa sebagai bahaya bagi perdamaian yang telah berhasil di ciptakan di seluruh negri.
Pada tahun 1615 ia memasuki layanan Ogasawara Tadanao ( 笠原 忠直) Provinsi Harima, di seruan Ogasawara, sebagai “Construction Supervisor,” sehabis sebelumnya memperoleh keterampilan dalam kerajinan. Dia membantu membangun Akashi Benteng dan pada tahun 1621 untuk meletakkan luar organisasi kota Himeji. Dia juga mengajar seni bela diri selama tinggal, yang mengkhususkan diri dalam isyarat dalam seni shuriken-melempar. Selama periode ini pelayanan, ia mengadopsi anak.
Pada tahun 1621, Musashi mengalahkan Miyake Gunbei dan tiga andal lainnya dari  Togun-ryu di depan penguasa Himeji. Pada dikala ini, Musashi membuatkan sejumlah murid untuk Enmei-ryu. Di masa mudanya,  Musashi telah menulis sebuah gulungan Enmei-ryu dan berisi goresan pena tulisan teknik pedang  Enmei-ryu “(Enmei-ryu Kenpo sho). / “En” berarti “lingkaran” atau “kesempurnaan”;  / “mei” berarti “cahaya” / “kejelasan”, dan  / “ryu” berarti “sekolah”. Nama diambil dari  pandangan gres memegang dua pedang dengan cahaya sehingga membentuk lingkaran. Teknik yang di kembangkan yakni teknik dua pedang.
Pada tahun 1622, anak angkat Musashi, Miyamoto Mikinosuke menjadi pengikut Himeji. Dan Musashi memulai petulangan di Edo pada tahun 1623, di mana ia menjadi sobat dengan sarjana Neo-Konfusian Hayashi Razan, yang merupakan salah satu penasehat Shogun. Musashi diplot untuk mengabdi kepada Shogun, tapi Shogunate Tokugawa dikala itu sudah mempunyai dua andal ilmu pedang , Ono Jiroemon Tadaaki dan Yagyuu Munenori. Dia meninggalkan Edo di arah Oshu, berakhir di Yamagata, di mana ia mengadopsi anak kedua, Miyamoto Iori. Kedua lalu melanjutkan perjalanan, jadinya berhenti di Osaka.
E.       Masa Penyepian dan Karya
Setelah melewati periode pertarungan (terakhir melawan Sasaki Kojiro) dan peperangan tersebut, Musashi lalu menetap di pulau Kyushu dan tidak pernah meninggalkannya lagi, untuk menyepi dan mencari pemahaman sejati atas falsafah Kendo. Setelah sempat meluangkan waktu beberapa tahun untuk mengajar dan melukis di Istana Kumamoto, Musashi lalu pensiun dan menyepi di gua Reigendo. Di sana lah ia menulis Go Rin No Sho, atau Buku Lima Cincin/Lima Unsur. Buku ini yakni buku seni perang yang berisi taktik perang dan metode duel, yang diperuntukkan bagi muridnya Terao Magonojo. Namun oleh peneliti barat, buku ini dianggap rujukan untuk mengenal kejiwaan dan rujukan berpikir masyarakat Jepang. Buku ini menjadi klasik dan dijadikan rujukan oleh para siswa Kendo di Jepang. Musashi dianggap sedemikian hebatnya sehingga di Jepang ia dikenal dengan sebutan Kensei, yang berarti Dewa Pedang. Tak usang sehabis itu, Musashi meninggal di Kyushu pada tahun 1645. Musashi tidak menikah dan tidak mempunyai keturunan, tapi ia mempunyai seorang anak angkat sekaligus murid yang juga masih saudara sepupunya berjulukan Iori Miyamoto.
DAFTAR PUSTAKA:
·