Lembaga Sosial Dan Perubahan Sosial Di Indonesia

FAISAL /PIS
A.PENGERTIAN  LEMBAGA SOSIAL
Lembaga Sosial ialah keseluruhan dari sistem norma yang terbentuk berdasarkan tujuan dan fungsi tertentu dalam masyarakat. Lembaga Sosial berbeda dengan asosiasi. forum sosial bukanlah kumpulan orang-orang atau bangunan besar, melainkan kumpulan norma. sementara itu, realisasi dari norma yang dianut dalam forum sosial tersebut terjadi dengan adanya asosiasi. Lembaga Sosial disebut juga Pranata Sosial .
Jenis-jenis forum sosial
1.     Berdasarkan perkembangannya dalam masyarakat
2.     Berdasarkan kepentingannya dalam masyarakat.
3.     Berdasarkan penerimannya dalam masyarakat
4.     Berdasarkan popularitasnya
5.     Berdasarkan tujuannya
Fungsi dan komponen sosial
Lembaga Sosial mempunyai dua fungsi, yakni:
a. Fungsi Manifest : fungsi yang dibutuhkan dari forum sosial tersebut.

b. Fungsi Laten : fungsi yang tidak dibutuhkan dari forum sosial tersebut,
    namun terjadi
macam-macam forum sosial
1.    Lembaga Keluarga, berfungsi sebagai sarana sosialisasi primer, afeksi, reproduksi, ekonomi, perlindungan dan santunan status.
2.    Lembaga Pendidikan, berfungsi sebagai mediator pewarisan budaya masyarakat, mengajarkan peranan sosial, dan menyebarkan kekerabatan sosial.
3.    Lembaga Ekonomi, berfungsi sebagai pengatur produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa, serta memberi aliran menggunakan tenaga kerja.
4.    Lembaga Politik, berfungsi sebagai pemelihara keamanan dan ketertiban, serta melayani dan melindungi masyarakat.
5.    Lembaga Agama, berfungsi sebagai sumber aliran hidup bagi masyarakat dan pengatur tata cara kekerabatan insan dengan sesama dan insan dengan Tuhan.
Bentuk-bentuk perubahan sosial
1.    Perubahan Lambat (Evolusi)
Perubahan secara lambat atau evolusi memerlukan waktu yang lama. Perubahan ini biasanya merupakan rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat. Pada evolusi, perubahan terjadi dengan sendirinya tanpa planning atau kehendak tertentu. Masyarakat hanya berusaha menyesuaikan dengan keperluan, keadaan, dan kondisi gres yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat.
2.     Perubahan Cepat (Revolusi)
Perubahan yang berlangsung secara cepat dinamakan dengan revolusi. Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi sanggup direncanakan terlebih dahulu maupun tanpa direncanakan
3.     Perubahan Kecil
Pada zaman dahulu, kaum wanita di Indonesia setiap harinya mengenakan baju kebaya. Seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan mode, model pakaian yang mereka kenakanpun mengalami perubahan. Ada yang menggunakan rok panjang, rok mini, celana panjang, kaos, dan lainlain. Contoh tersebut merupakan suatu bentuk perubahan kecil.
4. Perubahan Besar
Perubahan besar ialah suatu perubahan yang besar lengan berkuasa terhadap masyarakat dan lembaga-lembaganya, menyerupai dalam sistem kerja, sistem hak milik tanah, kekerabatan kekeluargaan, dan stratifikasi masyarakat
5. Perubahan yang Dikehendaki
Perubahan ini merupakan perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan dalam masyarakat. Pihakpihak ini dinamakan agent of change, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang menerima kepercayaan masyarakat sebagai pemimpin dalam perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan.
6. Perubahan yang Tidak Dikehendaki
.. Dalam sosiologi, perubahan tersebut biasa disebut dengan perubahan yang tidak dikehendaki alasannya ialah menimbulkan akibatakibat sosial yang tidak dibutuhkan oleh masyarakat.
7. Perubahan Struktural
Perubahan struktural ialah perubahan yang sangat fundamental yang menimbulkan timbulnya reorganisasi dalam masyarakat
8. Perubahan Proses
Perubahan proses ialah perubahan yang sifatnya tidak mendasar. Perubahan tersebut hanya merupakan penyempurnaan dari perubahan sebelumnya
B.PENGERTIAN PERUBAHAN SOSIAL
Perubahan sosial merupakan suatu perwujudan dinamika kehidupan sosial. Maka, tentunya untuk mencapai dinamika kehidupan sosial itu, masyarakat selalu mengalami perubahan.Perubahan merupakan tanda-tanda sosial yang dialami oleh setiap masyarakat. Masyarakat mempunyai kecenderungan untuk semakin maju dan berkembang, seiring dengan kemajuan rujukan pikir dan tingkat kemampuannya. Kecenderungan ini sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini.
1.    Rasa tidak puas terhadap keadaan dan situasi yang ada.
2.    Timbul harapan untuk mengadakan perubahan.
3.    Sadar akan adanya kekurangan dalam kebudayaan sendiri sehingga berusaha untuk menutupinya dengan mengadakan perbaikan.
4.    Adanya perjuangan masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan, dan kondisi gres yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat.
5.    Banyaknya kesulitan yang dihadapi memungkinkan insan berusaha untuk sanggup mengatasinya.
6.    Tingkat kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks dan adanya harapan untuk meningkatkan taraf hidup.
7.    Sikap terbuka dari masyarakat terhadap hal-hal yang baru, baik yang tiba dari dalam maupun dari luar masyarakat tersebut.
8.    Sistem pendidikan yang sanggup menunjukkan nilai-nilai tertentu bagi insan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Perubahan dilakukan oleh insan menuju ke sebuah keadaan gres yang berbeda dengan keadaan sebelumnya. Perubahan dimaksudkan untuk meningkatkan taraf dan derajat kehidupannya, baik secara etika maupun materiil.
MASYARAKAT SEBAGAI SISTEM SOSIAL
1. Pengertian Masyarakat                                                                                     
Lingkungan kawasan kita tinggal dan melaksanakan banyak sekali kegiatan disebut dengan masyarakat. Apakah masyarakat hanya sebatas pada pengertian itu? Tidak. Untuk memahami lebih jauh ihwal pengertian masyarakat, sebaiknya kita pahami beberapa definisi berdasarkan pendapat para jago sosiologi.
2. Masyarakat sebagai Suatu Sistem
Sebagai suatu sistem, individu-individu yang terdapat di dalam masyarakat saling bekerjasama atau berinteraksi satu sama lain, contohnya dengan melaksanakan kerja sama guna memenuhi kebutuhan hidup masing-masing.
a. Sistem Sosial
Sistem ialah bagian-bagian yang saling bekerjasama antara satu dengan yang lainnya, sehingga sanggup berfungsi melaksanakan suatu kerja untuk tujuan tertentu. Sistem sosial itu sendiri ialah suatu sistem yang terdiri dari elemenelemen sosial..
b. Struktur Sosial
Struktur sosial meliputi susunan status dan tugas yang terdapat di dalam satuan sosial, ditambah nilai-nilai dan norma-norma yang mengatur interaksi antarstatus dan antarperan social
c. Masyarakat sebagai Suatu Sistem
Apabila kita mengikuti pengertian masyarakat baik secara natural maupun kultural, maka akan tampak bahwa keberadaan kedua masyarakat itu merupakan satu-kesatuan. Dengan demikian, kita akan tahu bahwa unsur-unsur yang ada di dalam masyarakat yang masing-masing saling bergantung merupakan satu-kesatuan fungsi.
1) Kepercayaan dan Pengetahuan
Unsur ini merupakan unsur yang paling penting dalam sistem sosial, alasannya ialah sikap anggota dalam masyarakat sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka yakini dan apa yang mereka ketahui ihwal kebenaran, sistem religi, dan cara-cara penyembahan kepada sang pencipta alam semesta.
2) Perasaan
Unsur ini merupakan keadaan jiwa insan yang berkenaan dengan situasi alam sekitarnya, termasuk di dalamnya sesama manusia. Perasaan terbentuk melalui kekerabatan yang menghasilkan situasi kejiwaan tertentu yang hingga pada tingkat tertentu harus dikuasai semoga tidak terjadi ketegangan jiwa yang berlebihan.
3) Tujuan
Manusia sebagai makhluk sosial dalam setiap tindakannya mempunyai tujuan-tujuan yang hendak dicapai. Tujuan ialah hasil selesai atas suatu tindakan dan sikap seseorang yang harus dicapai, baik melalui perubahan maupun dengan cara mempertahankan keadaan yang sudah ada.
4) Kedudukan (Status) dan Peran ( Role )
Kedudukan (status) ialah posisi seseorang secara umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang lain, dalam arti lingkungan pergaulan, prestasi, hak, serta kewajibannya. Kedudukan memilih tugas atau apa yang harus diperbuatnya bagi masyarakat sesuai dengan status yang dimilikinya
 DAFTAR PUSTAKA
         
          Sugiarti,Amiek ,S.pd.2006.SOSIOLOGI. BANDUNG : Haka MJ
          Amirin, Tatang M. 1987. Pokok-pokok Teori Sistem. Jakarta: CV. Rajawali.
          Tim Penyusun, Buku Ajar Geografi & Sosiologi Untuk Sekolah Menengah Pertama Kelas VIII Semester 1. Surakarta: Citra Pustaka.