Peran Nilai Dan Norma Dalam Masyarakat Multikultural

Nilai Dan Norma Dalam Masyarakat Multikultural

Secara sederhana sanggup dikatakan bahwa masyarakat multikultural yaitu suatu masyarakat di mana di dalamnya terdapat beraneka ragam bentuk budaya yang sanggup dilihat dari perbedaan suku bangsa, agama, ras, dan yang lainnya.

Masyarakat multikultural ini biasanya juga diartikan sebagai masyarakat majemuk. Negara kita merupakan salah satu teladan dari sekian banyak masyarakat beragam yang ada di dunia. Negara kita yaitu negara kepulauan yang terdiri dari beribu-ribu pulau, baik besar maupun kecil. Di samping banyaknya ras dan suku bangsa di Indonesia. Kita juga mempunyai ribuan bahasa, kesenian, dan juga system kekerabatan.

Tentu saja ini berbanding lurus dengan suku bangsa dan ras. Karena masing-masing dari mereka mempunyai aktivitas-aktivitas budaya yang tidak sama. Misalnya bahasa. Dalam satu etnis saja, mungkin mempunyai bahasa yang berbeda. Belum lagi dilihat dari kesenian dan juga system kekerabatannya. Dengan banyaknya suku bangsa dan bentuk kebudayaan yang ada di negara kita ini memperlihatkan bahwa masyarakat kita yaitu masyarakat multikultural atau masyarakat majemuk. Kemajemukan itu harus kita jaga dan pelihara dengan baik dengan berpegang pada semboyan ‘Bhinneka Tunggal Ika’. Untuk memahami lebih jauh mengenai pengertian masyarakat multikultural, ada baiknya kau menyimak pendapat para jago sosiologi dan antropologi berikut ini:

1.       Masyarakat multikultural atau beragam yaitu masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih komunitas atau struktur kelembagaan yang berbeda-beda satu sama lainnya. (Furnival)
Masyarakat beragam atau multikultural yaitu suatu masyarakat yang menganut sistem nilai yang berbeda di antara banyak sekali kesatuan sosial yang menjadi anggotanya, sehingga para anggotanya kurang mempunyai loyalitas terhadap masyarakat sebagai suatu keseluruhan, kurang mempunyai homogenitas kebudayaan, dan bahkan kurang mempunyai dasar-dasar untuk saling memahami satu sama lain. (Nasikun)

Dari dua pengertian tersebut, tampak lebih terang mengenai apa yang dimaksud dengan masyarakat multikultural. Dalam definisinya, Furnival lebih menitikberatkan pada hal yang bersifat materiil saja, atau hal yang tampak dalam struktur masyarakat, sedangkan Nasikun lebih melihat pada perilaku yang dikembangkan anggota masyarakat di dalam menanggapi keanekaragaman kelompoknya. Nasikun lebih melihat adanya beberapa sisi negatif dari perilaku tersebut, alasannya yaitu satu sama lain merasa dirinya lebih langsung (istimewa) dibandingkan dengan kelompok yang lain.

Norma dan nilai dalam masyarakat sangat berperan dalam memperlihatkan stabilitas kehidupan. Coba bayangkan bila suatu tempat tidak terdapat suatu nilai dan norma sosial yang berlaku, pastilah tempat tersebut akan mengalami kekacauan dan pola kehidupannya akan mengalami penyimpangan. Masyarakat kultural yang terdiri dari bermacam-macam suku, ras dan budaya sangat memerluka Peran Nilai da Norma didalam kehidupan sehari-harinya sebagai patokan yang akan sanggup menstabilkan pribadinya dalam pergaulan di masyarakat, sehingga terjadi hidup yang rukun, kerjasama dan adanya toleransi didalam kehidupan masyarakat tanpa ada pendiskriminasi atar individu serta sanggup mengikuti keadaan dan bisa mendapatkan lingkungan yang ada disekitarnya.  Misalnya, di tempat Papua di mana tempat tersebut belum bisa melembagakan suatu norma, karenanya masyarakat di sana tidak tahu bagaimana cara berpakaian yang sopan di depan umum, bagaimana cara mereka mengikat tali perkawinan yang suci sesuai agama, dan bagaimana mereka bersosialisasi dengan damai.

Norma sosial dalam masyarakat dibedakan menjadi beberapa aspek yang saling berkaitan satu sama dengan yang lain. Adapun macam-macam norma sosial yang ada di masyarakat adalah:

–          Norma Agama
Merupakan norma yang berfungsi sebagai petunjuk dan pegangan hidup bagi umat insan yang berasal dari Allah yang berisikan perintah dan larangan. Pelanggaran terhadap norma ini mendapatkan hukuman dosa dan di masukkan ke dalam neraka dikala di alam abadi nanti.

–          Norma Hukum
Merupakan suatu rangkaian aturan yang ditunjukkan kepada anggota masyarakat yang berisi ketentuan, perintah, kewajiban, dan larangan, supaya dalam masyarakat tercipta suatu ketertiban dan keadilan yang biasanya dibentuk oleh forum tertentu. Aturan ini lazimnya tertulis yang diklasifikasikan dalam banyak sekali bentuk kitab undang-undang atau tidak tertulis berupa keputusan aturan pengadilan adat. Karena sebagian besar norma aturan yaitu tertulis maka sanksinya yaitu yang paling tegas bila dibandingkan dengan norma lain dari mulai denda hingga eksekusi fisik (penjara atau eksekusi mati).

–          Norma Kesusilaan
Norma kesusilaan merupakan peraturan sosial yang berasal dari hati nurani yang menghasilkan susila sehingga seseorang sanggup membedakan apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk. Pada dasarnya norma ini merupakan norma untuk melaksanakan nilai moral yaitu dalam rangka menghargai harkat dan martabat orang lain. Sebagai contoh: telanjang di depan umum atau berpakaian minim.

–          Norma Kesopanan
Merupakan petunjuk hidup yang mengatur bagaimana seseorang harus bertingkah laris dalam masyarakat. Sebagai contoh: meludah di depan orang, menyerobot antrian, membuang sampah sembarangan, dan lain-lain.

–          Norma Kebiasaan
Merupakan sekumpulan peraturan yang dibentuk bersama secara sadar atau tidak menjadi sebuah kebiasaan. Sebagai contoh: menengok sobat yang sakit, melayat, menghadiri permintaan pernikahan, dan lain-lain.

Pada perkembangannya, norma-norma sosial yang tumbuh dan berkembang di dalam suatu masyarakat sanggup terbentuk menjadi forum kemasyarakatan bila mengalami beberapa proses yaitu:
1)      Proses pelembagaan (institutionalization), yaitu norma-norma mulai dikenal, diakui, dihargai, dan lalu ditaati.
2)      Proses internalized (internalisasi), yaitu norma-norma sudah mendarah daging dalam jiwa anggota masyarakat.

Kedua proses tersebut yang melegalkan norma-norma tersebut menjadi pedoman bagi masyarakat. Seperti contohnya aturan pembayaran pajak tanah bagi pemilik rumah atau lahan yang dilembagakan dalam bentuk peraturan pemerintah wacana pajak dan dikelola oleh dinas pajak.

Dampak dari pelanggaran Nilai dan Norma ini akan mengakibatkan Gejala Sosial, atau yang biasa kita sebut dengan fenomena Sosial. Munculnya fenomena sosial dimasyarakat berawal dari adanya perubahan sosial. Perubahan sosial itu tidak sanggup kita hindari, namun kita masih sanggup mengantisipasinya. Perubahan sosial ada yang bersifat aktual dan negatif, sehingga kita harus hati-hati dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Fenomena sosial yang ada dalam kehidupan sehari-hari sanggup dapat mengakibatkan duduk kasus sosial. Adapun beberapa teladan fenomena sosial ibarat munculnya kesenjangan sosial, demam musik luar (boyband/girlband), pencemaran lingkungan, dan lain sebagainya.

Gejala sosial juga diartikan sebagai suatu pristiwa yang sering terjadi pada lapisan masyarakat, baik masyarakat tradisional maupun masyarakat modern. Adanya banyak sekali tanda-tanda sosial di masyarakat, sanggup dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu sebagai berikut:

1.      Faktor kultural merupakan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat/komunitas. Ada beberapa teladan tanda-tanda sosial menurut faktor kultural, antara lain kemiskinan, kerja bakti, prilaku menyimpang, dan sebagainya.

2.      Faktor struktural merupakan suatu keadaan yang mempengaruhi struktur, struktur yang dimaksud yaitu sesuatu yang disusun oleh pola tertentu. Faktor struktural  dapat dilihat dari pola-pola kekerabatan antar individu dan kelompok yang terjalin dilingkungan masyarakat. Contoh tanda-tanda sosial yang dipengaruhi oleh faktor struktural ibarat penyuluhan sosial, interaksi dengan orang lain dan sebagainya.

Macam-Macam Gejal Sosial

1.      Ekonomi
Ekonomi merupakan ilmu pengetahuan yang berafiliasi dengan pendapatan. Tingkat pendapatan yang dimiliki individu sanggup mengakibatkan tanda-tanda sosial dimasyarakat. Gejala sosial yang dilihat dari aspek ekonomi sangat berkaitan dengan perekonomian masyarakat. Bila ada seseorang yang kurang sanggup mencukupi kebutuhan, maka akan terjadi beberapa tanda-tanda sosial dilingkungan sekitarnya. Dilihat dari segi ekonomi, tanda-tanda sosial yang terjadi di masyarakat sanggup mencakup kemiskinan, pengangguran, duduk kasus kependudukan dan sebagainya.
2.      Budaya
Indonesia mempunyai budaya yang beraneka ragam sehingga kita harus saling menghormati budaya lain. Adanya perbedaan jangan dijadikan sebagai alat pemecah persatuan, melainkan kita harus bersyukur alasannya yaitu keanekaragaman tersebut sanggup menambah kekhasan budaya indonesia. Keanekaragaman budaya tidak hanya ada di Indonesia, tetapi setiap negara juga mempunyai budaya dengan karakteristik yang berbeda-beda. Kita juga harus menghormati budaya asing. Keanekaragaman budaya di sekitar kita juga sanggup mengakibatkan tanda-tanda sosial, contohnya tindakan peniruan budaya absurd yang negatif, kenakalan dewasa dan sebagainya.

3.      Lingkungan alam
Karakteristik tanda-tanda sosial dalam bidang lingkungan alam menyangkut aspek kondisi kesehatan. Seseorang yang terkena penyakit sanggup menimbulka tanda-tanda sosial di lingkungannya sekitarnya. Contoh tanda-tanda yang ditimbulkan ibarat munculnya, penyakit menular, pencemaran lingkunngan dan sebagainya.

4.      Psikologis
Prilaku seseoramg/individu dalam kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh aspek psikologisnya. Bila seseorang mengalami gangguan kejiwaan sanggup mengakibatkan tanda-tanda sosial dimasyarakat, contohnya disorganisasi jiwa, aliran aliran sesat, dan lain-lain.

Terjadinya perubahan sosial-budaya dimasyarakat merupakan salah satu jawaban dari tanda-tanda sosial. Dampak tanda-tanda sosial ada yang bersifat aktual dan negatif. Dampak positif  Gejala sosial yang ada di masyarakat harus kita sikapi dengan baik. Bila kita sanggup terbuka dan mengimbangi perubahan sosial-budaya yang ada. Maka perubahan tersebut akan berdampak aktual dan memperlihatkan kita mamfaat. Hal ini sanggup dilihat dengan kemajuan bidang tekhnologi. Dalam bidang tekhnologi kita mengenal tekhnologi komunikasi, seperi telepon, handphone, telegram, dan email. Dengan adanya alat komunikasi yang modern, maka, maka kita sanggup melaksanakan interaksi jarak jauh tanpa harus bertemu secara langsung. Dampak negatifnya yaitu: Seseorang yang tidak sanggup mendapatkan perubahan yang terjadi akan mengalami keguncangan culture shock. Ketidak sanggupan seseorang dalam menghadapi tanda-tanda sosial akan membawa kearah prilaku menyimpang.

DAFTAR PUSTAKA
1.      Ahmadi Abu. 2007. Sosiologi. Jakarta: PT Rineka Cipta
2.      Soerjono Soekanto. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada