Masalah Apartheid Di Afrika Selatan

Rada Dwiyani/S/EA
Apartheid berasal dari bahasa Belanda yang artinya pemisahan. Pemisahan disini berarti pemisahan orang-orang Belanda (kulit putih) dengan penduduk orisinil Afrika (kulit hitam). Apartheid kemudian berubah menjadi suatu kebijakan politik dan menjadi politik resmi pemerintahan Afrika Selatan yang terdiri dari program-program dan peraturan-peraturan yang bertujuan untuk melestarikan pemisahan rasial. “Secara struktural, Apartheid yaitu budi mempertahankan dominasi minoritas kulit putih atas lebih banyak didominasi bukan kulit putih melalui pengaturan masyarakat di bidang sosial budaya, politik militer dan ekonomi Kebijakan ini berlaku tahun 1948.”( http://www.pintarbaca.com)
Apartheid yaitu sebutan khusus untuk rasialisme di Republik Afrika Selatan.

“Apartheid merupakan gabungan antara praktik-praktik kolonial,superioritas rasial kulit putih,teologi kalvinis,dan Filantropi Paternalis yang mengajarkan bahwa setiap ras membawa panggilannya sendiri-sendiri,dan masing-masing ras tersebut harus memperlihatkan sumbangannya kepada kebudayaan dunia.”(Andri Karmidi,2008:93)
Relasi antar ras harus dibatasi sejauh mungkin,untuk memelihara kemurnian ras.masing-masing ras satu sama lain harus dipisahkan,agar semuanya hidup dan berkembang sesuai kepribadian dan kebudayaannya sendiri.
            Secara historis,politik Apartheid diberlakukan oleh pemerintah Afrikaner.yakni warga kulit putih keturunan Belanda yang sudah menetap di Afrika Selatan semenjak pendaratan VOC di Capetown tahun 1652. Politik ini memisahkan masyarakat kedalam 4 kelompok ras,yaitu kulit putih, kulit hitam, keturunan India,dan kulit berwarna.
     Kelompok masyarakat kulit putih,14% dari jumlah penduduk memperoleh          alokasi 87% tanah yang terbaik,bagian paling subur,dan menikmati taraf hidup yang tertinggi di dunia.Afrika Selatan kaya akan emas dan intan. Penduduk non-kulit putih tidak sanggup menikati kebebasan.mereka tak mempunyai kekuatan politik dan Kesempatan untuk menikmati pendidikan,sedangkan lapangan kerja sedikit sekali.seluruh system yang berjalan dipaksakan dengan kekuatan militer.semua dipisahkan/dibedakan sesuai ras/warna kulit.
Pemisahan ini dimaksudkan kulit putih untuk mengontrol kekayaan yang mempercepat industrialisasi dari 1950-an, 1960-an, 1970-an. Selama minoritas kulit putih menikmati standar paling tinggi di seluruh Afrika, seringkali dibandingkan dengan negara-negara barat dunia pertama, lebih banyak didominasi kulit gelap tetap dirugikan dalam setiap tingkat, mencakup pendapatan, pendidikan, rumah, dan tingkat impian hidup.Pada 31 Mei 1961, mengikuti referendum orang kulit putih, negara ini menjadi sebuah republik dan meninggalkan Persemakmuran (Britania). Ratu Elizabeth II tidak lagi menjadi kepala negara dan Gubernur Jenderal terakhir menjadi Presiden Negara. Apartheid menjadi kontroversial, mendorong kearah meluasnya hukuman internasional, divestasi dan kerusuhan serta penindasan dalam Afrika Selatan. Suatu periode panjang penindasan oleh pemerintah dan kadang kala dengan kekerasan, pemogokan, demonstrasi, protes, dan sabotase dengan memakai bom atau cara lain, oleh banyak sekali gerakan anti-apartheid yang diikuti terutama oleh Kongres Nasional Afrika (ANC).
Kelompok minoritas Eropa melaksanakan  diskriminasi sosial sebagai budi resmi pada tahun 1948.politik ini juga pernah dipermasalahkan oleh India didepan Majelis Umum PBB tahun 1946,namun tidak ditanggapi dengan serius.
“Perjuangan melawan Apartheid telah berlangsung lama.peristiwa yang turut memicu itensitas usaha yaitu kerusuhan di Sharpeville 21 maret 1960, dikala polisi menembak 69 orang kulit gelap dan sejumlah besar lainnya cedera.akibatnya Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi 134 yang menyerukan Afrika Selatan untuk meninggalkan budi rasialnya,namun resolusi ini tidak diindahkan.”(Andri Karmidi,2008:94)

Tindakan PBB terhadap Afrika Selatan dengan adanya politik Apartheid,antara lain sebagai berikut:
a)      Pada tahun 1962 Majelis Umum PBB membentuk Komite Khusus menentang Apartheid supaya situasi sanggup terus-menerus diikuti.
b)      Pada tahun 1963 Dewan Keamanan PBB menyerukan embargo senjata secara sukarela terhadap Afrika Selaten.
c) Pada tahun 1965 Dana Perwakilan PBB untuk Afrika Selatan dibuat untuk membantu korban Apartheid,termasuk mereka yang meninggalkan negeri itu.
d) Pada tahun 1968 Majelis Umum PBB mengenakan boikot budaya dan olahraga sehingga para seniman,aktor,olahragawan,dan lain-lain tidak sanggup tampil di Afrika Selatan,yang sebelumnya tahun 1964 telah ikut dalam Olimpiade.
e)   Pada tahun 1974 Embargo senjata terhadap Afrika Selatan,yang semula sukarela,menjadi hukuman wajib,dan keanggotaan Negara itu di PBB dibekukan.
Pada 16 Juni 1976 menjadi tragedy Soweto,yang merupakan perlawanan terhadap politik Apartheid.Tragedi Soweto diawali dengan demonstrasi murid-murid sekolah (kulit hitam) menentang pemakaian bahasa Afrikan (bahasa golongan Boer dikota Soweto). Koloni Belanda di Afrika Selatan disebut suku bangsa Boer,yang artinya petani.pada tahun 1814 tempat tersebut diberikan kepada Inggris, alasannya yaitu jasa Inggris dalam melindungi wilayah jajahannya(Pulau Jawa dari Perancis.)
Peristiwa tersebut menggoyahkan rezin kulit putih Pretoria dan semain memperkokoh gerakan anti Apartheid semenjak tragedy Soweto mulai memasuki usaha gres yang keras dan berdampak luas.gerakan anti Apartheid di Republik Afrika Selatan menerima dukungan berpengaruh dari Dunia Internasional.pada umumnya Dunia Internasional mengutuk perilaku dan tindakan rezin Proteria.Dikota-kota besar dunia,misalnya New York,Canberra,Paris,London beribu-ribu orang turun kejalan berdemonstrasi menentang Apartheid.
Inggris dan kelompok-kelompok Negara persemakmuran berusaha menuntaskan konflik di Republik Afrika Selatan dengan cara damai. Tetapi syarat-syarat ekonomi dan militer yang dimiliki gerakan perlawanan Republik Afrika Selatan dan Negara-negara garis depan tidak mendukung berlangsungnya usaha yang mandiri.oleh alasannya yaitu itu,uluran tangan dari pihak luar sangat  m
enentukan situasi Republik Afrika Selatan, Khusunya proteksi dari Negara-negara Barat biar menekan rezin Pretoria untuk membuka perundingan.
Perundingan-perundingan dengan Mozambik akhirnya mencapai persetujuan untuk mengakhiri bentrokan diantara kedua belah pihak. Perundingan tersebut menghasilkan persetujuan Nkomati,yang ditandatangani oleh Pieter Botha dan Samora Mareal, Presiden Mocambique,tahun 1984.
Persetujuan mengikat kedua Negara untuk tidak membiarkan wilayah masing-masing sebagai basis acara saling menyerang dan merongrong acara dua Negara. artinya Mozambik harus mencegah African Nationan Congress(ANC)menggunakan daerahnya untuk menyerang Republik Afrika Selatan,sebaliknya Republik Afria Selatan harus mengakhiri bantuannya kepada gerakan pemberontakan Mozambi National Resistance(MNR).
Pada tahun 1983 diumumkan Undang-Undang Dasar gres yang berlaku mulai tahun 1984.baerdasarkan Undang-Undang Dasar gres tersebut diadakanlah penyusunan kembali parlemen,yang terbagi dalam tiga dewan,yaitu:
1.      Sidang Majelis Kulit Putih
2.      Dewan perwakilan Kulit Berwarna(Indo)
3.      Badan Perutusan Asia
Golongan kulit hitam tidak menerima tempat didalam Undang-Undang Dasar yang gres tersebut.parlemen hasil perundang-undangan berhasil menentukan P.W.Botha sebagai kepala Negara dengan kekuasaan konstitusional yang sangat luas,termasuk kekuasaan sebagai perdana menteri.PBB mengutuk Undang-Undang Dasar gres ini,yang mengucilkan kulit hitam.
Perlawanan besar terhadap politik Apartheid dilakukan oleh Kongres Nasional Afrika (African National Congress/ANC) dibawah pimpinan Nelson Mandela.perjuangan ANC mencapai hasil tahun 1990 dengan dibebaskannya Nelson Mandela oleh presiden F.W.de Klerk dari penjara.jalan terbaik dan paling tenang menuju abolisi Apartheid dan penciptaan satu  Afrika Selatann yang gres yaitu dengan jalan bekerja sama.
Dengan proteksi PBB pada tahun 1992,Dewan Keamanan PBB mengeluarkan dua resolusi(765 dan 772),yaitu pembentukan utusan khusus (Misi Pengamat PBB) di Afrika Selatan yang akan memperlihatkan laporan,memberikan wewenang,dan memantau pemilihan umum untuk menjamin bahwa pemilu berjalan dengan lancer dan adil.”Pada tanggal 23 Juni 1994,Afrika Selatan menempati kursinya kembali di majelis umum PBB.”(Andri Karmidi,2008:98)
Daftar Pustaka
Karmidi ,Andri.2008.Sejarah Afrika.Pekanbaru:Cendikia Insani.