Dakwah Islam Di Afrika

TESSA AMELYA/S/E-A

Islam merupakan agama  yang tersebar dipertengahan bumi ini yang terbentang dari tepi maritim sfrika hingga maritim pasifik selatan,dari padang rumput siberia hingga ke pelosok asia tenggara –bangsa berber afrika barat,sudan, afrika timur yang berbahasa swahili, bangs arab timur tengah bangsa turki, irania,bangsa turki dan persi yang tinggal di asia tengah .dari sisi latar etnis, bahasa, adat, organisasi politik, dan pola kebudayaan dan teknologi mereka menampilkan keragaman kemanusiaan, namun islam menyatukan meraka .meskipun seringkali tidakmenjadi totalitas kehidupan meraka, namun islam terserap dalam konsep, aturan keseharian, memperlihatkan tata ikatan kemasyarakatan, dan memenuhi hasrat mereka meraih kebahagiaan hidup. karena keragaman tersebut,islam bermetamorfosis keluarga terbesar ummat manusia. 

Dalam kajian makalah kali ini kami akan mengfokuskan pembahasan wacana sejarah masuknya islam di afrika, yang di dalamnya terdapat beberapa kawasasan atau wilayah jajahan/dakwah islam ke banyak sekali kerajaan di wilayah-wilayah afrika. Dalam kajian yang akan kami presentasikan ini akan sangat menarik, karna didalamnya terdapat perlawanan, pembrontakan uamat kristen terhadap ummat islam pada awal masuknya islam di afrika
Islam masuk ke Afrika
Agama Islam masuk ke daratan Afrika pada masa Khalifah Umar bin Khattab, waktu Amru bin Ash memohon kepada Khalifah untuk memperluas penyebaran Islam ke Mesir karena dia melihat bahwa rakyat Mesir telah usang menderita akhir ditindas oleh penguasa Romawi dibawah Raja Muqauqis. Sehingga mereka sangat memerlukan uluran tangan untuk membebaskannya dari ketertindasan itu. Muqauqis sesungguhnya tertarik hendak masuk Islam setelah mendapatkan surat dari Rasulullah SAW. Namun, alasannya yaitu lebih mengasihi tahtanya maka sebagai tanda simpatinya ia kirimkan hadiah kepada Rasulullah SAW.
Selain alasan diatas Amru bin Ash memandang bahwa Mesir dilihat dari kacamata militer maupun perdagangan letaknya sangat strategis, tanahnya subur alasannya yaitu terdapat sungai Nil sebagai sumber makanan. Maka dengan restu Khalifah Umar bin Khattab dia membebaskan Mesir dari kekuasaan Romawi pada tahun 19 H (640 M) hingga sekarang. Dia hanya membawa 400 orang pasukan alasannya yaitu sebagian besar diantaranya tersebar di Persia dan Syria. Berkat siasat yang baik serta dukungan masyarakat yang dibebaskannya maka ia berhasil memenangkan banyak sekali peperangan. Mula-mula memasuki kota Al-Arisy dan dikota ini tidak ada perlawanan, gres setelah memasuki Al-Farma yang merupakan pintu gerbang memasuki Mesir menerima perlawanan, oleh Amru bin Ash kota itu dikepung selama 1 bulan. Setelah Al-Farma jatuh, menyusul pula kota Bilbis, Tendonius, Ainu Syam hingga benteng Babil (istana lilin) yang merupakan sentra pemerintahan Muqauqis. Pada dikala hendak menyerbu Babil yang dipertahankan mati-matian oleh pasukan Muqauqis itu, tiba bala pinjaman 4.000 orang pasukan lagi dipimpin empat panglima kenamaan, yaitu Zubair bin Awwam, Mekdad bin Aswad, Ubadah bin Samit dan Mukhollad sehingga menambah kekuatan pasukan muslim yang merasa cukup kesulitan untuk menyerbu alasannya yaitu benteng itu dikelilingi sungai. Akhirnya, pada tahun 22 H (642 M) pasukan Muqauqis bersedia mengadakan perdamaian dengan Amru bi Ash yang menandai berakhirnya kekuasaan Romawi di Mesir.
Perkembangan Islam di Afrika
Pemabahasan mengenai masuk dan berkembangnya Islam di Afrika meliputi beberapa wilayah negara yaitu Mesir, Libia, Tunisia, Aljazair, Maroko, Mauritania, Nigeria, Mali, Pantai Gading, Sudan, Ethiopia, Kenya, Zambia dan lain-laannya. Namun yang akan dibahas kali ini hanya sebagiannya saja.
Mesir
Mesir yaitu tempat Afrika pertama yang mendapatkan masuknya Islam di benua ini, penduduknya lebih kurang 42 juta jiwa, dimana sekitar tigs jutanya beragama Nasrani selebihnya beragama Islam. Bahkan, di kota Iskandariyah hingga kini masih terjaga segala macam kebesaran umat Nasrani Orthodox tanpa diganggu keberadaannya oleh umat Islam. Di Mesir terdapat delapan universitas diantara yang termashyur ke seluruh dunia ialah Al-Azhar di Kairo yang didirikan oleh Bani Fathimiyah pada tahun 972 M. Disana banyak mahasiswa-mahasiswa yang berguru dari seluruh dunia termasuk dari Indonesia yang kebanyakan menerima beasiswa untuk berguru ilmu agama maupun pendidikan umum menyerupai kedokteran, tekhnik dan lain-lainnya.
Sementara itu, ekspansi dampak Islam di tempat Tunisia telah terjadi semenjak pemerintahan Khalifah Usman bin Affan tahun 23-35 H (644-656 M) oleh Panglima Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sarah dengan menghancurkan tentara Romawi yang telah jatuh reputasinya. Sehingga pasukan Abdullah bin sa’ad dengan gampang menguasainya. Sedang masuknya Islam ke Maghribil Aqsha atau Afrika Utara sehabis berdirnya daulah Bani Umayah dibawah pimpinan Khalifah Walid bin Abdul Malik, yang memperlihatkan kiprah tersebut kepada Panglima Musa bin Nushair yang jadinya ditunjuk sebagai gubernur wilayah itu.
Maroko
            Maroko yaitu sebuah negara yang merdeka yang mempunyai kemampuan bertahan sebagai sebuah rezim otoritasnya didasarkan kombinasi antara symbol khilafah dan sufi, meskipu Negara ini sangat kesulitan dalam mempertokoh otoritasnya di wilyah pedesaan atau pedalaman. Adapun kelas politik menengah, Maroko menyerupai kebanggaan  tuan tanah bangsawan, yang mana pada masyarakat timur tengah lainnyamereka menghendaki kekuasan yang memeusat. Adapun posisi bangsa Maroko pertama berlangsung dalam bentik pemberontakan Abdullah Karim di wilayah penduduk Spanyo.
Abdullah Karim yaitu seorang intelektual, smua memiii karir sebagai Qodi, guru besar dan sebagai editor surat kabar telegram, ia mengetahui benar kultur bangsa Spanyol dan mempunyai banyak koneksi  dengan pihak Eropa.
Nigeria
Nigeria terletak di sebelah barat Afrika termasuk negara yang kaya minyak yang diekspor ke Amerika Serikat terbesar kedua setelah Saudi Arabia. Penduduknya terdiri atas macam-macam suku bangsa berjumlah ± 90 juta dan 75 % beragama Islam selebihnya Nasrani maupun Animisme. Negeri-negeri yang menikmati dampak Islam di tempat Afrika dan hingga kini penduduknya lebih banyak didominasi beragama Islam antara lain Maroko, Sudan, Al-Jazair, dan Ethiopia.
Libya
Negeri Mouamar Ghadafi ini merupakan tempat terpanas di Timur Tengah, dengan luas 1.795.540 km berpenduduk ± 3 juta jiwa terdiri dari bangsa Arab, Barbar serta Palestina hampir seluruhnya beragama Islam. Rakyat hidup dari sektor pertanian, dan setelah ditemukan sumur-sumur minyak berkualitas tinggi sebagian penduduknya menjadi tenaga kerja dalam industri ini, selebihnya mengandalkan tenaga-tenaga asing.
Yang menarik, geliat dan semarak dakwah di Libya, menular ke sejumlah negaraberpendudkan orisinil Afrika lainnya. Menurut Mahmud, Pimpinan Jam’iyah al Dakwah  al Islamiyah al Alamiyah Libya, di Afrika, ribuan penduduk memelu Islam setiap harinya melalui usaha dan bimbingan Moammar Khadafi. Tahun kemudian sembilan juta penduduk di beberapa negara di Afrika memeluk islam. Tahun kemudian setelah berziarah  Mogadishu, sebanyak 43.000 penduduk masuk Islam dari satu Negara.   
Al-Jazair
            Pada era 16, Abdul Qadir yang ayahya pemimpin thariqat berusaha mendirikan sebuah Negara muslim, pada tahun 1832 ia memproklamirkan sebagai amir al mukmin dan sebagai sultan bangsa arab mengklaim dirinya bertanggung jawab dalam menerapkan aturan Islam di wilayah kekuasaannya. Abdul qadir mengembangkan sebuah manajemen hirarkis bagi negaranya dan ia mengangkat sejumlah khalifah, pejabat militer financial dan pejabat peradaban.
Tunisia
            Pada era ke 8 pembentukan organisasi muslim di negara Tunisia mempunyai problem yang sama menyerupai yang di alami oleh imerpremium Usmani dan Mesir, menghadapi ekonomi eropa yang sedang sedang berkembang psat dan kemunduran kemunduran internal dari Negara Tunisia.
            Program acara reformasi keseluruhan di dasarkan pada prinsip sebenarnya pemerintah yang baik merupakan landasan bagi vitalitas social dan ekonomi dan secara politk upaya reformasi ini  bergantung kepada dukungan pihak ulama yang mana khyar al din berusaha mempengaruhi mereka semoga mendapatkan tehnik tehnik pemerin
tah. Eropa walaupun secara politk relatif tenang, para pejabat dan para ulama Tunisia bangun untuk menentang pemerintah prancis, dan munculah generasi generasi gres dari para pemuka nasional dari kalangan birokratik yang terdidik secara moderen, sbagaimana yangterjadi di dalam masyarakat Utsmani.
Kelebihan dan Tantngan Dakwah di Afrika
Kelibihan Dakwah di Afrika
Politik
            Dalam bidang politik tersebut, di Afrika banyk juga tokoh muslim yang menduduki jabatan tetinggi di negaranya. Sebut saja menyerupai Muammar Khadafi, yakni ia sebagai pemimpin muslim konteporer Libya banyak berubah setelah Muammar Khadafi menguasai politik libya. Dimana sistem monarik di gati menjadi anakronisme politik.
            Revolusi Khadfi dianggap sebagai salah satu conyoh paling awal dalam pembaharuan politik Islam, semenjak Libya merdeka pada tahun 1960 selain dari Khadafi juga ada. Pemimpin negara Ghabon serta negara lainnya di Afrika , sehingga hal tersebut smakin memudahkan penyebaran aliran Islam di benua Afrika.
            Keputusan paling awal rezim ini menyangkut masalah  tumpuan nasionalis dan isam, serta aturan aturan subtansi. Diantaranya diberlakukan kembali aturan pidana atas Al qur’an serta pelanggaran alkohol dan klub malam mengindikasikan legalisasi terbuka terhadap islam sebagai kekuatan pembimbing dalam kekuatan politik negara.
Ekonomi
            Afrika selatan yaitu sebuah negara maju dengan [enduduk yang berpendapatan sederhana. Negara ini kaya dengan materi bahan tambang, terutama yang bernilai tinggi sperti, emas, platinum dan berlian. Ia juga mempunyai sistem keuangan, perundangan, telkomunisasi, energi infrastruktur yang maju dan moderen. Dengan kekayaan yang di miliki Afrika tersebut, semakin menciptakan hubungan antara Afrika dengan negara negara islam di luar benua Afrika lebih erat untuk mejalankan dakwah di Afrika tersebut.
Tantangan  Dakwah di Afrika
            Didalam melaksanakan dakwah   islam tentunya akan banyak mengalami tantangan dan kendala yang akan di hadapi. Bgitu pula dengan dakwah yang dilakukan oleh para juru dakwah yang ada di benua Afrika.
            Berbagai negara di Afrika pun memberikan kndisi dan tantanga dakwah yang mereka hadapi di benua itu. Negara negara di Afrika umumnya menghadpi tantangan dalam pengembangan pendidikan Islam dan membutuhkan pinjaman kemanusiaan. Para misionaris islam ketika memasuki  benua Afrika menemukan fakta yang menejutkan yaitu sedemikian luasnya Islam di benua ini.
            Penyebaran Islam di Afrika tidak dilakukan secara sistematis oleh kaum muslimin dan para muballiqh Islam. Politik kolonialisme dan penjajahan terhadap banyak sekali wilayah Afrika oleh Belgia, Portugis, Prancis, dan Inggris dalam waktu yang sangat usang memperlihatkan kesempatan yang luas bagi para misionaris untuk mengembangkan aliran Nasrani di benua ini.
            Di Afrika terdapat banyak tantangan dakwah, yakni banyak misionaris dibawah yayasan Kristen, yang setiap tahun membagi bagi ratusan ribu Injil, buku buku, dan majalah secarah gratis untuk mengembangkan pemikiran Kristendi tengah cowok dan dewasa dan banyak sekali lapisan msyarakat lainya. Yayasan Emier merupakan salah satu pola dari yayasan misionaris yang bertujuan untuk memuul Islam. Yayasan ini mempunyai 13 penerbitan dan salah satu aktivitasnya yaitu menerbitkan buku dengan gambar gambar yang menarik bagi anak anak. Dan juga yayasan ini melaksanakan mata mata dan melaksanakan campur tangan dalam urusan pemerintah.
            Akan tetapi, meskipun telah dilakukan upaya yang sangat luas oleh para misionaris Nasra
ni serta telah digunakannya akomodasi dan keuangan yang sangat banyak dala proram misionaris itu,kenyataan menujikkan bahwah kelompok kelompok penyebaran agama Nasrani tidak bisa mencapai tujuan tujuan mereka.
Gerakan Islam di Afrika
          Seperti halnya di Negara Indonesia, Muslim yang ada di Benu Afrika juga ada beberapa gerakan atau harakah Islam yang berkembang
Jamaah Ikhwanul Muslimin
            Jamaah Ikhwanul muslimin berdiri di kota Islamiyah, Mesir pada Maret 1928 dengan pendiri Hasan Al banna bersama keenam tokoh lainya, yaitu Hafiz Abdul Hamid, Ahmad al-Khusairi, Fuad Ibrahim, Abdurahman Hasbullah, Ismail Izz, dan Zaki al-Magribi. Ikhwanul Muslimin pada dikala itu di pimpin oleh Hasan al Banna. Pada tahun 1930, Anggaran Dasar Ikhwanul Muslimiin di buat dan disahkan pada rapat Umum Ikhwanul Muslimin pada 24 September 1930. Pada 1932, struktur manajemen Ikhwanul Muslimin disusun pada tahun itu pula,IkhwanulMuslimin membuka cabang di Suez, Abu Showier, dan Al Mahmoudiyah. Pada tahun 1933, Ikhwanul Muslimin menerbitkan majalah mingguan yang di pimpin oleh Muhibuddin Khatib
            Ikhwanul Muslimin merupakan organisasi Islam berlandaskan aliran Islam. Ia ermerupakan salah satu jamaah dari beberapa jamaah yang ada pada umat Islam, yang memandang bahwa Islam yaitu Dien (Agama), yang universal dan menyaluruh,bukan hanya sekedar agama yang mengurusi ibadah ritual (Shalat, Puasa, Haji, Zakat, dan lain lain) saja.Tujuan Ikhwanul Muslimin yaitu mewujudkan terbentuknya sosok idvidu Muslim, rumah tangga islami, bangsa yang islami, pemerintah yang islami, negara yang dipimpin oleh negara negara Islam, mnystuhksn perpecahan kaum Muslimin dan negara negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendra jihad dan da’wah kepada Yang Mahakuasa sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan aliran ajaranIslam Ikhwanul Muslimin menolak segala bentukpenjajahan dan monarki yang pro-Baarat.
            Dalam perpolitikan di banyak sekali negara, Ikwanul Muslimin ikut serta dalam proses demokrasi sebagai sarana perjuangannya, sebagaimana kelompok kelompok lain yang nengaku demokrasi. Contoh utamanya yaitu Ikhwanul Muslimin di Mesir yang mengikuti proses pemilu di negara tersebut.
Gerakan Jihad
 dirikan oleh Hasan Al Banna dari Mesir, di bnua tersebut juga ada Gerakan Jihad era 18 dipimpin oeh para Ulama, Guru, Muballiq keliling, dan Pengikut mereka. Mereka menerima ide dari pembaharu dari Ulama militant menyerupai Al-Maghili.
            Selain dari dua gerakan yang ada menyerupai di atas tadi,juga masih ada beberapa gerakan Islam yang telah berkembang di benua Afrika, menyerupai kelompok Sufi, Jamaah Tabliq, dan Penganut mazhab Imam Maliki serta gerakan Islam lainnya yang semua menginginkan semoga Islam sanggup berkembang dan terus tumbuh di Benua Afrika. 
Tokoh Tokoh Islam di Afrika
            Keberadaan Islam di benua Afrika telahmembuat penduduk Afrika semakin meningkat harapan umat muslim yang ada disana untuk mendalami aliran Islam. Selain itu juga muncul tokoh tokoh Islam yang menjadi pembaharu di benua Afrika. Diantara tokoh tokoh muslim yang ada tersebut diantaranya yaitu sebagai berikut ini:
Al-Qalbisi
            Al-Qabisi nama aslinya yaitu Abu al-Hasan Ali bin Muhammad Khalaf al Ma’rif al-qobisi, ia lahir di daerah kairawan,Tunisia pada bulan rajab tahun 224 H/tanggal 13 Mei 936 M. Ia pernah merantau ke timur tengah selama 5 tahun, kemudian ia kembali ke negri asalnya dan meninggal dan dunia pada tanggal 3 Rabiul Awal 403 H/Tangga 23 oktober 1012 M.
Muhammad Abduh
            Muhammad Abduh lahir di sebuah dusun di Delta sungai Nil pada tahun 1849, dan ia meninggal pada 11 juli 1905. Keluarganya populer berpegang teguh pada ilmu dan agama. Sejak muda ia sudah di kenal hafal Al qur’an, Muhammad Abduh yaitu sajana pendidik dan mufti, theology, alim dan juga pembaharuan.
            Selain dari kedua tokoh diatas tersebut masih banyak ulama serta pembaharu yang ada di Afrika. Seperti Sayyid Sabiq, yang mana ia yaitu andal tafsir, Muhammad Rasyid Ridho, Hasan Al Banna , serta ulama populer sperti Ibnu Khaldun, yang populer sebagai ilmuan dalam bidang ekonomi, ia berasal dari Tunisia, Afrika.
           
DAFTAR PUSTAKA
Sumber buku
Munir Amin, Syamsul. 2009.  Sejarah peradaban Islam. Jakarta: Amzah Indonesia. Hal 22, 23, 24, 25, 26
Suwito, Fauzan. 2008. Sejarah Sosial Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Perdana Media Indonesia. Hal 15, 16, 18, 19
Sumber Internet