Pengertian,Fungsi,Ruang Lingkup Urgensi Manajemen Pendidikan

Pengertian dan urgensi manajemen pendidikan, PintarBaca.Com Lembaga pendidikan membutuhkan manajemen profesional agar penyelenggaraan pendidikan berjalan dengan dinamis, kompetitif, dan produktif. tanpa manajemen profesional, lembaga pendidikan akan berjalan di tempat, tidak tertata rapi, mudah goyah, terancam konflik internal, dan tidak mampu melakukan konsolidasi, apalagi melakukan ekspansi keluar.
Disinilah urgensi manajemen pendidikan profesional ditetapkan agar kualitas pendidikan sesuai dengan harapan bersama, kualitas yang ideal sesuai Dengan cita-cita besar,Yaitu membawa perubahan bagi bangsa dan negara.
Para pengelola pendidikan saya hanya mempelajari dan mendalami ilmu manajemen agar mampu mengelola pendidikan secara dinamis dan akuntabel Dengan demikian, masyarakat akan semakin percaya terhadap kinerja yang dilakukan.
Demokratisasi, partisipasi publik, dan Ruang bebas menyampaikan aspirasi menjadi salah satu ciri manajemen ideal di era modern sekarang ini. lalu, Apa pengertian manajemen ini ?

Pengertian Menajemen Pendidikan

Kata Manajemen adalah berasal dari kata bahasa Inggris : managementadalah kata kerja dari “ manage” , yang artinya adalah cara umum sbg mengurusi atau kebisaan dalam menjalankan &mengontrol suatu masalah. Jadi Manajemen adalah sebuah system pengelolaan & penataan sumber daya pendidikan, seperti halnya tenaga kependidikan, peserta didik,penduduk masyarakat, kurikulum, dana (keuangan), fasilitas & prasarana pendidikan, tata laksana & lingkungan pendidikan.
Bersamaan dengan itu, manajemen yaitu kepentingan yg niscaya utk memudahkan pencapaian maksud manusia dalam organisasi, mengelola beraneka ragam sumberdaya organisasi, seperti media & prasarana, Sumber Daya Manusia, metode & yang lain dengan cara efektif, inovatif, kreatif, solutif, & efisien.
Dan Istilah Manajemen sering diartikan juga sebagai ilmu, cara, & profesi. Dikatakan sbg ilmu, menurut sebahagian pakar pendidikan. Sebab manajemen di lihat sbg satu buah bidang wawasan yg dengan cara sistematik berikhtiar mendalami mengapa dan macam mana orang bekerja sama-sama.
Dikatakan yang merupakan cara, lantaran manajemen mencapai sasaran lewat cara-cara dgn mengatur orang lain menjalankan tugas. Dilihat juga sebagai profesi, lantaran manajemen dilandasi oleh ke-ahlian husus utk mencapai sebuah prestasi manajer, & para profesional dituntut oleh sebuah kode etik.
Fungsi Manajemen Pendidikan
Dalam proses manajemen, terlibat fungsi-fungsi pokok yg ditampilkan oleh satu orang manajer atau pimpinan, merupakan perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, & pengawasan. Oleh lantaran itu, manajemen diartikan sbg proses merencanakan, mengorganisasi, memimpin, & mengendalikan upaya organisasi dgn segala aspeknya biar maksud organisasi tercapai dengan cara efektif & efisien.
Fungsi dari perencanaan antara lain merupakan tentukan maksud atau kerangka aksi yg dimanfaatkan buat mencapai maksud tertentu. Ini dilakukan bersama mengkaji kebolehan & kelemahan organisasi, tentukan peluang & ancaman, memastikan taktik, kebijakan, strategi, & cara. Seluruh itu dilakukan berdasarkan proses pengambilan ketetapan dengan cara ilmiah.
Fungsi pengorganisasian meliputi penentuan fungsi, jalinan & struktur. Fungsi berupa tugas-tugas yg dibagi kedalam fungsi garis, staff, & fungsional. Jalinan terdiri atas tanggung jawab & wewenang memperlancar alokasi sumber daya dgn kombinasi yg serasi buat mengimplementasikan ide.
Fungsi pemimpin meliputi menggambarkan macam mana manajer mengarahkan & mempengaruhi para bawahan, macam mana orang lain melakukan pekerjaan yg esensial bersama membuat suasana yg menyenangkan utk bekerja sama.
Fungsi pengawasan meliputi penentuan standar, supervisi, & mengukur tampilan atau pengerjaan kepada standar & memberikan keyakinan bahwa maksud organisasi tercapai. Pengawasan amat erat kaitanya bersama perencanaan, lantaran lewat pengawasan efektivitas manajemen akan diukur.
Pengertian manajemen di atas memberikan pemahaman kepada kita, betapa dalam lembaga pendidikan,aspek perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan sangat penting.
Dan anehnya, hal ini masih menjadi barang mahal di negeri Indonesia ini. Banyak lembaga pendidikan yang hanya dikelola oleh satu orang secara sentralistik, kebijakan sering berubah-ubah sesuai kehendak dan kepentingannya, tidak mau dikontrol, Karena ia merasa sebagai pemimpin Puncak, sehingga dialah yang mengatur segalanya. Ya seperti menganggap lembaga pendidikan menjadi miliknya, orang lain diibaratkan sebagai bawahannya yang harus tunduk terhadap perintah-perintahnya.
( Baca Juga : Pengertian dan Konsep Manajemen Sebagai Sistem dalam Lembaga Pendidikan )
Pemimpin seperti ini bertentangan dengan ilmu manajemen.Ia mungkin tidak mengerti Ilmu manajemen yang sangat dibutuhkan bagi para manajer dan pemimpin . Dia mengandalkan jabatan dan kekuasaannya untuk mengatur semuanya tanpa aturan main yang disepakati bersama secara demokratis.
Otoritas , Kharisma, dan kompetensi tetap penting, namun memberi ruang bagi orang lain untuk ikut merencanakan, mengorganisasi, dan mengawasi adalah aplikasi Ilmu manajemen dan itu sangat konstruktif, karena bisa menumbuhkan rasa memiliki satu dengan yang lain secara kolektif.
Kolektivitas ini mampu membentuk Solidaritas tim yang bergerak bersama-sama dalam mencapai tujuan yang telah disepakati. Inilah manfaat tujuan besar dari manajemen, manajemen dapat mengantarkan tujuan organisasi secara optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published.