Letak Geograis Dan Sistem Pemerintahan Romawi

DELIMA CITRA SP/OI4 A
A.    LETAK GEOGRAFIS ROMAWI
            Romawi terletak di Semenanjung Alpenina (sekarang Italia). Batas – batasnya yaitu di utara yaitu Pegunungan Alpen,,di timur yaitu Laut Adriatik dan Laut Ionia, di selatan yaitu Laut Sicilia,  dan di barat yaitu Laut Tirenia serta Laut Liguri . Romawi yaitu sebuah kota yang selalu di sandingkan dengan Yunani, yang mempunyai relasi erat antara kedua kota ini. Romawi ialah peradaban dunia yang letaknya terpusat di kota Roma masa kini. Peradaban Romawi dikembangkan Suku Latia yang menetap di lembah Sungai Tiber. Suku Latia menamakan tempat tinggal mereka ‘Latium’. Latium merupakan daerah lembah

pegunungan yang tanahnya baik untuk pertanian. Penduduk Latium kemudian disebut bangsa Latin. Pada mulanya, di daerah Latium inilah bangsa Latin hidup dan berkembang serta menghasilkan peradaban yang tinggi nilainya. 

 Kota Roma yang menjadi pusat kebudayaan mereka terletak di muara sungai Tiber. Waktu berdirinya Kota Roma yang yang terletak di lembah Sungai Tiber tidak diketahui secara pasti. Legenda menyebut bahwa Roma didirikan dua bersaudara keturunan Aenas dari Yunani, Remus dan Romulus. “Menurut berita  lama, Roma didirikan oleh Remus dan Romulus pada tahun 750. Remus dan Romulus ini anak Rhea silva, turunan Aenas –seorang pendekar Troya jang sanggup melarikan diri waktu Troya dikalahkan dan dibakar oleh bangsa Jujani”
Orang-orang Romawi mempunyai doktrin terhadap dewa-dewa, mirip orang-orang di Yunani. Hanya saja dewa-dewa di romawi berbeda dengan di Yunani.
Sebelum itu, sekira tahun 492, Daerah Latium sebagai tempat berdirinya kota Roma dikuasai oleh kerajaan Etruskia, yang terletak disebelah utaranya hingga pada tahun 500 SM. Pada tahun 500 SM bangsa Latium memberontak terhadap kerajaan Etruskia dan berhasil memerdekaan diri serta mendirikan negara sendiri yang berbentuk republik. Maka semenjak itu, Roma menjadi republik dan kepala negaranya disebut konsul yang dipilih setiap tahun sekali. Konsul selain menjadi penguasa negara juga ketua senat dan panglima besar.
            Bangsa Romawi yang semula petani, sesudah mengalahkan penguasa Etruskia kemudian menjadi bangsa penguasa besar dengan manaklukan wilayah yang luasa hingga ke Laut Tengah. Bangsa yang semula petani ini kemudian menjadi masyarakat kapitalis dan materialis. Selain sebagai bangsa yang suka dengan perang bangsa Romawi juga mengumpulkan kekayaan sebagai modal usaha. Mereka membali ladang-ladang dan kemudian penggarapannya dilakukan oleh para budak yang didatangkan dari daerah-daerah jajahan.
           Dari segi geografis, Romawi merupakan daerah yang taktik di daerah bahari tengah, yang memungkinkan lahirnya perdagangan di daerah ini, ketika akan berdagang mereka memakai peta yang di gambarkan di gulungan kertas. Lembah pegunungan Apenina merupakan lahan subur dan dan cocok dijadikan sebagai lahan pertanian. Oleh alasannya yaitu itu, Bangsa Romawi hidup dari bercocok tanam menghasilkan gandum, jagung, anggur, dll. Di pegunungan Alpenina juga ditemukan banyak sekali tambang mineral.Karena letak Romawi yang di kelilingi Lautan dan gunung juga menghindari serbuan dari bangsa lain.
           Menurut mitos, Romawi kuno didirikan oleh 2 saudara keturunan Aenas dari Yunani yaitu,  Remmus dan Romulus pada kurun 8 SM ditepi sungai tiber.  Peradaban Romawi Kuno Banyak menerima imbas dari Yunani Kuno baik dalam bidang seni, sastra, filsafat, maupun budaya, mirip tradisi Etruscan yang mirip alfabet yang dipelajari dari peradaban yunani, kemudian bangsa roma mengembangkannya menjadi alfabet yang dikenal kini
B.     SISTEM PEMERINTAHAN ROMAWI
            Secara garis besar sejarah romawi kuno dibagi menjadi tiga, yaitu:
1.      Zaman Kerajaan (750-510 SM) yaitu Zaman ketika seorang raja didampingi oleh senate (wakil dari para suku di sekitar Roma)
2.      Zaman Republik (510-31 SM) yaitu Zaman Ketika Roma tumbuh dari negara kota kecil menjadi republik yang
luas.
3.      Zaman Kekaisaran (31 SM-476 M) yaitu Zaman Berkuasanya monarki.
Pada awalnya, Romawi dipimpin oleh raja yang dibantu oleh senat. Ketika Republik Romawi pertama kali didirkan pada 500 SM, raja diganti oleh dua orang yang disebut konsul, sedangkan senat tetap ada. Perempuan tidak diperbolehkan menjadi konsul. Kedua konsul memegang kendali atas pasukan, behak menyatakan perang, menentukan jumlah pajak, dan menciptakan hukum. Suatu keputusan harus disetujui oleh kedua konsul; kalau salah seorang menyampaikan “veto” (aku tolak), maka keputusan tidak jadi dilaksanakan. Konsul dibantu oleh senat sebagai dewan penasihat. Senat terdiri dari keluarga-keluarga kaya di Romawi. Perempuan tidak diperbolehkan menjadi anggota senat. Jabatan senator (anggota senat) merupakan jabatan seumur hidup. Kebanyakan konsul pada kesannya bergabung dengan senat, dan kebanyakan senator mempunyai ayah atau kakek yang dulunya juga menjabat di senat. Para konsul sering melaksanakan apa yang diusulkan oleh senat. Ada juga prefek di Romawi, mereka bertugas mengurusi kota, beberapa mengadili kasus, beberapa yang lainnya mengatur pasar atau pelabuhan. Selain itu, ada Tribunus, yaitu orang-orang di senat yang mewakili rakyat miskin. Tribunus dipilih oleh Majelis. Tribunus berhak memveto keputusan senat yang berkenaan dengan rakyat miskin. Sementara Majelis yaitu kumpulan yang terdiri dari para laki-laki cukup umur dan merdeka di Romawi. Mereka berhak menunjukkan bunyi kalau dimintai oleh konsul, mislnya harus pergi berperang atau tidak. Majelis juga menentukan konsul, prefek, dan senator. Namun Majelis sudah diatur sedemikian rupa sehingga orang kaya bisa lebih bnyak menentukan daripada orang miskin. Baik prefek, Tribunus, atau Majelis hanya boleh diisi oleh laki-laki.
            Setelah Romawi menaklukan banyak sekali daerah yang jauh dari kota Roma, mereka pun menerapkan sistem provinsi. Setiap provinsi dipimpin oleh gubernur. Gubernur memegang kendali atas pasukan di provinsinya. Gubernur biasanya berasal dari kalangan jenderal. Menjelang tahun 50 SM, yakni masanya Julius Caesar(meminpin di tahun 49 SM dan mati di tikam lima tahun kemudian), jendral-jenderal ini mulai mengambil alih pemerintahan dan mengabaikan senat serta konsul. Mereka bisa melakukannya alasannya yaitu mempunyai pasukan. Augustus, pada 31 SM, yaitu salah satu jenderal ini. Dia berhasil mendirikan suatu sistem baru. Lembaga senat dan jabatan konsul tetap disteruskan namun Augustus menyebabkan dirinya mempunyai kekuasaan tertinggi sehingga Augustus bisa memveto keputusan senat yang tidak ia sukai. Augustus juga memegang kendali atas pasukan sehingga ia bisa menyingkirkan orang yang menghalangi jalannya. Sistem ini, yaitu Romawi dipimpin oleh kaisar namun senat dan konsul tetap ada, terus berjalan selama 1500 tahun hingga kesannya Romawi runtuh yang di akibatkan oleh korup, lemah dan serangan dari perbatasan terutama inggris utara, jerman utara dan daerah yang bersahabat dengan bahari hitam.


C.     SISTEM KEPERCAYAAN
            Ketika kerajaan Romawi berdiri, doktrin masyarakat masih bersifat anisme
Bangsa Romawi memuja beberapa roh seperti: 
– Vesta yaitu roh pengurus api tungku
– Lares yaitu roh penjaga rumah tangga dan batas ladang keluarga
– Penates yaitu roh penjaga lumbung
            Peradaban Romawi juga menerima imbas besar dari peradaban Yunani termasuk doktrin yang bersifat Polytheisme. Bangsa Romawi juga menyembah dewa-dewa bangsa Yunani namun namanya diadaptasi dengan nama-nama Romaw

Tabel. Dewa-dewi yang disembah bangsa Romawi dan Yunani
            Mitologi Romawi yaitu kumpulan legenda Romawi wacana dewa-dewi Romawi yang berawal dan tersebar melalui tradisi lisan. Mitologi ini mempunyai persamaan dengan mitologi Yunani, terutama mengenai mitologi wacana para dewa.
1. Hercules
     Hercules yaitu tokoh dalam mitologi Romawi. Dalam mitologi Yunani ia dikenal sebagai Herakles.
2. Pluto
   Dalam mitologi Romawi, Pluto yaitu tuhan dunia bawah. Dalam mitologi Yunani ia disebut Hades.
3.Yupiter
 &nbs
p; Dalam mitologi Romawi, Jupiter atau Jove yaitu raja para dewa, dan tuhan langit dan petir. Dalam mitologi Yunani ia dikenal sebagai Zeus. Ia dipanggil Iuppiter (atau Diespiter) Optimus Maximus ( “Dewa Terbaik dan Terbesar”).
4.   Venus
     Venus yaitu salah satu yang populer dalam sejarah mitologi Romawi. Dewi ini diasosiasikan dengan cinta dan kecantikan, identik dengan Aphrodite dan Etruscan deity Turan dari mitologi Yunani.
5.   Mars
     Dalam mitologi Romawi yaitu tuhan perang, putra dari Juno dan Jupiter,suami Bellona, dan kekasih Venus. Dia yaitu tuhan militer yang utama dan disembah oleh legiun Romawi. Dalam mitologi Yunani, Mars dikenal dengan nama Hermes.
6.    Neptunus
Neptunus (bahasa Latin: Neptūnus) yaitu tuhan air dan bahari pada mitologi Romawi, saudara kandung Yupiter dan Pluto. Ia serupa, tetapi tidak sama dengan tuhan Poseidon dari Mitologi Yunani.
            Setelah lahirnya agama kristen, ditanah Judea yang merupakan wilayah kekaisaran Romawi maka agama yang gres ini mulai berkembang bahkan hingga di Roma sebagai pusat pemerintahan. Penyebaran ke arah barat dilakukan oleh Petrus dan Paulus. Penganut agama kristen semakin banyak terutama dari golongan budak (kaum tertindas).
            Para kaisar Romawi kemudian memerintahkan pasukannya untuk menindas penganut agama kristen Karena aliran agama kristen sanggup menggoyahkan sendi-sendi kekuasaan kaisar. Ajaran tersebut adalah: 
a. bersifat monotheisme sedangkan agama Romawi bersifat polytheisme,
b. menolak pendewaan kaisar,
c. menolak perbudakan, dan
d. menolak wajib militer dan berperang. 
Pada masa Kaisar Nero berkuasa, Ia tega membunuh ibunya sendiri, istrinya juga gurunya dan aben kota Roma serta menuduh bahwa orang kristenlah yang melaksanakan perbuatan itu sebagai alasan untuk menganiaya mereka
Berkaitan dengan doktrin itu berkembanglah bangunan pemujaan terhadap dewa-dewi mirip gedung Pantheon yaitu rumah tuhan bagi bangsa Romawi. Setelah agama kristen ditetapkan sebagai agama negara maka Roma kemudian menjadi pusat agama Roma Kristen dengan pemimpinnya yang disebut Paus serta dibangun gereja yang megah dikenal sebagai gereja Santo Petrus. 

            Dari doktrin Romawi di atas terdapat nama-nama tuhan yang juga digunakan untuk nama-nama planet di jagat raya. 

a) Yupiter,
b) Mars,
c) Mercurius
d) Venu
D.    PENINGGALAN KEBUDAYAAN
1.      Seni Bangunan
            Bangsa Romawi mempunyai keahlian yang tinggi dalam bidang seni bangunan-mereka telah menemukan sistem beton sehingga bangunan-bangunan mereka bertahan beberapa kurun dan sanggup ditemukan bekas-bekasnya sekarang. Peninggalan bangunan-bangunan Romawi itu antara lain:
· Puluhan kuil yang bertebaran di kota Roma
· Pantheon yaitu rumah tuhan bagi bangsa Romawi.
· Limes yaitu tembok pertahanan yang panjangnya puluhan kilometer, lebar 2,5 m dan tingginya 6 m
· Amphiteater dan Colloseum yaitu bangunan berbentuk stadion yang sanggup menampung ratusan ribu penonton. Bangunan itu berfungsi sebagai tempat untuk pertunjukan hiburan.
Masyarakat Romawi umumnya menyenangi hiburan. Pertunjukan yang diadakan di Collosium antara lain Chairot yaitu kereta perang yang ditarik oleh beberapa ekor kuda. Gladiator yaitu perkelahian antara insan dengan insan atau insan dengan hewan buas, ini terjadi pada tahun 75 M.
Bangsa Romawi juga menciptakan jalan raya yang dulunya merupakan jalan kampong, contohnya yang ada di Foss Way, East anglia, London ke Chester dll.
2. Seni Sastra
            Pada awalnya perkembangan karya sastra Romawi menerima imbas yang berpengaruh dari Yunani namun berangsur-angsur karya mereka menampakkan ciri khas Romawi.  Selain penulisan buku Aeneis karangan Vergelius dan karya Yulius Caesar berjudul De Bello Gallica masih banyak karya sastra yang dihasilkan oleh para pujangga Romawi kuno.

3. Ilmu Pengetahuan
            Dalam bidang ilmu pengetahuan bangsa Romawi meneruskan pengetahuan yang telah berkembang pada jaman Yunani kuno. Diantara para ilmuwan Romawi antara lain Galen, hebat dalam bidang obat-obatan, anatomi, dan fisiologi. Lucretius yang mengikuti jejak Epicurus.
           Bangsa Romawi lebih menekankan segi kepraktisan, bukan teori semata. Sumbangan bangsa Romawi di bidang kedokteran dan obat-obatan sangat besar bagi dunia sekarang. Mereka telah memakai radas kedokteran mirip pada gambar di atas. Radas kedokteran tersebut ditemukan di Pompeii, salah satu diantara 200 perkakas kedokteran untuk menyidik bab dalam ibu yang mengandung. Radas yang disebut spekulum ini mirip radas yang digunakan jaman sekarang.
           Pada gambar alat-alat bedah di atas yaitu alat-alat bedah antara lain jepitan (Tweezer). Para dokter berhasil melaksanakan operasi gondok, amandel, dan kerikil ginjal. Para dokter berhasil menolong kelahiran seorang bayi yang tidak sanggup dilahirkan secara normal yang disebut operasi caesar (disebut demikian alasannya yaitu pertama kali untuk melahirkan Yulius Caesar). Banyak istilah-istilah kedokteran kini yang memakai bahasa Latin.
           Pendidikan sangat diperhatikan yang mengajarkan wacana hukum, bahasa, pengetahuan obat-obatan, berpidato, patriotisme dan pendidikan jasmani sehingga lahirlah istilah “mensana in corporesano”. 
           Pada Zama Romawi sudah di kenal katrol yang di gunakan sebagai alat untuk menaikkan air yang di gunakan untuk keperluan irigasi, yang memakai kombinasi 16 Roda air di bersahabat Aries, di daerah bersahabat Prancis.
7.      Pemerintahan, Militer dan Hukum
           Tata pemerintahan Romawi tersusun rapi yang dijalankan dengan beberapa sendi sebagai berikut :
                 –pemerintahan sentralisasi, berpusat pada kaisar.
                 –pelaksanaan ketertiban dan keamanan secara ketat.
                  -komunikasi antara pemerintah pusat dengan daerah terpelihara dengan baik didukung oleh sarana dan prasarana yang baik.
                  -Hirarki dimulai di imperium-pretectur-dioceses-propinsi untuk mempertahankan kekuasaan atas wilayah yang sangat luas ditempuh siasat devide et impera yang kemudian banyak ditiru oleh bangsa-bangsa modern yang melaksanakan penjajahan contohnya Belanda di Indonesia.Bangsa Romawi bisa mengorganisir kekuatan militernya dengan rapi. Istilah-istilah yang digunakan itu masih dikenal dalam dunia militer hingga kini contohnya legiun, devisi, kavaleri, infantri dan lain-lain. Semangat bela negara yang disebut patria protesta ditanamkan sedini mungklin terhadap warga negaranya. Istilah tersebut bermetamorfosis kata patriot yang Anda kenal di Indonesia. 
            Di bidang aturan bangsa Romawi menunjukkan proteksi yang besar dalam menegakkan keadilan. Konsep bahwa semua orang sama di depan aturan serta adanya asas praduga tak
bersalah telah dikembangkan pada aturan Romawi kuno. Hukum Romawi adil dan manusiawi. Hukum Romawi berkembang melalui proses sejarah yang panjang semenjak pertengahan kurun 5 SM hingga lahirnya kitab aturan masa kaisar Yustinianus kurun 6 masehi. Kaisar Yustinianus mengkodifikasikan (membukukan) hukum-hukum Romawi dari kaisar-kaisar yang memerintah sebelumnya. Kodifikasi aturan itu disebut Corpus Yuris atau Codex Yustinianus. Codex berisi kumpulan aturan dasar atau konstitusi semenjak jaman Theodosius.
Selain Codex ada Pandect yaitu kumpulan pendapat para hebat hukum. Codex Yustinianus dijadikan dasar penyusunan Codex Napoleon yang dikembangkan lebih lanjut menjadi aturan modern hingga sekarang.
 Perbandingan antara peradaban Yunani dan Romawi :

1. Kehebatan bangsa Romawi dibandingkan dengan Yunani dalam seni bangunan yaitu Sistem beton
2. Peninggalan bangunan keagamaan yang mempunyai kesamaan fungsi untuk pemujaan di Yunani yaitu : kuil Partenon, Romawi : Pantheon 
3. Tembok pertahanan atau Limes mempunyai kesamaan fungsi dengan bangunan serupa di negara Cina
4. Colloseum yaitu Bangunan mirip stadion untuk banyak sekali pertunjukan dan hiburan misalnya: Gladiator, perkelahian singa dengan insan dan lain-lain
5. Wiracarita Aeneas karya Vergelius sanggup disetarakan dengan karya besar jaman Yunani berjudul Illiad dan Odyssal karangan Homerus 
6. Militerisme di Romawi mirip kehidupan militer di Yunani terutama Polis Sparta
7. Negarawan Yunani dan Romawi yang menyebarkan aturan yaitu Yunani: Solon dan Perikles, Romawi : Yustinianus


DAFTAR PUSTAKA
Bateman, graham. 2002. library of congress cataloging in publication data. Andromeda oxfort limited : hongkong halaman 19
Rika moniarti.2002. Sejarah Peradaban Kuno.Mitra sarana : Bandung halaman 37
Marshal, Anne. 2003. Era Bangsa-bangsa di dunia. Pakar Raya : Suka maju.
. Inovasi : Jakarta