Sejarah Pendidikan Islam Sebelum Kedatangan Bangsa Barat (Eropa)

Pendidikan Islam Di Indonesia

A.    Pengertian dan Pentingnya Pendidikan

·      Arti Pendidikan (paedagogie)

Dalam pendidikan dikenal dua istilah yaitu paedagogiek dan paedagogie, dimana maknanya berlainan yaitu paedagogiek (ilmu pendidikan) yang menitikberatkan kearah pemikiran permrnungan wacana pendiddikan, menyerupai sistem pendididkan, tujuan pendidikan, sarana dan prasarana dalam pendidikan atau teori. Sedangkan paedagogie (pendididkan) yang menitikberatkan pada praktek yang menyangkut proses berguru mengajar.

Arti pendidikan(paedagogie) secara etimologi berasal dari bahasa yunani, terdiri dari 2 kata yaitu PAIS (Anak) dan AGAIN (Membimbing) jadi dengan demikian paedagogie  dapat diartikan sebagai bimbingan yang diberikan kepada anak.

Arti pendidikan juga banyak di kemukakan oleh parah andal diantaranya:

1.             GBHN

Pendidikan ialah perjuangan dasar utuk membuatkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup.

2.             Ki Hajar Dewantara

Mendidik ialah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada bawah umur semoga mereka sebagai insan dan sebagai anggota masyarakat sanggup mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.

3.             John Dewey

Pendidikan ialah proses pembentukan kecakapan-kecakapan mendasar secara intelektuan dan emosional kea rah alam dan sesame manusia.

4.             Rousseau

Pendidikan ialah member kita perbekalan yang tidak ada pada masa anak-ana, akan tetapi kita membutuhkannya pada waktu dewasa.

·      Pentingnya Pendidikan dan Ilmu Pendidikan

Ø Pentingnya Pendidikan

Pentingnya pendidikan dilihat dari 3 segi (sudut pandang) yaitu bagi anak, orang tua, Di sini akan diuraikan segi-segi pendidikan itu:

1.             Segi Anak

Anak ialah makhluk yang selalu tumbuh, oleh lantaran itu pendidikan penting sekali kerena semenjak bayi belum sanggup berbuat sesuatu untuk kepentingan dirinya, baik untuk mempertahankan hidup maupun merawat diri semua kebutuhan tergantung pada orang tua.           Sehingga pendidikan sangat berkhasiat untuk memperoleh kepandaian, keterampilan, dan pembentukan perilaku dan tingkah laris sehingga lambat laun sanggup berdiri sendiri yang semuanya itu memerlukan waktu yang cukup lama.

2.             Segi Orang Tua

Pendidikan ialah lantaran dorongan orang bau tanah yaitu hati nuraninya yang terdalam yang memiliki sifat kodrati untuk mendidik anaknya baik dalam segi fisik, sosial, emosi, maupun intelegensinya semoga memperoleh keselamatan, kepandaian, semoga menerima kebahagiaan hidup yang mereka idam-idamkan, sehingga ada tanggung jawab adab atas hadirnya anak tersebut yang diberikan oleh Allah Yang Maha Kuasa untuk sanggup dipelihara dan di didik dengan sebaik-baiknya.

Ø Pentingnya Mempelajari Ilmu Pendidikan

Pentingnya mempelajari ilmu pendidikan sanggup dijelaskan sebagai berikut:

1.             Untuk Pengembangan Individu

Manusia sebagai makhluk berbudaya sanggup membuatkan dirinya sedemikian rupa sehingga bisa membentuk norma dan tatanan kehidupan yang didasari oleh nilai-nilai luhuruntuk kesejahteraan hidup, baik perorangan maupun kehidupan bersama.

2.             Bagi Pendidik Pada Umumnya

Denag memahami pendidikan, pendidik diperlukan sanggup memudahan praktek pendidikan. Dapat menjadikan rasa kecintaan pada diri pendidik terhadap tugasnya, terhadap anak didik dan terhadap kebenaran. Dan terakhir semoga seorang pendidik sanggup menghindari banyak kesukaran dan kesalahan dalam melakukan praktek pendidikan.

3.             Dari Segi Pembangunan

Seperti tercantum di dalam GBHN wacana dasar dan tujuan Pendidikan Nasional. “Pendidikan Nasional menurut atas pancasila da bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Allah Yang Maha Esa, kecerdasan, ketrampilan, mempertinggi kebijaksanaan pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan semoga sanggup menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang sanggup membangun dirinya sendiri serta, bahu-membahu bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.

Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia

B.            Latar Belakang Sejarah

Mahmud Yunus beropini bahwa sejarah pendidikan islam sama tuanya dengan masuknya agama islam ke indonesia. Hal ini disebabkan lantaran pemeluk agama gres tersebut sudah barang tentu ingin mempelajari dan mengetahui lebih mendalam wacana ajaran-ajaran islam. Ingin pintar Shalat, berdo’a dan membaca al-qur’an yang mengakibatkan timbulnya proses berguru meskupun dalam pengertian yang amat sederhana.

Dari sinilah mulai timbul pendidikan islam dimana pada mulanya mereka berguru di rumah-rumah, langgar/surau, msjid san kemudian berubah menjadi pondok pesantren. Setelah itu gres timbul sistem madrasah yang teratur sebagaimana yang kita kenal kini ini.

C.           Pendidikan Indonesia Sebelum Datang Bangsa-Bangsa Barat

Indonesia telah mempunysi pendidikan sendiri waktu orang barat datang. Pendidikan itu dalam brntuk pesantren. Pendidikan islam di pesanteren telah berkembang di Indonesia waktu orang barat tiba dalam kurun ke XVI. Sistem pendidikan serupa bentuknya dengan sitem pendidikan dalam zaman Hindu. Dimana murid tiba kepada guru dan tinggal bahu-membahu guru menjadi keluarga guru sambil bekerja membantu keluarga guru di rumahnya, sawahnya atau ladangnya, ia mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru.alam Hindu dikenal dengan sistem “Guru Kula”.

Sebelum orang india tiba ke Indonesia kita masih dalam masa Prasejarah, meskipun pendidikan telah dilakukan.pendidikan ini bersifat non formal. Dengan masuknya orang Indonesia kita mulai megenal masa sejarah.

Pendidikan islam sejalan dengan pengembangan agama islam, lantaran pendidikan islam merupakan potongan dari perkemangan agama islam..

Islam dikenalkan oleh saudagar-saudagar yang tiba dari Gujarat atau dari jazirah Arab sebelah selatan atau dari Persia. Dimana mereka menawarkan pelajaran islam kepada siapa saja yang mereka temui disaat mereka melakukan perdagangan. Makara perkemangan agama islam yang sejalan dengan pengembangan pendidikan islam, dilakukan sambil berdagang oleh saudagar-saudagar islam itu. Oleh lantaran itu ekspansi pendidikan islam terletak pada jalan dagang orang-orang gila dari Gujarat , hadramaut.

Yang pertama disinggahi oleh saudagar-saudagar islam ialah aceh. Pada tahun 1292 telah ditemui oleh pengembara orang Italia Marco Polo, kelompok orang yang beragama islam di peureula. Setelah itu pada tahun 1325 telah di temui oleh pengembara bangsa arab, bnu Bathuta sebuah kerajaan islam di pase. Hal ini berarti bahwa rajanya telah masuk islam yang diikuti oleh keluarganya dan golongan istana lainnya, golongan bangsawan, dan rakyat biasa. Sehingga berdirinya kerajaan-kerajaan islam diaceh menyerupai kerajaan Peureula, pasei, samudera, kerajaan islam di seluruh aceh (1514-1904) dan berdirinya kota sentra pendidikan islam menyerupai Peureula, pase, dan Daral Salam.

Dari aceh pendidikan islam berkembang ke Minangkabau, dari Minangkabau ke Sulawesi, ambon, dan Fhilipina.pusat perkembangan agama islam ialah jawa Timur yang mengembangkannya ke jawa Tengah, Banten, hingga Palembang.

Perluasan agama islam dan pendidikan islam berlaku secara tenang dan edukatif, melalui daerah memberi pendidikannya didesa. Di minangkabau dikenal dengan nama surau, di Aceh di kenal dengan nama Rangkang, sedangkan di jawa dikenal dengan nama langgar/ Pesantren/pondok pesantren.

Jika di Minangkabau Surau itu daerah belajar, daerah sembahyang, dan sekaligus juga daerah tinggal pelajar-pelajar dan juga pemuda-pemuda yang sudah berakal balig, maka di pulau jawa keadaannya agak lain. didalam tiap desa ada sabung daerah menawarkan pelajaran agama yang mula-mulamengaji Qur’an. Jika hendak melanjutkan pelajarannya mereka mencari Pesantren tang terdekat atau yang terkenal. Didalam pesantren daerah berguru yang biasanya sebuah masjid atau sabung atau satu gedung sekolah khusus, terpisah dari daerah tinggal para santri.

Tempat tinggal, mondok para santri dinamai Pondok. Kadang-kadang para guru mondok pula disana, tetapi pada pesanten yang besar dimana guru-guru dan keluarganya tinggal di gedung yang lain. Seluruh kompleks daerah berguru dan daerah tinggal guru dan murid inilah yang dinamakan pesantren atau pondok pesantren. Selain itu terdapat pula kedalam kompleks pesantren berupa sawah, lading, tambak ikan yang dikerjakan oleh murid-murid dan guru bahu-membahu dan dijadikan sumber penghidupan mereka.

Daftar pustaka

Abu Ahmad, Drs. Dra. Nur Uhbiyah. 1991. Ilmu pendidikan. Jakarta: Rineka Cifta

M.said, Drs.1981. Pendidikan Abad Keduapuluh Dengan Latar Belakang Kebudayaannya. Jakarta: Mutiara Jakarta

Hasbullah, Drs. 1995. Sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta:PT Raja Grafindo Persada

Hasbullah, Drs.1999.
dasar-dasar ilmu pendidikan. Jakarta:PT Raja Grafindo Persada