Perjuangan Pembentukan Koloni Inggris Di Australia Dibawah Pimpinan Arthur Philip 1788-1792

DINI MIRANDA / S AUS

Latar belakang
Sampai pada masa ke 16 wilayah benua Astralia masih belum diketahui dengan niscaya oleh bangsa-bangsa Eropa. Hal ini bisa dilihat dari peta-peta yang mereka buat. Keberadaan Australia dalam peta-peta yang dibuat orang Eropa barua tercantum pada peta yang diterbitkan di Amsterdam dalam tahun 1594dalam peta ini diujung selatan digambarkan daratanyang sangat luas dan diberi nama Terra Australis. Orang Eropa yang pertama berlabuh di Australia ialah orang Belanda yaitu William Jans berlabuh di pantai barat
semenanjung York pada tahun 1606. Dalam catatannya William Jans menyatakan bahwa penduduk orisinil negeri itu buas, kasar, orang hitam yang bengis dan biadab. Setelah itu Dick Hartog yang juga dari Belanda. Dick Hartog meninggalkan catatan yang ditulis diatas piring yang menyatakan bahwa ia telah berlabuh di pulau-pulau yang kini berjulukan Hartog Island pada 25 Oktober 1616 dan berlayar lagi menuju Banten pada 27 Oktober 1616. orang Belanda lain yang hingga di Australia ialah Frederick de Houtman tahun 1619, Cartenz tahun 1623, De Witt 1628 dan Abel Tasman. Abel Tasman merupakan orang Belanda terakhir yang menyelidiki Australia, lantaran sesudah diketahui bahwa penyelidikan Tasman tidak menghasilkan emas atua perak pemerintah Belanda tidak lagi bersedia membiayai perjalanan tersebut. Setelah orang Belanda barulah ada orang Inggris yang mulai menyelidiki wilayah Australia. Setelah diadakan penyelidikan terutama yang dilakukan James Cook sebagai solusi atas permasalahan pembuangan narapidana yang dihadapi oleh pemerintah Inggris pasca kemerdekaan Amerika maka diputuskan bahwa pemerintah Inggris kana membuka koloni Inggris di Australia tepatnya di New South Wales. Koloni ini akan dipimpin oleh Arthur Philip. Pembukaan koloni Inggris di Australia ini cukup menarik lantaran motivasi awalnya bukan dagang tetapi sebagai tempat pembuangan narapidana. Sehingga tentu akan banyak tantangan yang dihadapi mengingat wilayah yang sebelumnya masih dalam jaman watu akan dikelola dan ditempati orang-orang dari jaman Revolusi Industri yang intinya mereka ialah pemjahat. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai usaha pembentukan koloni Inggris dibawah pimpinan Arthur Philip dengan rentang waktu ( 1788-1792 ) ketika koloni mulai tiba hingga masa kepemimpinan Philip sebagai gubernur selesai.
Tujuan Inggris Mendirikan Koloni di Australia
Sebelum dipaparkan wacana hal-hal yang menjadi alasan pemerintah Inggris mendirikan koloni di Australia. Akan dipaparkan terlebih dahulu wacana awal perjalanan bangsa Inggris ke Autralia. Orang berkebangsaan Inggris yang hingga di Australia pertama kali ialah William Dampier seorang bajak laut. Rombongan ini menggunakan kapal berjulukan Cygnet dan mendarat di pantai barat maritim bersahabat Melville Island, mereka tinggal beberapa ahad disana. Setelah William Dampier kembali ke Inggris ia menerbitkan goresan pena wacana pelayarannya. Pada masa ini Inggris memang mulai berencana untuk mendapatkan tempat didekat Indonesia untuk memperoleh laba dari aktivitas perdagangan. Dalam tahun 1699 pemerintah Inggris dalam hal ini Angkatan Laut Inggris mempercayakan kapal Roebuck dibawah komando Dampier untuk menyelidiki New Holland. Pada tanggal 6 Agustus 1699 Dampier berhasil mendarat di suatu tempat yang ia sebut Shark’s Bay . Selain itu ia juga mengunjungi Dick Hartog Island dan pesisir barat daya Australia yang pernah dikunjungi Abel Tasman . Walaupun Inggris bertujuan untuk mendapatkan wilayah disekitar Pasifik tetapi belum ada harapan untuk mendirikan koloni. [1]
Penyelidikan kembali wilayah Australia oleh Inggris dilakukan kurang lebih 70 tahun kemudian, ketika ada info dari para astronom Inggris wacana adanya insiden transit of Venus. Menurut mereka insiden ini akan terang terllihat bila diamati dari wilayah lautan selatan. Oleh lantaran itu Royal Society of London meminta kepada Angkatan Laut Inggris untuk menyediakan kapal beserta awaknya untuk keperluan pengamatan transit of Venus. Kapal yang digunakan dalam pengamatan ini ialah Endeavour dibawah pimpinan James Cook, seorang perwira Angkatan Laut. James Cook disini diikuti oleh Joseph Banks dan James Maria Matra yang kelak akan mengusulkan pembentukan tempat pembuangan bagi nara pidana dan koloni di Australia.
James cook dalam kiprah pelayarannya tidak hanya untuk mengamati transit of Venus tetapi juga mencari wilayah daratan di Pasifik Selatan yang selama ini dikenal orang Eropa dengan Terra Australis Incognita dan juga menyelidiki New Zealand yang pernah dikunjungi Abel Tasman. James Cook berangkat dari Inggris pada tanggal 26 Agustus 1768 dan hingga di Tahiti pada bulan april 1769. Disini ia mengamati transit of Venus.
Setelah Cook berhasil mengamati transit of Venus maka ia melanjutkan tugasnya mencari daratan selatan, lantaran cuaca yang tidak memungkinkan ia tetapkan untuk menyelidiki New Zealand dan mencapai wilayah ini bulan Oktober 1769. Ia mendarat di pantai timur North Island dan menghabiskan waktunya selama enam bulan untuk menyelidiki wilayah ini lebih jauh yaitu mengelilingi North Island dan South Island, ia juga sempat mengamati transit of Mercury. Dari penyelidikannya ini ia menyimpulkan bahwa New Zealand bukan merupakan pecahan daratan yang luas.[2]
James Cook meneruskan perjalanan dengan tujuan Van Diemens Land pada April 1770 lantaran cuaca yang jelek ia tidak sanggup mencapai wilayah ini. Tetapi Cook berhasil mendarat teluk yang berjulukan Stingray Harbour yang kemudian diubah namanya menjadi Botany Bay lantaran banyaknya flora yang berada disekitarnya. Dari Botany Bay ia meneruskan pelayaran ke arah utara dengan menyusuri pantai timur Australia. Setelah melewati ujung Semenanjung York, pada sebuah pulau yang
diberi nama Possesion Island Cook menancapkan bendera Inggris dan mengklaim wilayah itu menjadi milik Kerajaan Inggris. Tempat itu diberi nama New Wales atau New South Wales. Hal ini menyerupai tertulis dalam suratnya tertanggal 22 Agustus 1770 pada hari Rabu. Dalam suratnya ini ia menunjukkan keterangan wacana letak tempat yang diklaim menjadi milik Inggris, ketinggian air ketika ia mendarat. Cook juga menggambarkan keadaan sekitar menyerupai teluk bisa dilihat dari atas bukit, ia juga menyampaikan melihat sejumlah kura-kura. Hasil laporan James Cook yang juga didukung oleh Joseph Banks dan James Maria Matra kelak akan mengantarkan wangsit wacana pembentukan koloni Inggris di Australia sebagai solusi atas permasalahan pembuangan nara pidana sesudah Amerika merdeka.
Pembentukan koloni Inggris di Australia tidak sanggup dilepaskan dari peristriwa peranga kemerdekaan Amerika.
Perang kemerdekaan Amerika ini menyisakan dua duduk masalah utama bagi pemerintah Inggris, pertama duduk masalah yang menyangkut American Loyalist yaitu rakyat Inggris di koloni Amerika yang selama berlangsungnya revolusi tetap setia pada pemerintah Inggris dan menentang revolusi. Masalah kedua yaitu tidak adanya pemukiman sebagai tempat pembuangan narapidana dengan dihentikannya pengiriman narapidana ke Amerika.[3]
Penghentian pengiriman narapidana ke Amerika mengakibatkan pemerintah Inggris memikirkan kembali wacana wilayah pembuangan lain. Hal ini dikarenakan bahwa aturan yang berlaku di Inggris masih tetapkan eksekusi buang bagi narapidana. Penerapan eksekusi buang ini dilakukan lantaran penjara-penjara di Inggris sudah terlalu penuh. Seperti yang dikatakan oleh Edmund Burke dalam tubuh legislatif tahun 1786 yang menyatakan bahwa “penjara telah terlalu penuh dan melebihi ukuran seharusnya” [4]. Perlu diketahui pemerintah Inggris sebelumnya menempatkan para narapidana di kapal-kapal bekas sebagai solusi ketiadaan tempat bagi para narapidana. Tetapi hal ini tidak sanggup memecahkan masalah.
Selain itu berdasarkan Sydney dalam suratnya tanggal 18 Agustus 1786 kepada Departemen Keuangan menyatakan bahwa penjara di kerajaan Inggris terlalu penuh dan sangat membahayakan bukan hanya duduk masalah wacana kaburnya mereka tetapi juga kekhawatiran akan adanya penyakit menular. Ia menyarankan biar segera dibuat tempat pembuangan bagi narapidana [5]
Burke juga menyampaikan bahwa ada 100.000 narapidana Inggris yang menerima eksekusi buang dan duduk masalah ini harus segera diselesaikan. Pemerintah Inggris mencoba menciptakan tempat pembuangan di barat daya Afrika. Beberapa ratus narapidana telah dikirim kesana tetapi tempat tersebut jauh dari layak. Menurut Burke mengirim narapidana ke Afrika sama saja dengan keadilan yang kejam. Masalah wacana tempat pembuanagan atau penal settlement mulai dibicarakan pada masa kabinet William Pitt. Setelah kegagalan pembentukan tempat pembuangan di barat daya Afrika. Muncul usulan dari Joseph Banks pada tahun 1779, orang yang ikut dalam perjalanan James Cook, ia menyarankan bahwa New Holland ialah tempat yang cocok untuk tempat pembuangan. Dalam usulannya ia menunjukkan bukti wacana kelayakan Botany Bay sebagai tempat pembuangan dengan alasan ia menemukan banyak tumbuhan dan flora di wilayah ini. Namun, usulna ini belum diterima sepenuhnya.[6]
Empat tahun kemudian James Maria Matra orang yang juga ikut dalam perjalanan James Cook menulis surat kepada Menteri Dalam Negeri Inggris tahun 1783, Lord Sydney. Dalam suratnya ia menyatakan bahwa penderitaan American Loyalist mungkin akan sanggup dikurangi dengan mengirim mereka ke New Holland. Disana ada banyak tempat kosong, ada kesempatan utnuk mengadakan hubungan dagang dengan India, Cina dan Jepang dan mungkin dibawah proteksi Inggris mereka akan sanggup membangun pemukiman di selatan dan akan memperoleh kekayaannya yang telah hilang di Amerika [7]
Hal ini kemudian ditindak lanjuti dengan amandemen UU 1776. Proposal pembentukan tempat pembuangan diterima oleh tubuh legislatif walaupun dengan terbatasnya dukungan dan risikonya pada tahun 1784 tubuh legislatif menyetujui UU Pembuangan gres yang berda dibawah koloni Australia yang akan dibangun. Pada tahun 1785 George Young memberikan kepada pemerintah secara rinci wacana planning pembukaan pemukiman di New Holland. Rencana ini dianggap efektif jaraknya yang sangat jauh sehingga memungkinkan narapidana tetap berada disana selamanya. Oleh lantaran itu, dalam suratnya tanggal 18 Agustus1786 Sydney sebagai Menteri Dalam Negeri sudah berani mengusulkan kepada pemerintah wacana pembentukan koloni di Botany Bay. Dan beliau juga meminta biar Kepala Departemen Keuangan untuk dengan segera menghitung kebutuhan yang akan diharapkan dan menyediakan sejumlah kapal dengan kebutuhan-kebutuhan lain menyerupai persediaan pangan selama dua tahun, alat-alat perntaian dan lain-lain.Seperti yang dijelaskan diatas bahwa pembukaan tempat pembuangan dan pembentukan koloni di Botany Bay tidak menerima dukungan sepenuhnya dari parlemen. Penolakan wacana planning ini salah satunya tiba dari Alexander Dalrymple yang ia nyatakan dalm pidato penolakannya di parlemen. Dia menolak planning ini dengan alasan bahwa pertama planning pembentukan koloni bersamaan dengan konflik antara Inggris dengan koloni lama yaitu Amerika. Kedua planning pembentukan koloni ini akan semakin mengundang orang untuk cenderung melaksanakan kejahatan lantaran mereka tahu bahwa mereka akan dikirim ke wilayah dengan iklim yang baik dan mereka akan menjadi pemilik tempat tersebut. Walaupun begitu planning pembentukan koloni di Botany Bay tetap dilaksanakan terbukti dengan adanya pengangkatan Arthur Philip sebagai gubernur di New South Wales menyerupai yang tertulis dalam surat Lord Sydney pada Philip tahun 1786 menyatakan bahwa Philip akan diangkat menjadi gubernur di wilayah New South Wales, dalam surat ini juga diterangkan wilayah –wilayah yang akan menjadi kekuasaannya. Secara resmi pembentukan koloni Inggris di Australia diumumkan oleh raja Inggris dalam pidato pembukaan di tubuh legislatif tahun 1787. sesudah itu ditentukanlah bahwa akan dikirim armada pertama menuju Botany Bay atau New South Wales yang terdiri dari 11 kapal.
Perjuangan Pendirian Koloni Inggris di Australia Dibawah Pimpinan Arthur Philip 1788-1792
Sebelum dipaparkan wacana usaha pembentukan koloni Inggr
is di Australia akan terlebih dahulu dijelaskan wacana Arthur Philip, gubernur pertama New South Wales. Arthur Philip lahir di Fullham Inggris pada tahun 1739 , anak dari Jacob Philip seorang berkebangsaan Jerman dan Elisabeth Breach. Philip bersekolah di Greenwich Hospital dan pada usia 13 tahun magang di Angkatan Laut. Ia bergabung dengan Angkatan Laut Inggris secara resmi pada usia 15 tahun dan menyaksikan pecahnya Perang Tujuh Tahun di di Mediterania pada 1756. pada tahun 1762 beliau ipromosikan menjadi letnan. Selama periode ini ia menikah dan tetapkan untuk tinggal di Lyndhurst, Hamsphire dan bertani disana. Philip pernah memimpin kapal milik Portugis dan Spanyol. Akhirnya ia dipilih oleh tubuh legislatif Inggris untuk memimpin pembentukan koloni di wilayah Australia.
Arthur Philip ialah orang yang dipercaya oleh raja George III. Hanya sedikit orang yang diberi kepercayaan sebesar Philip. Ia ialah pembangun negara Eropa di wilayah yang sebelumnya tidak ada peradaban. Philip ialah seorang yang optimis dan tak pernah ragu akan masa depan yang baik. Pernah pada keadaan terburuk ketika ternak-ternak hilang, orang kulit putih terlibat konflik dengan Aborigin, kekurangan kuliner yang cukup parah, bayaknya nara pidana yang sakit dan beberapa kali ditimpa gempa bumi ia menyatakan keraguannya tetapi ia tetap yakin koloni akan menerangkan bahwa mereka bisa menunjukkan laba pada Inggris Raya. Semua hal ini akan terlihat terang sesudah ia menjadi gubernur New South Wales.[8]
Armada pertama berangkat dari Inggris pada tanggal 13 Mei 1787 yang terdiri dari kapal Syrius, Supply, tiga kapal persediaan makanan, dan enam kapal yang mengangkut narapidana, semua berjumlah 11 kapal. Orang-orang yang ikut dalam armada ini ialah pegawai, Angkatan Laut, orang bebas dan narapidana termasuk juga bawah umur dan wanita. Perjalanan dari tanah air menuju tanah yang tak dikenal ternyata sesuatu yang sangat sulit dijalani, termasuk juga bagi narapidana. Hal ini terlihat terang dalam karya sejarah naratif yang ditulis oleh Watkin Tench dalam Narrative of The Expedition. Dalam goresan pena ini ia menjelaskan bahwa waktu itu jam 10 tanggal 13 Mei 1787,ketika ia sedang berjalan jalan diantara narapidana, sedikit dari mereka yang kellihatan bahagia. Dia lebih banyak melihat kepedihan yang hebat diantara para narapidana, hal ini mungkin dikarenakan bahwa selamanya mereka akan meninggalkan tanah air. Pada waktu tertentu terlihat air mata mereka menetes tetapi segera dihapus. Arthur Philip tiba di Botany Bay pada tanggal 18 Januari 1788 dan dua hari kemudian semua kapal sudah berlabuh di wilayah ini, yang sesuai dengan saran Joseph Banks. Dalam perjalanan mereka, yang meninggal berjumlah 32 orang. Dalam suratnya kepada Sydney tertanggal 15 Mei 1788 Philip menyampaikan bahwa Botany Bay tidak cocok dijadikan sebagai pemukiman lantaran tanahnya tidak subur, banyak rawa, sumber air yang tidak mencukupi dan seringnya terjadi banjir. Kemudian pada siang hari dikala ia hingga di Botany Bay Philip tetapkan untuk menyelidiki Port Jackson yang sudah ditandai dalam peta yang dibuat James Cook. Philip menyatakan bahwa Port Jackson ialah pelabuhan paling baik di dunia dan ia memberi nama Sydney sebagai rasa hormatnya kepada menteri dalam negeri Inggris tersebut. Dalam goresan pena Tench dijelaskan secra detail wacana keadaan geografis wilayah Port Jackson termasuk juga dengan sumber daya alamnya dalam hal ini tumbuhan dan ikan. Perlu diketahui bahwa ketika Philip hingga di New South Wales pemerintah Inggris tidak mengklaim seluruh benua Australia. Gubernur Philip hanya diperintahkan untuk menguasai setengah benua kurang lebih jauhnya 135º garis bujur termasuk juga Tasmania. Sebenarnya wilayah yang oleh James Cook dinyatakan sebagai milik Inggris pada kenyataannya tidak lebih dari penjara gres bagi narapidana yang berasal dari Inggris . Juga tidak sanggup disangkal bahwa koloni Inggris di Australia dikerjakan secara amburadul dengan kata lain tidak sistematis contohnya untuk perdagangan atau untuk membangun sebuah kerajaan. Pada masa awalnya yang terlihat dari pemukiman yang didirikan Inggris ialah sebagai tempat pembuangan. Mungkin hal inilah yang kelak akan mendatangkan banyak kesulitan yang dialami oleh pemukim pertama. Segera sesudah membangun Port Jackson, Philip mengirim sejumlah orang ke Norfolk Island dengan kapal Supply dibawah komando Kapten P.G. King. Narapidana dan pasukan Angkatan Laut diperintahkan untuk menciptakan pemukiman dalam rangka mencegah pendudukan yang dilakukan oleh Perancis. Philip menyampaikan wilayah ini sebagai tempat yang mungkin semenjak kini akan menjadi tempat yang berguna. Di wilayah ini diperintahkan untuk menananm kapas, rami, jagung dan kuliner lain . Bukanlah hal gampang untuk menciptakan pemukiman di wilayah absurd yang jauh dari negara induk apalagi yang diandalkan ialah para narapidana. Hal ini pernah dikemukakan Philip dalam suratnya pada Sydney antara tahun 1788-1790. dalam suratnya di tahun-tahun ini ia mengeluhkan wacana tidak adanya keahlian yang dimiliki oleh narapidana sehingga semakin menyulitkan pembentukan koloni yang baik. Dikatakan bahwa hanya ada sedikit andal kayu dan sebagian dari mereka sakit. Seandainya saja permintaannya dulu sebelum berangkat ke New South Wales dipenuhi bahwa seharusnya orang-orang yang dikirim ke wilayah ini tidak hanya narapidana tetapi juga petani, andal bangunan dan orang-orang yang punya ketrampilan tentu keadaan tidak sesulit yang terjadi lantaran mereka bisa melaksanakan sesuatu dengan mandiri, tidak 100 % tergantung pada pemerintah. Sayangnya yang terjadi tidak menyerupai itu, para narapidana selain tidak memiliki keahliana apapun juga malas bekerja. Mereka hanya bersedia bekerja bila diawasi yang menambah duduk masalah ialah hanya sedakit orang yang mau menjadi pengawas para narapidana. Oleh lantaran itu, dalam suratnya pada Grenville tertanggal 17 Juni 1790 Philip meminta dikirimkan pemukim bebas untuk mengawasi narapidana yang bekerja.   Permintaan serupa disampaikan pada Sydney tertanggal 30 Oktober 1788. selain itu ia samapikan bahwa pemukim bebas juga diharapkan untuk mengolah lebih banyak tanah lantaran hanya ada sedikit orang yang bersedia mengolah tanah termasuk pegawai yang rata-rat hanya mengolah tanah seluas satu acre. Para narapidana meskipun bersatus sebagia orang terhukum tetap saja mencuri dan menciptakan kerusuhan. Sampai Mei 1788 tercatat enam narapidana yang meninggal lantaran konflik antar narapidana, untuk mengatasi hal ini diusulkan membentuk pengadilan. Sejak awal kedatangan armada pertama di New South Wales, Para pemukim telah mengalami banyak kesulitan, terutama mengenai makanan. Ketika berlayah dari Inggris armada Philiptelah membawa perbekalan kuliner dan juga benih-benih tanamn. Selian itu, ia juga sempat singgah di Brazil untuk menambah persediaan benih tumbuhan dan buah-buahan. Usaha menanam benih iini pada tahun-tahun awal banyak mengalami kegagalan. Hampi semua laopran dan surat-surat baika dari Philip, pejabat lain atau dari narapidana berisi wacana keluhan kuranganya materi pangan dan seringnya terjadi kelaparan.dalam surat tertanggal 15 Mei 1788 Philip menyatakan bvahwa sebgaian kuliner banyak yang hilang lantaran dicuri atauapun lantaran tergenangnya dek kapal Supply yang berisi materi makanan. Selain itu juga disebutkan bahwa tanaman-tanaman dan hasil panen dirusak oleh serangga dan tikus. Pada bulan Septemebr 1788 terjadi lagi gagal panen, benih-benih yang tersisa di kapal Supply menyerupai gandum dan barley dirusak oleh serangga serta h
ilangnya binatang ternak menyerupai sapi dan kerbau. Oleh lantaran itu, koloni di New South Wales tetap tergantung pada kiriman persediaan materi pangan dari Inggris. Pengiriman materi pangan dari Inggris pun tidak sanggup dipastikan kedatangannya, menyerupai ketika kapal Guardian yang mengangkut materi kuliner karam di bersahabat Tanjung Harapan pada bulan Desember 1789 yang mengakibatkan tidak adanya tunjangan pangan dari Inggris selama dua tahun. Contoh lain ialah banyaknya kerusakan materi pangan pada dikala perjalanan dari Inggris ke New South Wales sehingga materi pangan yang dibawa sudah tidak layak untuk dimakan. Untuk mengatasi hal ini pemerintah koloni biasanya mengirim kapal-kapal mereka ke Batavia atau Tanjung Harapan. Usaha lain yang dilakukan oleh Philip dalam rangka mengurangi kelangkaan materi pangan ialah dengan membuka pemukiman gres beliau Parramatta yang sebelumnya dikenal dengan Rose Hill. Tanah di wilayah ini cukup subur dan sudah diusahakan untuk membuatkan pertanian. Mulai dikala itu Philip juga menunjukkan kesepakatan pada narapidana yang berkelakuan baik akan diberi hadiah tanah untuk diolah secara mandiri. Kesulitan-kesulitan mendapatkan materi pangan risikonya memaksa pemerintah koloni untuk mengurangi jatah kuliner per minggu. Tentang hal ini bisa dilihat dalam goresan pena Tench. Ia menyatakan bahwa sebelumnya jatah makan mereka per ahad ialah 8 pounds gandum, 5 pounds daging babi dan 6 ons mentega dikurangi menjadi 5 pounds gandum, 3 pounds hingga 5 ons daging babi. Lalu ketika pada tanggal 27 Maret 1790 diumumkan bahwa kapal yang membawa persediaan materi kuliner tidak datang. Oleh lantaran itu, ada pengurangan lagi jatah kuliner yang diberlakukan semenjak 1 April untuk semua orang tanpa terkecuali yaitu 4 pounds gandum, 2 ½ daging babi dan 1½ pounds beras per minggu. Selain duduk masalah pangan yang juga harus dihadapi oleh penduduk koloni ialah duduk masalah sandang. Pada pertengahn tahun 1789 sudah banyak laporan yang menyatakan bahwa baju dan kain yang mereka pakai sudah lama dan tidak sanggup digunakan pada demam isu dingain. Sepatu yang mereka punya juga sudah tidak sanggup dipakai. Hal yang serupa juga dialami oleh Angkatan Laut, tentara-tentara sudah tidak bersepatu, jatah kuliner mereka juga dikurangi. Hal inilah yang mengakibatkan Angkatan Laut mulai berbisnis semenjak tahun 1792. Dalam suratnya kepada Sydney Philip meminta untuk dikirimkan pakaian, sepatu dan rok dalam jumlah besar. Hal yang menarik dalam masa awal kedatangan kulit putih ialah interaksi pertama mereka dengan pribumi dalam hal ini Aborigin. Ditulis oleh Philip dalam suratnya pada Sydney 15 Mei 1788 bahwa ketika ia hingga di Botany Bay orang-orang Aborogin mendekat dan membawa senjata tetapi ketika senjata itu diminta mereka memberikannya. Pada awal pertemuan ini tidak terjadi peselisihan antara kulit putih dan Aborigin. Dijelaskan oleh Philip bahwa mereka tidak berpakaian tetapi tubuhnya dihiasi oleh gambar mereka juga menggunakan manik-manik di leher mereka. Orang-orang Aborigin juga mendatangi pemukiman kulit putih di Port Jackson. Merekla selalu ingin tahu termasuk bagaimana cara memasak daging dengan air mendidih dan bumbu-bumbu. Hal ini terjadi ketika mereka mencoba mendekati tungku dan wadah yang di dalamnya sedang direbus daging. Mereka juga tertarik dengan api yang gampang dibuat. Biasanya orang Aborigin kesulitan menerima api lantaran mereka harus membawanya dari satu tempat ke tempat lain. Selain itu mereka juga ingin tahu lebih banyak wacana kapal-kapal Inggris yang ukurannya sangat besar. Menurut Philip jumlah mereka seluruhnya di wilayahn Botany Bay, Port Jackson, Broken Bay dan teluk sekitarnya tidak kurang dari 1500 orang. Selam enam ahad di Port Jackson oarng-orang kulit putih hanya mendapatkan satu kali kunjungan dari orang Aborigin. Mereka terdiri dari dua orang yang berjalan-jalan di sekitar pemukiman selama setengah jam. Mereka terlihat mengagumi apapun yang mereka saksikan. Selama itu tidak ada perselisihan antara kulit putih dengan Aborogin. Philip memberlakukan eksekusi keras bagi siapa saja orang kulit putih yang merusak hubungan baik ini. Ternyata tidak lama kemudian muncul koflik antara kulit putih dan Aborigin yang disebabkan kesalahan kulit putih yang memperlakukan mereka dengan jelek selama bulan Mei. Pada tanggal 21 Mei 1788 seorang narapidana yang tinggal di wilayah pertanian terkena tombak orang Aborigin di punggungnya yang menancap dengan kedalaman 3 inci. Ada juga beberapa baju narapidana yang ditemukan sobek dan berdarah. Karena orang kulit putih terus memperlakukan orang Aborigin dengan jelek maka banyak orang kulit putih yang dibunuh oleh mereka. Tetapi berdasarkan Tench pada kelanjutannya yang banyak mati ialah orang Aborigin sendiri dikarenakan penyakit cacar. Pada tahun terakhir kepemimpinan Arthur Philip telah terlihat cukup kemajuan. Pada tahun 1792 meskipun terjadi kekeringan mereka telah berhasil memperoleh hasil panen yang cukup untuk diberikan pada narapidana dan untuk persediaan bibit tahun depan ataupun untuk keperluan lain. Tanah yang sudah diolah kira-kira 1000 acre, 800 untuk jagunga dan sisanya untuk gandum dan barley. Sedangkan tanah yang sudah diolah di Parramatta sekitar 416 acre dan 97 acre masih dalam proses pembersihan.     
            Philip mengakhiri masa tugasnya pada tahun 1792, ia berlayar ke Inggris pada bulan Desember. Alasan Philip meminta berhenti ialah lantaran penyakit perut kronis yang ia derita. [9]
DAFTAR PUSTAKA
[3] [4] [5] [6] [7] Scott, E.1950. A Short History of Australia. London: Oxford University Press
[1] [2] [7] Siboro.1989.Sejarah Australia.Jakarta: Depdikbud
[8] [9] Tangkuman.1985.Sejarah Australia Sejak 1606. Malang: IKIP Malang
Arthur Philip, (Online), (http://www.adb.online.anu.edu.au/biogs/A020292b. html diakses 12 maret 2009 )