Pendidikan Kolonial Jepang Di Nusantara ( 1942-1945)

IRKFA ZUHAYRIAH TANJUNG / SP / 014

Pemerintahan Kolonial Jepang
            Pendudukan atau penjajahan Jepang terhadap Indonesia, 1942-1945, berada dalam suasana Perang Dunia II, sehingga pemerintahannya yaitu pemerintahan militer.
Penjajahan Jepang ke Indonesia dengan membawa semboyan : ” Kemakmuran Bersama, Asia untuk Asia.” Kemakmuran kebersamaan Asia Timur Raya pada tahun 1940. Menurut rencana, Jepang akan menjadi sentra lingkungan imbas atas delapan kawasan : Manchuria, malaysia, Indocina, dan Asia Rusia. Lingkungan kemakmuran bersama ini desebut Hakko Ichi-U ( Delapan Benang Di Bawah Satu Atap ).
            Pada awalnya kedatangan Jepang disambut dengan bangga dan rakyat Indonesia berusaha membantu Jepang dalam memenangkan perang Asia Timur Raya, antara lain dengan jalan :
1.      Dibentuk gerakan Tiga A , yaitu : Nippon Pelindung Asia , Nippon Cahaya Asia, dan Nippon Pemimpin Asia dibawah Mr.Samsudin beserta barisan Pemuda Asia Raya , yang lalu dihapus dan dibuat Jawa Seinendan (1943). Disamping itu dibuat pula ” Keobodan” ( polisi pembantu ), Heiho ( tentara pembantu ), Fujinkai ( sukarelawan perempuan ), dan Pusat Tenaga Rakyat ( Putera ), yang lalu dilebur dalam Jawa Hoko Kai ( Himpunan Kebaktian Rakyat ) .
2.          Pengembangan bahasa Jepang dan bahasa Indonesia.
Dibentuk Komisi Bahasa Indoneisa ( 1942 ) yang bertugas memperkaya pembendaharaan bahasa Indonesia oleh para hebat . Demikianlah nama-nama kata dalam bahasa Belanda menjadi nama-nama Indonesia. Disamping itu terjadi pula pen-Jepangan  nama-nama jawatan/institusi.
3.      Pergerakan tenaga rakyat dan sumber bukan insan secara paksa, contohnya rakyat dipaksa jadi Romusha ( kuli ) , mahasiswa menjadi kinrohosji, Akibatnya terjadi pemborantakan , contohnya di Blitar , Tasikmalaya , Cirebom dan Kalimantan Barat.
Penyelenggaraan Pendidikan
            Pendidikan zaman Jepang dilaksanakan atas dasar idiil Hakko-Ichi-U. Hal ini mengandung arti bahwa pendidikan yaitu alat untuk mencapai lingkungan kemakmuran bersama asia timur raya, yang dalam arti erat membantu memenangkan perang Asia Timur. Oleh alasannya yaitu itu secara praktisnya, pendidikan bertujuan menghasilkan tenaga yang terampil dan prajurit yang siap membantu memenangkan peperangan bagi Jepang.
            Bahasa Indonesia dijadikan bahasa pengantar resmi, baik di kantor maupun di sekolah . Pemakaian bahasa Belanda dihentikan sama sekali. Bahasa  Jepang menjadi bahasa kedua, dan diajarkan di sekolah.
            Penyelenggaraan pendidikan zaman penjajahan Jepang banyak mengalami perubahan-perubahan . Pembedaan pelayanan pendidikan didasarkan pada bangsa dan status dihapus. Dualistis – diskriminatif dalam sistem pendidikan dihilangkan, dengan demikian
terjadi pengintegrasian terhadap macam-macan sekolah sejenis. Sejak zaman Jepang bahasa Indoneia dan istilah-istilah Indonesia dipergunakan di sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan.
Jenis Persekolahan
Sekolah- sekolah yang ada dalam zaman Penjajahan Jepang , yaitu :
1.    Sekolah Rendah atau Lagere Oriderwijs diganti menjadi Sekolah Rakyat ( Kokumin Gakho ) , yang terbuka bagi semua golongan penduduk dengan usang pendidikan enam tahun.
2.      Sekolah Menengah Pertama ( Shoto Chu Gakho ) , Sekolah Menengah Tinggi ( Koto Chu Gakho ) Sekolah Pertukangan ( Kogyo Gakho ) , Sekolah Teknik Menengah ( Kogyo Semman Gakho ) Sekolah Hukum dan Mosvia dihilangkan sebaliknya didirikan Sekolag Pelajaran dan Sekolah Pelayaran Tinggi, Sekolah Guru terdirinatas tuga macam , yaitu :
a.       Sekolah Guru Dua Tahun ( Syoto Sikan Gakho )
b.      Sekolah Guru Empat Tahun ( Guto Sihan Gakho )
c.       Sekolah Guru Enam Tahun ( Goto Sihan Gakho )
Di samping itu masih terdapat Sekolah Pertanian ( Nogyo Gakho ) di Tasikmalaya dan Malang dengan usang pendidikan tiga tahun sehabis Sekolah Rakyat.
3.      Perguruan tinggi dalam zaman Jepang hampir semuanya ditutup, yang masih ada yaitu sekolah Tinggi Kedokteran ( Ika Dai Gakho ) di Jakarta, dan Sekolah Teknik Tinggi ( Kagyo Dai Gakho ) di Bandung . Pemerintah Jepang membuka Sekolah Tinggi Pamong Praja ( Kenkoku Gakuin ) di Jakarta dan Sekolah Tinggi Kedokteran Hewan di Bogor.
Sistem Persekolahan
Terdiri atas tiga tingkatan atau jenjang , yaitu :
1.      Pendidikan Dasar Enam tahun
2.      Pendidikan Menengah Enam tahun
3.      Pendidikan Tinggi
Pembinaan Guru
            Pemerintah Jepang mengadakan latihan bagi guru di Jakarta . Setiap wilayah/daerah mengirim beberapa orang guru untuk dilatih . Setelah simpulan dilatih mereka me
nawarkan latihan kepada guru-guru lain di daerahnya.
Bahan –bahan yang diperoleh dari latihan yaitu :
1.      Indoktrinasi mental ideologis mengenai Hakko Ichi-U dalam rangka Kemakmuran Bersama Asia Raya
2.      Latihan kemiliteran dan semnagat Jepang ( Nipppon Seisyin )
3.      Sejarah dan bahasa Jepang dengan adat-istiadat nya
4.      Ilmu Bumi ditinjau dari segi geopolitik, dan
5.      Olahraga , lagu-lagu , dan nyanyian Jepang
Pembinaan Siswa
1.      Setiap pagi harus menyanyikan lagu kebangsaan Jepang
2.      Setiap pagi harus mengibarkan bendara Jepang Hinomaru dan menghormat kepada Kaisar Jepang ( Tenno Heika )
3.      Setiap pagi harus sumpah setiap kepada impian Indonesia dalam rangka Asia Raya ( Dai too)
4.      Setiap pagi harus senam ( taiso ) untuk memelihara semangat Jepang
5.      Melakukan latihan fisik dan militer
6.      Pelajar-pelajar, dalam waktu-waktu ditentukan, melaksanakan kerja bakti ( Kinrohhosyi) membersihkan asrama militer, jalan raya, menanam pohon jarak , dan mengumpulkan bahan-bahan untuk keperluan militer, dan
7.      Bahasa Indonesia dipergunakan sebagai bahasa pengantar dan bahasa Jepang merupakan bahasa wajib , sedangkan bahasa kawasan diberikan di Sekolah Rkyat , kelas I dan II.
Isi Pengajaran
1.      Pengajaran dipergunakan sebagai alat propaganda dan juga untuk kepentingan perang. Murid-murid seringkali diharuskan kerja bakti, contohnya : memebersihkan bengkel, asrama , menciptakan bahan-bahan untuk kepentingan pertahanan , dan sebagainya.
2.      Untuk melipatgandakan hasil bumi, murid-murid diharuskan menciptakan pupuk kompos atau beramai-ramai membasmi hama tikus di sawah. Sebagian waktu berguru digunakan untuk menanami halaman sekolah dan pinggir jalan dengan tumbuhan jeru.
3.      Pelatihan pembinaan jasmani berupa pembinaan kemileteran dan mengisi aktivitas-aktivitas murid-murid sehari-hari. Agar berjalan lancar, pada tiap-tiap sekolah dibuat barisan-barisan murid. Barisan murid-murid SD disebut Seinen-tai , sedangkan barisan murid-murid sekolah lanjutan disebut Gakutotai.
4.      Untuk menanamkan semangat Jepang , tiap-tiap hari murid harus mengucapkan sumpah berguru dalam bahasa Jepang mereka harus menguasai bahasa dan nyanyian Jepang. Tiap pago diadakan upacara, dengan meyembah bendera Jepang dan menghormati istana Tokyo.
5.          Agar bahasa Jepang lebih terkenal , diadakan ujian bahasa jepang untuk para guru dan pegawai-pegawai , yang dibagi atas lima tingkat. Pemilik ijazah ini menerima suplemen upah.
Perkembangan Pendidikan
            Perkembangan pendidikan dalam zaman Jepang nampak lebih mundur, apabila dibandingkan dengan zaman Hindia Belanda.
            Sekolah Rakyat jumlahnya menurun dari 21.500 buah menjadi 13.500 buah , jumlah muridnya menurunya 30 % dan junlahnya gurunya menurun 35 % dan Sekolah Menengah menurun dari 850 buah menjadi 20 buah , jumlah muridnya 90% dan jumlah gurunya menurun 95 % .
Pertumbuhan dan Perkembangan Madrasah
            Pada masa penduduk Jepang , ada satu hal istimewah dalam dunia pendidikan sebagaimana telah dikemukakan, yaitu sekolah –sekolah telah diseragamkan dan di negerikan meskipun sekolah –sekolah swasta lain, menyerupai Muhammadiyah , Taman Siswa dan lain-lain diizinkan terus berkembang dengan pengaturan dan diselenggarakan oleh penduduk Jepang.
            Sementara itu , khususnya pada masa awal-awalnya , madrasah dibangun dengan gencar-gencarnya selagi ada angin segar yang diberikan oleh Jepang . Walaupun lebih bersifat politis belaka, kesempatan itu tidak disia-siakan begitu saja dan umat islam Indonesia memamfaatnya sebaik-baiknya.
            Pendidikan pada zaman Jepang , tujuan pendidikan bukan untuk memajukan bangsa Indonesia , tetapi mendidik belum dewasa untuk sanggup menunjang kepentingan perang Jepang melawan sekutu.
Kelemahan pendidikan zaman Jepang
1.      Kerja bakti
2.      Bahasa Inggris dihentikan , pengetahuan sempit
3.      Latihan kemiliteran
Keuntungan pendidikan zaman Jepang
1.      Jepang menawarkan pendidikan militer kepada para cowok Indonesia , dengan maksud memperkuat pertahanan mereka. Namun, pendidikan ini secara tidak pribadi menawarkan bekal kepada para pejuang bangsa dalam bidang keprajuritan untuk mewujudkan impian merdeka.
2.      Menghapus dualisme pendidikan penjajahan Belanda dan menggantinya dengan pendidikan yang sama bagi setiap orang. Sehingga bukan hanya kelompok-kelompok tertentu yang sanggup menikmati pendidikan , melainkan semua lapisan masyarakat. Hal ini sudah tentu menguntungkan penjuangan kita.
3.      Pemakaian bahasa Indonesia secara luas diinstruksikan oleh penjajah Jepang. Bahasa Indonesia mulai digunakan di lembaga-lembaga pendidikan , dikantor-kantor , dan dalam pergaulan sehari-hari
4.      Sekolah rakyat 6 tahun
5.      Senam pagi , Taiso

DAFTAR PUSTAKA
Mudyahardjo, Redja . Pengantar Pendidikan . PT. RajaGrafindo Persada. Jakarta. 2001.
H.A.Mustafa.AlyAbdullah. Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia. Pustaka Setia. Bandung.1998.
Asril,Mpd . Sejarah Pendidikan Dunia. Fkip Universitas Riau. 2015.
Zuhairini, dkk. Sejarah Pendidikan . PT.Aksara .Jakarta. 2011.