Filsafat Dapat Memberikan dalam Pencerahan Berpikir

Ternyata Ilmu Filsafat dapat memberikan pencerahan dalam Berpikir – Filsafat merupakan ibu dari semua ilmu pengetahuan dan juga merupakan sebuah ilmu yang membahas wacana duduk kasus kebenaran yang hierarki.Filsafat dan insan juga sangat sering dikaitkan. Karena setiap insan tentu mempunyai pandangan hidup sedangkan sanggup di katakana pula bahwa Filsafat diartikan sebagai pandangan hidup, ya bisa dikatakan pula bahwa filsafat di jadikan sebagai pandangan hidup alasannya semua ilmu pengetahuan tentunya telah melalui fase pencarian kebenaran, sedangkan ilmu pengetahuan telah memberi harapan pada dunia bagi seluruh insan untuk senantiasa mempunyai ilmu pengetahuan biar tidak sesat di dunia khususnya di akhirat, alasannya filsafat pada hakikatnya bersumber pada hakikat kodrat pribadi insan (sebagai makhluk individu, makhluk sosial dan makhluk Tuhan)
Hal ini berarti bahwa filsafat mendasarkan pada penjelmaan insan secara total dan sentral sesuai dengan hakikat insan sebagai makhluk monodualisme (manusia secara kodrat terdiri dari jiwa dan raga) tentu sangat membanggakan dunia bukan?, bahwa filsafat memberi harapan pada suatu bangsa dan untuk duniadengan adanya filsafat kebenaran akan terungkap, pengetahuan menjadi benar secara hierarki, dan mengakibatkan insan lebih peka terhadap segala hal yang ada dan mungkin ada, dengan adanya filsafat akan minim sebuah julukan kebodohan alasannya segala sesuatu di ungkap kebenarannya.
Harapan untuk mengakibatkan kehidupan insan lebih baik tanpa adanya pembodohan dan bila insan telah mulai berfikir logis alasannya filsafat, dunia mirip di beri harapan orisinil yang menunjang dunia, antar Negara akan mulai bersaing, antar anak bangsa bersaing untuk terus berkarya dan berfikir logis mirip yang ada dalam kajain filsafat, dan akan banyak lulusan-lulusan sarjana yang kiprah kesudahannya meneliti sesuatu yang baru, bukan hanya sesuatu yang ada namun di teliti kembali, bisa saja muncul teori gres dan bisa di akui dunia, tapi dengan garis besar semuanya harus di siasati kebenarannya dan bisa bersifat universal sanggup diterima oleh orang banyak, tentu hal ini akan memajukan bangsa dan Negara serta dunia, dengan filsafat sebuah harapan akan muncul alasannya di dasari dengan sebuah ilmu-ilmu kebenaran. Hanya saja filsafat tidak terlalu menarik untuk dipelajari, walaupun tak menarik dan terkesan resah sehingga anda harus berfikir, disitulah anda sedang melakukanya.
Sedangkan filsafat berdasarkan Immanuel Kant yakni ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang di dalamnya tercakup empat persoalan: yang pertama, Apa yang sanggup saya harapkan? What may I hope ? pernahkan anda mempunyai harapan? Lantas apa harapan itu, Harapan dalam kehidupan insan merupakan cita-cita, keinginan, penantian, kerinduan supaya sesuatu itu terjadi. Dalam menantikan adanya sesuatu yang terjadi dan diharapkan, langkah pertama untuk menciptakan harapan selalu terwujud adalah, tetap menjadi insan yang benar, alasannya dalam soal filsafat, filsafat selalu mencari sebuah kebenaran, mencari tahu semua yang ada dan mungkin ada. Jadi, konsep dalam mewujudkan harapan senantiasa berusaha menjadi orang benar.
Konsep harapan dari Snyder (1994) terdiri dari 3 komponen yaitu, tujuan (goals),willpower dan waypower, tujuan (goals) sanggup didefinisikan sebagai sesuatu yang telah menjadi sasaran atau titik tamat dari urutan acara mental, tujuan merupakan objek, pengalaman, atau hasil yang dibayangkan dan di inginkan untuk didapatkan atau dicapai, individu tentu sangat ingin mengalami, mendapatkan, membuat atau mengakibatkan keinginan menjadi suatu kenyataan, tujuan atau harapan ini mungkin sanggup di gapai dengan waktu yang singkat ataupun lama, tergantung besar kecilnya suatu harapan dan usahanya, bila insan hendak berfikir kritis, berusaha dan berdoa pada Tuhan yang maha esa maka segala sesuatu akan gampang di capai harapan akan tercapai dengan do’a, usaha, ikhlas, tawakal di singkat menjadi duit, sedangkan (do it) duit dalam bahasa inggris artinya lakukanlah, maka lakukanlah semuanya hingga harapanmu sanggup gampang tercapai.
Sedangkan willpower mengarah pada motivasi yang diharapkan untuk memulai dan mempertahankan langkah menuju tujuanataupun  sesuatu yang dapat  menentukan dan mempertahankan serta membantu individu ketika bergerak menuju arah tujuan yang hendak dicapai, willpower akan lebih gampang dicapai apabila individu telah mempunyai bayangan wacana suatu tujuan yang penting alasannya bagi saya sebuah bayangan dalam bentuk perancanaan sebuah harapan, insan akan lebih gampang untuk melakukannya. Menurut Braithwaite (2004), willpower merupakan persepsi diri yang sanggup dipakai sepanjang jalan untuk mencapai tujuan. Memiliki willpower bermanfaat untuk memulai sesuatu yang hendak dicapai serta mempertahankan ketekunan dalam perjalanan mencapai tujuan.Dan pada kesudahannya waypower yang merupakan langkah atau jalan menuju tujuan yang diinginkan diharapkan untuk mencapai tujuan dan mengarahkan individu bila menjumpai halangan.Menurut teori harapan, komponen willpower dan waypower merupakan dua komponen yang diperlukan. Namun, bila salah satunya tidak tercapai maka kemampuan untuk mempertahankan pencapaian tujuan tidak akan mencukupi, alasannya dua komponen ini bersifat timbal balik.
Secara filsafat bahwa insan juga mempunyai karakteristik yang mempunyai harapan yang tinggi, alasannya intinya insan merupakan makhluk yang tegak dan mempunyai pendirian. Karena didalam kajian Snyder (1994) berdasarkan karakteristik psikologis setiap individu tentu mempunyai harapan yang tinggi, secara filsafat tentu alasannya setiap insan senantiasa mempunyai rasa optimisme, bahwa optimisme di artikan sebagai perasaan mempunyai energi mental untuk mencapai suatu tujuan, sesudah itu ada persepsi mengenai kontrol, pada umumnya insan mempunyai harapan lebih tinggi menginginkan untuk memakai kontrol pribadi dalam kehidupan mereka. Harapan sanggup dikorelasikan dengan keinginan dalam kontrol, kemampuan untuk menentukan, menyiapkan diri untuk melaksanakan antisipasi terhadap stress.
Persepsi mengenai kemampuan pemecahan kasus merupakan hal yang perlu di tuju untuk mencapai sebuah harapan. Dengan mempunyai suatu kemampuan dalam memecahkan kasus ini akan lebih mempermudah insan dalam mencapai sebuah harapan. Karena suatu individu yang telah mengantisipasi kasus dan memahami bahwa mereka akan mengalami rintangan pada ketika mencapai tujuan dan akan mencari sebuah alternative demi mencapai sebuah harapan, alasannya setiap insan mempunyai harapan tentu ini mengakibatkan setiap individu mempunyai rasa daya saing yang cukup mempunyai imbas terhadap perbandingan individu dengan orang lain. Individu yang mempunyai harapan tinggi akan mempunyai daya saing yang lebih besar dan mereka lebih menikmati proses di bandingkan hasil yang diperoleh.
Penelitian membuktikan bahwa anak-anak, remaja, dan sampaumur yang mempunyai tingkat harapan yang tinggi, mempunyai performa lebih baik, baik ketika masa sekolah, ataupun kesehatan yang lebih baik, mempunyai kemampuan dalam pemecahan kasus yang baik dan sanggup mengikuti keadaan secara psikologis ( Linley & Joseph, 2004). Telah cukup klarifikasi mengenai suatu harapan, lantas apa yang hakikatnya saya harapkan, mirip yang telah dijabarkan di atas bahwa, setiap insan sebelum mempunyai banyak harapan, maka dahulukan untuk membuat bayangan untuk mencapai sebuah harapan, dengan goals, willpower, dan waypower, serta jangan lupa pula hendaklah berusaha menjadi insan yang benar. Nah, sampai di manakah harapan kita tadi, tentu dengan menjadi orang yang benar mirip yang telah diuraikan diatas, bahwa belajarlah menjadi orang yang benar, dalam pandangan agama itu memang hal yang harus, alasannya secara filsafatpun, filsafat selalu mencari kebenaran, dan mencari sesuatu yang ada atau mungkin ada, mirip ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan harus sekali di cari tahu benar kebenarannya, dan mari kita perhatikan bahwa “orang yang berbuat atas dasar pengetahuan lebih baik dari pada berbuat tanpa pengetahuan”, dikutip dari hikmah dosen pendidikan filsafat Dr.Adang Heriawan M.pd pada 07 september 2016. Lantas, kembali kepada duduk kasus bahwa harapan saya untuk kehidupan yang mempunyai tujuan baik  adalah dengan terus menambah ilmu pengetahuan alasannya kedepannya saya akan menjadi seorang guru dan guru bukan hanya sebuah profesi yang menuntut menjadi pribadi yang benar, melainkan bijak, dan disinilah saya berguru menjadi orang benar, dan untuk mencapai sebuah harapan insan harus berfikir biar sanggup menuntaskan sesuatu.
Karena menurut kodratnya insan itu yakni makhluk sosial. Setiap insan lahir ke dunia ini pribadi disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Di tengah-tengah insan lain itulah seseorang sanggup hidup dan berkembang fisik dan jasmani, serta mental dan spiritualnya, sehingga sebuah harapan untuk membahagiakan orang-orang terkasih yakni hal yang mutlak dan tentu ada disetiap individu manusia. Perlu kita ketahui bahwa da dua hal yang mendorong insan hidup bergaul dengan insan lain, yaitu : dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
Dorongan Kodrat, kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah mendarah daging dalam diri insan semenjak insan itu diciptakan oleh Tuhan SWT. Misalnya : menangis, bergembira, berpikir, bercinta, berjalan, berkata, dan mempunyai keturunan. Setiap diri insan mempunyai kemampuan untuk itu semua dan dorongan kodrat mengakibatkan insan mempunyai keinginan dan harapan.
Dalam diri insan masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat atau hidup bersama dengan insan lain. Dengan kodrat ini insan sanggup mempunyai harapan.Sedangkan bila dorongan kebutuhan hidup sudah menjadi kodrat bahwa insan mempunyai majemuk kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besarnya sanggup dibedakan atas kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Kebutuhan jasmani, contohnya makan, minum, pakaian, dan rumah. Sedangkan kebutuhan rohani, contohnya kebahagiaan, kepuasan, keberhasilan, hiburan dan ketenangan.Dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya insan dan harapan itu berada dalam satu naungan atau berdampingan.
Adakah manusia yang tidak pernah mempunyai harapan? manusia tanpa harapan berarti insan itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada mahir warisnya. Harapan bergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing-masing. Harapan atau asa yakni bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan, didapatkan atau suatu insiden akan berbuah kebaikan diwaktu yang akan datang. Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak namun diyakini bahkan terkadang dibatin dan dijadikan sugesti biar terwujud.
Namun ada kalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. Pada praktiknya banyak orang mencoba mengakibatkan harapannya menjadi kasatmata dengan cara berusaha dan berdo’a.Harapan seseorang juga ditentukan oleh kiprah perjuangan atau bekerja kerasnya seseorang. Orang yang bekerja keras akan mempunyai harapan yang besar. Dan untuk memperoleh suatu harapan yang besar namun kita telah mengetahui bahwa kemampuan diriini kurang, biasanya manusia akan lebih banyak menyertai dengan unsur dalam, yaitu berdo’a, terkadang do’a memang akan mengalahkan segalanya, disertai takdir yang telah di menetapkan oleh Tuhan Swt, itu memang tidak bisa di ganggu gugat, di dalam filsafat pula mengatakan  bahwa filsafat merupakan mencari tahu semua yang ada atau mungkin ada.
Sesuatu yang mungkin ada mirip hal yang tidak sanggup diketahui insan yakni takdir Tuhan contoh, pati kematian, bagja sebuh kebahagiaan, cilaka sebuah tragedi alam dan hati yang tidak bisa ditebak, insan hanya perlu merencanakan namun Tuhan yang menentukan jadi bila kita bila sudah semaksimal mungkin membuat sebuah perencanaan, bahkan telah mengatur taktik untuk mencapai sebuah harapan dan  jika kesudahannya tidak tercapai semua, jangan khawatir, percayalah itulah yang terbaik bagimu, namun janganlah pula kita berputus asa, gigihkan kembali kobaran semangatmu untuk mencapai sebuah harapan.

Filsafat dapat memberikan pencerahan dalam berfikir

Kebenaran ilmiah sebagai kasus filsafat sesudah kita tahu, kebenaran ilmiah berdasarkan pemikiran seorang filsuf yaitu Imanuelkhan yang pertama yakni what may I hope ?apa yang saya harapkan? Setelah memahami mengenai apa itu harapan dan lain sebagainya. Yang kedua yakni apa yang sanggup saya ketahui, what can I know? Apa yang sanggup saya ketahui, semuanya bisa anda ketahui, dengan mengakibatkan diri anda lebih peka terhadap semua hal, baik yang memang ada bahkan mungkin ada, semua sanggup kita ketahui bila kita peka, sebuah kepekaan akan muncul bila kita mulai berfikir, alasannya filsafat akan mengajarkan kita untuk berfikir lebih logis dengan memakai otak biar lebih berfungsi lebih baik. Menurut J.M. Bochenski berfikir yakni perkembangan ilham dan konsep, definisi ini nampak sangat sederhana namun substansinya cukup mendalam, berfikir bukanlah kegiatan fisik namun merupakan kegiatan mental, bila seseorang secara mental  sedang mengikatkan diri dengan sesuatu dan sesuatu itu terus berjalan dalam ingatannya, maka orang tersebut bisa dikatakan sedang berfikir. Jika demikian berarti bahwa berfikir merupakan upaya untuk mencapai pengetahuan dan menjawab sebuah pertanyaan apa yang sanggup saya ketahui.
Upaya mengikatkan diri dengan sesuatu merupakan upaya untuk mengakibatkan sesuatu itu ada dalam diri (gambaran mental) seseorang, dan bila itu terjadi tahulah dia, ini berarti bahwa dengan berfikir insan akan bisa memperoleh pengetahuan, dan dengan pengetahuan itu insan menjadi lebih bisa untuk melanjutkan kiprah kekhalifahannya di muka bumi serta bisa memposisikan diri lebih tinggi dibanding makhluk lainnya, konsep filsafat bila kita sudah resah akan suatu hal  dan manusia  berfikir maka itulah filsafat.Apa yang sanggup kita ketahui seyogyanya yakni berupa kepekaan yang menghasilkan sebuah pengetahuan, Berfikir dan pengetahuan merupakan dua hal yang menjadi ciri keutamaan manusia, tanpa pengetahuan insan akan sulit berfikir dan tanpa berfikir pengetahuan lebih lanjut mustahil sanggup dicapai, oleh alasannya itu nampaknya berfikir dan pengetahuan mempunyai hubungan yang sifatnya siklikal.
Kebenaran ilmiah sebagai kasus filsafat sesudah kita tahu, kebenaran ilmiah berdasarkan pemikiran seorang filsuf yaitu Imanuelkhan yang pertama yakni what may I hope ?apa yang saya harapkan? yang kedua yakni apa yang sanggup saya ketahui, what can I know? Apa yang sanggup saya ketahui, yang ketiga yakni apa yang seyogyanya saya lakukan? What should I do ? bila berfikir wacana apa yang seyogyanya saya lakukan, tentu banyak hal yang perlu kita lakukan untuk mencapai sebuah harapan dan melaksanakan sesuatu untuk menambah pengetahuan kita, di dalam pandangan filsafat sudah di katakana bahwa yang harus kita lakukan yakni menyusun sebuah tujuan, harapan, berfikir untuk mencapai sebuah harapan dan jangan pernah lupakan untuk peka terhadap sesuatu.
Masih bersama dengan sebuah kebenaran ilmiah sebagai kasus filsafat, kebenaran ilmiah berdasarkan pemikiran seorang filsuf yaitu Imanuelkhan yang pertama yakni what may I hope ?apa yang saya harapkan? yang kedua yakni apa yang sanggup saya ketahui, what can I know? Apa yang sanggup saya ketahui, yang ketiga yakni apa yang seyogyanya saya lakukan? what should I do ? dan yang keempat yakni apa atau siapakah insan itu? what/who is man ? bila kita kaitkan dengan konsep apa yang sanggup diketahui, jawabannya yakni pengetahuan.
Berpengetahuan merupakan syarat mutlak bagi insan untuk mempertahankan hidupnya, dan untuk itu dalam diri insan telah terdapat logika yang sanggup dipergunakan berfikir untuk lebih mendalami dan memperluas pengetahuan. Paling tidak terdapat dua alasan mengapa insan memerlukan pengetahuan/ilmu yaitu dan  ini akan menjawab pula pertanyaan siapa insan itu : perlu kita ketahui bahwa manusia tidak bisa hidup dalam alam yang belum terolah, sementara hewan siap hidup di alam orisinil dengan aneka macam kemampuan bawaannya.
Manusia merupakan makhluk yang selalu bertanya baik implisit maupun eksplisit dan kemampuan berfikir serta pengetahuan merupakan sarana untuk menjawabnya.
Dengan demikian berfikir dan pengetahuan bagi insan merupakan instrumen penting untuk mengatasi aneka macam persoalah yang dihadapi dalam hidupnya di dunia, tanpa itu mungkin yang akan terlihat hanya kemusnahan insan (meski kenyataan membuktikan bahwa dengan berfikir dan pengetahuan insan lebih bisa membuat kerusakan dan memusnahkan diri sendiri lebih cepat) betul atau betul? Benar atau tidak? Namun tergantung bagaimana insan mengendalikan sebuah pola pikir dan bila kita renungkan bila seorang insan telah berbuat kerusakan berarti ia belum paham betul apa itu filsafat, alasannya secara sederhana saja filsafat mengajarkan kita untuk lebih peka mengenai sesuatu yang kita tahu dan bahkan belum tahu, lebih tepatnya bila seorang yang paham betul filsafat maka ia akan berfikir secara logis, menimbang-nimbang dampak negatif dan positif, alasan itulah, insan di beri otak yang sempurna, alasannya pada hakikatnya insan senantiasa harus selalu berfikir untuk mewujudkan sebuah harapan, mempunyai pengetahuan, dan melaksanakan apa yang harus dilakukan serta memahami konsep insan itu sendiri.
Berbicara mengenai manusia, banyak insan di dunia ini dengan keragaman karakteristik, namun ada beberapa hal yang sama bahwakarakter insan intinya tegak, atau mempunyai sebuah pendirian/prinsip dan bersifat fleksibel. Walaupun intinya prinsip setiap insan itu berbeda-beda dan pada pengertiannya prinsip atau pendirian sangat penting bagi kehidupan.Orang yang mempunyai prinsip artinya mempunyai ketegasan perilaku dalam hidupnya.
Sebaliknya, orang yang tidak mempunyai prinsip artinya hidupnya tanpa pedoman, tanpa sikap, dan tanpa pendirian, maka akan gampang terbawa arus dan tamat kehidupannyapun sanggup dipastikan tidak mengalami kemajuan dengan demikian mengapa insan harus mempunyai prinsip, kembali lagi bahwa insan mempunyai harapan dan sesuatu yang dituju untuk dipegang teguh, dengan demikian insan tentu sudah seyogyanya mempunyai prinsip baik yang gampang di ungkapkan atau yang disimpan pada diri masing-masing, namun sering di gunakan, memang sejatinya prinsip ini di jalani di lakukan bukan hanya di bicarakan kepada sahabat atau orang lain.
Apakah anda selaku insan sudah mempunyai prinsip hidup?Jika sudah, jalani dan berusaha konsisten, bila merasa sudah ada namun belum bisa secara tertulis untuk lebih meyakinkan diri anda, maka jangan sungkan untuk bertanya kepada sahabat terdekat anda mengenai prinsip hidup mereka. Karena dengan bertanya anda akan menambah pengetahuan, anda pun akan tahu prinsip hidup sahabat anda, dan bisa pula kita menggandakan prinsipnya bila memang sejalan dengan pemikiran kita. Dengan mengenal prinsip rekan anda,andapun akan lebih mengenal karakteristik dirinya, disinilah akan timbul kepekaan, kepekaan yang sangat elegant untuk memahami karakteristik sahabat anda dan diri anda sendiri.
Saya akan membicarakan mengenai sprinsip rekan bersahabat saya, dan saya mengetahui salah satu prinsip hidupnya dalam bertemanprinsipnya yakni “ Jika ia menjauhi saya, maka ia tidak akan mendapat laba dari saya” apa yang anda fikirkan ketika rekan anda mempunyai prinsip macam ini? Tentu kebanyakan dari kita berfikir, bahwa ia yakni orang yang bisa bekerja sendiri, dan berdasarkan klarifikasi darinya ia cenderung tidak percaya pada orang lain dalam menuntaskan kiprah kelompoknya, nah inipun nilai abjad rekan anda yang bisa anda amati, dengan mengenal prinsip hidupnya, kita akan lebih peka bahwa rekan anda ini mempunyai kepribadian yang cukup,baik atau sangat baik. Lantas, tunggu apa lagi, kenali prinsip diri anda.
Dan pernahkah anda mendengar  kata visi dan misi?  visi dan misi yakni dua hal yang sangat penting bagi seseorang dalam menjalankan kehidupan. Visi dan misi menyerupai kesepakatan yang menentukan langkah langkah yang akan diambil dalam kehidupan. Visi dan misi membuat seseorang akan senantiasa berbenah dalam menjalani kehidupannya. Tidak adanya visi dan misi hanya membuat kehidupan seakan tanpa tujuan.Misi yakni suatu pernyataan wacana apa yang harus dikerjakan oleh perusahaan atau forum dalam perjuangan mewujudkan Visi tersebut. Sudah mengenal prinsip, visi, dan misi, maka sudah selayaknya kita tahu karakteristik insan yakni tegak, mempunyai prinsip dan fleksibel bisa menempatkan diri dimanapun berada, alasannya insan yakni makhluk social yang bisa memahami suatu keadaan.

Filsafat dapat memberikan pencerahan dalam berpikir

Mari kita tengok mengenai objek kajian filsafat, bahwa objek filsafat tak terbatas, yakni segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Objek material filsafat yakni segala yang ada kajian filsafat bergelut dengan sebuah pengetahuan, Pada perkembangan ilmu terutama pada bidang kajian filsafat terdapat hal pokok yang menjadi cabang kajian mengenai cara insan berfikir. Ketiga cabang tersebut yang pertama merupakan epistemologi sanggup diartikan sebagai teori wacana ilmu pengetahuan atau Theory of Knowledge.
Epistemologi yakni suatu cabang filsafat yang mengkaji wacana perjuangan dan upaya untuk mencari tahu suatu kebenaran secara hakiki. Epistemologi akan terus mengkaji wacana suatu fakta hingga pada batas yang tidak sanggup dikaji lagi. Batasan dari epistemologi merupakan yakni batasan dari pola pikir manusia, sehingga kebenaran sejati yang tidak sanggup dicapai oleh insan yakni milik tuhan semata.
Di dalam hakikat pengetahuan dalam pandangan epistimologi  matematika telah diketahui secara luas bahwa 2 + 2 = 4 jadi memang sudah tentu benar dan niscaya dan objek kajian filsafat ini sangat memberi harapan untuk dunia biar sanggup menjalani kehidupan mirip dalam penggunaan uang, jual beli, transaksi ada uang pas ada uang kembalian, disini insan di dunia ini memakai objek kajian filsafat secara niscaya misal ibu mempunyai uang Rp 2.000 dan ibu membeli garam seharga Rp 1.500 maka berapakah sisa uang ibu? Seluruh insan di dunia ini tahu bahwa sisanya yakni 500 rupiah, dan ini salah satu objek kajian dari epistimologi.
Jadi mau atau tidak mau, semua yang berada di dunia ini bekerjasama dengan filsafat, maka dari itu, tunggu apa lagi untuk mencari tahu dan mulai berfikir secara logis. Peranan Epistemologi sangat besar dalam peradaban dan tingkat pendidikan manusia, alasannya suatu peradaban dipengaruhi oleh pengetahuan.Yang kedua ada ontology, bahwa Ontologi membahas kasus ada dan tiada. Ilmu itu ada, tentu ada asal-muasalnya. Ilmu itu ada yang nampak dan ada yang tidak nampak.
Dengan berfikir ontologi, insan akan memahami wacana eksistensi sebuah ilmu. Yang ketiga yakni Epirisme menentukan pengalaman sebagai sumber utama .Pengalaman yang dimaksudkan dengannya ialah baik pengalaman lahiriah yang menyangkut dunia maupun pengalaman batiniah yang menyangkut pribadi insan saja, jadi kita selaku insan yang menjadi biro perubahan bersyukur ada ilmu yang mencari suatu kebenaran biar tidak bertambahnya kebodohan di dunia yang fana ini.
filsafat dapat memberikan pencerahan dalam berpikir,filsafat dapat memberikan pencerahan dalam berfikir,benarkah filsafat memberikan dasar dan menjadi tujuan pendidikan,filsafat memberi,filsafat membuat atheis,filsafat memberikan sintesis kepada filsafat pendidikan.
Baca : Filsafat Politik : Sejarah Perkembangan Filsafat Politik