Inilah Ancaman Memasang Foto Wajah Perempuan Di Sosial Media Meski Pakai Jilbab

Sahabat Pintar, buat para muslimah yang suka pajang foto di medsos, simak bacaan dibawah ini :

 

Pertanyaan:
Asalamualaikum Ustadz, saya tanya bagaimana kalau foto yang dipasang di media umum menutup aurat? mohon sekali penjelasannya ustadz lantaran saya takut berada dalam jalur yang salah. Jazakumullah ustadz
Jawaban:
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
Dilansir dari akhyuyungsalafi51.wordpress.com Ulama’ berbeda pendapat mengenai aurat wanita, ada yang beropini bahwa seluruh tubuh perempuan ialah aurat sehingga makna menutup aurat ialah menutup seluruh badannya termasuk wajah dan telapak tangannya. Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 1/719, Riasah Idarah Al-Buhuts Al-Ilmiyyah Wa Al-Ifta’.
Ada juga yang beropini bahwa seluruh tubuh perempuan ialah Aurat kecuali muka dan telapak tangannya lihat kitab Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah oleh Al-Albani.
Jika yang dimaksud penanya dengan menutup Aurat ialah menutup seluruh badannya, kemudian difoto dan diletakkan di sosial media maka hukumnya ialah tidak apa-apa. Akan tetapi perlu ditanyakan kembali: apa faedahnya menaruh gambar kain hitam yang menjulur dari atas ke bawah, lantaran yang terlihat di foto ialah ibarat kain hitam yang menjulur.
Apabila yang dimaksud penanya ialah menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangannya maka perlu diketahui bahwa wajah perempuan mempunyai daya tarik yang sangat berpengaruh terhadap laki-laki.
Sehingga meski seluruh badannya tertutup dengan baik akan tetapi kalau wajahnya dibuka dan dipampang di depan pengunjung akun maka itu sanggup memasukkan fitnah ke hati orang yang melihatnya.
Karena orang yang menyaksikan foto itu sanggup terfitnah maka tidak dibolehkan memampang foto wajah itu di halaman situs yang sanggup diakses banyak orang.
Catatan:
Tidak perlu murka dengan balasan ustadz tersebut seandainya kita tidak setuju. Merupakan hak ustadz tersebut untuk memberikan pendapatnya menurut ilmu yang dimilikinya.
Pertimbangkan baik-baik apakah jawabannya mengandung kebenaran ataukah salah. Apakah yang dikatakan ustadz tersebut benar atau salah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian kemudian melalui sekumpulan laki-laki biar mereka mencium anyir harum yang ia pakai maka perempuan tersebut ialah seorang pela-cur.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad.)
Berikut ini dampak negatif perempuan memajang foto wajah di internet:
– Bisa menciptakan laki-laki yang sengaja maupun tak sengaja melihatnya menjadi tergoda, mengotori hatinya, menciptakan terbayang siang malam, bahkan sanggup menjadikan niat-niat jelek atau bahkan hingga melaksanakan kejahatan
Meski seorang perempuan menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangannya, kemudian ia memamerkan dirinya di social media maka ini pun tidak sanggup menjamin selamatnya orang yang melihat dari fitnah.
Sebab wajah perempuan mempunyai daya tarik yang sangat berpengaruh terhadap laki-laki, sehingga, meski seluruh badannya tertutup dengan baik akan tetapi kalau wajahnya dibuka dan dipampang di depan pengunjung akun, maka itu sanggup menjadikan fitnah di hati orang yang memandangnya.
Disebabkan orang yang menyaksikan foto itu sanggup terfitnah maka tidak dibolehkan memampang foto wajah itu di halaman situs yang sanggup diakses oleh para laki-laki yang bukan mahromnya.
– Menggoda pria, menciptakan laki-laki tidak menundukkan pandangan, padahal dalam Al Alquran diperintahkan menundukkan pandangan. Jika di dunia nyata, laki-laki tidak akan berani lama-lama menatap wanita, apalagi yang belum dikenalnya. Pria akan aib kalau kelihatan sedang melihat perempuan tersebut terus-menerus.
Namun foto di internet, para lelaki sanggup melihatnya lama-lama tanpa merasa malu, alasannya tidak ada orang yang tahu.
Dan hal tersebut sanggup mendatangkan banyak sekali dampak negatif baik bagi laki-laki maupun wanita. Sudah seharusnya para perempuan menolong para laki-laki dgn cara mencegah terjadinya hal tersebut, yaitu dgn tidak memajang fotonya.
– Betapa banyak perempuan yg menjadi korban laki-laki jahat berawal dari Facebook, diajak ketemuan, ditipu, diculik, diper*kosa, dibu*nuh, dll, diawali oleh laki-laki tertarik melihat foto sang perempuan di FB, sebagaimana sering diberitakan media massa.
– Foto anda sanggup dicopy dan diedit oleh orang-orang jahat, dijadikan foto por*no, atau dipakai untuk hal2 lain yg merugikan, (misalnya orang menciptakan suatu akun dgn menggunakan foto-foto anda). Mulai kini untuk para muslimah hati-hati kalau mengupload foto dimedsos … semoga menjadi pengingat.Sumber: wajibbaca.com