Inilah 12 Alasan Yang Membolehkan Istri Menggugat Cerai

Bagikan Kawan Sahabat Pintar, “Wanita mana saja yg minta cerai (khulu’) dari suaminya tanpa alasan yg benar (syar’i) , maka diharamkan baginya mencium amis harum Surga.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah no.2055. Dan dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Al-Albani rahimahullah di dalam Shohih Sunan Ibnu Majah).


Sahabat Pintar, sangat menyedihkan ketika ini begitu banyak istri yang berani menggugat cerai suaminya.
Perlu diketahui bahwa gugat cerai tanpa alasan syar’i tidak hanya menciptakan istri menjauh dari surga, tapi juga akan mendapat akhir di dunia ini. Misalnya ternyata ijab kabul selanjutnya mengalami kondisi lebih buruk, dan lain sebagainya.
Oleh alasannya ialah itu berhati-hatilah, istri jangan gampang menggugat cerai, kecuali jikalau ada alasan yang diperbolehkan syariat untuk menggugat. Dan jikalau gugat cerai itu memang sudah harus dilakukan alasannya ialah mengancam nyawa sang istri, atau jikalau ijab kabul dilanjutkan bisa berefek jelek untuk budbahasa sang istri maupun anak-anak, juga semakin menjauhkan diri dari Allah.
Berikut ini beberapa alasan yang memperbolehkan seorang perempuan menggugat cerai suaminya:
1. Suami murtad (keluar dr agama Islam dan memeluk agama lain).
2. Suami berbuat kekufuran atau kemusyrikan kepada Tuhan dengan banyak sekali macam dan bentuknya. Misal ke dukun, memelihara tuyul. Dan telah disampaikan nasehat kepadanya supaya bertaubat tapi tidak menerima.
3. Suami melarang dan menghalangi istri untuk melakukan kewajiban agama, ibarat kewajiban sholat 5 waktu, kewajiban zakat, menggunakan hijab syar’i yg menutupi auratnya, dsb.
4. Suami memerintahkan dan memaksa istri berbuat dosa dan maksiat kepada Allah.
5. Suami Berakidah dan bermanhaj sesat dan menyesatkan dari agama Tuhan yang lurus dan haq. Misalnya dia menganut paham Syi’ah, Ahmadiyah, ingkar sunnah, dsb.
6. Suami bersikap garang dan keras, serta tidak sayang kepada istri, dan akhlaknya buruk.
7. Suami menolak dan berpaling dari agama Islam, tidak mau mempelajarinya, dan tidak taat atau tunduk terhadap aturan-aturannya. Misalnya tidak mau shalat, berpuasa Ramadhan, dsb.
8. Suami tidak bisa memperlihatkan nafkah wajib bagi istri, baik nafkah lahir maupun “bathin”. Atau suami tidak fertil, sehingga tdk bisa memperlihatkan keturunan.
9. Istri merasa benci dan sudah tidak nyaman hidup bersama suaminya, bukan alasannya ialah agama dan budbahasa suami yang baik, tapi alasannya ialah istri khawatir tidak bisa memenuhi hak-hak suami.
10. Jika sang suami nampak membenci istri namun tak mau memperlihatkan cerai supaya status istri tergantung
11. Suami meninggalkan istri selama bertahun-tahun tanpa kabar atau tanpa memberi nafkah
12. Terjadi pertengkaran terus-menerus dan perselisihan suami istri yang tak bisa didamaikan lagi
Sahabat Pintar, semoga Tuhan senantiasa menjaga rumah tangga kita dari hal-hal jelek yang memungkinkan terjadinya perceraian. Semoga bermanfaat

Sumber : ummi-online.com