Nafkah Suami Untuk Kebutuhan Hidup, Bukan Untuk Gaya Hidup

Sahabat Pintar, Salah satu kewajiban suami yaitu menafkahi keluarganya, dalam hal ini yaitu anak dan istrinya.
Bila suami tidak memenuhi kewajibannya, istri berhak mengambil harta suami secukupnya.
Hal itu sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW, “Seseorang cukup dikatakan berdosa jikalau ia melalaikan orang yang ia wajib beri nafkah.” (HR. Abu Daud : 1692).
Namun apabila suami tidak memperlihatkan nafkah, sedangkan si suami masih menyimpan harta, maka istri boleh mengambil hak atas nafkah tersebut untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Perhatikan hadits berikut.
Dari Aisyah RA, bahwa Hindun binti ‘Utbah berkata: “Wahai Rasulullah, sebenarnya Abu Sufyan (suamiku) seorang pria yang bakhil. Dia tidak memberi (nafkah) kepadaku yang mencukupi saya dan anakku, kecuali yang saya ambil darinya sedangkan dia tidak tahu”. Maka ia bersabda: “Ambillah yang mencukupimu dan anakmu dengan patut”.(HR Bukhari : 5364 dan Muslim : 1714).
Sahabat Pintar, menurut hadits tersebut, istri berhak atas harta suami hanya secukupnya. Maka, untuk tuntutan nafkah pun dihentikan berlebihan. Bukan untuk gaya hidup mewah, tapi hidup sesuai kebutuhan.  Semoga menjadi pengingat dan bermanfaat / Sumber : islampos.com