Contoh Kiprah Menganalisis Artikel Peningkatan Mutu Pembelajaran

Analisis Artikel Peningkatan Mutu Pembelajaran di Sekolah

Pengetahuan teori yang didapatkan dari seorang guru melalui kualitas administrasi dengan cita-cita tujuan pendidikan akan tercapai, tujuan akan tercapai kalau dibekali dengan materi sehingga proses pendidikan akan terealisasi dengan baik sehingga akan menghasilkan penampilan (hasil belajar) hasil berguru dipengaruhi oleh beberapa factor ialah melalui evaluasi dengan dasar criteria evaluasi , hasil dari penampilan akan dijadikan umpan balik.

Pendekatan Makro Pendidikan ;
Yaitu kajian pendidikan dengan elemen yang lebih luas dengan elemen sebagai berikut:
  • Standarisasi pengembangan kurikulum
  • Pemerataan dan persamaan, serta keadilan
  • Standar mutu
  • Kemampuan bersaing.
Tinjauan makro pendidikan menyangkut banyak sekali hal yang digambarkan dalam dua denah (P.H Coombs, 1968) dalam Etty Rochaety, dkk (2005:8) bahwa pendekatan makro pendidikan melalui jalur pertama ialah INPUT SUMBER – PROSES PENDIDIKAN – HASIL PENDIDIKAN , ibarat pada gambar di bawah ini :

Sumber: Ety Rochaety, dkk (2005:9)

Input sumber pendidikan akan mensugesti dalam aktivitas proses pendidikan , dimana proses pendidikan didasari oleh banyak sekali unsur sehingga semakin siap suatu forum dan semakin lengkap komponen pendidikan yang dimiliki maka akan membuat hasil pendidikan yang berkualitas.

Selanjutnya Syaiful Sagala (2004:9) menyatakan solusi administrasi pendidikan secara mikro dan makro yang dituangkan dalam gambar berikut :

Sumber: Syaiful Sagala (2004 : 9)

Strategi Peningkatan Mutu Pembelajaran di Sekolah

Secara umum untuk meingkatkan mutu pendidikan harus diawali dengan taktik peningkatan pemerataan pendidikan, dimana unsure makro dan mikro pendidikan ikut terlibat, untuk membuat (Equality dan Equity) , mengutip pendapat Indra Djati Sidi (2001:73) bahwa pemerataan pendidikan harus mengambil langkah sebagai berikut :

  1. Pemerintah menanggung biaya minimum pendidikan yang dibutuhkan anak usia sekolah baik negeri maupun swasta yang diberikan secara individual kepada siswa.
  2. Optimalisasi sumber daya pendidikan yang sudah tersedia, antara lain melalui double shift (contoh pemberdayaan Sekolah Menengah Pertama terbuka dan kelas Jauh)
  3. Memberdayakan sekolah-sekolah swasta melalui santunan dan subsidi dalam rangka peningkatan mutu embelajaran siswa dan optimalisasi daya tampung yang tersedia.
  4. Melanjutkan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) dan Ruang Kelas Baru (RKB) bagi daerah-daerah yang membutuhkan dengan memperhatikan peta pendidiakn di tiap –tiap tempat sehingga tidak mengggangu keberadaan sekolah swasta.
  5. Memberikan perhatian khusus bagi anak usia sekolah dari keluarga miskin, masyarakat terpencil, masyarakat terisolasi, dan tempat kumuh.
  6. Meningkatkan partisipasi anggota masyarakat dan pemerintah tempat untuk ikut serta mengangani penuntansan wajib berguru pendidikan dasar 9 tahun.

Sedangkan peningkatan mutu sekolah secara umum sanggup diambil satu taktik dengan membangun Akuntabilitas pendidikan dengan pola kepemimpinan , ibarat kepemimpinan sekolah Kaizen ( Sudarwan Danim, 2007:225)yang menyarankan :

  1. Untuk memperkuat tim-tim sebagai materi pembangun yang mendasar dalam struktur perusahaan
  2. Menggabungkan aspek –aspek positif individual dengan banyak sekali manfaat dari konsumen
  3. Berfokus pada detail dalam mengimplementasikan citra besar wacana perusahaan
  4. Menerima tanggung jawab pribadi untuk selalu mengidentifikasikan akar menyebab masalah
  5. Membangun kekerabatan antarpribadi yang kuat
  6. Menjaga semoga pemikiran tetap terbuka terhadap kritik dan pesan yang tersirat yang konstruktif
  7. Memelihara perilaku yang progresif dan berpandangan ke masa depan
  8. Bangga dan menghargai prestasi kerja
  9. Bersedia mendapatkan tanggung jawab dan mengikuti pelatihan

Penutup

 

Kepemimpinan kepala sekolah dan kreatifitas guru yang professional, inovatif, kreatif, merupakan salah satu tolak ukur dalam Peningkatan mutu pembelajaran di sekolah ,karena kedua elemen ini merupakan figure yang bersentuhan pribadi dengan proses pembelajaran , kedua elemen ini merupakan fugur sentral yang sanggup memperlihatkan kepercayaan kepada masyarakat (orang tua) siswa , kepuasan masyarakat akan terlihat dari output dan outcome yang dilakukan pada setiap periode. Jika pelayanan yang baik kepada masyarakat maka mereka tidak akan secara sadar dan secara otomatis akan membantu segala kebutuhan yang di inginkan oleh pihak sekolah,sehingga dengan demikian maka tidak akan sulit bagi pihak sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di sekolah.

Judul : Peningkatan Mutu Pembelajaran di Sekolah

Tujuan pemilihan artikel

Dari artikel ini bertujuan untuk menambah pengetahuan pembacanya, sebab isinya mengandung banyak ilmu pengetahuan wacana meningkatkan mutu pendidikan, Dilihat dari judulnya, ” Peningkatan Mutu pendidikan di sekolah”, seperti menghimbau pembaca untuk ikut memajukan mutu pendidikan di sekolah, sebab banyak sekali keuntungannya baik di lingkungan sekolah ataupun di lingkungan masyarakat, para pembaca akan meningkatkan mutu pendidikan dan Para pembaca yang peduli terhadap lingkungan pendidikan sekitar saat melihat judul ini akan tertarik untuk mengetahui dan menambah ilmu wacana lingkungan yang membutuhkan pendidikan, dan itu artinya para pembaca akan berusaha meningkatkan mutu pendidikan dengan cara mengamalkan apa yang di bahas oleh artikel ini.Artikel ini membahas wacana hakikat pendidikan, hakikat mutu pendidikan,Faktor-Faktor Dominan dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran di Sekolah,Unsur-unsur yang terlibat dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran di sekolah, dan Strategi Peningkatan Mutu Pembelajaran di Sekolah, dengan sangat detail  .

Rekomendasi Pemilihan Artikel

 

Alasan saya menentukan menanalisis artikel yang berjudul Peningkatan Mutu Pembelajaran di Sekolah yang di tulis oleh Mustakim, S.pd.,MM, sebab berdasarkan saya Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi insan dan Pendidikan intinya merupakan suatu perjuangan pengembangan sumber daya insan (SDM), walaupun perjuangan pengembangan SDM tidak hanya dilakukan melalui pendidikan khususnya pendidikan formal (sekolah). Tetapi hingga detik ini, pendidikan masih dipandang sebagai sarana dan wahana utama untuk pengembangan SDM yang dilakukan dengan sistematis, programatis, dan berjenjang, maka dari itu, pendidikan memang harus selalu mempunyai peningkatan, dengan demikian artikel ini sangatlah penting, sebab artikel ini membahas wacana peningkatan mutu pembelajaran.

 

Artikel ini membahas wacana hakikat pendidikan, hakikat mutu pendidikan,Faktor-Faktor Dominan dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran di Sekolah,Unsur-unsur yang terlibat dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran di sekolah, dan Strategi Peningkatan Mutu Pembelajaran di Sekolah, tentu dengan pembahasan yang ada di dalam artikel ini sangat penting di ketahui oleh pendidik atau calon pendidik semoga bisa meningkatkan mutu pendidikan khususnya di sekolah.

 

Kreatifitas guru yang professional, inovatif, kreatif, merupakan salah satu tolak ukur dalam Peningkatan mutu pembelajaran di sekolah, dengan demikian secara tak pribadi artikel ini sanggup memotivasi siapapun bagi pembacanya, dan begitu sangat banyak manfaatnya.

 

Demi meningkatkan kualitas mutu pendidikan di Indonesia. Diharapkan dalam dunia pendidikan Indonesia lebih memperhatikan dan meningkatkan mutu pendidikan dalam taktik pembelajaran, semoga terciptanya SDM yang berpotensi dan sanggup memajukan nama bangsa Indonesia.

Kelebihan

Pertama, artikel ini mempunyai pondasi di awal artikel sebagai penguat bahwa” Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi insan berdasarkan ukuran normative, dan Pendidikan sanggup meningkatkan kualitas SDM yang baik, yang didukung oleh mutu pendidikan” dengan demikian si pembaca pada artikel ini dengan gampang di mengerti dan memberi semangat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, demi meningkatkannya kualitas SDM di Indonesia untuk memajukan bangsa Indonesia, dan di perkuat dengan argumen para jago mengenai pembelajaran.

 

Kedua, Dapat memotivasi guru, sebab Guru mempunyai kiprah dan tanggung jawab yang sangat berat terhadap kemajuan dan peningkatan kompetensi siswa , dimana akibatnya akan terlihat dari jumlah siswa yang lulus dan tidak lulus.dengan demikian tangung jawab peningkatan mutu pendidikan di sekolah , selalu dibebankan kepada guru .lalu bagaimana kesiapan unsur-unsur tersebut dalam peningkatan mutu proses pembelajaran? Artikel ini membahas mengenai hal-hal tersebut, dengan demikian, guru sanggup membaca dan mengetahui apa yang harus di lakukan demi meningkatkan mutu pendidikan.

 

Ketiga, banyak hal yang di kemukakan oleh para ahli, ibarat Sebelum membahas wacana mutu pendidikan terlebih dahulu akan dibahas wacana mutu dan pendidikan. Banyak jago yang mengemukakan wacana mutu, dan lainnya, berdasarkan saya, hal ini sanggup meyakinkan kepada pembaca.

Kekurangan

Terdapat beberapa pecahan yang disebutkan namun tidak di perjelas, devinisinya misalnya ibarat elemen mikro sebagai berikut :

  • Kualitas manajemen
  • Pemberdayaan satuan pendidikan
  • Profesionalisme dan ketenagaan
  • Relevansi dan kebutuhan.

Tidak di perjelas dengan definisi atau klarifikasi yang detail sehingga pembaca ada yang mengerti ada yang tidak, saya sudah membuktikannya, dengan cara menyeru sobat saya untuk membaca dan mereka tidak memahami hal yang tidak di perjelas tersebut.

Solusinya , memang penulis sudah baik dalam menyajikan artikel, dan secara keseluruhan,memang sangat bermanfaat bagi kepentingan pendidikan di Indonesia, namun seharusnya, lebih mencari tumpuan lainnya.