Brunei Darussalam, Negeri Islam Yang Sangat Kaya Dan Makmur

MHD. RAHIM/PIS/A

Brunei Darussalam yaitu sebuah negara kecil yang terletak di Asia Tenggara. Letaknya di pecahan utara Pulau Borneo/Kalimantan dan berbatasan dengan Malaysia. Brunei terdiri dari dua pecahan yang dipisahkan di daratan oleh Malaysia. Negara ini populer dengan kemakmurannya dan ketegasan dalam melakukan syariat Islam, baik dalam bidang pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat.

Nama Borneo diberikan oleh orang-orang Inggris menurut nama wilayah ini lantaran pada masa kemudian orang Eropa berdagang melalui bandar di Brunei sebagai bandar perniagaan terbesar di pulau ini.


Ibu kota (dan kota terbesar) : Bandar Seri Begawan
Bahasa resmi : Melayu
Pemerintahan : Monarki otoriter Islam
– Sultan : Hassanal Bolkiah
– Pangeran (Putra mahkota) : Al-Muhtadee Billah
Formasi :
– Sultan : Abad ke 14
– Akhir Protektor Inggris : 1 Januari 1984
Luas wilayah :
– Total : 5.765 km2
– Air (%) : 8.6%
Penduduk :
– Perkiraan Juli 2008 : 381,371 jiwa
– Kepadatan : 66/km2
PDB (KKB) : Perkiraan 2007
– Total : $19.640 billion (ke-114)
– Per kapita : $51,000 (ke-5)
IPM (2008) :▲ 0.919 (high) (ke-27)
Mata uang : Brunei dollar (BND)
Zona waktu : (UTC+8)
Lajur kemudi : kiri


ASAL-USUL BRUNEI
Silsilah kerajaan Brunei didapatkan pada Batu Tarsilah yang menuliskan Silsilah Raja-Raja Brunei yang dimulai dari Awang Alak Betatar, raja yang mula-mula memeluk agama Islam (1368) hingga kepada Sultan Muhammad Tajuddin (Sultan Brunei ke-19, memerintah antara 1795-1804 dan 1804-1807).
Brunei yaitu sebuah negara bau tanah di antara kerajaan-kerajaan di tanah Melayu. Keberadaan Brunei Tua ini diperoleh menurut kepada catatan Arab, Cina dan tradisi lisan. Dalam catatan Sejarah Cina dikenal dengan nama Po-li, Po-lo, Poni atau Puni dan Bunlai. Dalam catatan Arab dikenali dengan Dzabaj atau Randj.
Catatan tradisi verbal diperoleh dari Syair Awang Semaun yang menyebutkan Brunei berasal dari perkataan gres nah yaitu sehabis rombongan klan atau suku Sakai yang dipimpin Pateh Berbai pergi ke Sungai Brunei mencari tempat untuk mendirikan negeri baru. Setelah mendapat daerah tersebut yang mempunyai kedudukan sangat strategis yaitu diapit oleh bukit, air, gampang untuk dikenali serta untuk transportasi dan kaya ikan sebagai sumber pangan yang banyak di sungai, maka mereka pun mengucapkan perkataan gres nah yang berarti tempat itu sangat baik, berkenan dan sesuai di hati mereka untuk mendirikan negeri ibarat yang mereka inginkan. Kemudian perkataan gres nah itu usang kelamaan bermetamorfosis Brunei.
Islam mulai berkembang dengan pesat di Kesultanan Brunei semenjak Syarif Ali diangkat menjadi Sultan Brunei ke-3 pada tahun 1425 M. Sultan Syarif Ali yaitu seorang Ahlul Bait dari keturunan / pancir dari Cucu Rasulullah Shalallahualaihi Wassallam yaitu Amirul Mukminin Hasan / Syaidina Hasan sebagaimana yang tercantum dalam Batu Tarsilah / prasasti dari masa ke-18 M yang terdapat di Bandar Sri Begawan, Brunei. Keturunan Sultan Syarif Ali ini kemudian juga berkembang menurunkan Sultan-Sultan disekitar wilayah Kesultanan Brunei yaitu menurunkan Sultan-Sultan Sambas dan Sultan-Sultan Sulu.
POLITIK DAN PEMERINTAHAN
Kerajaan Brunei Darussalam yaitu negara yang mempunyai corak pemerintahan monarki otoriter berdasar aturan islam dengan Sultan yang menjabat sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, merangkap sebagai Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan dengan dibantu oleh Dewan Penasihat Kesultanan dan beberapa Menteri. Sultan Hassanal Bolkiah yang gelarnya diturunkan dalam wangsa yang sama semenjak masa ke-15, ialah kepala negara serta pemerintahan Brunei. Baginda dinasihati oleh beberapa majelis dan sebuah kabinet menteri, walaupun baginda secara berkesan merupakan pemerintah tertinggi. Media amat memihak kerajaan, dan kerabat kerajaan melestarikan status yang dihormati di dalam negeri.
Brunei tidak mempunyai dewan legislatif, namun pada bulan September 2000, Sultan bersidang untuk memilih Parlemen yang tidak pernah diadakan lagi semenjak tahun 1984. Parlemen ini tidak mempunyai kuasa selain menasihati sultan. Disebabkan oleh pemerintahan mutlak Sultan, Brunei menjadi salah satu negara yang paling stabil dari segi politik di Asia.
Pertahanan Keamanan Brunei mengandalkan perjanjian pertahanan dengan Inggris di mana terdapat pasukan Gurkha yang terutama ditempatkan di Seria. Jumlah pertahanan keamanannya lebih kecil bila dibandingkan dengan kekayaannya dan negara negara tetangga. Secara teori, Brunei berada di bawah pemerintahan militer semenjak pemberontakan yang terjadi pada awal dekad 1960-an. Pemberontakan itu dihancurkan oleh laskar-laskar Britania Raya dari Singapura.
Brunei mempunyai dengan hubungan luar negeri terutama dengan negara negara ASEAN dan negara negara lain serta ikut serta sebagai anggota PBB. Kesultanan ini juga terlibat konflik Kepulauan Spratly yang melibatkan hampir semua negara ASEAN (kecuali Indonesia, Kamboja, Laos dan Myanmar), RRC dan Republik Cina. Selain itu terlibat konflik perbatasan bahari dengan Malaysia terutama duduk perkara daerah yang menghasilkan minyak dan gas bumi. Brunei menuntut wilayah di Sarawak, ibarat Limbang. Banyak pulau kecil yang terletak di antara Brunei dan Labuan, termasuk Pulau Kuraman, telah dipertikaikan oleh Brunei dan Malaysia. Bagaimanapun, pulau-pulau ini diakui sebagai sebagian Malaysia di tingkat internasional.
DAFTAR RAJA-RAJA BRUNEI
1.        Raja-raja Brunai Darusalam yang memerintah semenjak didirikannya kerajaan pada tahun 1363 M yakni:
1. Sultan Muhammad S
hah (1383 – 1402)
2. Sultan Ahmad (1408 – 1425)
3. sultan Syarif Ali (1425 – 1432)
4. Sultan Bolkiah (1485 – 1524)
5. sultan Omar ‘Ali Saifuddien III (1950-1967)
6.  Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah (1967-kini)
PEMBAGIAN WILAYAH ADMINISTRATIF
Brunei dibagi atas 4 (empat) distrik, yaitu:
No.    District                          Ibukota                                           Populasi
1.       Belait :                          Kuala Belait                                     109,000
2.       Brunei-Muara :              Bandar Seri Begawan                      380,000
3.       Temburong :                  Pekan Bangar                                   10,000
4.       Tutong :                        Pekan Tutong                                   56,000
GEOGRAFI
Brunei terdiri dari dua pecahan yang tidak berkaitan; 97% dari jumlah penduduknya tinggal di pecahan barat yang lebih besar, dengan hanya kira-kira 10.000 orang tinggal di daerah Temburong, yaitu pecahan timur yang bergunung-gunung. Jumlah penduduk Brunei 383.000 orang. Dari bilangan ini, lebih kurang 46.000 orang tinggal di ibukota Bandar Seri Begawan. Sejumlah kota utama termasuk kota pelabuhan Muara, serta kota Seria yang menghasilkan minyak, dan Kuala Belait, kota tetangganya. Di daerah Belait, daerah Panaga ialah kampung halaman sejumlah besar ekspatriat, disebabkan oleh kemudahan perumahan dan rekreasi Royal Dutch Shell dan British Army. Klub Panaga yang populer terletak di sini. Iklim Brunei ialah tropis khatulistiwa, dengan suhu serta kelembapan yang tinggi, dan sinar matahari serta hujan lebat sepanjang tahun.
EKONOMI
Ekonomi negara kecil yang kaya ini yaitu suatu adonan keusahawanan dalam negeri dan asing, pengawalan kerajaan, kebajikan, serta tradisi kampung. Pengeluran minyak mentah dan gas alam terdiri dari hampir setengah PDB. Pendapatan yang cukup besar pekerjaan luar negeri menambah pendapatan daripada pengeluaran dalam negeri. Kerajaan membekali semua layanan pengobatan dan menawarkan subsidi beras dan perumahan. Pemimpin-pemimpin Brunei merasa bimbang bahawa keterpaduan dengan ekonomi dunia yang semakin bertambah akan menjejaskan perpaduan sosial dalam, walaupun Brunei telah memainkan peranan yang lebih kentara dengan menjadi ketua lembaga APEC pada tahun 2000.
DEMOGRAFI
Kira-kira dua pertiga jumlah penduduk Brunei yaitu orang Melayu (66,3%). Kelompok etnik
minoritas yang paling penting dan yang menguasai ekonomi negara ialah orang Tionghoa (Han) yang menyusun lebih kurang 11.2% jumlah penduduknya. disusul penduduk asli/dayak (3.4%) dan suku-suku lainnya (19.1%). Etnis-etnis ini juga menggambarkan bahasa-bahasa yang paling penting: bahasa Melayu yang merupakan bahasa resmi, serta bahasa Tionghoa. Bahasa Inggris juga dituturkan secara meluas, dan terdapat sebuah komunitas ekspatriat yang agak besar dengan sejumlah besar warganegara Britania dan Australia.
Islam ialah agama resmi Brunei (67%), dan Sultan Brunei merupakan kepala agama negara itu. Agama-agama lain yang dianut termasuk agama Buddha (terutamanya oleh orang Tiong Hoa[13%]), agama Nasrani (10%), serta agama-agama orang orisinil (dalam komunitas-komunitas yang amat kecil [10%]).
BUDAYA
Budaya Brunei seakan sama dengan budaya Melayu, dengan efek besar lengan berkuasa dari Hindu dan Islam, tetapi kelihatan lebih konservatif dibandingkan Malaysia. Penjualan dan penggunaan alkohol diharamkan, dengan orang luar dan non-Muslim dibenarkan membawa dalam 12 bir dan dua botol miras setiap kali mereka masuk negara ini. Setelah pemberlakuan larangan pada awal 1990-an, semua pub dan kelab malam dipaksa tutup.
Daftar Pustaka: