Peradaban Kuno Lembah Sungai Kuning (Hwang-Ho) Di Cina

RAHMAD ILHAM / S / EB

Sungai Kuning atau Hwang-Ho bersumber dari pegunungan Kwen-Lun di Tibet. Melalui tempat pengunungan Cina Utara, sungai panjang yang membawa lumpur kuning  membentuk dataran rendah Cina dan bermuara di Teluk Tsii-Li di Laut Kuning. Sedang di dataran tinggi sebelah selatan mengalir Sungai Yang Tse Kiang yang berhulu di Pegunungan Kwen-Lun (Tibet) dan bermuara di Laut Cina Timur. Di sebelah barat dan utara berbatasan dengan tempat Siberia dan Mogolia (Gurun Gobi). Hal yang paling menonjol dari peradaban ini ialah lahirnya system pemerintahan berdinasti dan beberapa kemajuan di aneka macam bidang contohnya pertanian, teknologi, ilmu pengetahuan dan kepercayaan.

Sejarah pemerintahan di Cina ditandai dengan pemerintahan dinasti yang bergantian. Masing-masing dinasti mempunyai ciri-ciri tersendiri. Dinasti di Cina memperoleh kekuasaan melalui perebutan kekuasaan. Perebutan kekuasaan terjadi kalau pemerintahan yang usang mengalami perpecahan. Kekuasaan raja sangat tinggi dalam bidang agama dan pemerintahan. Rakyat cina percaya bahwa raja di bumi memerintah mewakili raja langit (raja dunia) lantaran itu harus dihormati. Kerajaan cina yang tertua ialah dinasti hsia yang berakhir tahun 1700 sebelum masehi. Selanjutnya dari tahun 1700 hingga tahun 1050 sebelum masehi yang berkuasa di cina ialah dinasti syang (yin). Namun kedua dinasti ini tidak meninggalkan catatan-catatan tertulis, sehingga peninggalannya dianggap peninggalan prasejarah.
Pada masa pemerintahan Dinasti Chou, filsafat Cina berkembang dengan pesat lantaran lahirnya tiga hebat filsafat Cina, yaitu Lao Zi, Kong Fu Zi (Kong Hu Cu), dan Mengzi. Lao Zi menuliskan ajarannya dalam buku berjudul Tao Te Ching. Beliau menjunjung tinggi semangat keadilan dan kesejahteraan yang kekal dan infinit yang dinamakan Tao. Ajaran Lao Zi disebut Taoisme dan mengajarkan insan untuk mendapatkan nasib. Ajaran Kong Fu Zi juga berdasarkan pada Taoisme. Menurut Kong Fu Zi, Tao ialah kekuatan yang mengatur alam semesta ini hingga tercapai keselarasan. Penganut fatwa Taoisme meyakini bahwa tragedi yang terjadi di muka bumi merupakan akhir dari ketidak patuhan insan pada hukum Tao.
Hal yang menarik dari peradaban sungai kuning ialah ajaran-ajaran Filsafatnya yang hingga kini digunakan sebagai pegangan hidup orang-orang Cina, sehingga lahirlah agama Tao dan Kong Hu Chu, mendampingi Budha.  Kepercayaan Orang Cina terhadap kekuatan alam sehingga mereka tidak semena-mena dalam memakai segala sesuatu yang ada di alam.Sungai kuning di Cina utara ini di kenal juga segala derita cina lantaran setiap kali banjir, sungai ini mengakibatkan banyak kerugian, contohnya pada tahun 2297 SM, jumlah korban yang di sebabkan oleh Sungai ini tidak terhitung banyaknya.
 
Kihidupan Masyarakat Cina Pada Zaman Dinasti 
1.      Aksara dan Astronomi
Masyarakat cina sudah mengenal goresan pena gambar dan mempunyai bahasa persatuan yaitu bahasa Kuo-Yo, selain itu, sudah mengenal astronomi (ilmu perbintangan) yaitu system peninggalan yang penting untuk kegiatan pertanian dan pelayaran. 
2.      Pertanian, Perdagangan ,dan Teknologi

            Dua sungai besar, yakni sungai Hoang-Ho dan sungai Yang Tse Kiang merupakan tempat yang subur sehingga menjadi urat nadi kehidupan bangsa Cina. Mereka hidup dari bercocok tanam dengan hasil gandum,padi,jagung,kedelai,han murbal. Selain itu,mampu menghasilkan barang-barang keramik dan sutera yang diperdagangkan hingga ke luar wilayah Cina. Yang menyulitkan masyarakat Cina kuno untuk melakukan kegiatan kehidupan ialah  terjadinya pembekuan es di isu terkini hambar dan saat es mulai mencair akan terjadi banjir serta air bah. Dengan adanya problem tersebut bangsa Cina  berpikir untuk mengatasinya problem itu dengan membangun tanggul raksasa di sepanjang sungai.

3.      Kepercayaan
Kepercayaan bangsa Cina ialah polytheisme atau menyembah banyak tuhan sebagai kekuatan alam,sepeti Dewa Feng-Pa sebagai tuhan angina dan Lei-Shik sebagai tuhan taufan. Masyarakat Cina kuno juga mengenal upacara korban insan (gadis cantik) untuk persembahan tuhan tertinggi Ho-Po yang bertahta di Hwang-Ho.
  lsafat

Filsafat

Filsafat kehidupan Cina berkembang pada zaman Dinasti Chou (1100-156 SM) sehingga Dinasti Chou berhasil meletakan dasar-dasar kehidupan dan berpengaru sepanjang sejarah Cina. Ajaran Kong Fu Zi yang meliputi bidang pemerintahan dan keluarga telah menunjukkan imbas yang begitu besar bagi masyarakat Cina lantaran memengaruhi cara berpikir dan perilaku hidup sebagian besar bangsa Cina. Menurut Kong Fu Zi, masyarakat terdiri dari keluarga dan dalam keluarga seorang bapak merupakan pusatnya. Oleh lantaran itu raja harus memerintah dengan baik dan bijaksana serta rakyat harus hormat dan taat pada raja menyerupai hubungan bapak dan anak yang seharusnya. Lain halnya dengan Kong Fu Zi, Meng Zi yang merupakan murid Kong Fu Zi mengajarkan pengetahuan kepada rakyat jelata dan berdasarkan ajarannya, rakyatlah yang terpenting dalam suatu Negara.

5.      Sistem Pemerintahan
Kerajaan, kekaisaran di Cina merupakan kerajaan agraris yang mengakibatkan susunan masyarakat dan Negara feudal.dimana semua kekuasaan berada ditangan raja, raja yng mengatur semuanya. Dimana negra-negara kecil yang merupakan pecahan dari Negara induk akan tunduk. Sebaliknya,bila sentra pemerintahanya lemah,maka raja-raja kecil akan memperkuat dirinya dan melawan pusat. Sejarah pemerintahanya negeri Cina ditandai dengan pemerintahan dinasti yang bergantian dan masing-masing dinasti mempunyai ciri tersendiri.
Hasil Kebudayaan
6               Cina mempunyai seni arsitektur yang sangat hebat, menyerupai kuil Dewa Langit di Peking dan Pagar tembok Besar Cina. Seni arsitektur lain yang juga populer ialah istana-istana kaisar Cina. Ketika imbas Cina telah hingga di Korea dan Jepang, maka seni arsitektur Cina juga diadopsi oleh bangsa Jepang. Hal ini terlihat dari tipe dan corak bangunan kuil dan istana raja atau kaisar, baik di Korea maupun Jepang yang jelas-jelas menggandakan arsitektur Cina.
 

Hasil-hasil peninggalan peradaban masyarakat lembah sungai kuning (Hoang Ho) yang terkenal, sebagai berikut:

1.      Seni Bangunan
Salah satu peninggalan bangunan yang termasuk pecahan dari tujuh keajaiban dunia ialah tembok besar. Seperti telah diuraikan sebelumnya tembok besar ini dibangun semenjak masa pemerintahan dinasti Chin untuk membendung masuknya bangsa pengembara dari utara misalnya, Suku Hsiung Nu ke daratan Cina. Pembangunan tembok tersebut dilanjutkan oleh dinasti-dinasti berikutnya hingga dinasti Ming 1364-1644. Sehingga panjangnya semula 2.250 Km kemudian mencapai 7000 Km, tinggi tembok Cina ialah 16 me
ter dan lebar 8 meter. Pada jarak tertentu didirikan benteng pertahanan yang dijaga ketat oleh prajurit. Kini tembok tersebut masih kokoh berdiri dan dijadikan andalan komoditi pariwisata Cina yang mendatangkan banyak devisa.Selain tembok Cina, bangunan lainnya yang populer ialah istana kaisar yang megah serta kuil contohnya kuil tuhan di Beijing.
2.      Keramik
Keramik merupakan salah satu peninggalan budaya bangsa Cina yang bermutu tinggi. Keramik yang berglasur (diberi lapisan keras yang berkilap) serta porselin Cina yang indah dibentuk dengan teknik yang tinggi. Mangkuk, cawan, dan piring-piring keramik Cina dikenal di Eropa juga di Indonesia. Tiap-tiap dinasti di Cina meninggalkan jenis keramik yang berbeda-beda.
3.      Penemuan Kertas dan Alat Cetak
Pada jaman dinasti Han, bangsa Cina telah menemukan kertas sekitar tahun 150 M, serta tinta, sehingga dikenal adanya istilah “tinta Cina”. Bangsa Cina juga menemukan tik gerak (movable type) yaitu blok-blok kayu dengan huruf-huruf yang dicungkil ke luar. Dengan inovasi kertas dan alat cetak tersebut memungkinkan adanya penerbitan buku-buku dalam jumlah yang besar dan dengan harga murah. Bangsa Cina termasuk bangsa yang sangat memperhatikan tulisan. Penemuan kertas dan alat cetak juga membantu penyebaran karya sastra di Cina.

KESIMPULAN

Dari peradaban sungai Kuning ini sanggup di simpulkan bahwa  Cina ialah Negara yang maju semenjak dahulu kala dan peradabannya pernah mengalami pasang-surut begitu juga dengan kehidupan insan manusia, ada yang bahagia dan susah namun harus selalu berusaha memperbaiki semua aspek kehidupan. Masyarakat Lembah Sungai Kuning dalam kehidupan sehari-hari juga sangat menghormati nenek moyang dan kekuatan-kekuatan alam yang kuat besar terhadap kehidupan manusia, menyerupai guntur, kilat, sungai, binatang, matahari dan gempa sehingga orang-orang kini wajib menghormati alam menyerupai yang di lakukan oleh masyarakat cina lampau, dan tetap bersyukur pada Yang Mahakuasa yang maha esa.
Daftar pustaka :
Ø 
Ø Thamiend,Nico.2000.Sejarah 1untuk kelas 1 SMA.Jakarta:Yudistira