Kolonisasi Inggris Di Autralia Dan Perkembangannya

HOSEA SITEPU / PIS/15
1.Pengertian Kolonialisme
Kolonialisme yaitu pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan insan diluar batas negaranya,seringkali muntuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja dan pasarwilayah tersebut.Istilah ini juga menunjukkan  kepada suatu himpunana keyakinan yang dipakai untuk melegitiminasikan atau mempromosikan system ini,terutama kepercayaan bahwa moral dari pengkoloni lebih hebat ketimbang yang di kolonikan.Pendukung dari kolonialisme beropini bahwa hokum colonial menguntungkan negara yang di kolonialkan dengan pengembangan infrastruktur ekonomi dan politik yang diperlukan untuk pemodrernisasian dan demokrasi.Pengkritik pos-kolonialisasi ibarat Franz Fanon beropini bahwa kolonialisasi merusak  politik,psikologi,dan moral negara terkolonialisasi.Penulis dan politikus India Arundhati Roy berkata bahwa perdebatan antara pro dan kontra dari kolonialisme/inperialisme yaitu ibarat mendebatkan pro dan kontra pemerkosaan.
2. Kolonisme Tertua Di Australia
Koloniasme tertua di Australia yakni Tazmania.Tasmania masih disebut Van Diemen’s Land sessuai dengan nama yang di brikan oleh Abel Tasman, orang yang menemukan benua tersebut, hingga tahun1855.Kemudian berganti nama menjadi Tasmania.Masyarakat dari Tasmania ini merupakan adonan penduduk bebas (free settler) dengan narapidana (convicts), ketika pemungkiman di pulau norfolk di tinggalkan banyak penduduk bebas di pulau itu pindah ke Tasmania,namun dalam waktu yang bersamaan banyak juga nara pidana yang masuk.
           Letnan gubernur pertama yang berkuasa atas seluruh Tasmania yaitu Kolonel Davey (1813). Pada masa gubernur davery berhasil menjadika ntasmania bersuahsembada, bahkan banyak hasil-hasil pertanian Tasmania dikirim ke Sidney. Tapi dibalik kesusksesan davery ia sering bersipat bernafsu dan kurang disiplin sehingga pemerintahannya terprosot, kesannya banyak narapidana melarikan diri lantaran lemahnya pengawasan. Marcquarie sebagai gubernur di seluruh wilayah koloni sangat tidak menyukai sifat Devry ibarat itu,sehingga ia meminta davey diganti.
          Davey kemudian digantikan oleh Kolonel William sorell, selama pemerintahannya dari tahun 1817-1824 ia berusaha memajukan Tasmania denagan membangun jalan yang menghubungkan Hobar dan Launceston. Pada masa sorell Tasmania sudah berhasil mengekpor gandum. Pda tahu 1824 sorell digantikan oleh colonel geoge Arthur. Pada tahun 1825 dewan legislatif inggris mengeluarkan undang-undang yang memisahkan Tasmania dari New South Wales.
          Sepanjang sejarahnya Tasmania dipandang sebagai tampat penampungan narapidana paling jelek tingkah lakunya. Orang-orang yang dikirim ketasmania merupakan mereka yang emlakuakn kejahatan berat,sehingaga pada tahun 1822 william sorell membangun penjara khusus di maquerie hrbout. Sorell merupakan letnan gubernur yang terakhir di Tasmania, lantaran Tasmania yang semula menjadi satu dengan New south wales segera melepaskan diri pada 22 Desember 1825. Sejak sat itulah Tasmania menjadi dareah otonomi. Pada tahu 1855 tasmania mulai melaksanakan pemerintahan sendiri dan secara resmi mengubah namanya menjadi Tasmania yang seblumnya berjulukan van Diemen’s land. Pada tahun1860 tasmania sempat mengalami kemunduran ekonomi tetapi decade berikutnya di Tasmania di temukan tambang tembaga ,perak, dan barang mineral lainnya.
3. Koloni yang terselenggara sendiri   : Victroria
           Pada tahun 1802 kapal Lady Nelson dibawah pimpinan letnan Murray memasuki teluk Port Philip dan semenjak kedatangan letnan Murray inilah wi
layah ini disebut distrik Port Philip yang sebelumnya wilayah ini termasuk wilayah New South Wales. Pada tahun 1803 letnan colonel Collins ditugaskan untuk membuka tempat pemukiman gres di Sorento di teluk Port Philip. Namun pemukiman ini hanya didiami beberapa bulan oleh colonel Collins lantaran tidak memenuhi syarat untuk didiami dan mereka pindah ke tempat Tazmania. Dan tempat ini tidak di perhatikan oleh pemerintahan New South Wales selama 30 tahun. Pada tahun 1836 mayor Mitchell dalam eksplorasinya memasuki teluk Portlantd dan ia terkejut lantaran tempat yang diperkiran belum terjamah ternyata sudah didiami oleh orang kulit putih yang telah mendiami tempat ini semenjak tahun1834.
            Sebelum Henty berusaha dan menetap di teluk Portland dua orang yang berasal dari Leunceston, J.T Gellibrand dan John Batman yang telah mendengar kisah wacana Henty bersaudara mengajukan permohonan kepada gubernur Darling untuk memberi Grant sebuah bidang tanah di Westernport. Mereka bertujuan untuk membuka peternakan dan ajakan ini ditolak oleh gubernur Darling dengan alasan tidak akan mengijinkan perjuangan perorangan untuk membuka pemukiman di tempat perjuangan resmi pemerintah mengalami kegagalan. Tahun 1834 batman bergabung dengan teman-temannya membentuk sebuah kongsi kemudian mengirim sebuah ekspedisi untuk menyidik tempat lahan yang dibeli dari kepala-kepala suku penduduk asli.
            Selain kelompok Batman masih ada kelompok lain yang berambisi untuk membuka pemukiman gres di Portland, kelompok ini dipimpin oleh John Pascoe Fawnker. Fawnker membeli sebuah kapal yang diberi nama Enterprice kemudian melaksanakan penyelidikan di Portland. Batman melihat kolompok ini merupakan tentangan mereka dan memperingatkan mereka alasannya yaitu sudah melanggar atas tanah yang dimiliki oleh Batman namun persaingan ini tidak menjadi hal serius, kelompok Fawnker akhirnya menetap disuatu tempat yang kini dikenal dengan nama Melboume. Kelompok Batman dan Fawnker dianggap sebagai “atau penghuni liar kerena pendudukan tempat Port Philip atas kemauan kolonis sendiri tanpa persetujuan dari gubernur New South Wales.
            Pada tahun 1835 gubernur bersama Legeslatif Council New South Wales mengeluarkan undang-undang yang menyarankan bahwa pendudukan tanah atas tanah pemerintah dengan cara bertempat tinggal dan mendirikan rumah tanpa ijin resmi dianggap melanggar peraturan tetapi peraturan ini tidak berlaku secara efektif lantaran para penghuni Port Phillip berada jauh dari jangkauan. Dan migrasi ke Port Phillip tidak sanggup dibendung. Pemukiman di tempat Port Phillip berkembang dengan pesat, hal ini terlihat dari perkembangan industri peternakan biri-biri, akan tetapi penduduk Port Philip tidak mempunyai bunyi di dalam pemerintahan New South Wales yang berpusat di Sydney. Penduduk Port Phillip menganggap Sydney hanya memberi kewajiban dan aturan-aturan pemilik tanah. Penduduk Port Phillip akhirnya meminta kepada pemerintah Inggris untuk memisahkan diri dari New South Wales dan untuk menjawab tuntutan ini pemerintah inggris akhirnya merubah jumlah Legeslatif Council New South Wales menjadi 36 orang dimana lima orang anggota dipilih oleh penduduk Port Phillip sendiri dan satu orang anggota dipilih oleh rakyat di Melbourne.Rakyat Port Phillip tetap tidak puas dengan perubahan ini lantaran jarak Sydney dengan Port Phillip jauh dari tempat tinggal mereka selain itu hambatan yang lain yaitu tidak tersedianya sarana komunikasi yang sanggup menghubungkan Sydney dengan Port Phillip, wakil-wakil mereka yang berada di Sydney tidak mengetahui keadaan yang bahwasanya dan kehendak dari penduduk Port Phillip. Akhirnya menurut Australi Colonies Government Act distrik Port Phillip dipisahakn dari New South Wales dan berganti nama menjadi Victoria yang berdiri sendiri menjadi berdikari pada tanggal 1 Juli 1851. Victoria semakin berkembang sehabis ditemukannya emas di Bendigo dan Ballarat dan akhirnya terjalin deman emas atau gold rush yang akhirnya menjadi dasar perkembangan industri di kemudian hari. 
Dampak dari terbentuknya KOLONI VICTORIA
Masalah utama yang dihadapi Victoria pada permulaan koloni yaitu penghuni liar atau Squatters, para penghuni liar ini masuk ke teluk Portland dengan cara illegal lantaran tidak mendapat persetujuan dari Inggris.
4. Terbentuknya Koloni Australia Barat
          Selama era ke-17 dan ke-18 pantai barat Australia mendapat banyak kunjungan pelaut-pelaut Belanda dalam pelayaran mereka dari dan ke Indonesia, terutama sehabis pelayaran Brouwer. Pelaut Inggris yang pertama sekali mengunjungi tempat ini yaitu William Dampier. Dua kali Dampier mengunjungi tempat ini, yang pertama dengan kapal Cygnet, ia mengunjungi Buccaneers Archipelago, dan yang kedua dengan kapal Roebuck ia mencapai pantai yang diberi nama Shark Bay. Sampai pada ketika itu, baik Belanda maupun Inggris belum berniat menduduki tempat tersebut.
         Dalam era ke -18, ekspedisi penyelidikan ilmiah Perancis di bawah pimpinan Baudin, melaksanakan penyelidikan dan pemetaan terhadap banyak pantai kepingan barat Australia. Kunjungan kapal-kapal Peracis ke Australia ini menjadikan kecurigaan Inggris, lantaran selain mengunjungi pantai Australia Barat, pelaut-pelaut Perancis sering juga berlayar di Selat Bass. Setelah menduduki bagian-bagian tertentu dari Australia, tentu Inggris tidak mau ada bangsa lain yang menduduki Australia. Ketakutan didahului oleh Perancis, mendorong gubernur New South Wales, Darling, mengirimkan Mayor Lockyer beserta pasukan pada tahun 1827 untuk mendirikan pos di Albany atau King George Sound.
          Pada tahun 1827 itu juga, Kapten James Stirling, dengan memakai kapal H.M.S.
Success menyidik tempat Swan River. Nama Swan River ini bahwasanya diberikan oleh seorang orang Belanda berjulukan Vlaming. Ketika Vlaming mengunjungi tempat itu ia melihat di sana homogen bebek berwarna hitam yang dalam bahasa Belanda diungkapkan dengan “een soorte van swarte swanen”, sehingga ia menyebut tempat itu dengan Swanerevier. Rupanya Stirling sangat tertarik pada apa yang dilihatnya, lebih-lebih lantaran andal botani yang menyertainya, Fraser, memberikan citra yang bersemangat wacana keindahan sungai dan kebaikan tanahnya. Dalam laporan resmi maupun dalam surat-surat pribadi untuk mensugesti orang-orang, James Stirling menyampaikan betapa tingginya nilai tempat yang ditemukannya itu. Ia menyampaikan tempat itulah yang paling menarik dari seluruh tempat yang pernah dilihatnya. Menurut dia, tempat Swan River memenuhi segala persyaratan sebagai tempat pemukiman, lantaran itu jangan hingga dibiarkan terlalu usang tidak diduduki.
          Setelah mendapatkan laporan dari Stirling, gubernur Darling sangat menginginkan biar di tempat Swan River segera dibuka koloni. Berdasarkan laporan Stirling, Darling beropini bahwa kemungkinan pengembangan pemukiman di Swan River jauh lebih baik dari pada pemukiman yang telah dimulai oleh Lockyer di Albany. Untuk mewujudkan keinginannya itu Darling menyuruh James Stirling ke Inggris, biar sanggup memberikan secara eksklusif kepada pemerintah Inggris wacana kebaikan dan kemungkinan pengembangan tempat Swan River. Namun sekalipun dilengkapi dengan rekomendasi berpengaruh dari gubernur Darling, usahaa Stirling membujuk pemerintah Inggris biar membuka koloni di Swan River, tidak berhasil, terutama lantaran faktor biaya.
         Gagal membujuk pemerintah, Stirling kemudian mendekati orang-orang pemilik modal. Dengan penuh semangat ia menceritakan keindahan sungai yang ditemukannya serta kekayaan dan kesuburan tananhnya. Kali ini ia berhasil, dan beberapa orang kaya menetapkan untuk membuka koloni baru, koloni yang berbeda dengan yang sebelumnya. Diputuskan untuk tidak membawa narapidana, akan tetapi akan membawa pekerja keras. Koloni yang akan dibuka itu bukan “convicts settlement” tetapi koloni tempat menginvestasikan modal.
         Tokoh populer dari planning gres ini yaitu Thomas Peel. Ia membentuk satu sindikat atau kongsi yang akan mempersiapkan 10.000 emigran ke Swan River. Ia merencanakan akan menginvestasikan £ 300.000, dan meminta biar pemerintah memberikan tanah dengan perhitungan 1 arce untuk setiap 1 s.6 d.uang yang dipakai untuk membuka koloni itu. Kalau ajakan ini terpenuhi, berarti pemerintah harus memberi grant tanah seluas 4.000.000.arce. Akan tetapi pemerintah hanya bersedia memberikan grant tanah seluas 1.000.000.arce. Setiap penghuni atau imigran akan memperoleh satu blok tanah seluas 40 arce untuk setiap £ 3 yang dipakai untuk membuka koloni itu. Jika ia mengolah tanah itu, dan menginvestasikan uang atasnya, maka tanah itu menjadi hak miliknya. Sindikat Peel tidak mendapatkan penawaran pemerintah tetapi Peel secara pribadi menerimanya. Lalu ia menginvestasikan uang sebesar £ 50.000.dalam planning itu, dan membujuk yang lain juga biar mau melaksanakan hal yang sama. Ia menyewa kapal dan membawa 300 pekerja (Scott,1943;Portus,1957).
          Bersama rombongan pertama, berangkat juga Kapten stirling yang di angkat menjadi letnan gubernur koloni gres itu. Rombongan pertama ini tiba pada tahun1829 dan mandarat di akrab kota yang kini berjulukan Fremantle. Setelah menyidik tempat yang baik bagi kedudukan ibu kota, Stirling menetapkan menetap di suatu tempat yang kini berjulukan perth, sedikit di sebelah utara Fremantle. Dari sinilah berkembang tempat yang kini dikenal sebagai negara kepingan (state) Australia Barat (Westem Australia).
 Perkembangan Koloni Australia Barat
          Setelah rombongan pertama ini, menyusul rombongan-rombongan berikutnya. Dalam enam bulan pertama saja sudah ada 1.300 penduduk di pemukiman gres itu bersama-sam dengan ternak(sapi), biri-biri, alat-alat serta benih-benih tanaman. Lebih dari setengah juta arce tanah telah dibagi-bagikan, akan tetapi hanya sedkit dari tanah itu yang di jadikan tanah pertanian. Tidak seluruh tanah yang sudah di bagikan itu di tempati. Di sini mereka menghadapi masalah. Sumber pertama masalah yaitu keterbatasan tanah yang baik. Ternyata tidak tersedia cukup banyak tanah yang baik sesuai dengan yang di harapkan. Sumber kedua yaitu budi yang keliru dalam hal pembagian tanah. Orang yang membagikan uang paling banyakdiberi kesempatan pertama untuk menentukan lokasi tanah yang menjadi miliknya. Tentu saja mereka ini menentukan lokasi yang paling akrab ke Perth, dan pilihan mereka jatuh pada tanah-tanah yang terbaik. Dengan demikian, mereka yang hanya mempunyai modal kecil akan mendapat tanah yang jauh dari Perth, jauh dari pusat, dengan kondisi alat-alat komunikasi yang sangat miskin. Mereka hidup terpencar-pencar dengan jarak yang cukup berbahaya bila mendapat serangan dari pihak lain, contohnya penduduk asli. Sementara itu para imigran itu juga keliru menafsirkan pengertian dana atau uang yang diinvestasikan untuk membuka koloni itu. Beberapa di antara mereka menerka bahwa semua harga yang di bawa ke koloni itu akan dihitung sebagai dana yang diinvestasikan membuka koloni itu, sehingga mereka membawa kursi-kursi, piano, dan alat-alat rumah tangga lainnya, sedangkan di sana mereka belum mempunyai rumah, dan juga tidak mempunyai alat untuk mengangkut barang-barang itu dari pantai. Akhirnya banyak barang-barang itu yang di tinggalkan saja di pantai hingga rusak. Dapat di bayangkan bahwa pada permulaan berdirinya koloni Australia Barat ini, banyak imigran yang kecewa.
          Masalah lain yang tidak kurang parahnya, yaitu masalah akhir kekurangan tenaga pekerja. Bersama dia, Peel membawa 300 orang pekerja. Namun harus diingat bahwa mereka ini yaitu pekerja bebas. Mereka menuntu upah yang tinggi. Dan apabila mereka sudah cukup usang bekerja serta rajin menabung, dan hasil tabungannya itu mereka sudah bisa membeli tanah sendiri, kemudian meninggalkan majikannya. Peel mendapat 250.000 arce tanah sesuai dengan jumlah uang yang diinvestasikannya, namun ia tidak bisa mengolah semuannya itu kerena tidak mempunyai tenaga kerja yang cukup. Kurang pengalaman sebagai pionir, menimbulkan Peel menjadi majikan tanpa pembantu. Ternak-ternaknny pun menghilang tanpa bisa dijaga.
5. Pembentukan Koloni Australia Selatan
.          Diawali oleh buah pemikiran Edward Gibbon Wakefikeld dalam bukunya yang berjudul a letter from sydney yang diterbitkan pada tahun 1829. Dalam bukunya terdapat pokok pikiran yang akhirnya mensugesti koloni-koloni di Australia. Di dalam tulisannya dikeluhkan bahwa di New SouthWales seorang majikan tidak sanggup hidup layaknya seorang majikan di Inggris, hal ini dikarenakan narapidana saja yang diperkajan sebagai seorang pembantu dan Wakefield memberikan jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut. Secara garis besar teori Wakefield sanggup dikemukaan menjadi dua butir yakni :
a.       Tanah di koloni gres hendaknya dijual dengan harga yang cukup mahal sehingga seorang imigran pekerja tidak gampang praktis membeli sebuah bidang tanah. Uang hasil pembelian tanah tersebut dipakai untuk biaya migrasi penduduk ke koloni tersebut dalam rangka untuk menjaga ketersedian tenaga kerja di koloni tersebut.
b.      Tanah hendaknya di jual dalam partai besar dan pemabyarannya tunai lewat suatu lelang. Selain itu satu inspirasi Wakefield yang paut dicatat yaitu bahwa semua koloni harus sesegera mungkin diberikan status pemerintahan sendiri. Karena keadaan Inggris yang pada ketika itu serba sulit orang-orang berpikir alangkah baiknya kalau ada kesempatan keluar dari Inggris untuk kehidupan yang lebih baik, dan pada ketika yang bersamaan datanglah kabar wacana perjalanan Sturt ke tempat sungai Murray dan mengungkapakan adanya tanah yang baik di sekitar sunga Murray. Para pengikut Wakefield yang tertarik dengan gosip ini menghadap pemerintah biar diperkenankan berangkat dan membuka pemukiman di tempat tersebut tetapi ajakan ini ditolak oleh pemerintah dengan alasan biaya yang dibutuhan tidak sedikit dan stress berat dengan pengalaman di australia barat. 
         Oleh lantaran harga tanah yang tinggi akhirnya terjadi penyimpang-penyimpangan alasannya yaitu tanah-tanah yang merka beli dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Dalam keadaan yang kurang menguntungkan Gawler tetap berusaha, ia mengatur para pekerja untuk melaksanakan pekerjaan umum, membangun jalan, jembatan, dan dermaga dan arena Gawler tidak mempunyai cukup uang untuk membayar para pekerja ia mengeluarkan kesepakatan tertulis yang berfungsi untuk menggantikan uang kertas (sering disebut IOU atau bill) akan tetapi ketika bill tersebut disampaikan kepada dewan, dewan menolak membayar dan pemerintah Inggris pun mengambil langkah yang sama. Komisi majelis rendah melaksanakan penelitian terhadap pemerintahan semasa Gawler, komisi ini mengakui bahwa kondisi koloni pada ketika Gawler tiba yang memaksa Gawler mengambil tindakan tersebut. Komisi ini mempersalahkan undang-undang yang mengatur pembentukan koloni tersebut dan juga memandang bahwa dewan komisaris tidak mempunyai pandangan ke depan yang terang wacana perlunya dualisme pengelolaan Asutralia Selatan.
          Kegagalan Gawner ini mengakhiri pengawasan dewan komisaris dan suatu undang-undang yang gres yang nerisi pembentukan suatu pemerintahan yang lebih baik undang-undang ini dikeluarkan pada tahun 1842 yang menempatkan Australia Selatan sama dengan koloni yang lain, suatu koloni yang dalam ketatanegaraan inggris biasa disebut Crorn Colony. Ketika George Grey tiba ia mendapatkan koloni ini sudah dalam keadaan bangkrut, Grey berusaha memperbaiki keadaan koloni itu dengan tindakan yang tergolong berani contohnya mengurangi honor pegawai dalam rangka penghematan, akan tetapi perjuangan yang dilakuan Grey sia-sia apabila pemerintah Inggris tidak bersedia untuk membayar semua bill pada masa pemerintahan Gawler. Atas bujukan dan kesepakatan Grey akhirnya pemerintah Inggris bersedia untuk membayar semua bill senilai 200.000 poundsterling.
          Setelah masalah bill terselesaikan timbulah kepercayaan dan melaksanakan anjuran-anjuran gubernur sehingga pertania mulai berkembang demikian pula dengan peternakan yang berada di sepanjang sungai Murray. Dalam perjuangan untuk memajukan tempat koloninya Grey tertolong lantaran inovasi tambang- tembaga di Kapunda pada tahun 1842, kemudian ditemukan lagi tambang- tembaga di Burra-Burra. Ketika pemerintah Inggris mengeluarkan Australian Colonies Geverment Act Australi Selatan juga turut mempersiapkan diri untuk menyusun pemerintahan sendiri. Usaha ini dimulai semenjak tahun 1853, namun gres sanggup berlaku secara efektif semenjak tahun 1856.
         Dampak pembetukan koloni Autralia Selatan yakni:Terjadinya penyimpanngan antara teori Wakefield dengan keadaan koloni yang sebenarnya. Pada masa gubernur yang pertama yaitu kapten Hindmarsh terjadi dualisme kepemimpinan yang menjadikan banyak persoalan. Adapun penyimpangan yang lain yaitu praktek makelar tanah
6. Pembentukan Koloni Queensland
         Pada tahun 1823 John Oxley di tugaskan oleh gubernur New South Wales untuk melaksanakan penyelidikan kearah utara. Ketika melaksanakan penyelidikan Oxley berhasil menemukan tempat di Moreton Bay, di ekspresi sungai Brisbane. Selanjutnya pada tahun 1824 di tempat ini di buka pemukiman, kemudian di sebut distrik Moreton Bay. Koloni dibentuk dengan maksud untuk menempatkan narapidana terpisah dari penduduk bebas (free settlers) dan free settlers tidak diperkenankan memasuki tempat itu. Narapidana memang cocok di tempatkan di tempat tersebut alasannya yaitu di sana narapidana sulit melarikan diri. Hal ini disebabkan lantaran sekitar tempat ini hanya terdapat hutan dan semak belukar yang tebal sehingga apabila melarikan diri maka mereka harus menentukan hidup kelaparan dihutan.
          Narapidana-narapidana tersebut dipekerjakan untuk mempersiapkan tanah yang nantinya akan diolah oleh free settlers. Pada tahun 1827 spesialis botani dan penjelajah yang berjulukan Allan Cunningham membuka distrik di Daring Downs sebelah barat Brisbane di seberang Great Deviding Range. Daerah ini sangat cocok sekali untuk pengembangan perternakan biri-biri, sehingga peternak biri-biri berusaha mendapatkan ijin dan pinjaman tanah dari pemerintah New South Wales. Kemudian tempat ini semakain meluas ke utara dan ke barat.
         Sedangkan distrik Moreton Bay berkembang sangat lambat. Sampai tahun 1846 dalam wilayah sejauh 60 mil dari Brisbane penduduknya hanya terdapat 1.600 orang.sehingga untuk mempercepat perkembangan tempat ini Dr. lang seorang pendeta  dari Sydney berusaha membawa 600 orang imigran dari Scotlandia ke tempat itu. Pada tahun 1851 jumlah penduduk di sana mencapai 9.000 orang. Dalam perkembangannya para peternak, petani dan penduduk kota di distrik utara mulai memikirkan pemerintahan sendiri lepas dari New South Wales. Mereka ingin membentuk tempat yang ditata sendiri sesuai dengan aspirasi dan kepentingan mereka sendiri.
Pemisahan distrik ini juga menyangkut garis batas. Karena semua pemerintah di Sydney menghendaki biar garis pemisah mengikuti garis lintang selatan 26º, kota-kotanya kini berjulukan Brisbane, Gympie, Roma, dan Charleville, termasuk New South Wales. Sedangkan penduduk di distrik utara tidak menyetujui batas ini. Mereka menghendaki biar garis batas sejauh 30º LS. Pada akhirnya pemerintah Inggris menetapkan garis batas mengikuti garis lintang selatan 29º dan kepingan timur garis batas tersebut mengikuti fatwa sungai dan lekukan pegunungan hingga ke pantai.
           Berdasarkan Australian Colonies Government Act (1850) distrik Moreton Bay menyebut dirinya Queensland dan semenjak tahun 1859 berhak mengatur pemerintahannya sendiri yang sesuai dengan aspirasi dan kepentingannya.
 Daftar Pustaka   :
Asril,2015.Sejarah Australia dan Oceanea.Pekanbaru.
Kitley, P. e. al.(1989). Australia di mata Indonesia. Jakarta : Gramedia
Julius Siboro. 1989. Sejarah Australia. Bandung:Tarsito
http://www.dfat.gov.au/aii/publications/bab09/index.html  
 http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Australia