Jamur Dan Kehidupannya

Di atas bumi ini terdapat banyak sekali jenis organisme yang unik Jamur Dan Kehidupannya
Jamur Dan Kehidupannya – Di atas bumi ini terdapat banyak sekali jenis organisme yang unik, absurd namun mempunyai fungsi dan peranan tersendiri dalam jaringan atau rantai kehidupan, organisme tersebut tidak hanya berasal dari dunia binatang akan tetapi juga berasal dari dunia tumbuhan, salah satu organisme yang mempunyai abjad berbeda dari organisme lainnya ialah tumbuhan jamur. Jamur atau cendawan atau kapang merupakan tumbuhan yang bisa hidup di mana saja, tidak hanya pada media tanah akan tetapi juga bisa hidup dalam tubuh insan atau makhluk lainnya. Untuk mengetahui secara mendalam mengenai jamur marilah kita simak klarifikasi berikut ini.

A. Definisi Jamur

Jamur merupakan tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof, 
Jamur dalam Bahasa ialah Tubuh buah yang tampak di permukaan media tumbuh dari sekelompok fungi (Basidiomycota) yang berbentuk mirip payung, yang terdiri dari cuilan yang tegak (“batang”) dan cuilan yang mendatar atau membulat. Secara teknis biologis, tubuh buah ini disebut basidium. 

Jamur merupakan keseluruhan cuilan dari fungi, tubuh buah, dan cuilan jaring-jaring di bawah permukaan tanah atau media mycelia yang tersusun dari berkas-berkas hifa. Jamur juga sebutan lain untuk kapang. Makna ini contohnya sanggup disimak dari ungkapan “nasinya sudah berjamur” yang maksudnya ialah “Nasinya telah ditumbuhi kapang”.
B. Ciri-ciri Jamur

Jamur hanya tumbuh pada waktu tertentu, pada kondisi tertentu yang mendukung, dan usang hidupnya terbatas. Sebagai contoh, jamur banyak muncul pada demam isu hujan di kayu-kayu lapuk, maupun tumpukan jerami. namun, jamur ini segera mati sehabis demam isu kemarau tiba. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, insan telah bisa membudidayakan jamur dalam medium buatan terutama jamur yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, contohnya jamur merang, jamur tiram, dan jamur kuping.
Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak). Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reproduksinya dimana:
1. Struktur Tubuh Jamur

Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya, ada jamur yang satu sel, misalnyo khamir, ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter, contohnya jamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium dan Miselium tersebut menyusun serta membentuk jalinan-jalinan semu yang jadinya menjadi tubuh buah. 
Hifa ialah struktur mirip benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa, dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa, diman Sitoplasma tersebut mengandung organel eukariotik.
Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom, mitokondria, dan kadangkala inti sel yang mengalir antar sel. Akan tetapi, ada pula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik.
Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma.
Hifa pada jamur yang bersifat benalu biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap masakan dari substrat, haustoria sanggup menembus jaringan substrat.
2. Cara Makan dan Habitat Jamur

Semua jenis jamur bersifat heterotrof, akan tetapi, berbeda dengan organisme lainnya, jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. untuk memperoleh makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya, kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. Oleh lantaran jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Oleh lantaran itu sebagai makhluk heterotrof, jamur sanggup bersifat benalu obligat, benalu fakultatif, atau saprofit. 
a. Parasit obligat 

Merupakan sifat jamur yang hanya sanggup hidup pada inangnya, sedangkan di luar inangnya tidak sanggup hidup. Misalnya, Pneumonia carinii (Sejenis jamur yang menginfeksi paru-paru penderita AIDS).
b. Parasit fakultatif 

Merupakan jamur yang bersifat benalu kalau mendapat inang yang sesuai, tetapi bersifat saprofit kalau tidak mendapat inang yang cocok.

c. Saprofit 

merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang mati. Jamur saprofit menyerap makanannya dari organisme yang telah mati mirip kayu tumbang dan buah jatuh. Sebagian besar jamur saprofit mengeluarkan enzim hidrolase pada substrat masakan untuk mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehingga gampang diserap oleh hifa. Selain itu, hifa sanggup juga pribadi menyerap bahan-bahan organik dalam bentuk sederhana yang dikeluarkan oleh inangnya.
Cara hidup jamur lainnya ialah melaksanakan simbiosis mutualisme. Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap masakan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Simbiosis mutualisme jamur dengan tumbuhan sanggup dilihat pada mikoriza, yaitu jamur yang hidup di akar tumbuhan kacang-kacangan atau pada liken.
Habitat jamur ada pada bermacam macam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme, meskipun kebanyakan hidup di darat, beberapa jamur ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat benalu atau saprofit, dan kebanyakan dari kelas Oomycetes.
3. Pertumbuhan dan Reproduksi

Reproduksi jamur sanggup secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). Secara aseksual (Vegetatif), jamur menghasilkan spora. Spora jamur berbeda-beda bentuk dan ukurannya dan biasanya uniseluler, tetapi ada pula yang multiseluler. Apabila kondisi habitat sesuai, jamur memperbanyak diri dengan memproduksi sejumlah besar spora aseksual. Spora aseksual sanggup terbawa air atau angin, kalau spora tersebut mendapat tempat yang cocok, maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi jamur dewasa.
Reproduksi secara seksual (generatif) pada jamur melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium menimbulkan terjadinya singami, yaitu persatuan sel dari dua individu. Singami terjadi dalam dua tahap, tahap pertama ialah plasmogami (peleburan sitoplasma) dan tahap kedua ialah kariogami (peleburan inti). Setelah plasmogami terjadi, inti sel dari masing-masing induk bersatu tetapi tidak melebur dan membentuk dikarion. Pasangan inti dalam sel dikarion atau miselium akan membelah dalam waktu beberapa bulan sampai beberapa tahun. Akhirya inti sel melebur membentuk sel diploid yang segera melaksanakan pembelahan meiosis.
4. Peranan Jamur

Peranan jamur dalam kehidupan insan sangat banyak, baik tugas yang merugikan maupun yang menguntungkan. Jamur yang menguntungkan mencakup banyak sekali jenis antara lain sebagai berikut.

a. Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai materi pangan berprotein tinggi.
b. Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri materi makanan, yaitu dalam pembuatan tempe dan oncom.
c. Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industry keju, roti, dan bir.
d. Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik.
e. Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer.
Di samping peranan yang menguntungkan, beberapa jamur juga mempunyai peranan yang merugikan, antara lain sebagai berikut.

a. Phytium sebagai hama bibit tumbuhan yang mengakibatkan penyakit rebah semai.
b. Phythophthora inf’estan mengakibatkan penyakit pada daun tumbuhan kentang.
c. Saprolegnia sebagai benalu pada tubuh organisme air.
d. Albugo merupakan benalu pada tumbuhan pertanian.
e. Pneumonia carinii mengakibatkan penyakit pneumonia pada paru-paru manusia.
f. Candida sp. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia.
C. Pengelompokan Jamur

1. MYXOMYCOTINA (Jamur lendir)

a. Myxomycotina merupakan jamur yang paling sederhana.

b. Mempunyai 2 fase hidup, yaitu:
– fase vegetatif (fase lendir) yang sanggup bergerak mirip amuba, disebut plasmodium
– fase tubuh buah

c. Reproduksi : secara vegetatif dengan spora, yaitu spora kembara yang disebut myxoflagelata.


Contoh spesies : Physarum polycephalum

a. Tubuhnya terdiri atas benang/hifa tidak bersekat, bercabang-cabang dan mengandung banyak inti.

b. Reproduksi:

– Vegetatif : yang hidup di air dengan zoospora yang hidup di darat dengan sporangium dan konidia.
– Generatif : bersatunya gamet jantan dan betina membentuk oospora yang selanjutnya tumbuh menjadi individu baru.
Contoh spesies:

a. Saprolegnia sp. : hidup saprofit pada bangkai ikan, serangga darat maupun serangga air.
b. Phytophora infestans: penyebab penyakit amis pada kentang.

3. ZYGOMYCOTINA

a. Tubuh multiseluler.

b. Habitat umumnya di darat sebagai saprofit.

c. Hifa tidak bersekat.

d. Reproduksi:

– Vegetatif: dengan spora.
– Generatif: dengan konyugasi hifa (+) dengan hlifa (-) akan menghasilkan zigospora yang nantinya akan tumbuh menjadi individu baru.

Contoh spesies:

a. Mucor mucedo : biasa hidup di kotoran ternak dan roti.
b. Rhizopus oligosporus : jamur tempe.
4. ASCOMYCOTINA

a. Tubuh ada yang uniseluler dan ada yang multi se lul er.

b. Ascomycotina, multiseluler, hifanya bersekat dan berinti banyak.

c. Hidupnya: ada yang parasit, saprofit, ada yang bersimbiosis dengan ganggang membentuk Lichenes (Lumut kerak).

d. Reproduksi:

– Vegetatif : pada jamur uniseluler membentuk tunas-tunas, pada yang multiseluler membentuk spora dari konidia.
– Generatif: Membentuk askus yang menghasilkan askospora.
Contoh spesies:

1. Sacharomyces cerevisae:
sehari-hari dikenal sebagai ragi.
– berguna untuk menciptakan bir, roti maupun alkohol.
– bisa mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2 dengan proses fermentasi. 
2. Neurospora sitophila: jamur oncom.
3. Peniciliium noJaJum dan Penicillium chrysogenum penghasil antibiotika penisilin.
4. Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti berguna untuk mengharumkan keju.
5. Aspergillus oryzae untuk menciptakan sake dan kecap.
6. Aspergillus wentii untuk menciptakan kecap 
7. Aspergillus flavus menghasilkan racun aflatoksin Þ hidup pada biji-bijian. flatoksin salah satu penyebab kanker hati. 
8. Claviceps purpurea hidup sebagai benalu padabakal buah Gramineae.
5. BASIDIOMYCOTINA

a.  Ciri khasnya alat repoduksi generatifnya berupa basidium sebagai tubuh penghasil spora.
b. Kebanyalcan anggota spesies berukuran makroskopik.
Contoh spesies:

1. Volvariella volvacea :
jamur merang, sanggup dimakan dan sudah dibudidayakan

2. Auricularia polytricha :
jamur kuping, sanggup dimakan dan sudah dibudidayakan

3. Exobasidium vexans : 
parasit pada pohon teh penyebab penyakit cacar daun teh atau blister blight. 

4. Amanita muscaria dan Amanita phalloides: 
jamur beracun, habitat di tempat subtropics

5. Ustilago maydis :
jamur api, benalu pada jagung.

6. Puccinia graminis : 
jamur karat, benalu pada gandum
6. DEUTEROMYCOTIN

Nama lainnya Fungi Imperfecti (jamur tidak sempurna) dinamakan demikian lantaran pada jamur ini belum diketahui dengan niscaya cara pembiakan secara generatif.
Contoh : Jamur Oncom sebelum diketahui pembiakan generatifnya dinamakan Monilia sitophila tetapi sehabis diketahui pembiakan generatifnya yang berupa askus namanya diganti menjadi Neurospora sitophila dimasukkan ke dalam Ascomycotina.
Banyak penyakit kulit lantaran jamur (dermatomikosis) disebabkan oleh jamur dari golongan ini, contohnya :Epidermophyton fluocosum penyebab penyakit kaki atlit, Microsporum sp., Trichophyton sp.penyebab penyakit kurap.
D. Simbiosis Jamur

Sebahagian jenis jamur melaksanakan simbiosis untuk bertahan hidup ang diantaranya:

1. MIKORHIZA

Mikorhiza ialah simbiosis antara jamur dengan tumbuhan tingkat tinggi, jamur yang dari Divisio Zygomycotina, Ascomycotina dan Basidiomycotina.
2. LICHENES / LIKENES

Likenes ialah simbiosis antara ganggang dengan jamur, ganggangnya berasal dari ganggang hijau atau ganggang biru, jamurnya berasal dari Ascomycotina atau Basidiomycotina. Likenes tergolong tumbuhan pionir/vegetasi perintis lantaran bisa hidup di tempat-tempat yang ekstrim.
Contoh :

• Usnea dasypoga
• Parmelia acetabularis

E. Peranan Jamur Dalam Kehidupan
Peranan Jamur dalam Kehidupan adalah:

1. Spesies Zygomycetes yang bermanfaat dalam pembuatan masakan contohnya Rhizopus. Beberapa spesies anggota Zygomycetes antara lain Rhizopus sp, Pliobolus sp dan Muncor sp. 

2. Ascomycotina 
  • berperan dalam proses fermentasi, contohnya : Proses pembuatan tape, yaitu jamur Aspergillus oryzae Proses pembuatan roti, yaitu jamur Saccharomyces cereviceae Proses pembuatan kecap, yaitu jamur Aspergillus wentii Proses pembuatan oncom, yaitu Neurospora sithophila Proses pembuatan keju, Penicellium camemberti dan Penicellium requoforti Proses pembuatan alcohol, Saccharomyces ovale 
  • Berperan dalam penghasil antibiotic Penicellium notatum dan Penicellium crysogenum 
  • Yang merugikan : Parasit pada daun tumbuhan mangga, jambu, jeruk, yaitu Meliola manggifera Erysiphe sp, benalu pada daun tumbuhan, membentuk haustoria untuk mengambil makanannya dari sel hospesnya, menghasilkan tepung putih yang disebut lapuk bedak. Furasium mengakibatkan amis pada kentang, tomat dan lain-lain. Penyebab penyakit keputihan/kandidosis yaitu Candida albicans
selain itu ada beberapa jamur kondusif dimakan insan bahkan beberapa dianggap berguna obat, dan beberapa yang lain beracun. Contoh jamur yang bisa dimakan: jamur merang (Volvariela volvacea), jamur tiram (Pleurotus), jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur kancing atau champignon (Agaricus campestris), dan jamur shiitake (Lentinus edulis).