Letak Geografis Dan Sejarah Terbentuknya Koloni Australia Selatan

PUTRI AMELIA / S AUSTRALIA

Australia Selatan yakni sebuah nefara pecahan Australia. Beribu kota di Adelaine, negara pecahan ini mempunyai luas wilayah daratan 983.482 km persegi dan populasi 1.540.200 jiwa (2005). Sebagian besar penduduknya tinggal di tempat pesisir dan di sepanjang sungai Murray. Sebelum bergabung dengan persemakmuran Australia pada 1901, wilayah ini berstatus sebuah provinsi Britania Raya. Sebagiam tanah-tanah di Australia Selatan dipakai untuk pertanian. Daerah pemukiman Australia Selatan semula hanya

sekitar Adelaide lantaran kondisi alam Australia Selatan diluar Adelaide sebagian besar terdiri dari gurun pasir. Batas-batas wilayah Australia Selatan yaitu sebelah utara : Northern Teritory, sebelah timur : Queensland, New South Wales, Victoria, sebelah selatan : Samudera Hindia, dan sebelah barat : Australia Barat. [1]

Sejarah Australia tidak terlepas dari kiprah seorang tokoh berjulukan Edward Gibbon Wakefield. Wakefield mengungkapkan gagasannya wacana pembangunan sebuah koloni berdasarkan pemikirannya. Wakefield menulis sebuah buku berjudul A letter from Sydney dalam sebuah ruang penjaraNewton di London. Buku ini diterbitkan tahun 1829. Wakefield dipenjara lantaran melarikan seorang siswi sekolah. Ia menulis begitu baik dan terperinci walaupun ia belum pernah ke Sydney atau ketempet lain di luar Eropa.
Buku tersebut dengan bahasa yang sederhana. Isi didalamnya dikeluhkan bahwa di New South Wales seorang majikan tidak bisa hidup layaknya seorang majikan di Inggris. Di New South Wales, seorang majikan tidak mempunyai pembantu kecuali narapidana. Kehidupan menyerupai diinginkan seorang majikan Inggris dengan banyak pembantu mustahil terjadi di Australia. 
Awal lahirnya Australia Selatan berasal dari teori yang dikemukakan oleh Edward Gibbon Wakefield yang ingin membentuk koloni gres di Australia. Secara garis besar teori yang dikemukakan olehnya yakni tanah di koloni gres itu hendaknya dijual dengan harga yang cukup mahal, sehingga seorang imigran pekerja tidak gampang membelinya. Uang hasil penjualan tanah tersebut hendaknya dipakai untuk mengongkosi migrasi penduduk ke koloni gres tersebut dalam rangka menjamin tersedianya tenaga kerja di koloni tersebut. Tanah hendaknya dijual dalam partai besar dan dibayar tunai lewat suatu lelang. Satu wangsit dari wakefield yang perlu dicatat yaitu lantaran ia mempunyai dampak besar dalam rangka pembentukan dan pelatihan koloni baru. Keistimewaan wangsit wakefieldadalah bahwa ia telah memikirkan hal tersebut jauh lebih dahulu dari orang lain.
Sekitar tahun 1830 Wakefield keluar dari penjara dan berafiliasi dengan beberapa orang yang besar lengan berkuasa dalam rencanannya. Orang-orang bersedia mengikuti planning pembukaan koloni lantaran keadaan yang jelek di Inggris. Pada dikala itu tiba isu wacana perjalanan Sturt ke tempat sungai Murray yang menciptakan para pengikut wakefield sangat tertarik dan kemudian menghadap pemerintah supaya diperkenankan berangkat dan menghuni tempat tersebut. Namun pemerintah menolak.
Suatu perhimpunan Australia Selatan dibuat dan dilakukan pendekatan terhadap pemerintah. Tahun 1834 DPR mengeluarkan undang-undang yang memotong 300.000 mil persegi wilayah New South Wales untuk mendirikan koloni Australia Selatan. Pemerintah tidak bersedia memikul biaya. Para pengikut wakefield membentuk kongsi Australia Selatan dan mengumpulkan uang, kemudian berangkat dari Inggris tahun 1836. Rombongan pertama tiba di Pulau Kangaroo pada bulan juli. Namun pulau ini kurang cocok untuk dijadikan pemukiman pada waktiu itu. Colonel Light, seorang surveyor yang ditunjuk oleh pemerintah, meneliti dan alhasil menentukan dan lokasi dimana kini berdiri kota Adelaide. Nama kota ini diberikan berdasarkan nama istri raja yang memerintah yaitu raja William IV.
Pemerintah menghendaki adanya seorang gubrnur yang berkuasa selama 20 tahun walaupun telah ada Dewan Komisaris. Kekuasaan atas Australia Selatan sempat terbagi menjadi dua. Disatu pihak kekuasaan dipegang oleh gubernur yang diangkat dan bertanggung jawab kepada “Colonial Office” di London, dan dipihak lain kekuasaan Dewan Komisaris yang secara teoritis mewakili penduduk koloni tersebut.
Kapten Hindmarsh ditugaskan oleh kerajaan Inggris sebagai Gubernur Jenderal Australia Selatan yang pertama. Selain Gubernur Jenderal terdapat pula Komisaris Residen yang ditunjuk oleh Dewan Komisaris, sehingga terjadi dualism kekuasaan di Australia Selatan. Untuk mengatasi situasi tersebut, Pemerintah Inggris memanggil pulang kedua pejabat tersebut dan kemudian menugaskan Kolonel Gawler sebagai Gubernur Jenderal Australia Selatan yang kedua. [2]
Ketika Gawler tiba di Australia Selatan, kondisi koloni tersebut tidak sesuai dengan yang dibutuhkan wakefield dalam teorinya. Kas koloni sangat sedikit, hanya ada beberapa binatang ternak, dan tidak banyak lahan pertanian yang dikembangkan. Hal ini lantaran para pendatang gres yang membeli tanah di Australia Selatan tidak menyebarkan lahan tersebut sebagai lahan pertanian, melainkan menjualnya kembali kepada pendatang lain yang gres tiba dengan mengambil keuntungan. Pengembangan lahan yang duharapkan dalam teori Wakefield tidak terjadi di Australia Selatan, yang ada hanyalah spekulan tanah yang berusaha mengambil laba dari penjualan tanah kepada imigran yang gres datang. Sehingga mengak
ibatkan terjadinya kelangkaan materi pangan di Australia Selatan.
Koloni Australia Selatan terpaksa mendatangkan materi makanan dari New South Wales dan Tasmania dengan memakai uang kas dari koloni. Akibatnya Australia Selatan mengalami krisis keuangan sehungga gubernur Gawler tidak bisa menjalankan kebijakan pembangunan apapun pada awal masa pemerintahannya. Sebagai solusi, Gawler memerintahkan para pekerja untuk membangun kemudahan umum menyerupai jalan, jembatan, dan dermaga. Gawler membayar mereka dengan sebuah surat perjanjian tertulis yang berfungsi sebagai alat tukar dalam transaksi keuangan. Para pekerja yang memegang surat tersebut sanggup memakai sebagai alat pembayaran pada took-toko materi makanan dan took tersebut dijanjikan sanggup menukarnya dengan uang bila menyerahkannya pada Dewan Komisaris. Namun Dewan Komisaris maupun pemerintah Inggris tidak bersedia membayar surat tersebut. Sementara kemelut keuangan belum terselesaikan secara tuntas, Gawler digantikan oleh gubernur gres yaitu George Grey pada bulan Mei 1841. [3]
Kegagalan Gawler mengakhiri pengawasan Dewan Komisaris. Suatu undang-undang gres berisi pembentukan pemerintah yang lebih baik lagi bagi Australia Selatan dikeluarkan pada tahun 1842. Undang-undang ini menempatkan Australia Selatan sama dengan koloni lain.
George grey mendapatkan koloni itu dalam keadaan gulung tikar Grey beropini bila tidak ada  sesuatu yang tidak sanggup dilakukannya dengan baik bila pemerintahan Inggris tidak bersedia membayar bills itu. Awalnya pemerintah Inggris tidak mau bertanggung jawab atas hutang-hutang pada masa pemerintahan Gawler, atas bujukan dan komitmen Grey mengakibatkan koloni itu berdiri sendiri. Akhirnya pemerintah Inggris membayar semua bills. Dalam usahanya membangun koloni Australia Selatan, Grey tertolong oleh inovasi tambang-tambang di Kapunda, pada tahun 1842. Sejak itu Australia Selatan bisa membiayai seluruh aktivitas dan komitmen Grey mengakibatkan koloni berswasembana telah terpenuhi. Pada tahun 1842 ditemukan ladang tembaga di wilayah Kapunda sehingga mendorong perkembangan ekonomi di wilayah Australia Selatan. Grey mengakhiri masa pemerintahannya di Australia Selatan ketika ia diangkat menjadi gubernur di New Zealand.
Pengganti dari gubernur Grey yakni Letnan Kolonel Frederik Robe Holt yang menjabat pada tanggal 25 Oktober 1845. Ia berusaha menegakkan peraturan yang menegakkan pemerintah Inggris terkait dengan hasil tambang mineral di Australia Selatan. Namun perjuangan ini ditolak oleh Dewan Legislatif Australia Selatan. Upaya yang dilakukannya untiuk memasukkan unsur agama dalam pemerintahan Australia Selatan juga ditolak Dewan. Tanggal 2 Agustus 1848 Frederik Holt dibebastugaskan dari jabatan gubernur jendral Australia Selatan kemudian bertugas di Mauritius.
Gubernur Jendral Australia Selatan selanjutnya dipegang oleh Sir Hendry Fox Young. Ia bertugas hingga tanggal 20 Desember 1854. Pada masa pemerintahannya untuk pertama kalinya Auatralia Selatan mempunyai DPR formal dengan nama south Australian House of Assembly dengan jumlah 36 anggota. Pada tahun 1851 Gubernur Jendral Young menunjukkan hadiah sebesar 2000 poundsterling kepada orang pertama yang bisa melintasi muara sungai Murray dengan kapal uap. Pada tahun 1853, Gubernur Young membangun rel kereta api untuk memudahkan transportasi dari pelabuhan sungai Goolwa menuju Port Elliot.
Gubernur selanjutnya yaitu Sir Richard Groves Mc Donnell menjabat mulai tanggal 8 Juni 1855 hingga 4 Maret 1862. Pada awal pemerintahan Gubernur Jendral Sir Richard Groves Mc Donnell menghadapi dilema pengangguran berjumlah 800 imigran yang semuanya wanita. Mc Donnell mengatasi dilema ini dengan membatasi jumlah pendatang wanita. Kebijakan lainnya yaitu pemisahan wewenang antara DPR dan Gubernur Jendral melalui sebuah konstitusi yang disetujui oleh DPR Inggris pada tanggal 24 Juni 1856. Melalui konstitusi ini wewenang Gubernur Jendral terkesan lebih kecil dibanding DPR namun telah sanggup menuntaskan dilema tumpang tindih dilema wewenang yang sebelumnya sering terjadi. Pada tanggal 4 Maret 1862, Mc Donnell mengakhiri masa jabatannya di Australia Selatan dan digantikan oleh Sir Dominick Daly. [4]
Sir Dominick Daly menjabat sebagai Gubernur Jendral Australia Selatan Sampai meninggal di Adelaide pada tanggal 19 Februari 1868. Sebelumnya Sir Dominick Daly pernah menjadi gubernur di Trinidad dan Pulau Prince Wdward. Tidak banyak catatan penting wacana masa jabatannya sebagai Gubernur Jendral Australia Selatan.
Gubernur Jendral selanjutnya yakni Sir James Fergusson yang memerintah hingga tanggal 18 April 1873, Sir James Fergusson berasal dari keluarga militer Inggris. Setelah mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur Jendral di Australia Selatan Sir James Fergusson bertugas sebagai Gubernur Jendral Selandia Baru. [5]
Gubernur Jendral ke sembilan yakni Sir Anthony Musgraye. Selama masa pemerintahannya, Sir Anthony Musgraye tidak banyak menciptakan kebijakan penting. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya yakni pengajuan peminjaman untuk pembangunan kereta api, kenaikan pajak, dan pengembangan pemukiman hingga ke pedalaman Australia Selatan. Musgraye mengakhiri masa jabatanya di Australia Selatan  pada tanggal 29 Januari 1877 dan digantikan oleh Letnan Jendral William Jervois.
Catatan terpenting selam pemerintahan Letnan Jendral William Jervois yakni keberhasilannya bersama Letnan Kolonel Peter Scratchley merancang sebuah sistem pertahanan koloni yang kemudian diterapkan secara luas di Australia dan Selandia Baru pada tahun 1877. System tersebut dikenal dengan system pertahanan Jervois- Scratchley. Jervois mengakhiri masa jabatannya di Australia Selatan pada tanggal 9 Januari 1883 dan digantikan oleh Sir William Robinson.
Masa kepe
mimpinan Sir William Robinson berlangsung hingga tanggal 5 Maret 1889, Sir William Robinson menerapkan reformasi pajak tanah pada tahun 1884 dan pada tahun 1886 menerbitkan makalah geografi Australia Barat dan Selatan, selain sebagai eksekutif kolonial, Sir William Robinson jyga seorang musisi berbakat yang menghasilkan beberapa karya dan dipercaya bisa menghibur penonton pada perayaan ulang tahun Ratu Inggris pada tahun 1887. Jabatannya sebagai pimpinan koloni Australia Selatan digantikan oleh Earl Kintore. Earl Kintore dihadapkan pada dilema yaitu pemogokan buruh tambamg yang terjadi tahun 1890 dan 1892. Earl Kintore menuntaskan dilema pada tahun 1893 melalui reformasi birokrasi. Earl Kintore mengakhiri masa jabatannya pada tanggal 1 April 1895 digantikan oleh Sir Thomas Buxton. [6]
Konflik dengan DPR yang merasa tidak dilibatkan oleh kerajaan Inggris mengakibatkan Buxton dan keluarganya berada dalam kesulitan ekonomi terhadap pengurangan honor dan penerapan pajak yang diterapkan oleh DPR terhadap keluarga Buxton. Thomas Buxton yakni seorang Humanis yang peduli terhadap hak asasi insan masyarakat Australia Selatan termasuk warga suku Aborigin. Pada masa pemerintahannya banyak dibangunfasilitas kesehatan untuk masyarakat. Sir Thomas Buxton digantikan oleh Lord Tennyson pada tanggal 29 Maren 1899.  Masa pemerintahan Lord Tennyson berlangsung hingga tanggal 17 Juli 1902, pemerintah koloni Australia Selatan melaksanakan kebijakan efisiensi keuangan. Sikap bersahaja yang ditunjukkan Lord Tennyson meninggalkan kesan baik ketika ia mengakhiri kesan jabatannya pada tanggal 17 Juli 1902.
Ketika pemerintahan Inggris mengeluarkan Australia Colonies Government Act, Australia Selatan juga mempersiapkan diri untuk menyusun pemerintah sendiri. Usaha tersebut dimulai semenjak tahun 1853, namun gres berlaku semenjak tahun 1856.
Daftar Pustaka :
[1]
[2] Siboro, J (1989). Sejarah Australia. Tarsito. Bandung. Hal : 90
[3]
[4] Andayani, Anik (2008). Sejarah Australia dan Oceania. UNIPRESS IKIP Surabaya. Surabaya. Hal : 84
[5]
                                    
[6] Siboro, J (1989). Sejarah Australia. Depdiknas IKIP Bandung. Bandung. Hal : 115