Peradaban Mesopotamia

ADIL JAYA MANALU/S/EB

Peradaban Mesopotamia merupakan salah satu peradaban tertua di dunia. Letak Mesopotamia berada di wilayah perlembahan yang terletak di antara dua sungai Tigris dan Eufrat, Irak. Hulu kedua sungai tersebut berasal dari dataran tinggi yang bergunung-gunung di Asia Kecil yang mengalir ke arah tenggara secara pararel menyisir hamparan terbuka. Hanya kurang dari dua ratus mil, kedua sungai itu saling mendekat. Daerah yang dilalui kedua sungai itu pada umumnya subur. Sebab daerah itu merupakan daerah yang berupa tanah hasil endapan air yang dihasilkan dari sungai Tigris dan Eufrat. Hal ini mengakibatkan rakyat disekitar sungai Tigris dan Eufrat hidup makmur dan sejahtera. Kesuburan dan kemakmuran itu menciptakan iri hati pada

bangsa-bangsa lain yang tinggal di tepi-tepi lembah sungai. Timbullah serbuan-serbuan dari luar yang ingin memperebutkan air irigasi dan tanah yang baik. Bangsa yang mencapai peradaban yang layak pertama kali itu di lembah sungai Efrat dan Tigris menamai dirinya bangsa Sumeria. Adapun penduduk orisinil di situ ditakhlukkan menjadi budak yang kemudian dikawini pula. Bangsa Sumeria dating dari gurun dan pegunungan di luar Mesopotamia.

Mereka tentunya mula-mula yakni para peternak yang hidup sebagai nomad. Datang pula kesitu bangsa Semit untuk kemudian bercampur dengan bangsa Sumeria. Sebelum hingga ke lembah Eufrat dan Tigris bangsa Semit sudah mengenal dasar-dasar kehidupan politik dan ekonomi pertanian.
Sejarah Mesopotamia diawali dengan tumbuhnya sebuah peradaban, yang diyakini sebagai sentra peradaban tertua di dunia, oleh bangsa Sumeria. Bangsa Sumeria membangun beberapa kota kuno yang terkenal, yaitu Ur, Ereck, Kish. Kehadiran seorang tokoh imperialistik dari bangsa lain yg juga mendiami daerah Mesopotamia, bangsa Akkadia, dipimpin Sargon Agung, ternyata melaksanakan sebuah penaklukan politis, tapi bukan penaklukan kultural. Bahkan dalam banyak sekali hal budaya Sumer dan Akkad berakulturasi, sehingga kurun kepemimpinan ini sering disebut Jilid Sumer-Akkad. Campur tangan Sumer tidak sanggup diremehkan begitu saja, pada ketika Akkad terdesak oleh bangsa Gutti, bangsa Sumer-lah yg mendukung Akkad, sehingga mereka masih sanggup berkuasa di “tanah antara dua sungai” itu.
 Bangsa-Bangsa Pendukung Peradaban Mesopotamia. Bangsa Ubaid Merupakan bangsa pertama yang telah tinggal di Mesopotamia selama bertahun-tahun. Bangsa ini bermata pencaharian sebagai petani. Mereka menanam biji-bijian dengan memanfaatkan air sungai sebagai sarana irigasi pertanian ini dilakukan di daerah yang subur.
Bangsa Sumeria Merupakan bangsa yang ada setelah bangsa Ubaid telah punah. Bangsa ini bermata pencaharian sebagai petani yaitu dengan cara melanjutkan pertanian yang dilakukan oleh bangsa Ubaid. Namun berbeda dengan para pendahulunya bangsa Sumeria memperbaharui sistem irigasi dengan menciptakan waduk-waduk supaya ketika ekspresi dominan kemarau mereka tetap akan sanggup melaksanakan pengairan ke ladang-ladang mereka. Bangsa Sumeria yakni bangsa yang pertama mendiami Mesopotamia. Mula-mula daerah tersebut berupa rawa-rawa. Setelah dikeringkan daerah tersebut menjadi pemukiman yang dihuni oleh kelompok masyarakat yang teratur. Kota yang dihuni tertua yakni Ur dan kemudian Sumer.
Bangsa ini menganut kepercayaan politeisme atau mempercayai adanya banyak dewa. Dewa-dewa tersebut, antara lain, Uruk (Dewa Langit), Nippur (Dewa Bumi), dan Eridu (Dewa Air). Tempat untuk memuja para yang kuasa tersebut yakni ziggurat. Bangsa Sumeria juga sudah mengenal tulisan, yaitu goresan pena paku. Kebudayaan bangsa Sumeria alhasil berakhir setelah pada tahun 2350 SM diserang oleh bangsa Akkad di bawah pimpinan Sargon.
Bangsa Akkad yakni rumpun bangsa Semit. Bangsa Akkad Memasuki tahun 2800 SM, Mesopotamia dikuasai oleh bangsa Akkadia, setelah berhasil mengalahkan bangsa Sumeria. Pemimpin bangsa Akkadia yakni raja Sargon. Memilih Agade sebagai ibukotanya. Dari segi kebudayaan bangsa Akkadia menjiplak kebudayaan bangsa Sumeria yang sudah maju sehingga berkembanglah budaya gres yang disebut budaya Sumer Akkad berbahasa semit. Bangsa Akkad memuja banyak dewa, dan juga mempunyai cerita-cerita dongeng wacana kepahlawanan, menyerupai dongeng wacana Adopa, Etana, dan Gilgamesh.
Bangsa Babilonia Kerajaan Babilonia didirikan oleh bangsa Amorit yang disebut juga Babilonia. Kata Babilonia berasal dari kata babilu yang berarti gerbang menuju Tuhan. Babilon terletak di selatan kota Baghdad sekarang, di tepi sungai Eufrat, Irak selatan. Babilon menjadi pemerintahan (ibukota), perdagangan dan keagamaan. Raja Babilonia yang terbesar yakni Hammurabi (1948-1905 SM). Raja Hammurabi populer sebagai pembuat Undang-undang. Menurut kepercayaan, undang-undang tersebut berasal dari derma Dewa Marduk. Agar sanggup dibaca oleh masyarakat, maka undang-undang itu dipahatkan pada tugu kerikil setinggi 8 kaki yang ditempatkan di tengah ibukota. Inti dari aturan Hammurabi yakni pembalasan, contohnya mata ganti mata, gigi ganti gigi. Penerapan aturan itu sangat keras, contoh: “Jika seseorang melaksanakan pencurian di sebuah rumah, maka ia harus dibunuh dan dibakar di muka rumah tempat ia melaksanakan pencurian”. Dengan demikian keteraturan masyarakat tercapai sebab ketaatan pada hukum. Setelah Hammurabi meninggal dunia, kira-kira tahun 1900 SM Babilonia ditaklukkan oleh bangsa Hittit dari dataran tinggi di sebelah utara Mesopotamia. Pada masa pemerintahan Hammurabi, kekuasaan Babylonia terbentang dari Teluk Persia hingga seberang wilayah Turki
kini dan dari Pegunungan Zagros di timur hingga Sungai Khabur di Siria. Tetapi, sepeninggal Hammurabi wilayah Babylonia terpecah-balah dan alhasil Babylonia (Lama) runtuh sebab serangan dari bangsa Hitti (Hittit). Selanjutnya Mesopotamia diduduki dan diperintah oleh bangsa Kassi (Kassit). Bangsa Assyria  termasuk rumpun bangsa Semit. Mereka membangun kota Asshur dan Niniveh. Kota Niniveh yang terletak di tepi sungai Tigris dijadikan ibukota. Pemerintahan bangsa Assyria bercorak militer. Bangsa Assyria digelari sebagai bangsa Roma dari Asia. Gelar tersebut di sanggup sebab menyerupai bangsa Romawi, bangsa Assyria merupakan penakluk daerah-daerah di sekitarnya sehingga berhasil membentuk imperium yang besar. Wilayah Assyria membentang dari teluk Persia hingga Laut Tengah. Mereka sangat ditakuti oleh bangsa lain karna pasukan infantri, kavaleri dan tentara dengan kereta perangnya sangat kuat.
     Wilayah kerajaan dibagi menjadi beberapa propinsi dan setiap propinsi diperintah oleh gubernur yang bertanggungjawab kepada Raja. Untuk memperlancar kekerabatan antara ibukota dan daerah maka dibangunlah jalan raya yang bagus.
    Selain kehidupannya yang bercorak militer, bangsa Assyria juga membangun negerinya menjadi sangat maju antara lain di bidang pendidikan. Salah seorang raja Assyria yang populer yakni Assurbanipal. Pada masa pemerintahannya ia meninggalkan 22000 buah lempengan tanah liat yang tersimpan di perpustakaan Niniveh. Lempengan (tablet-tablet) tersebut memuat goresan pena wacana duduk masalah keagamaan, sastra, pengobatan, matematika, ilmu pengetahuan alam, kamus dan sejarah. Raja-raja yang pernah berkuasa di Kerajaan Assyria, dan antaranya Raja Sargon I I, Raja Sennacherib, dan Raja Assurbanipal. Lambat laun Kerajaan Assyria semakin lemah. Hal ini diketahui oleh bangsa Chaldea yang berkembang di daerah Mesopotamia Selatan (bekas kekuasaan Kerajaan Babylonia Lama). Bangsa ini menyerang Kerajaan Assyria. Pada tahun 612 SM, Ibu Kota Niniveh berhasil dikuasai sehingga menimbulkan runtuhnya Kerajaan Assyria. Bangsa Babilonia Baru  ampilnya suku bangsa Khaldea mengangkat kembali keperkasaan Babilonia yang dulu pernah jaya. Raja bangsa Khaldea yang populer yakni Nebukadnezar. Ia membangun kembali kota Babilon dan menjadikan kota tersebut sebagai ibukota sehingga disebut Babilonia Baru. Ada dua hal yang menarik di kota Babilonia yaitu menara Babel dan taman gantung. Menara babel yang tingginya mencapai 90 meter berfungsi sebagai keindahan kota serta mercusuar bagi para pedagang di sekitarnya yang akan menuju ke kota Babilonia. Hal kedua yang menarik yakni pembuatan taman gantung yang dipersembahkan untuk isterinya. Taman itu dibangun di atas bukit buatan. Tingginya 107 meter. Bentuknya berupa podium bertingkat yang ditanami pohon, rumput dan bunga-bungaan. Ada gerojokan buatan berasal dari air sungai Eufrat yang dialirkan ke puncak bukit kemudian mengalir melalui jalan masuk buatan. Jika dilihat dari jauh seperti taman itu menggantung, suatu pemandangan yang sangat menakjubkan.
KESIMPULAN
 Mesopotamia yakni daerah perlembahan yang diapit oleh dua buah sungai yaitu sungai Tigris dan sungai Euphrat,Irak. Daerah ini pada mulanya yakni daerah rawa-rawa yang ditumbuhi tumbuh-tumbuhan yang rimbun yang berfungsi sebagia penahan banjir yang ditimbulkan oleh luapan kedua sungai tersebut. Sejarahwan menduga bahwa bangsa Sumeria yakni pembangunan peradaban Mesopotamia pertama. Meskipun asal-usulnya tidak diketahui secara niscaya yang terang mereka telah menetap di Mesopotamia semenjak sekitar tahun 5000 SM. Bangsa pendukung peradaban ini yakni . Bangsa Babilonia, Bangsa Assyria, Bangsa Babilonia Baru, Bangsa Ubaid,dan juga bangsa Sumeria. Kondisi alam Mesopotamia berpengaruhg sekali terhadap karateristik peradaban yang dibangun oleh bangsa-bangsa yang pernah tinggal di sana tidak terkecuali bangsa Sumeria. Sumbangan bangsa Sumeria terhadap peradaban Mesopotamia khususnya dan dunia pada umumnya antara lain ialah pada bentuk negra, yang disebut dengan negara kota. Juga goresan pena yang disebut dengan goresan pena paku, kalender, jam air,dan lainnya.Tingkat kemajuan peradaban bangsa Sumeria dibuktikan dengan diadopsinya kebudayaan mereka oleh bangsa-bangsa lain yang tiba sesudahnya.
Samuel Huntington: Peradaban sebagai nilai-nilai, institusi-institusi dan pola pikir yang menjadi pecahan terpenting dari suatu masyarakat dan terwariskan dari satu generasi ke generasi yang lainnya.
Daftar pustaka
Supriatna, Nana,2006.Sejarah.Bandung:Grafindo Media Pratama
www. Pengertian peradaban.com
www. Peradaban Mesopotamia.com