Manfaat Gunung Berapi Bagi Kehidupan

Saat Mendengar Gunung Berapi apakah yang pertama kali muncul dalam benak anda Manfaat Gunung Berapi Bagi Kehidupan
Manfaat Gunung Berapi Bagi Kehidupan – Saat Mendengar Gunung Berapi apakah yang pertama kali muncul dalam benak anda? Apakah sebuah bom waktu yang suatu dikala akan meledak dan meluluh lantahkan segala aspek kehidupan ataukah sebuah anugerah yang di ciptakan oleh Sang Maha Pencipta demi kelangsungan hidup kita di muka bumi ini?. Mungkin sebahagian besar dari saudara beranggapan bahwa keberadaan gunung berapi hanya membawa bencana, tidak member laba dan hanya membawa ancaman, ketakutan dan rasa was-was yang kalau-kalau suatu dikala nanti gunung tersebut bakal meletus.

Tapi tunggu dulu saudara berfikiran tersebut, sebelum saudara berfikir jelek perihal si gunung api ini pertama marilah kita kenali dahulu mengapa Gunung Berapi di ciptakan oleh sang Khalik di bumi kita ini.

Di atas bumi terdapat puluhan bahkan ratusan gunung berapi, berada di segala penjuru bumi ini, ada yang terdapat di daratan dan ada pula jauh di dasar lautan. Lalu bagaimanakah terbentuknya gunung berapi?. Gunung berapi ini terbentuk ketika bumi menjadi hambar secara sedikit demi sedikit dan muncullah lipatan–lipatan yang membentuk struktur gunung berapi. Bayangkan saja jikalau gunung berapi itu tidak ada mungkin semenjak 3,5 milyar tahun kemudian ketika bumi mulai mendingin ia berusaha mengeluarkan gas untuk menjaga temperaturnya. Bila tidak dikeluarkan secepatnya bumi ini akan meledak dengan dahsyat alasannya yakni ada tekanan gas yang terus–menerus dan dalam jumlah besar di tubuhnya. 

Itu hanya salah satu dari keutamaan gunung berapi, keutamaan lainnya gunung berapi merupakan pasak raksasa dari bumi yang akar dari gunung berapi tersebut 10 – 15 kali lipat dari ketinggianya. Gunung juga berfungsi sebagai pasak untuk meminimalkan guncangan litosfer ketika bergerak.

Walaupun banyak korban nyawa dan materi namun meletusnya gunung berapi juga membawa segi positif bagi sebagian orang bahkan untuk seluruh bumi. Bencana geologis lainnya, menyerupai gempa bumi dan tsunami. merupakan proses Planet Bumi mencari keseimbangan gres untuk mempertahankan tekanan dan temperaturnya. Tujuan penting proses ini yakni untuk melindungi miliaran insan dari kepunahan, hingga waktu yang telah ditentukan oleh-Nya.

Adapun fungsi – fungsi dari gunung berapi secara keseluruhan yakni sebagai berikut :
1. Bertindak sebagai stabilizer, yaitu menjaga keseimbangan suhu antara permukaan dan perut bumi.
2. Merawat lapisan atmosfernya dalam jangka panjang, yaitu gunung berapi sanggup Mendinginkan (langit) atmosfer bumi dari kenaikan temperatur atmosfer bumi akhir peningkatan suhu matahari.

3. Bertindak sebagai jangkar atau rem gerakan lempeng bumi, yaitu menjaga pergerakan lempeng bumi biar tidak bergerak terlalu besar, alasannya yakni jikalau lempeng bumi bergerak tanpa adannya pembatas atau penghambat, maka permukaan bumi akan hancur, dan insan akan punah seketika.
4.  Penyubur makhluk tanah dan Bertindak sebagai tandon air di Planet Bumi, yaitu bahwa material-material yang dikelurkan oleh gunung berapi mengandung unsur hara yang sangat tinggi dan bisa bertahan dalam jangka waktu yang sangat panjang.
5. Membentuk rona gres di Planet Bumi, yaitu dengan meletusnya gunung berapi sanggup menawarkan penyegaran atau perubahan gres pada bentuk permukaan bumi.
6. Mendatangkan Hujan Orografis atau hujan Naik Pegunungan.
7. Bisa dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi.
8. Sebagai Objek Wisata.
9. Selain mengandung unsure hara yang berlimpah, material yang dimuntahkan oleh gunung berapi juga mengandung zat menyerupai balerang dan batuan granit.

Selain secara sains, keutamaan adanya gunung berapi ini juga dijelaskan di Al-Qur’an loh teman-teman.

Mengapa Alqur’an menginformasikan: “Dipancangkan Gunung supaya Bumi tidak mengoncangkan kamu”, padahal justru ditempat yang banyak terdapat gunung dan gunung berapi disitulah paling sering terjadi gempa bumi. Kali ini kembali kita kutip surah ke-16 (An Nahl), ayat 15 Al-Qur’an, dari Tafsir Rahmat oleh H. Oemar Bakri, halaman 513 yang bunyinya:

Dan Dia memancangkan gunung-gunung di bumi biar bumi itu tidak goncang (membahayakanmu. Dan Dia jadikan sungai-sungai dan jalan-jalan biar kau mendapat petunjuk (mencari rezekimu). QS,16:15

Pasak yakni menyerupai paku tetapi terbuat dari kayu (sumber: Kamus Besar Bahasa Indonesia – Balai Pustaka). Pasak umumnya ditancapkan dalam-dalam ke tanah. Maksud ayat tersebut bahwa gunung dijadikan Yang Mahakuasa SWT sebagai pasak, berarti ada pecahan gunung yang berfungsi sebagai pasak yang menancap dalam-dalam ke dalam tanah.

Penegasan Al Qu’ran ini sangat abnormal mengingat untuk memastikan adanya pecahan gunung yang berfungsi sebagai pasak diperlukan dua hal yaitu kemampuan membedakan antara materi pembentuk gunung dengan materi penyusun tanah, sehingga sanggup dibedakan mana yang tanah dan mana pecahan dari gunung yang tertancap ke dalam tanah, serta harus dilakukan pendeteksian ke kedalaman bumi hingga kedalaman tertentu. Kedua hal ini sulit dilakukan mengingat kemampuan peralatan eksplorasi di masa kehidupan Muhammad Saw tidak memungkinkan untuk melaksanakan penelitian tersebut.

Tetapi kini telah diakui oleh para andal geologi bahwa ternyata gunung mempunyai akar (mountain root) menyerupai jangkar yang menusuk masuk ke dalam bumi. Akar gunung ini (mountain root) mempunyai fungsi untuk menawarkan stabilitas dan keseimbangan kepada bumi ketika terjadi guncangan akhir pergerakan lempengan tektonik, sehingga bumi tidak sedemikian gampang untuk porak-poranda

Tugas utama gunung yakni sebagai pasak biar bumi tidak berguncang akhir tekanan gas-gas yang terbentuk di dalamnya semakin bertambah. Marilah kita kutip lagi surah Lukman, surah ke-31, ayat 10 Al-Qur’an, dari Tafsir Rahmat oleh H. Oemar Bakri, halaman 801 yang bunyinya:

Dia membuat ruang angkasa tanpa tiang yang kau lihat. Dan dipancangkan-Nya di bumi itu gunung-gunung menjadi pasaknya biar kau tidak bergoncang. Dan dikembang-biakkan-Nya segala jenis binatang. Dan diturunkan-Nya air hujan dari langit, lantas ditumbuhkan-Nya setiap jenis tumbuh-tumbuhan yang baik … QS,31:10

Kitab suci Quran yang diturunkan 15 era kemudian di Semenanjung Arab ternyata telah membicarakan mengenai gunung api dengan sangat sempurna sesuai dengan ilmu geologi dan vulkanologi era 20. Menurut Al-Qur’an, Yang Mahakuasa SWT membuat gunung yakni sebagai pasak bumi biar bumi tidak goncang (Surat An Naba’: 7). Sebab jikalau tidak ada gunung, maka bumi akan mengalami goncangan terus-menerus sehingga manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan di atasnya niscaya tidak akan sanggup bertahan hidup.

Perkataan ”pasak” dalam Al-Ouran bahwasanya mempunyai dua bagian, yakni berdasarkan bentuknya dan fungsinya. Jika berdasarkan bentuk, sebuah pasak lebih banyak bagiannya berada dalam tanah daripada pecahan di luar tanah. Jika berdasarkan fungsi, sebuah pasak berfungsi membuat biar barang yang ditancapi tidak bergerak-gerak; tidak bergoyang-goyang atau tetap pada tempatnya semula.

Demikian pula berdasarkan ilmu geologi modern. Ternyata pecahan sebuah gunung yang terlihat di luar hanya sebagian kecil saja yakni 1/3, sedangkan pecahan yang tertanam di dalam bumi mencapai 2/3 bagian. Kaprikornus sesungguhnya semua gunung yang kita lihat di dunia ini masih sangat kecil jikalau dibandingkan dengan pecahan gunung yang tertanam di dalam bumi.

Jadi sesungguhnya fenomena gunung es di Kutub Utara juga berlaku untuk gunung di daratan. Sesungguhnya seluruh pulau dan benua di dunia ini dalam keadaan ”mengambang” di atas cairan kental Basalt, yang berada puluhan kilometer di bawah kulit permukaan bumi. Kaprikornus bahwasanya insan di bumi hidup di atas cairan sangat kental yang dinamakan Basalt.

Karena setiap gunung mempunyai ”akar tunjang” yang masuk ke dalam kulit bumi, maka sesungguhnya akar tunjang gunung yang terpendam di dalam lapisan Basalt itu telah menahan lapisan benua atau kulit bumi dari banyak sekali gerakan atau goncangan dahsyat yang akan terjadi alasannya yakni efek tekanan dari dalam (endogen) atau tekanan dari luar (eksogen).

Terjadi keseimbangan tekanan pada kulit bumi. Kaprikornus alasannya yakni beratnya, sanggup diumpamakan sebuah gunung bagaikan jangkar berat yang dilabuh kan ke dalam lapisan Basalt daerah 7 benua di bumi termasuk Kutub Utara dan Selatan terapung di atasnya sehingga tidak sanggup bergerak lagi.

Jadi sesungguhnya keberadaan sebuah gunung api lebih banyak keuntungannya daripada madharatnya. Memang madharat-nya juga ada. Jika meletus, akan menjadikan korban jiwa. Kaprikornus jikalau kita tidak ingin mendapat mudharat atau dampak yang besar dari letusan gunung berapi tersebut, maka janganlah bermukim terlalu bersahabat dengan kaki gunung berapi.