Pembentukan Koloni Victoria Sampai Pemisahan Distrik Port Philip (Victoria) Dari New South Wales

SUNDARI EKA DEWI / SA
Victoria yaitu negara pecahan terkecil di Australia, tetapi merupakan negara pecahan kedua terpadat penduduknya. Ibu kota nya yaitu Melbourne yang merupakan kota cosmopolitan kedua terbesar sehabis Sydney. Kota ini pernah menjadi ibu kota Australia tahun 1901 hingga 1927. Dengan perpaduan gedung bergaya Victoria dan gedung pencakar langit yang modern, di tahun 2010 kota ini menerima peringkat nomor 3 dunia “The World’s Most Liveable Cities” (kota paling nyaman untuk ditinggali) dari The Economist.
Iklim di negara pecahan ini berkisar 15°C-30°C; dengan cuaca yang susah ditebak, negara pecahan ini mempunyai julukan Kota dengan 4 musim dalam 1 hari.
Perkembangan koloni victoria di Australia ,pada tahun 1802 kapal Lady Nelson dibawah pimpinan letnan Murray memasuki teluk Port Philip dan semenjak kedatangan letnan Murray inilah wilayah ini disebut distrik Port Philip yang sebelumnya wilayah ini termasuk wilayah New South Wales.
Pada tahun 1803 letnan colonel Collins ditugaskan untuk membuka kawasan pemukiman gres di Sorento di teluk Port Philip. Namun pemukiman ini hanya didiami beberapa bulan oleh colonel Collins sebab tidak memenuhi syarat untuk didiami dan mereka pindah ke kawasan Tazmania. Dan kawasan ini tidak digubris oleh pemerintahan New South Wales selama 30 tahun. [1]          
Pada tahun 1830 letnan Kolonel david Collins ditugaskan memimpin sekelompok narapidana dan militer untuk membentuk permukiman gres di Sorento, diteluk Port Philin. Namun beberapa bulan kemudian Collin meninggalakan permukiman gres itu dengan alasan derah itu tidak memenuhi syarat sebagai temapt permukiman, ketika mayor Mitchel dalam perjalan Eksplorasuinya memasuki teluk Portland dalam tahun 1836, ia terkejut sebab disana sudah ada oarang kulit putih yang tinggal menetap, mereka yaitu Henty bersaudara yang merupakan anak Thomas Henty. Selain Henty bersaudara berusaha menetap di teluk Portland, dua orang dari Launceston, J.T. Gillbrand dan Jhon Batman telah mengajukan permohonan kepada gubenur Darling untuk diberi Grant tanah di Wasterport. Mendengar dongeng Henty bersudara mendorong Batman untuk memeriksa derah Port Philip, namun usahanya itu belum menerima ijin dari New South Wales sehingga ia membuka permukiman di kawasan sungai Yarra erat lokasi kota Melbourne. [2]
Tahun 1834 Batman bergabung dengan teman-temannya membentuk sebuah kongsi kemudian mengirim sebuag ekpedisi untuk memeriksa kawasan Potr Philip. Dalam ekpedisi ini mereka berhasil memperoleh 600.000 arce lahan yang dibeli dari kapal-kapal suku penduduk asli. Selain kelompok Batman masih ada kelompok lain yang berambisi untuk membuka permukiman gres di Potrland, kelompok ini dipimpin oleh John Pascoe Fawker. Fawker membeli sebuah kapal yang diberi nama Enterprice kemudian melaksanakan penyelidikan di Portland. Batman melihat kelompok ini meruopakan ssinagn mereka dan memperingatkan mereke karea telah melanggar atas tanah yang dimiliki batman, namun persinagan ini tidak menjadi hal yang serius, kelompk Fawker kesudahannya menetap disuatu tenapt yang kini dikenal dengan nama Melboume. Kelompok batman dan Fawker akhrinya dianggap “squetters” atau penghuni liar kareana pendudukan kawasan Port Philip atas kemauan kolonis sendiri tanpa persetujuan dari gubenur New South Wales.
Pada awal tahun 1835, gubenur bersama Legeslatif Council New South Wales mengeluarkan suatu undang-undang yang menyatakan penduduk atas tanah pemerintah dengan cara bertempat tinggal dan membangun rumah diatasnya tanpa ijin resmi, dianggap pelanggaran hukum. Dalam bulan Mei 1836 Bourke mengirimkan George Stuart, seorang hakim polisi dan Kapten William Lonsdale pada bulan agustus ke Distrik Port Philip untuk memeriksa kehidupan masyarakatnya dan dalam bulan maret tahun 1837 Bourke mengunjungi tempat permukiman yang sedang bertumbuh di Port Phillip tersebut. Bourke beropini bahwa wacana isu terkini pengembangan nampaknya tidak sejelas wangsit Lonsdale dan Batman. Bourke menyampaikan bahwa Gellibrand’s Point mempunyai posisi yang lebih penting daripada yang lain. Lonsdale terus mempimpin Distrik Port Phillip hingga tahun 1839, dan kesudahannya diganti oleh C.J. Latrobe yang ditunjuk sebagai pengawas dan mewakili gubernur New South Wales. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengawas terbukti bahwa ia yaitu seorang pejabat yang penuh dengan semangat. Tuntutan Batman bahwa tanah yang dimiliki oleh asosiasinya yaitu sah atas dasar jual beli dengan kepala – kepala suku penduduk asli. Tentu saja tidak diakui oleh pemerintah. Port Phillip Association yang dipimpin oleh Batman berjuang dengan sekuat tenaga semoga tuntutan mereka diakui. Akhirnya pemerintah New South Wales mengakui hak kepeloporannya asosiasi ini senilai £7.000 yang akan dibayar dengan tanah. Batman sendiri tidak usang hidup. Ia meninggal dalam tahun 1839. Sekalipun tuntutannya diakui oleh pemerintah dalam wujud kepeloporannya . [3]
Sejarah Distrik Port Philip tahun 1839 hinggga tahun 1851 memeperlihatkan kemakmuran dan perlusan kawasan yang mantap. Kemajuan besar tampak pada industri peternakan biri-biri dan golongan penduduk yang pertama yaitu squatters. Biasanya para peternakan tidak membeli tanah dari pemeraintahan, mereka menyewanya tanah-tanah yang dibeli sebagian besar terletakdisekitar Malbourne, dan pemeraintahan telah mendapatakan sejumlah besar uang dari hasil penjualan  tanah itu. Akan tetapi sebgaian besar  uang hasil penjualan tanah mengalir ke Sydney. Penduduk Disrtik Port Philip menghendaki semoga uang itu dipakai untuk kepentingan kawasan Port Philip itu sendiri. Keinginan penduduk ini pada hakikatnya merupakna refleksi dari New South Wales yang berpusat di Sydney. Penduduk Port Philip mrmrnadang Syyney sebgai lamabang yang hanya mena
warkan keawajiban kepada mereka. Bagi mereka dari Sydney-lah datangnya pengabaian teransaksi jual beli tanah anatara Bataman dengan penduduk asli. Dari Sydne jugalah kelaur atauran bahwa mempunyai tanah harus membayarnya. Penduduk Potr Philip tidak mempuanya bunyi dalam pemerintahan Sydney, benar di Sydney ada legeslatif caoncil tetapi didalamnaya tidak ada orang yang bersal dari Port Philip. Seirama sengan peranan  ini  maka pada tahun 1840 penduduk Port Philip meminta kepada pemerintahan inggris semoga Distrik Port Philip dipisahkan dari New South Wales. Pemerintahan Inggris menjwab tuntutan ini dengan mengubah jumlah legeslatif cauncil sebgaimana ditetpkan bahwa jumlah legeslatif cauncil di New South Wales diubah menjadi 36 orang; 24 orang yang dipilih dari rakyat dan 12 diangkat oleh gubenur. Dari 24 orang itu, 5 orang dipilih oleh rakyat di Distrik Port Philip dan 1 orang dipilih oleh rakyat di Melbourne saja.
Bagi rakyat Port Philip perubahan jumlah anggota legeslatif council serta hal mememilih 6 dari 24 anggota itu, tidak memberi kepuasan. Sydney jauh dari tempat tinggal mereka, dan tidak ada alat komunikasi yang teratur yang menghubungkan antara Sydney dengan Port Philip. Untuk semnetara mereka menentukan orang yang tinggal di Sydney untuk mewakili mereka dalam legeslatif caouncil, sedangkan bagaimana keadaan mereka bahwasanya dan apa yang mereka kehendaki, tidak seluruhnya diketahui oleh orang2 yang mewakili mereka itu. Dengan demikian rasa tidak puas semakin berkembang.
Akhirnya dengan Australian Colonies Goverment Act tahun 1850, Distrik Port Philip dipisahlan dari New Sauth Wales, namanya diubah menjadi Victoria. Secara resmi Victoria menjadi koloni yang berdiri sendiri pada tanggal 1 juli 1851. Sama dengan New South Wales, Victoria pun mempunyai Lageslatif Council sendiri.
Setelah resmi berpisah dari New South Wales, Victoria berkembang lebih pesat lagi, semenjak ditemukanya emas di Bendigo dan Ballarat. Penemuan emas ini memrupakan kejadian yang menentukan juga bagi perjalanan emas sejarah Victoria. Ratusan ribu penduduk tertarik memasuki Victoria dan kejadian ini disebit sebgai ” Gold Rush”. Dan hal ini mengnatrkan Victoria ketingkat kesejahteraan yang lebih tinggi meletakan basis untuk perkembangan indusrti di kemudian hari. Hasil ekspor emas menghasilkan cukup dana untuk membangun industri Victoria. Pemerintahan Inggris berusaha membantu perkembangan Victoria dengan melksanaka politik Proteksi.
Dan efek dari Gold Rush ini adlah naikanya harga makanan akhir melonjaknya jumlah penduduk. Sebelim tahun 1851, sebagaianbesar tanah penduduk besar Victoria dipakai untuk peternakan biri-biri. Naiknya permuntaan makanan pada tahun-thaun berikutnya merangsang apertumbuhanpertanian di Malbourne. Para petani mendapapat laba diladang emas, namun ketika penmabnagan emas mulai menurun atau habis, penduduk yang tadi berkerja sebagai sebgai penggali emas harus mendpat perkerjaan lain. Banyak diantara mereka yang menghendaki ladang-ladang pertanian kecil dan dengan demikian ada tanah-tanah yang harus dialihkan dari padang penggembalaan  menjadi tanah pertanian.
Penfalam Victoria dibawah pemerintahan New South Wales mengakibatkan untuk beberapa dikala lamanya rakyat Victoria kurang menyengangi New South Wales. Sebaliknya di New Saouth Wales pun berlembang kuarang menyengani Victoria, juga berkembang. Perasaan membenci ini ini sesungguhnya mengakibatkan kerugian dibela pihak, terutama dibidang ekonomi. Kedua pihak saling mnegenakan pajak terhadap barang yang tiba dari koloni lain. Dengan demikian bukan kolaborasi ekonomi yang timbul, melainkan perang ekonomi.
Portus (1957) menyampaikan bahwa kekerabatan ibarat ini biasanya disebut ” inter-coloni jealosy”. Keadaan ibarat ini berlangsung kurang lebih dari 50 tahun, semuany bersumber pada pengalaman rakyat Victoria pada tahun 1840-an yang merasa diperlakukan tidak adil oleh pemerintahan Sydney. Namun keadaan yang tidak menguntungkan kedua bela pihak itu berakhir ketika mereka gotong royong dengan koloni-koloni lain bersepakat membentuk federasi.[4]
Dampak dari terbentuknya koloni Victoria. Masalah utama yang dihadapi Victoria pada permulaan koloni yaitu penghuni liar atau Squatters, para penghuni liar ini masuk ke teluk Portland dengan cara illegal sebab tidak menerima persetujuan dari pemerintah Inggris. Dengan berdirinya koloni-koloni tasmania, Queensland, Australia Barat, Australia selatan, dan victoria maka lengkaplah penguasaan inggris atas benua australia[5].
Daftar Pustaka :
[1]  Channel, Richard H. 1992. Budaya dan Politik Australia, diterjemahkan oleh Sujinah Harlinah, Ismu. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
[2]. Siboro, J. 1989. Sejarah Australia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
 [3] J.Siboro,1996. Sejarah Australia.Taristo, Bandung.
 [4] D, Kolit, 1974. Sejarah Australia dan Selandia Baru. Nusa Indah
[5]