Latar Belakang Pembentukan Dan Perkembangan Koloni Di Victoria Serta Keunikan Pulau Philip Victoria Australia

TURISNO/S. AUSTRALIA

A. Pembentukan Koloni di Victoria
1. Latar Belakang Pembentukan Koloni Victoria
            Victoria yakni negara bab terkecil di Australia, tetapi merupakan negara bab kedua terpadat penduduknya. Ibu kota nya yakni Melbourne yang merupakan kota cosmopolitan kedua terbesar sehabis Sydney. Kota ini pernah menjadi ibu kota Australia tahun 1901 hingga 1927. Dengan perpaduan gedung bergaya Victoria dan gedung pencakar langit yang modern, di tahun 2010 kota ini mendapat peringkat nomor 3 dunia “The World’s Most Liveable Cities” (kota paling nyaman untuk ditinggali) dari The Economist. Iklim di negara bab ini berkisar 15°C-30°C; dengan cuaca yang susah ditebak, negara bab ini mempunyai julukan Kota dengan 4 animo dalam 1 hari.

            Dalam tahun 1803, Letnan Kolonel David Collins ditugaskan memimpin sekelompok narapidana dan militer untuk memebentuk pemukiman gres di Sorento, di Teluk Port Phillip. Namun beberapa bulan kemudian Collins meninggalkan pemukiman gres itudengan alasan kawasan ini tidak memenuhi syarat sebagai tempat pemukiman.[1]
            Ketika Mayor Mitchell, dalam perjalanan eksplorasinya memasuki Teluk Portland dalam tuhun 1836, ia terkejut mengetahui bahwa disana sudah ada orang kulit putih yang tinggal menetap. Mereka yakni Henty bersaudara, yang telah menetap di sana semenjak tahun 1834. mereka yakni bawah umur Thomas Henty, seorang petani yang berasal dari Sussex, Inggris. Tertarik oleh propaganda pembentukan koloni Australia Barat, Thomas Henty berserta seluruh anggota keluarganya berimigrasi ke Swan River. Setelah gagal mendapat tanah yang cocok untuk diolah dan didiami di Australia Barat, Thomas Henty pindah ke Tasmania.
            Mendengar laporan Edward itu, Thomas Henty pergi melihat keadaan Teluk Portland, ia menyetujui serta mendukung pilihan Edward tersebut. Thomas Henty berangkat pada bulan November 1834, bersetra keluarganya, ternak, alat-alat, tanaman-tanaman serta para pekerja terikat ke Teluk Portland untuk memulai pemukiman baru. Thomas Henty dan keluarganya inilah yang merupakan penetap kulit putih pertama di kawasan yang kini berjulukan Victoria .

2. Perkembangan koloni victoria di Australia

            Pada tahun 1802 kapal Lady Nelson dibawah pimpinan letnan Murray memasuki teluk Port Philip dan semenjak kedatangan letnan Murray inilah wilayah ini disebut distrik Port Philip yang sebelumnya wilayah ini termasuk wilayah New South Wales. Pada tahun 1803 letnan colonel Collins ditugaskan untuk membuka kawasan pemukiman gres di Sorento di teluk Port Philip. 
            Namun pemukiman ini hanya didiami beberapa bulan oleh colonel Collins lantaran tidak memenuhi syarat untuk didiami dan mereka pindah ke kawasan Tazmania. Dan kawasan ini tidak digubris oleh pemerintahan New South Wales selama 30 tahun.[2]
            Pada tahun 1836 mayor Mitchell dalam eksplorasinya memasuki teluk Portlantd dan ia terkejut lantaran kawasan yang diperkiran belum terjamah ternyata sudah didiami oleh orang kulit putih yang telah mendiami kawasan ini semenjak tahun 1834. Mereka yakni Henty bersaudara , bawah umur Thomas Henty seorang petani yang berasal dari Sussex, Inggris, ia tertarik pindah ke Autralia lantaran tertarik oleh propaganda pembentukan koloni di Australia barat. Tujuan utamanya yakni untuk membangun masa depan ketujuh anaknya di atas tanah miliknya sendiri.
Sebelum Henty berusaha dan menetap di teluk Portland dua orang yang berasal dari Leunceston, J.T Gellibrand dan John Batman yang telah mendengar kisah wacana Henty bersaudara mengajukan permohonan kepada gubernur Darling untuk memberi Grant sebuah bidang tanah di Westernport.
             Mereka bertujuan untuk membuka peternakan dan undangan ini ditolak oleh gubernur Darling dengan alasan tidak akan mengijinkan perjuangan perorangan untuk membuka pemukiman di tempat perjuangan resmi pemerintah mengalami kegagalan.
Tahun 1834 batman bergabung dengan teman-temannya membentuk sebuah kongsi kemudian mengirim sebuah ekspedisi untuk menilik kawasan Port Phillip. Dalam ekspedisi ini mereka berhasil memperoleh 600.000 acre lahan yang dibeli dari kepala-kepala suku penduduk asli 
            Pada tahun 1837 gubernur bourke mengunjungi  dan meresmikan nama-nama kota wiliamstown dan melbourne. Samapai tahun 1850 victoria masih merupakan bab dari new south wales. Untuk mewakili gubernur new south wales di sana diangkat seorang superintendent ( pengawas)
Rasa tidak puas di bawah new south wales mendorng rakyat di distrik port philip menuntut pemisahan. Tuntutan ini mula-mula dijawab dalam bentuk hak distrik ini menentukan 6 dari 24 anggota legislative council di new south wales. Jawaban pemerintah ini tidak memuaskan mereka . pada tahun 1850 victoria di pisahkan dai new south wales, semenjak tahun 1851 tetapkan pemein
taha sendiri
            Selain kelompok Batman masih ada kelompok lain yang berambisi untuk membuka pemukiman gres di Portland, kelompok ini dipimpin oleh John Pascoe Fawnker. Fawnker membeli sebuah kapal yang diberi nama Enterprice kemudian melaksanakan penyelidikan di Portland. Batman melihat kolompok ini merupakan tentangan mereka dan memperingatkan mereka alasannya yakni sudah melanggar atas tanah yang dimiliki oleh Batman namun persaingan ini tidak menjadi hal serius, kelompok Fawnker karenanya menetap disuatu tempat yang kini dikenal dengan nama Melboume. Kelompok Batman dan Fawnker dianggap sebagai “squatters” atau penghuni liar kerena pendudukan kawasan Port Philip atas kemauan kolonis sendiri tanpa persetujuan dari gubernur New South Wales
Pada tahun 1835 gubernur bersama Legeslatif Council New South Wales mengeluarkan undang-undang yang menyarankan bahwa pendudukan tanah atas tanah pemerintah dengan cara bertempat tinggal dan mendirikan rumah tanpa ijin resmi dianggap melanggar peraturan tetapi peraturan ini tidak berlaku secara efektif lantaran para penghuni Port Phillip berada jauh dari jangkauan. Dan migrasi ke Port Phillip tidak sanggup dibendung 
            Pemukiman di kawasan Port Phillip berkembang dengan pesat, hal ini terlihat dari perkembangan industri peternakan biri-biri, akan tetapi penduduk Port Philip tidak mempunyai bunyi di dalam pemerintahan New South Wales yang berpusat di Sydney. Penduduk Port Phillip menganggap Sydney hanya memberi kewajiban dan aturan-aturan pemilik tanah. 
            Penduduk Port Phillip karenanya meminta kepada pemerintah Inggris untuk memisahkan diri dari New South Wales dan untuk menjawab tuntutan ini pemerintah inggris karenanya merubah jumlah Legeslatif Council New South Wales menjadi 36 orang dimana lima orang anggota dipilih oleh penduduk Port Phillip sendiri dan satu orang anggota dipilih oleh rakyat di Melbourne
Rakyat Port Phillip tetap tidak puas dengan perubahan ini lantaran jarak Sydney dengan Port Phillip jauh dari tempat tinggal mereka selain itu hambatan yang lain yakni tidak tersedianya sarana komunikasi yang sanggup menghubungkan Sydney dengan Port Phillip, wakil-wakil mereka yang berada di Sydney tidak mengetahui keadaan yang gotong royong dan kehendak dari penduduk Port Phillip.
            Akhirnya menurut Australi Colonies Government Act distrik Port Phillip dipisahakn dari New South Wales dan berganti nama menjadi Victoria yang berdiri sendiri menjadi berdikari pada tanggal 1 Juli 1851. Victoria semakin berkembang sehabis ditemukannya emas di Bendigo dan Ballarat dan karenanya terjalin deman emas atau gold rush yang karenanya menjadi dasar perkembangan industri di kemudian hari.[3]
3. Dampak dari terbentuknya koloni Victoria
            Masalah utama yang dihadapi Victoria pada permulaan koloni yakni penghuni liar atau Squatters, para penghuni liar ini masuk ke teluk Portland dengan cara illegal lantaran tidak mendapat persetujuan dari pemerintah Inggris.
Dengan berdirinya koloni-koloni tasmania, Queensland, Australia Barat, Australia selatan, dan victoria maka lengkaplah penguasaan inggris atas benua australia.[4]

B. Keunikan Pulau Philip Victoria Australia
            Pulau Phillip adalah sebuah pulau di Victoria, Australia, yang membentuk tanggul alami untuk melindungi satwa di perairan dangkal Western Port Bay. Luas pulau terdiri dari panjang 26 kilometer dan bab yang terlebar 9 kilometer dengan jumlah luas wilayah keseluruhan 10.300 hektar. Di pulau ini terbentang 97 kilometer wilayah pantai. Sebuh jembatan tembok dengan panjang 640 meter yang menghubungkan pulau ini dari San Remo, kota kecil di pinggir pulau induk (Australia) menuju Newhaven, kota kecil pertama yang di jumpai di pulau Phillip. Pada tahun 2005/2006, populasi di pulau ini mencapai 7.000 orang, tapi pada animo kemarau jumlah penduduk membengkak menjadi 40.000 orang. 60% dari jumlah wilayah pulau diprioritaskan sebagai wilayah rerumputan untuk peternakan domba dan sapi.
            Sebagian besar kawasan Bast Coast yakni kawasan tujuan pariwisata. Daerah ini dikunjungi oleh 3,5 juta wisatawan setiap tahun. Paradepenguin adalah obyek pariwisata utama di pulau Phillip, di mana wisatawan dari seluruh dunia tiba untuk melihat satu-satunya tempat untuk melihat penguin jenis ini. Selain itu terdapat atraksi pariwisata lain yang paling terkenal yaitu “Seal Rock” di mana terdapat anjing lautjenis “fur” (berbuluh) yang terbanyak di Australia (mencapai 16.000).[5]
            Langit di atas pulau Phillip juga menjadi atraksi tersendiri ketika kelelawar maritim mulai tiba di Phillip island sehabis meyelesaikan penerbangan panjang (16.000km) dari Selat Bering sekitar Kepulauan Aleutian dekat Alaska. Mereka tiba untuk berkembang biak dengan jalan menciptakan sarang pada dinding-dinding pasir pantai. Pada animo kemarau, lebih dari satu juta kelelawar maritim bermukim di pulau Phillip. Pada tahun 1996 pemerintah membentuk organisasi nirlaba yang diberi nama Phillip Island Nature Park yang bertugas untuk melindungi satwa di Phillip island. Pada malam tahun gres pulau ini menjadi tuan rumah untuk merayakan Pyramid Rocks Festival.
            Pulau ini juga terkenal lantaran
mempunyai debur ombak yang konsisten dengan tingkat kesulitan yang ber-variasi cocok untuk kondisi selancar. Phillip Island telah banyak menyelenggarakan dan menjadi tuan rumah perlombaan selancar tingkat dunia, menyerupai the Rip Curl Pro pada tahun 2005 (saat itu keadaan ombak di Bells Beach tidak menyenangkan) dan pada tahun yang sama juga di selengarakan the Roxy Pro Women’s Festival.
            Memancing yakni industri tetap dan sebagai atraksi wisata di pulau ini. Snapper(tongkol atau tanya orang Bugis), King George White (tanya orang Bajo), School Shark(hiu karang), Gummy Shark(hiu pasir)adalah jenis ikan yang sering di tangkap di perairan sekitar.
            Pada hari2 raya dan liburan, kemacetan kemudian lintas selalu terjadi. Jalan utama (phillip Island Road yang membentang dari Newhaven to Cowes biasanya beroperasi memakai dua jalur. Untuk membantu efisiensi laju kemudian lintas, garis berwarna biru akan di pakai untuk menambah jalur tambahan. Mengurangi batas kecepatan akan berlaku pada saat2 menyerupai itu.[6]
            Air di Phillip Island di pasok dari Candowie Reservoir yang di tangani oleh Westernport Water. Pada tahun 2006 Australia di deritai oleh kekeringan yang berkepanjangan ( lihat Drought in Australia). Menjelang selesai 2006, Westernport Water menyadari bahwa jumlah air sangat sedikit untuk pertama kalinya. Hal ini justru di per-parah oleh mendekatnya animo liburan. Mereka memeutuskan untuk mencari air dengan jalan di bor dan membuahkan hasil, mereka memnemukan air di bawah bukit Anderson. Temuan ini akan menghasilkan 1 juta liter per hari dan akan menutupi 15% dari undangan yang di perkirakan. Sumber air juga di perkirakan akan di temui di King Rd di Bass dan Corinella.
DAFTAR PUSTAKA
[1] J. Siboro, 1996, Sejarah Australia, Penerbit Tarsito : Bandung
[2]. Channel, Richard H. 1992. Budaya dan Politik Australia, diterjemahkan oleh Sujinah Harlinah, Ismu. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.