Misteri Ke-Ummi-An Nabi yang Tidak Bisa Membaca dan Menulis

Inilah Misteri Ke-Ummi-An Nabi Muhammad, PintarBaca.Com – Keberadaan Nabi muhammad yang  tidak bisa membaca dan menulis disebut Ummi.  Dalam buku-buku sejarah tentang Rasulullah beliau selalu dilukiskan sebagai seorang yang ummi.   Para sejarawan dan ahli tafsir menjelaskan makna kata Ummi sebagai buta huruf atau tidak mempunyai kemampuan membaca dan juga menulis.
Memang Rasulullah pernah bersabda, yang artinya :
 Sesungguhnya kita adalah umat yang ummi tidak pandai membaca dan berhitung
Keadaan yang berkembang di masyarakat Arab utamanya suku Quraisy di masa nabi adalah tradisi menghafal.   Para penyair Arab yang mahir dalam mengolah kata menjadi puisi, mereka lebih senang menghafal puisi yang mereka gubah dari pada mengabadikannya dalam bentuk tulisan.
Konon Seorang penyair pernah tertangkap basah oleh sejawatnya sedang menuliskan puisi-puisinya.   Dia kemudian mohon dengan sangat agar sejawatnya itu tidak memberitahu orang lain apa yang telah dia lakukan.  karena kalau orang atau masyarakat luas tahu, maka itu dianggab aib bagi dirinya.
Jadi, kemampuan menghafal waktu itu dianggap lebih unggul dari pada bisa membaca.   Sehingga tidak heran kalau ada seorang penyair yang bisa menghafal sampai 10.000 baris puisi.
Kata Umi mempunyai akar kata um ( hamyah dan mim) yang artinya adalah ibu. Lalu apa kaitannya  ibu dengan tidak mempunyai kemampuan menulis dan membaca ?
Inilah uniknya bahasa Arab yang berkelas karakteristiknya tidak dimiliki oleh bahasa-bahasa lain di dunia.   Orang yang tidak mempunyai kemampuan menulis dan membaca disebut Ummi karena dia seolah-olah baru lahir baru dilahirkan oleh ibunya. Jadi, seorang bayi pastilah masih steril dari berbagai pengaruh.   Begitu juga seorang yang ummi dia juga terbebas dari pengaruh-pengaruh yang buruk.
Baca Juga :
Akhlak Nabi dalam Menerima Kekalahan
Akhlak Rasulullah dalam menyikapi Kemenangan
Dalam sejarah kita memang diyakinkan, bahwa Rasulullah tidak pernah belajar membaca ataupun di dalam surat Al a’raf yang artinya :
Katakanlah (Ya Muhammad)  Hai Manusia ! Sesungguhnya Aku Adalah Utusan Allah Kepadamu , Yaitu Allah Yang Mempunyai Kerajaan Langit Dan Bumi, Tidak Ada Tuhan Yang Berhak Disembah Selain Allah,  Yang Menghidupkan Dan Mematikan.  Maka Berimanlah Kamu Kepada Allah Dan Rasul-Nya,  Nabi Yang Ummi Yang Beriman Kepada Allah Dan Kepada Kalimat-Kalimat-Nya Dan Ikutilah Dia, Supaya Kamu Mendapat Petunjuk.   (Q.S Al-a’raf 7 ayat 158)

Mengapa nabi muhammad dikatakan ummi ?

Allah sendiri memerintahkan agar Nabi Muhammad menyuruh seluruh manusia dan terus terang menyatakan bahwa beliau adalah Nabi Yang Ummi.   Nabi yang tidak bisa membaca dan tidak pula bisa menulis.   Tidak pernah membaca literatur berupa kitab-kitab Allah terdahulu juga tidak pernah menulis Kitab atau menulis apa saja.
Tuntu saja bagi kalangan yang membenci Islam dan Nabi Muhammad kenyataannya di atas agak aneh dan tidak bisa diterima akal sehat.   Mereka mengajukan pertanyaan yang meragukan Bagaimana mungkin, seorang Muhammad yang katanya keturunan bangsawan dan orang yang terpandang tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis.
Sedangkan sahabat-sahabat yang seangkatan bersama dengan beliau, semua bisa membaca seperti halnya Abu bakar Usman bin Affan dan lain sebagainya.
Apalagi ayat Alquran yang pertama kali turun Kepada beliau adalah perintah untuk membaca Iqro.
Apakah malaikat jibril tidak tahu kalau Muhammad itu tidak bisa membaca ? Kalau tahu mengapa pula dia tetap menyuruh Muhammad untuk membaca ?
Itulah sebagian dari sekian banyak pertanyaan yang bertujuan untuk menggoyahkan keyakinan umat Islam akan kebenaran Risalah Nabi Muhammad. Mereka juga bertanya Mengapa orang yang tidak bisa membaca dan menulis dikatakan sebagai Uswatun Hasanah atau teladan sempurna dalam hal kepribadian.   Apanya yang layak dicontohkan dari orang yang tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis ?
Ya, Tidak urung pertanyaan-pertanyaan kritis bernada gugatan itu mengusik ketenangan kita.   Dan kita tidak mungkin menjawab semua.  Terserah Allah.  Tidak !  Mereka tidak akan puas dengan jawaban seperti itu.
Namun kita juga tidak akan berusaha memberikan penjelasan yang masuk akal dalam masalah ini hanya untuk menyenangkan dan memuaskan logika mereka.
Sebab bagi mereka sama saja di beri penjelasan maupun tidak, mereka tetap tidak akan beriman.   Meskipun bagi kita ke Umminya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah sebuah mukjizat luar biasa.
Hikmah dari ummi nya nabi muhammad saw tidak bisa membaca dan menulis  
Allah Subhanahu Wa Ta’ala sendiri yang menegaskan bahwa sekiranya Nabi Muhammad mereka dapati pernah membaca atau menulis. Pasti mereka akan semakin ingkar.
Alquran yang dibawa oleh Nabi memiliki banyak sekali informasi tentang ilmu pengetahuan dan sains . meskipun dia bukanlah kitab sains.
Dari mana Nabi Muhammad mengetahui rahasia sains yang baru terungkap di masa kita kalau bukan dari Allah Tuhan semesta alam.
Meskipun sudah diketahui Nabi Muhammad tidak bisa membaca dan menulis, tapi para pembenci Islam dan Nabi Muhammad masih tetap menuduh bahwa Alquran adalah karya beliau.
Menurut Mereka yang kafir Alquran ditulis oleh tangan kiri Muhammad, karena beliau adalah seorang yang kidal. Begitu mereka berusaha meyakinkan bahwa Muhammad Bukan Nabi.
Para ilmuwan sejarawan orang-orang yang hatinya terbuka dari kalangan non muslim sekarang ini mengakui ke-ummi-an Nabi Muhammad sebagai sebuah mukjizat yang luar biasa.
Betapapun cerdasnya seseorang,  dia tidak akan mungkin bisa membuat kitab seperti Al-quran.   Ini artinya kalaupun Nabi Muhammad adalah seorang yang sangat cerdas, dia tetap tidak akan mampu menggubah kalimat-kalimat Agung dan hebat setara dengan Alquran.
Karena kalimat-kalimat dalam Alquran memang bukan dari manusia melainkan dari Allah.  Alquran memang berisi firman-firman Allah Azza wa Jalla. Ya Allah jadikanlah kami sebagai orang yang beriman sempurna untuk selama-lamanya. Aamiin. Referensi : Sehat holistik ala rasulullah oleh Dr. Haji baliantono dkk.
Baca JugaAkhlak Mulia Rasulullah Terhadap Non Muslim
 

Leave a Reply

Your email address will not be published.