Pengertian Gaya Normal Beserta Rumus Dan Referensi Soalnya

Pengertian Gaya Normal Beserta Rumus dan Contoh SoalnyaSebuah benda akan mengalami gerak jatuh bebas ketika dilepaskan dari atas tanah dengan ketinggian tertentu. Benda yang jatuh tersebut akan mengalami gaya gravitasi bumi. Kemudian kalau suatu benda dalam keadaan membisu maka benda itu akan tetap mempunyai gaya gravitasi. Keadaan inilah yang berafiliasi dengan gaya normal. Apa itu gaya normal? Gaya normal meruakan salah satu jenis gaya dalam ilmu fisika. Jenis gaya ini mempunyai pengertian gaya normal serta rumus gaya normal mirip jenis gaya lainnya. Rumus gaya normal tersebut dipakai untuk menghitung besar gayanya dalam pola soal gaya normal yang ada.

Kita sanggup melihat pola gaya normal dalam sebuah benda diam. Misalnya sebuah buku yang diletakkan diatas timbangan manual. Buku tersebut tetap membisu diatas timbangan namun jarum timbangan mengalami pergerakan. Hal ini menawarkan bahwa buku (benda diam) tetap mempunyai gaya gravitasi. Tetapi apabila buku tersebut mempunyai gaya gravitasi, mengapa tidak jatuh (bergerak)? Gaya apakah yang menahan buku tersebut? Gaya yang menahan buku biar tidak jatuh ini dinamakan gaya normal. Nah pada kesempatan kali ini aku akan menjelaskan perihal pengertian gaya normal, rumus gaya normal dan pola soal gaya normal. Untuk lebih jelasnya dapa anda simak di bawah ini.

Pengertian Gaya Normal Beserta Rumus dan Contoh Soalnya

Sebelum membahas perihal pengertian gaya normal, rumus gaya normal dan pola soal gaya normal, mungkn anda sanggup memperhatikan ilustrasi yang aku berikan di atas. Dengan begitu sanggup disimpulkan bahwa gaya normal berafiliasi dengan gaya graviasi meskipun benda tersebut dalam keadaan diam.

Baca juga : Pengertian Gaya Gravitasi dan Gaya Berat Beserta Contoh

Pengertian Gaya Normal

Pengertian gaya normal yakni gaya yang bekerja pada bidang yang bersentuhan dengan benda yang mempunyai arah tegak lurus dari bidang tersebut. Gaya normal sering disebut sebagai Gaya Sentuh. Gaya normal tersebut diberikan dikala benda dalam keadaan tegak lurus dengan permukaan bidang dikala melaksanakan sentuhan. 
Seperti yang sudah aku katakan di atas bahwa gaya normal berafiliasi dengan gaya gravitasi. Hal ini dikarenakan gaya normal dijadikan sebagai penyeimbang gaya gravitasi. Seperti halnya yang terjadi pada buku yang diletakkan di atas timbangan manual. Buku tersebut tetap membisu meski terdapat gaya didalamnya. Hal ini sesuai dengan aturan dua newton yang berbunyi kalau sebuah benda mempunyai resultan gaya nol, maka benda tersebut diam. Tetapi perlu kita ketahui bahwa setiap benda mempunyai gaya gravitasi. Dengan begitu apabila benda tersebut mempunyai resultan nol, maka terdapat gaya lain yang bekerja di dalam benda tersebut (selain gaya gravitasi). Gaya lain inilah yang disebut gaya normal (gaya sentuh). 

Rumus Gaya Normal

Rumus gaya normal berkaitan dengan aturan II Newton mengenai gerak. Jika sebuah benda dalam keadaan diam, maka besar percepatannya yakni nol (a = 0). Namun kalau benda mengalami pergerakan, maka benda tersebut akan melaksanakan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) dengan percepatan tetap (a = konstan). Gaya normal pada sebuah benda sanggup ditinjau secara horizontal dan vertikal. Dengan begitu persamaan gaya normalnya pun juga berbeda.
Rumus Gaya Normal Bidang Horizontal
Pengertian Gaya Normal Beserta Rumus dan Contoh Soalnya Pengertian Gaya Normal Beserta Rumus dan Contoh Soalnya
Sebuah benda yang terletak dalam bidang horizontal akan mengalami gaya normal dan gaya berat. Dalam sumbu Y (arah vertikal) kedua gaya tersebut akan bekerja secara berlawanan. Namun dalam sumbu X (arah horizontal) kedua gaya tersebut tidak akan bekerja. Berikut rumus gaya normalnya:

Baca juga : Perbedaan Gaung dan Gema Beserta Contoh Lengkap

Sumbu X
ΣFX = 0

Sumbu Y
  ΣFY = ma
N – w = ma (benda tidak melaksanakan gerakan pada arah vertikal, a = 0)
N – w = 0
       N = w

Maka dari itu sebuah benda membisu yang diletakan pada bidang horizontal akan mempunyai rumus gaya normal yaitu

N = w

Rumus Gaya Normal Bidang Miring

Pengertian Gaya Normal Beserta Rumus dan Contoh Soalnya Pengertian Gaya Normal Beserta Rumus dan Contoh Soalnya

Sebuah benda yang diletakkan pada bidang miring akan mengalami gaya berat dan gaya normal, dimana benda ini akan membentuk sudut terkecil yang sama besar dengan sudut miring pada bidang tersebut. Jika bidang kemiringannya diibaratkan sumbu X, maka garis gaya normal diibaratkan sumbu Y. Kemudian sudut kemiringannya mempunyai simbol α. Dengan begitu terdapat rumus gaya normal yaitu:

Sumbu X
    ΣFX = ma
w sin α = ma


Sumbu Y
            ΣFY = ma
N – w cos α = ma (benda tidak melaksanakan gerakan pada arah vertikal, a = 0)
N – w cos α = 0
                N = w cos α
Maka dari itu sebuah benda yang terletak pada bidang miring akan mempunyai rumus gaya normal yaitu

N = w cos α

Rumus Gaya Normal Bidang Vertikal

Pengertian Gaya Normal Beserta Rumus dan Contoh Soalnya Pengertian Gaya Normal Beserta Rumus dan Contoh Soalnya

Berikut rumus gaya normal yang terdapat dalam bidang vertikal:

Sumbu Y
Dalam sumbu Y, gaya yang bekerja hanyalah gaya berat, maka dari itu tidak mempunyai resultan gaya
w = mg

Baca juga : Rumus Periode dan Frekuensi Getaran

Sumbu X
  ΣFX = ma

F – N = ma (benda tidak melaksanakan gerakan pada arah vertikal, a = 0)
F – N = 0
      N = F

Maka dari itu sebuah benda yang ditekan pada bidang vertikal akan mempunyai rumus gaya normal yaitu

N = F

Contoh Soal Gaya Normal

Sebuah buku diletakkan di atas meja dengan massa 2 kg. Jika besar gaya gravitasi 10 m/s², hitunglah besar gaya normal pada buku?

Pembahasan.
Diketahui : m = 2 kg; g = 10 m/s²
Ditanyakan : N = ?
Jawab:
N = w
N = m x g
    = 2 x 10
    = 20 newton
Kaprikornus buku tersebut mempunyai gaya normal sebesar 20 newton.

Demikianlah klarifikasi mengenai pengertian gaya normal, rumus gaya normal dan pola soal gaya normal. Semoga artikel ini sanggup bermanfaat. Terima kasih.

Hukum Kekekalan Momentum Beserta CONTOH Soalnya

Hukum Kekekalan Momentum Beserta Contoh SoalPada tahun 1600-an pertengahan terdapat tiga orang ilmuan yang meneliti sebuah anggapan Descartes perihal aturan kekekalan gerakan. Ketiga ilmuan tersebut yaitu Wren, John Willis, dan Huygens bersama dengan The Royal Society. Ketiganya berhasil menemukan aturan fisika yang dinamakan Hukum Kekekalan Momentum. Berdasarkan pendapat mereka, seluruh total momentum pada sebuah sistem akan bersifat selalu kekal. Selain itu pengertian momentum berdasarkan ketiga ilmuan tersebut yaitu suatu besaran vektor yang berasal dari hasil kali kecepatan benda dengan massa benda itu sendiri. Adapula pola soal aturan kekekalan momentum yang sering dipakai sebagai soal ujian SMA.

Hukum ini juga sanggup kita amati pada benda yang saling bertumbukan/berbenturan. Misalnya saja dua buah kelereng yang saling bertumbukan. Kelereng tersebut akan terpental beberapa centi meter sehabis bertumbukan. Hal ini dikarenakan kedua kelereng mempunyai kecepatan tertentu. Kemudian sehabis bertumbukan keduanya akan mempunyai kecepatan tetap apabila tumbukannya lenting sempurna. Hal ini sanggup terjadi dikarenakan keduanya tidak kehilangan energi. Nah pada kesempatan kali ini aku akan menjelaskan perihal aturan kekekalan momentum beserta pola soal aturan kekekalan momentum. Untuk lebih jelasnya sanggup anda simak di bawah ini.

Hukum Kekekalan Momentum Beserta Contoh Soal

Bunyi Hukum Kekekalan Momentum yaitu “Total keseluruhan momentum sebuah sistem ketika sebelum bertumbukan besarnya sama dengan total momentum sehabis bertumbukan, kalau tidak disertai dengan adanya gaya luar”. Gaya luar yang kuat terhadap aturan kekekalan momentum yaitu gaya gesek. Contohnya dua kelereng yang dibenturkan dengan kecepatan yang sama pastinya tidak akan mengalami aturan kekekalan momentum apabila tidak mengalami tabrakan dengan tanah. Hal ini dikarenakan gaya gesek kuat terhadap aturan tersebut. Gaya gesek kelereng pada tanah besarnya cukup besar, namun gaya gesek kelereng pada keramik/lantai licin besarnya kecil. Semakin bergairah bidang geseknya maka semakin besar pula gaya geseknya.

Baca juga : Pengertian Gaya Normal Beserta Rumus dan Contoh Soalnya

Hukum Kekekalan Momentum Beserta Contoh Soal Hukum Kekekalan Momentum Beserta Contoh Soal
Di bawah ini terdapat rumus aturan kekekalan momentum yang dipakai untuk mengerjakan pola soal aturan kekekalan momentum. Berikut rumusnya:
Hukum Kekekalan Momentum Beserta Contoh Soal Hukum Kekekalan Momentum Beserta Contoh Soal
Keterangan :
m1 = massa benda pertama (kg)
m2 = massa benda kedua (kg)

 v1 = kecepatan benda pertama sebelum bertumbukan (m/s)
v’1 = kecepatan benda pertama sehabis bertumbukan (m/s)
 v2 = kecepatan benda  kedua sebelum bertumbukan (m/s)
v’2 = kecepatan benda kedua sehabis bertumbukan (m/s)

Contoh Soal Hukum Kekekalan Momentum
1. Seorang anak sedang bermain skateboard dengan kecepatan 6 m/s dan massa skate board 4 kg. Apabila anak tersebut massanya 20 kg. Berapakah kecepatan skate board sehabis anak tadi melompat kedepan dengan kecepatan 2 m/s?

Pembahasan
Diketahui : m1 = 25 kg; v1 = v2 = 6 m/s; m2 = 4 kg; v’1 = 2 m/s
Ditanyakan : v’2 = ?
Jawab:
    m1 v1+ m2 v2 = m1 v’1 + m2 v’2
(25 x 6) + (4 x 6) = (25 x 2) + (4 x v’2)
             150 + 24 = 50 + 4v’2
                     174 = 50 + 4v’2
                    4v’2 = 174 – 50
                    4v’2 = 124
                      v’2 = 124/4
                      v’2 = 31 m/s

Baca juga : Pengertian Gaya Gravitasi dan Gaya Berat Beserta Contoh

2. Sebuah peluru mempunyai massa 10 gram kemudian ditembakkan ke titik tembak. Apabila peluru tersebut bergerak dengan kecepatan 100 m/s dam massa senapan 1,5 kg. Berapakah kecepatan mundur dari senapan tadi sehabis melepas tembakan?

Pembahasan
Diketahui : mp = 10 g = 0,01 kg; vp = vs = 0 m/s; vp’ = 100 m/s’ ms = 1,5 kg
Ditanyakan : vs’ = ?
Jawab:
    mp vp+ ms vs = mp vp’ + ms vs’
(0,01 x 0) + (1,5 x 0) = (0,01 x 100) + (1,5 x vs’)
                         0 + 0 = 1 +1,5 vs’
                      -1,5 vs’ = 1
                             vs’ = -0,67 m/s
Tanda (-) diatas maknanya senapan bergerak kebelakang.

Demikianlah klarifikasi mengenai aturan kekekalan momentum beserta pola soal aturan kekekalan momentum. Semoga artikel ini sanggup menambah wawasan anda. Terima kasih.

Pengertian Konduktor Dan Isolator Beserta Contoh

Pengertian Konduktor dan Isolator Beserta ContohDalam ilmu fisika sebuah benda sanggup dikategorikan menjadi dua jenis yaitu benda konduktor dan isolator. Setiap jenis mempunyai pengertian dan pola masing masing. Seperti halnya pengertian konduktor dan pola konduktor beserta pengertian isolator dan pola isolator. Ketika di kursi sekolah tentunya anda sudah dijelaskan mengenai konduktor dan isolator ini. Lalu apa itu konduktor? Apa itu isolator? Kali ini aku akan membahas perihal pengertian konduktor, pengertian isolator, pola konduktor dan pola isolator. Untuk lebih jelasnya sanggup anda simak di bawah ini.

Pengertian Konduktor dan Isolator Beserta Contoh Pengertian Konduktor dan Isolator Beserta Contoh
Konduktor dan Isolator

Pengertian Konduktor dan Isolator Beserta Contoh

Di bawah ini terdapat klarifikasi perihal pengertian konduktor, pengertian isolator, pola konduktor dan pola isolator. Berikut ulasan selengkapnya.

Baca juga : Hukum Kekekalan Momentum Beserta Contoh Soal

Konduktor

Pengertian konduktor yakni materi atau zat yang sanggup menghantarkan panas maupun arus listrik, baik berupa zat cair, padat, ataupun gas. Hal ini dikarenakan benda atau zat tersebut mempunyai sifat konduktif. Konduktor mempunyai sistem tahanan jenis yang relatif kecil. Ketahanan ini dipengaruhi oleh material atau materi yang digunakan, dari ukuran bahan, dan besar resistensi yang berbanding terbalik dengan luas penampangnya. Contoh konduktor tersebut ibarat besi, tembaga, emas, zink dan jenis logam lainnya.
Pengertian konduktor dan pola konduktor ini sanggup kita amati dalam kawat tembaga. Semakin tebal kawat tembaga maka semakin rendah pula resistensi tembaganya. Besar resistensi tembaga tersebut berbanding terbalik dengan besar luas penampangnya. Seperti halnya kawat tembaga panjang mempunyai ketahanan yang lebih tinggi jikalau dibandingkan dengan kawat tembaga pendek.

Isolator

Pengertian isolator yakni materi atau zat yang sulit bahkan tidak sanggup menghantarkan panas dan listrik. Isolator sanggup disebut penghambat anutan listrik. Bahan isolator ini juga sanggup dipakai untuk memisahkan konduktor tanpa mengeluarkan arus listrik dan sebagai penopang beban. Bahan konduktor ini juga sering dibuat menjadi alat penyangga kabel transmisi listrik yaang terletak di tiang listrik. Bahan materi yang tergolong isolator, tidak semuanya sempurna. Hal ini dikarenakan isolator masih sanggup membawa muatan saat anutan listrik dialirkan. Kemudian seluruh benda benda isolator sanggup bersifat konduktif saat penggunaan voltase besar. Dengan begitu air akan dialirkan oleh medan listrik melalui atom. Peristiwa inilah yang disebut dengan Breakdown Isolator.

Baca juga : Pengertian Gaya Normal Beserta Rumus dan Contoh Soalnya

Contoh isolator yaitu teflon, kaca, kertas, plastik, karet dan sebagainya. Contoh isolator ibarat plastik dan karet paling sering dipakai alasannya gampang dibuat dan diproses. Kedua benda isolator ini dipakai sebagai penyumbat anutan listrik dengan besar voltase menengah (besar volt sekitar ratusan sampai ribuan volt).
Berdasarkan pengertian isolator dan pola isolator tersebut sanggup disimpulkan bahwa isolator mempunyai fungsi utama sebagai penghindar sengatan listrik, menghindari ancaman kebakaran, dan membentuk sambungan silang. Maka dari itu materi isolator biasanya diletakkan dibagian tengah rongga kabel semoga pantulan gelombang EM tidak menciptakan kejutan atau sengatan listrik yang berbahaya alasannya tegangan tinggi yang besarnya lebih dari 60 volt.
Demikianlah klarifikasi mengenai pengertian konduktor, pengertian isolator, beserta pola konduktor dan pola isolator. Kedua jenis benda tadi berbeda satu sama lain jikalau dilihat dari segi fungsi dan materi yang digunakan. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih.

Pengertian Gempa Tektonik, Vulkanik Dan Runtuhan Lengkap

Pengertian Gempa Tektonik, Vulkanik dan Runtuhan LengkapDi dunia ini aneka macam fenomena alam, baik yang merugikan ataupun tidak merugikan manusia. Contoh fenomena alam yang tidak merugikan insan menyerupai terjadinya gerhana bulan, gerhana matahari, terjadinya pelangi, hujan, aurora dan sebagainya. Sedangkan pola fenomena alam yang merugikan insan menyerupai gempa bumi, longsor, gunung meletus, banjir, tsunami, dan sebagainya. Fenomena tersebut tiba secara tiba tiba ataupun ditandai dengan insiden tertentu. Salah satu jenis fenomena alam yang cukup merugikan yakni gempa bumi. Gempa ini sanggup dibagi menjadi tiga yaitu gempa tektonik, vulkanik dan runtuhan. Mungkin anda sudah mengerti wacana pengertian gempa tektonik, pengertian gempa vulkanik dan pengertian gempa runtuhan.

Gempa bumi merupakan salah satu jenis tragedi yang pernah melanda Indonesia maupun negara negara di dunia. Gempa tersebut sanggup berupa gempa kecil maupun gempa besar. Nah pada kesempatan kali ini aku akan menjelaskan wacana pengertian gempa tektonik, pengertian gempa vulkanik dan pengertian gempa runtuhan. Untuk lebih jelasnya sanggup anda simak di bawah ini.

Pengertian Gempa Tektonik, Vulkanik dan Runtuhan Lengkap

Pengertin gempa bumi yakni getaran keras yang hingga kepermukaan bumi. Peristiwa gempa bumi tersebut dikarenakan adanya acara pada lempeng bumi ataupun acara diluar Bumi. Pada dasarnya faktor penyebab gempa bumi tersebut cukup banyak. Gempa bumi sanggup dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan penyebab terjadinya gempa yaitu gempa tektonik, vulkanik dan runtuhan atau terban. Wilayah Indonesia yang sering mengalami gempa menyerupai di Sumatera dan Aceh, meskipun dengan skala yang kecil. Di bawah ini terdapat klarifikasi mengenai pengertian gempa tektonik, pengertian gempa vulkanik dan pengertian gempa runtuhan.

Gempa Tektonik

Pengertian gempa tektonik yakni gempa yang disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi yang terletak di cuilan dalam/pusat bumi. Gempa tersebut akan menyebabkan tsunami kalau terjadi dilaut. Gempa tektonik sering terjadi di kawasan Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik. Gempa tektonik menyebabkan terjadinya lipatan tanah dan pergeseran tanah.
Terjadinya gempa tektonik disebabkan oleh pelepasan tenaga dari pergerseran lempengan tektonik. Apabila terdapat dua lempeng bumi yang bertemu dalam satu patahan maka akan melaksanakan gerakan bergeser, mendekat ataupun menjauh. Pada ketika itulah akan terjadi pengumpulan energi hingga lempeng tektonik tidak sanggup menahan gerakan tersebut. Kemudian akan terjadi peleasan tiba tiba hingga menggetarkan bumi. Berikut kawasan daerah yang sering mengalami gempa tektonik yaitu:
  • Daerah Sirkum Pasifik mencakup Negara Indonesia, Balkan, Iran dan India,
  • Daerah Sirkum Mediterania mencakup Negara Jepang, Amerika Tengah, Cile dan Filipina.

Gempa Vulkanik

Pengertian gempa vulkanik yakni jenis gempa yang disebabkan oleh gunung berapi lantaran magma mengalami pergerakan. Biasanya gempa tersebut terjadi ketika gunung akan meletus atau sedang aktif. Gempa ini terjadi lantaran adanya penyumbatan tekanan gas pada kawah gunung sehingga menyebabkan gunung tersebut meletus dan menciptakan getaran. Gempa vulkanik banyak dirasakan oleh penduduk disekitar kaki gunung berapi. Namun ancaman gempa vulkanik lebih kecil kalau dibandingkan dengan gempa tektonik. Gempa vulkanik pada gunung berapi juga menghasilkan bubuk panas yang sanggup menciptakan tumbuhan, binatang dan insan mati.
Di Indonesia pernah terjadi gempa vulkanik terbesar pada ketika Letusan Gunung Tambora tahun 1815. Letusan ini menyebabkan 92.000 jiwa tewas.

Gempa Runtuhan/Terban

Pengertian gempa runtuhan yakni jenis gempa yang disebabkan oleh runtuhnya lubang ataupun terowongan dalam tanah. Reruntuhan tersebut banyak terjadi pada terowongann bawah tanah bekas tambang yang telah ditinggalkan lama. Selain itu gempa ini juga terjadi pada gua alami yang mengalami reruntuhan stalaktit, meskipun skala gempanya kecil dan hanya dirasakan disekitar lokasi reruntuhan saja.
Selain pengertian gempa tektonik, pengertian gempa vulkanik dan pengertian gempa runtuhan di atas, adapula jenis gempa lainnya. Berikut jenis jenis gempa bumi berdasarkan intensitasnya:
  • Gempa makroseisme yakni jenis gempa sanggup dirasakan oleh insan tanpa memakai alat lantaran intensitasnya besar.
  • Gempa mikroseisme jenis gempa yang hanya diketahui dengan alat deteksi gempa atau seismograf lantaran instensitasnya kecil.
Demikianlah klarifikasi wacana pengertian gempa tektonik, pengertian gempa vulkanik dan pengertian gempa runtuhan. Semoga artikel ini sanggup menambah wawasan anda. Terima kasih.

Bunyi Dan Rumus Aturan Hooke Beserta Pola Soal

Bunyi dan Rumus Hukum Hooke Beserta Contoh SoalHukum Hooke merupakan salah satu aturan Fisika yang berkaitan dengan elastisitas dan pegas. Hukum ini mempunyai suara aturan hooke, rumus aturan hooke dan pola soal aturan hooke menyerupai halnya aturan fisika lainnya. Hukum hooke sanggup dikatakan sebagai aturan dasar ihwal benda lentur dan pegas. Pertama kali aturan hooke diperkenalkan oleh Robert Hooke. Ia yaitu peneliti yang mengkaji hubungan antar gaya yang terdapat pada benda lentur maupun benda pegas. Penelitian tersebut bertujuan untuk menemukan cara supaya benda sanggup kembali menyerupai bentuk semula. Maka dari itu, benda tersebut tidak akan melampaui batas awal.

Bunyi dan Rumus Hukum Hooke Beserta Contoh Soal Bunyi dan Rumus Hukum Hooke Beserta Contoh Soal

Hukum hooke dipakai untuk menghitung jumlah maksimum gaya pada sebuah benda namum tidak melebihi batas sehingga sifat elastisitasnya tetap ada. Namun sebelumnya, anda harus memahami ihwal Hukum kesetimbangan dengan Hukum Newton. Hal ini dikarenakan aturan hooke berkaitan dengan dua aturan tadi. Nah pada kesempatan kali ini saya akan membahas ihwal suara aturan hooke, rumus aturan hooke dan pola soal aturan hooke. Untuk lebih jelasnya sanggup anda simak di bawah ini.

Bunyi dan Rumus Hukum Hooke Beserta Contoh Soal

Hukum hooke ditemukan oleh peneliti berjulukan Robert Hooke. Nama aturan tersebut diambil dari nama penemunya. Hukum ini membahas ihwal hubungan pegas yang mengalami pertambahan panjang dengan gaya untuk meregangkan pegas. Contohnya sebuah pegas ditarik dengan kuat. Pegas tersebut akan semakin panjang. Kemudian kalau gaya tarik pegas melemah maka pegas tidak akan semakin panjang. Di bawah ini terdapat klarifikasi mengenai suara aturan hooke, rumus aturan hooke dan pola soal aturan hooke. Berikut ulasan selengkapnya.
Bunyi Hukum Hooke
Bunyi aturan hooke ialah “Gaya yang bekerja pada sebuah benda mempunyai besar yang sama dengan pertambahan panjang bendanya“. Hukum ini berlaku untuk benda benda yang sanggup diregangkan (benda elastis). Berikut rumus aturan hooke

F = k . x

Keterangan:
F = Gaya yang terdapat pada pegas, satuannya Newton.
k  = konstanta pegas, satuannya N/m.
x = pertambahan panjang pegas, satuannya meter.

Hukum hooke sanggup kita jumpai dalam kehidupan sehari hari. Misalnya pegas yang terdapat pada sepeda, kendaraan beroda empat maupun sepeda motor. Pegas ini dirangkai dengan bab tengahnya berupa besi dan dinamakan Shock Breaker. Shock Breaker tersebut berfungsi untuk meredam kendaraan dari kejutan atau gelombang tertentu. Dengan begitu kita terasa nyaman meski melewati jalan jalan yang berlubang,

Contoh Soal Hukum Hooke
Agar anda lebih memahami ihwal aturan ini, saya akan membagikan beberapa pola soal aturan hooke. Berikut contohnya:

1. Sebuah pegas ditarik memakai gaya 60 Newton. Jika konstanta pegasnya 30 N/m. Hitunglah pertambahan panjang pegas tersebut?

Pembahasan.
Diketahui : F = 60 N; k = 30 N/m
Ditanyakan : x = ?
Jawab :
  F = k . x
60 = 30 . x
  x = 60/30
  x = 2 m
Kaprikornus pertambahan panjang pegas tersebut ialah 2 m.

Baca juga : Pengertian Konduktor dan Isolator Beserta Contoh

2. Sebuah pegas mempunyai konstanta 600 N/m. Jika pertambahan panjang pegas tersebut 0,25 m sesudah gaya bekerja. Maka berapa besar gaya yang bekerja pada pegas tersebut?

Pembahasan.
Diketahui : k = 600 N/m; x = 0,25 m
Ditanyakan : F = ?
Jawab :
  F = k . x
     = 600 . 0,25
     = 150 Newton
Kaprikornus gaya yang bekerja pada pegas tersebut ialah 150 Newton.

3. Sebuah pegas digantung dengan aksesori massa 5 kg. Apabila besar konstanta pegas 500 N/m. Hitunglah besar pertambahan panjang pegasnya?

Pembahasan.
Diketahui : m = 5 kg; k = 500 N/m
Ditanyakan : x = ?
Jawab :
Sebelumnya kita harus mencari gaya yang bekerja pada pegas memakai rumus gaya berat yaitu
W = m . g
     = 5 . 10 (besar gaya grafitasi = 10 m/s²)
     = 50 Newton
Kemudian aplikasikan pada rumus aturan hooke
  F = k . x
50 = 500 . x
  x = 50/500
  x = 0,1 m
Kaprikornus pertambahan panjang pegas tersebut ialah 0,1 m.

Demikianlah klarifikasi mengenai suara aturan hooke, rumus aturan hooke dan pola soal aturan hooke. Semoga artikel ini sanggup menambah ilmu anda. Terima kasih.