Istilah Waktu Tidur Hailulah, Qailulah Dan Ailulah Yang Perlu Anda Ketahui

Bagikan Kawan – Sahabat Pintar, Tidur merupakan kondisi tiak sadar dimana induvidu sanggup dibangunkan oleh stimulasi atau sensoriyang sesuai (Guyton dalam Aziz Alimul H) atau juga sanggup dikatakan sebagai keadaan tidak sadarkan diri yang relatif, bukan hanya keadaan penuh ketenangan tanpa kegiatan, tetapi lebih merupakan suatu urutan siklus yang berulang, dengan ciri adanya aktifitas yang minim, mempunyai kesadaran yang bervariasi terhadap perubahan fisiologis dan terjadi penurunan respon terhadap rangsangan dari luar.

Tidur yaitu suatu keadaan relative tanpa sadar yang penuh ketengan tanpa aktivitas yang erupakan urutan siklus yang berulan-ulang dan masing-masing menyatakan fase aktivitas otak dan badanlah yang berbeda.
Sahabat Pintar, Pantangan tidur setelah subuh sudah diketahui orang secara umum. Ternyata ada beberapa istilah yang biasa dipakai untuk menyebut tidur yang boleh dan tidak dilakukan. Apa sajakah itu? Berikut isu selengkapnya
1]  Hailulah
Hailulah yaitu tidur sehabis shalat Subuh. Tidur jenis ini dihentikan alasannya sanggup menghalangi kita dari rezeki yang Tuhan turunkan pada pagi hari.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila kau telah final shalat Subuh janganlah kau tidur tanpa mencari rezeki.” (HR. Thabrani)
2] Qailulah
Qailulah secara bahasa artinya tidur pada pertengahan siang. Karena artinya “tidur siang”, sebagian besar orang menyangka qailulah merupakan “tidur siang” dalam arti sebenarnya, yaitu benar-benar tidur.  Pada nyatanya,qailulah tidak harus tidur, istirahat pada siang hari juga sudah termasuk qailulah.
Ash-Shan’ani rahimahullah berkata, yang artinya, “Qailulah yaitu istirahat pada pertengahan siang walaupun tidak tidur.”
Maka, qailulah berarti tidur atau istirahat yang dilaksanakan pada siang hari. Waktunya sekitar 20-30 menit sebelum dhuhur.
Al-Munawi rahimahullah berkata, “Qailulah yaitu tidur di pertengahan siang ketika zawal (waktu dhuhur) atau mendekati waktu zawal sebelum atau sesudahnya.”

Baca Juga : Hukum Fiqih : Setelah Berhu-bungan Suami Istri Langsung Tidur

Dalam sebuah riwayat, pada trend cuek Rasulullah tidur setelah dhuhur, sedangkan ketika trend panas Rasulullah tidur sebelum dhuhur.
“Dan di antara gejala kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat gejala bagi kaum yang mendengarkan” (Ar-Ruum :23)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Qailulah-lah (istirahat sianglah) kalian, sesungguhnya setan-setan itu tidak pernah istirahat siang.”
Demikian juga perbuatan para sahabat, “Pernah suatu ketika ada orang-orang Quraisy yang duduk di depan pintu Ibnu Mas’ud. Ketika tengah hari, Ibnu Mas’ud mengatakan, “Bangkitlah kalian (untuk istirahat siang), Yang tertinggal hanyalah bab untuk setan.” Kemudian tidaklah Umar melewati seorang pun kecuali menyuruhnya bangkit.”
Dalam riwayat yang lain, “Dahulunya ’Umar kalau melewati kami pada tengah hari atau mendekati tengah hari mengatakan, “Bangkitlah kalian! Istirahat sianglah! Yang tertinggal menjadi bab untuk setan.”
Sahabat Pintar, Selain dianjurkan oleh Rasulullah, Qailulah juga sanggup mengobati insomnia, menurunkan stres, meningkatkan daya ingat, meningkatkan produktivitas, dan mencegah penyakit jantung.
3] Ailulah
Ailulah yaitu tidur yang dilakukan setelah melakukan shalat Ashar. Tidur jenis ini sanggup memicu banyak sekali penyakit. Di antaranya sesak napas, gelisah, dan murung. Selain itu, tidur setelah ashar juga menjadikan jam biologis kita terganggu serta memungkinkan terlewatnya waktu shalat maghrib.

Demikianlah Istilah Waktu Tidur Hailulah, Qailulah dan Ailulah yang Perlu Anda ketahui

Semoga sanggup menambah pengetahuan dan bermanfaat. Terima kasih telah membacanya

Sumber : ummi-online.com