Pengertian, Struktur, Unsur Kebahasaan Dan Pola Teks Eksposisi

Pengertian, struktur, unsur kebahasaan dan pola teks eksposisi – Selamat pagi dan kembali bertemu bersama saya di . Sebelum memulai pelajaran pada artikel kali ini saya ingin mengucapkan
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi umat Muslim

 Selamat pagi dan kembali bertemu bersama saya di Pengertian, Struktur, Unsur Kebahasaan dan Contoh Teks Eksposisi
Teks Eksposisi

Baiklah, pada artikel keempat contoh teks eksposisi.

Pengertian Teks Eksposisi

Teks eksposisi yakni sebuah teks yang berisi informasi yang dimuat secara singkat dan padat guna untuk memperlihatkan atau menjelaskan sebuah informasi tertentu berupa fakta kepada pembacanya.
Jadi, sanggup dibilang bahwa informasi yang berada didalam teks eksposisi merupakan sebuah fakta dan biasanya dilengkapi dengan bukti-bukti atau argumen berpengaruh yang mendukung fakta tersebut.

Struktur Teks Eksposisi

Dalam pembuatan teks eksposisi, tentu diharapkan beberapa potongan untuk membangun teks eksposisi tersebut dan bagian-bagian tersebut yakni struktur dari teks eksposisi. Teks eksposisi mempunyai 3 struktur atau potongan didalamnya, yaitu :

1. Pernyataan pendapat atau tesis

Pada potongan pembuka atau awal sebuah teks eksposisi, akan ada sebuah pernyataan pendapat atau yang sering disebut tesis. Tesis ini yakni sebuah fakta, pernyataan pendapat, informasi umum yang diberikan oleh seseorang baik penulis maupun pihak lainnya.

2. Argumentasi

Argumentasi pada teks eksposisi yakni struktur yang berisi banyak argumen atau alasan yang memperkuat gagasan atau tesis yang dibahas.

3. Penegasan Ulang

Dan struktur terakhir dari 3 struktur teks eksposisi yakni penegasan ulang. Penegasan ulang sanggup disebut sebuah kesimpulan dari argumen-argumen pada struktur kedua dan menjelaskan kembali fakta atau informasi yang berada dibagian tesis.
Bagaimana, apakah kau sudah benar-benar paham apa yang dimaksud dengan teks eksposisi setelah mempelajari strukturnya? Agar kau lebih tahu apa yang dimaksud dengan teks eksposisi, silahkan lanjutkan membaca kebawah untuk membaca potongan unsur kebahasaan teks eksposisi.

Unsur Kebahasaan Teks Eksposisi

Unsur kebahasaan atau yang biasa disebut juga dengan kaidah kebahasaan yakni ciri kebahasaan yang terdapat dalam sebuah teks eksposisi. Unsur kebahasaan inilah yang sanggup membedakan teks eksposisi dengan teks-teks yang lainnya, Berikut ini yakni unsur kebahasaan yang terkandung dalam sebuah teks eksposisi.

Baca Juga

1. Pronomina

Pronomina atau kata ganti yakni sebuah kata yang menggantikan baik nominal maupun frasa nominal. Dan ada dua jenis pronomina, yaitu pronomina persona dan pronomina nonpersona.
  1. Pronomina persona yakni kata ganti orang atau persona tunggal. Contohnya yakni ia, aku, kamu, dia, saudara, saudari, -nya, -mu dan adapun pola dalam bentuk jamaknya mirip kita, mereka, kalian, para, hadirin.
  2. Pronomina nonpersona yakni kata ganti bukan orang, artinya sebuah kata ganti yang memperlihatkan sesuatu dan menanyakan sesuatu. Contohnya yakni mirip ini, mirip itu, sini, situ, sana. Dan pola pronomina persona penanya yakni apa? siapa? dimana?

2. Leksikal (Nominal, Verbal, Adjektiva, Adverbia)

Nominal adalah kata benda atau kata yang mengacu pada sebuah benda baik yang bentuknya nyata, maya maupun abnormal dan dalam suatu kalimat, nominal seringkali berkedudukan sebagai subjeknya. Nominal sendiri mempunyai dua bentuk, yaitu nominal dasar dan nominal turunan. Contoh nominal dasar yakni kursi, mobil, motor, jendela. Sementara pola nominal turunan yakni perbuatan, penjualan, kekuatan, dan lain sebagainya.
Verbal adalah kata kerja, yakni sebuah kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sifat dan dalam suatu kalimat biasanya lisan berkedudukan sebagai predikatnya. Dilihat dari bentuknya, lisan dibagi menjadi dua, yaitu lisan dasar dan lisan turunan.
Verbal yakni adalah kata kerja yang belum mengalami proses morfologis (afiksasi, reduplikasi, komposisi). Contohnya yakni tiba, pergi, ada, turun, naik, lari, jatuh, tinggal, dan lain-lain.
Sementara verba turunan yakni kata kerja yang sudah mengalami proses morfologis (afiksasi, reduplikasi, komposisi). Contohnya yakni mendarat, melebur, mempertanggungjawabkan.
Adjektiva atau kata sifat yakni sebuah kata yang menginformasikan, menjelaskan, membuktikan atau memperlihatkan sebuah sifat dari subjek dalam kalimat atau teks eksposisi, baik manusia, binatang, maupun yang lainnya. Contoh adjektiva yakni berani, cepat, cantik, tampan, mempesona, rendah hati, rendah diri, dermawan, dan masih banyak yang lainnya.
Adverbia atau kata keterangan yakni sebuah kata yang memperlihatkan keterangan terhadap suatu kalimat yang berada didalam teks eksposisi baik keterangan informasi berupa tempat, suasana dan yang lainnya. Contohnya di-, dari-, ke-, sini, sana, mana, saat, ketika, mula-mula, dengan, memakai, berdiskusi, dan lain-lain.
Konjungsi atau kata hubung yakni sebuah kata yang berfungsi untuk menghubungkan baik sebuah kalimat maupun paragraf satu dengan yang lainnya sehingga kalimat atau paragraf tersebut mempunyai korelasi atau korelasi dan mempunyai makna yang sanggup dipahami oleh pembaca teks eksposisi.
Berikut dibawah ini yakni beberapa pola konjungsi atau kata hubung yang  kutip dari materikelas.com
  1. Konjungsi waktu : sesudah, setelah, sebelum, lalu, kemudian, setelah itu.
  2. Konjungsi campuran : dan, serta, dengan.
  3. Konjungsi pembatasan : kecuali, selain, asal.
  4. Konjungsi tujuan : agar, supaya, untuk.
  5. Konjungsi persyaratan : kalau, jika, jikalau, bila, asalkan, bilamana, apabila.
  6. Konjungsi perincian : yaitu, adalah, ialah, antara lain, yakni.
  7. Konjungsi lantaran akhir : karena, sehingga, sebab, akibat, akibatnya.
  8. Konjungsi kontradiksi : tetapi, akan tetapi, namun, melainkan, sedangkan.
  9. Konjungsi pilihan : atau.
  10. Konjungsi penegasan/penguatan : bahkan, apalagi, hanya, lagi pula, itu pun.
  11. Konjungsi klarifikasi : bahwa.
  12. Konjungsi perbandingan : bagai, seperti, ibarat, serupa.
  13. Konjungsi penyimpulan :oleh lantaran itu, oleh lantaran itu, jadi, dengan demikian.\
Itulah 2 unsur kebahasaan yang terdapat pada sebuah teks eksposisi dan salah satu pembeda dengan teks yang lainnya.

Contoh Teks Eksposisi

Dan pada potongan terakhir dari artikel kali ini, contoh teks eksposisi yang  dapatkan dari aneka macam sumber yang berada di internet.

Contoh Teks Eksposisi Tentang Ekonomi

Ekonomi Indonesia

Tesis : Ekonomi rakyat yakni sebuah acara ekonomi bagi rakyat. Apabila ini dikaitkan dengan acara pertanian, maka yang dimaksud dengan acara ekonomi rakyat yakni sebuah acara ekonomi petani, peternak, nelayan kecil, petani tanpa tanah, nelayan tanpa perahu, dan sejenisnya dan bukan perkebunan atau peternak besar atau, dan sejenisnya.

Argumentasi : Argumen lain dari ekonomi rakyat sanggup juga dilihat dari sebuah ideologi yang jargonnya adalah: “ekonomi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”
“Dari rakyat” yang artinya yakni acara ekonomi itu berkaitan dengan penguasaan rakyat dan aksesibilitas rakyat terhadap sebuah sumber daya ekonomi. Rakyat menguasai dan mempunyai hak atas sumber daya untuk mendukung kegiatan produktif dan konsumtifnya.
“Oleh rakyat” yang artinya yakni proses produksi dan konsumsi dilakukan dan diputuskan oleh rakyat. Berkaitan dengan sumber daya, baik itu yang sifatnya produktif atau konsumtif, rakyat mempunyai alternatif lain untuk menentukan dan juga menentukan sistem pemanfaatan, mirip berapa banyak jumlah yang harus dimanfaatkan, siapa yang memanfaatkan, bagaimana proses pemanfaatannya, dan bagaimana menjaga kelestarian bagi proses pemanfaatan yang selanjutnya, dan sebagainya.
“Untuk rakyat” yang inti utamanya yakni segala acara ekonomi yang dilakukan itu pada akhirnya diperuntukkan untuk kesejahteraan rakyat juga. Rakyat mendapatkan manfaat, dan indikator kemanfaatan yang paling utama ialah kepentingan rakyat.

Penegasan ulang : Dalam hal ini juga perlu dijelaskan bahwa ekonomi rakyat sanggup berkaitan “dengan siapa saja”, dalam arti kegiatan ekonomi sanggup dilakukan juga dengan “non-ekonomi-rakyat”. Juga tidak ada pembatasan mengenai jenis produk, permodalan, besaran, sifat usaha, dan lain sebagainya. Ekonomi rakyat bersifat tidak pribadi tetapi inklusif dan juga terbuka. Walaupun mirip itu, sifat mendasar diatas telah pula membuat suatu sistem ekonomi yang terdiri dari pelaku ekonomi, prosedur transaksi, norma dan kesepakatan yang khas, yang umumnya telah memfasilitasi ekonomi rakyat untuk tetap bertahan dan berkembang sejalan dengan perkembangan sosial ekonomi masyarakat Indonesia.

Contoh Teks Eksposisi Tentang Hukum

Realita Hukum di Indonesia

Tesis : Sebenarnya aturan di Indonesia sebagaimana yang telah diatur pada Undang-undang telah secara tegas mengatur eksekusi aneka macam pelaku tindak kejahatan. Namun, realitanya seringkali terjadi ketidakadilan aturan yang merugikan banyak orang. Hukum boleh saja tegas, namun menjadi tumpul di hadapan koruptor, itulah kenyataan ketika ini.

Argumentasi : Bukan diam-diam umum lagi bahwa para koruptor di Indonesia mendapatkan eksekusi yang tingkatannya masih tergolong ringan, bahkan ada koruptor yang mendapatkan akomodasi glamor padahal sudah merugikan bangsa. Seringkali kita menonton gosip bahwa seorang maling dihajar masa hingga tewas. Namun, belum pernah ada koruptor di Indonesia dikeroyok masa hingga tewas. 

Penegasan ulang : Hukum di Indonesia itu sanggup dikatakan hanya tegas di hadapan rakyat kecil. Sebut saja kasus yang pernah menimpa Nenek Asyani. Kasusnya hanya lantaran diduga mencuri kayu, ia terancam eksekusi selama lima tahun penjara. Sungguh tidak adil memang jikalau dibandingkan dengan eksekusi yang akan diterima koruptor.

Baiklah, mungkin itu saja yang bisa  berikan pada artikel kali ini wacana bahan Teks Eksposisi Mungkin dilain waktu  akan memperlihatkan beberapa pola beserta klarifikasi teks eksposisi yang lebih banyak lagi diartikel lain. Jangan lupa bagikan dan beritahu teman kau biar mereka juga paham dengan bahan teks eksposisi ini dan nantikan bahan menarik selanjutnya hanya di .