Proses Terbentuknya Struktur Masyarakat Australia

PUTRI LESTARI/14B/SAO
Menurur Crowford (1971) ada tiga gelombang migrasi Pertama, migrasi penduduk orisinil yang deprkirakan memasuki Australia paling sedikit dalam dua gelombang dengan selang waktu yang cukup lama. Kedua, Migrasi yang dimulai ke Sidney Cove yang didominasi oleh orang-orang Ingris. Ketiga, migrasi yang dimulai pada bab selesai tahun 1940-an. Gelombang ini menadai berakhirnya ketergantuangan Australi pada Inggris . Imigran ini berbahasa banyak, bersifat kosmo politan dan menajadikan masyarakat Australia sebagai masyarakat dengan kebudayaan yang beraneka ragam.
1.      Gelobang migrasi pertama.
Dikenal dengan masyarakat orisinil tidak diketahuai berapa secara niscaya jumblahnya. Menurut dugaan orang orang Inggris yang tiba ke Australia, penduduk orisinil diperkirakan 300. 000 orang yang teridiri dari ratusan suku dengan bahasa dan dialeknya sendiri-sendiri. Pola hidup mereka masih

komunal primitif sanggup dilihat dari corak hidupnya yang masi belum menetap, berburu dan mengumpulkan masakan (Foodghering).Arthur Pihilip, gubrnur pertama di Australia menerima perintah dari pemerintah Inggris untuk membina penduiduk asli. Namun sukar untuk mebina kekerabatan baik anatara penduduk orisinil dan pendatang dari Inggris, kareana dari pihak penduduk pendatang yang lebih maju mengenggap penduduk orisinil yaitu orang bodok yang tidak bisa di ajak untuk kolaborasi alasannya yaitu keterbatasan cara berpikirnya. Sedangkan bagi penduduk orisinil merasa bawah merekalah yang punya hak atas seluruh ruang lingkup daratan Australia, alasannya yaitu mereka yang paling awal ada di Australia. Kedatangan Orang Ingris dan mendirikan koloni di australia dilihat sebagai suatu bahaya terhadap suku asli. Mereka semakin terdesak. Mereka melaksanakan perlawanan, namun kalah alasannya yaitu persenjataan mereka tidak secanggih para pendatang dari Inggris.

Penduduk orisinil semakin terdesak pedalaman. Karena rujukan pikirannya yang masih sederhana, mereka tidak bisa bersaing dengan pendatang, maka mereka mengalami banyak masalah, yang memicu pada permasalahan rasial. Sehingga mereka mengalami kesulitan dalam banyak sekali bidang kehidupan. Dalam bidang ekonomi mereka mengalami kesulitan keuangan. Bidang sosial sarana prasarana pendidikan, perumahan, kesehatan yang tidak memadahi, shingga banyak yang meninggal alasannya yaitu sakit. Dalam bidang politik. mereka tidak mendapatkan hak untuk menjadi pemimpin. HAM terjadi banyak sekali kekerasan fisik, banyak yang di bunuh alasannya yaitu melawan pendatang dari Inggris. Kekerasan Fisik mereka menerima teror, kurang mendapatkan pendidikan yang layak. Dalam bidang politik kurang menerima hak pilih hingga tahun 1967 dan pada tahun 1971 mereka gres disensus penduduk sebagai warga negara (Siboro, 1989: 147-149)
2.      Gelombang migrasi kedua
Berlangsung dalam kurung waktu 1788 dan 1945 (berakhirnya PD II), sampa tahun 1820 jumbalh imigran imigran masih sedikit. Pemerintah Inggris melancarkan kegiatan assisted immgration untuk mengatasi problem tersebut, kemudian pada tahun 1835 diperkenalkan Bouny System Dinamo. Dalam sistem ini kolonis diminta menentukan kualivikasi imigran tertentu untuk didatangkan dan bekerja pada mereka. Pada tahun 1841 didirikan tempat penampungan imigran perempuan oleh Carolina Chrisom.Program tersebut bisa dikatakan berhasil, hal ini bisa dilihat 1850 jumbah imigran sudah mencapai setengah juta jiwa. Jumblah imigran semakin bertambah dengan ditemikannya emas di New South Wales dan Victoria di tahun yang sama. Hingga tahun 1861 jumblah penduduk Australia meningkat hingga lebih dari satu juta orang. Dan setelah tahun 1919 – 1930 terjadi peningkatan minat berimigrasi ke Australia, hingga mencapai 30.000 jiwa imigran.
3.      Gelombang migrasi tiga
Pada tahun 1940 pemerintah Australia memprogemkan semoga imigran yang masuk ke Australi sebanyak mungkin, khususnya dari Inggris. Namun dalam gelombang ketiga ini Australia mendapatkan imigran dari luar Inggris. Mereka masuk dari daratan Eropa dan kawasan sekitar Laut Tengah (Siboro, 1989: 147-152)Struktur dan keanekaragaman masyarakat Australia terdiri dari penduduk orisinil (yang terdiri dari suku-suku asli, menyerupai Aborigin), kolonis (pendatang) dari Eropa dan Asia. Adapun struktur daan keanekaragaman para imigran tersebut yaitu sebagai berikut :
 Penduduk Asli (imigran Awal).
Penduduk orisinil terdiri dari orang-orang Aborigin sebagai imigran awal yang menghuni benua Australia. Struktur masyrakat penduduk Aborigin terdiri dari suku-suku yang di kepalai oleh seorang Kepala suku.
      2.Kolonis dan pendatang (imigran ke-dua)
a.Inggris
Inggris yaitu bangsa pertama yang mendirikan dan mebanun kolon-koloni di Australia. Dan struktur masyarakat di koloni tersebut terdiri dari: Narapidana, Orang-orang bebas, pemerintah Australia yang mewakili Inggris.Kemudian setelah cinvict system berakhir, pemerintah Inggris membantu imigrasi ke Australia dengan maksud membangun koloni-koloninya dibenua itu, sambil mengurangi kepadatan penduduk serta masalah-masalah sosial di Inggris akhir pertambahan penduduk yang amat besar serta ekses revolusi Industri. Pusat-pusat industri dijejali orang-orang yang terpaksa pergi meninggalksn desanya. Mereka menjadi orang pencari-pencari pekerjaan, yang bila sanggup mereka di honor sangat rendah. Bagi mereka yang tetap tingggal didesanya terpksa mendapatkan honor amat rendah sebagai buruh di ladang milik para tuan tanah. Bagi penduduk yang tidak tahan dengan keadaan menyerupai ini, mereka sangat mengharapakan mendapatkan kesempatan untuk beremigrasi, maka dari itu pemerintah menunjukkan subsidi bagi
orang-orang yang bersedia beremigrasi, terutama ke kawasan gres yaitu Australia. Para emigran yang sudah tinggal di kawasan gres tersebut masih hidup berdasarkan rujukan lama, yaitu rujukan ketika mereka belum beremigrasi dan masih tinggal di Inggris. Maka dari itu pikiran-pikiran, susila kebiasaan, dan pandangan hidup bangsa Australia, banyak yang berasal dari Inggris.
b. Orang Irlandia
Sampai di Australia pada masa 19, mereka secara umum dikuasai beragama katolik. Datang ke Australi mencari kebebasan beragama. Pada perkembangannya angka imigran Irlandia meningkat secara drastis dan banyak imigran Irlandia yang menjadi tokoh gerakan nasional Australia.
c. Orang Jerman dan Italia
Orang Jerman mendirikan komunitas di koloni Victoria, New South Wales dan terutama di Queensland. Sedangkan orang Italia mempelopori pembukaan pemukiman di New South Wales pada tahun 1860. para imigran Itali bermata pencarian sebagai petani dan perkebunan. Sampai ketika ini keturunan Itali menduduki tempat terting dari jumblah masyarakat Australia.
d. Orang Yunani.
Kedatangan orang-orang Yunani di Australia di fasilitasi oleh pemerintah New South Wales (NSW) dengan diberi tiket grartis untuk tiba ke Australia. Dan orang Australia tersebut bekerja di perkebuna Anggur keluarga Mac Arthur di Camden NSW. Dalam tahun 1981 jumblah orang Australia keturunan Yunani mencapai 146.625 jiwa.
e.Orang Yahudi
Kedatangan imigran dari Yahudi ke Asutralia, alasannya yaitu melarikan diri dari pengejaran dan penyiksaan oleh Nazi (Jerman)
f. Orang- orang Balkan, Eropa Timur dan Sekitar Laut Tengah
Orang – orang tersebut tiba ke Australia menandai berrakhirnya dominasi Inggris. Gelombang ini berisi unsur-unsur adonan yang sanang besar pengaruhnya terhadap perkembana sejarah Australia. Ketika perang dunia II terjadi pada tahun (1930an- 1940an) terjadi perpidahan penduduk Eropa secara besar-besaran keluar Eropa. Pemeritah Australia menyokong orang-orang Eropa tersebut, khususnya non Inggris. Tahun 1940an – 1950an Autralia mendapatkan ratusan ribu orang yang tidak punya tempat tinggal di Eropa.
g. Orang – orang Timur Tengah (Turki dan Lebanon), dan China
Orang timur tengah tiba ke australia pada tahun 1970an. Sedangkan otang-orang Cina tiba ke Australia (koloni Victoria) tahun 1959 sudah mencapai 42 ribu jiwa. Mereka bekerja di pertambangan-pertambanan emas. Pada perkembanannya orang Cina menimbulkan masalah, alasannya yaitu ingin menguras habis tambang di Austrlia, juga timbul problem budaya dan problem sosial, alasannya yaitu pernah terjadi beberapa kali kerusuhan didaerah tamban emas di Victori. Orang-orng cina menjadi target kekerasan tersebut.Upaya pemerintah Australia untuk mengatasi problem orang-orang China, yaitu dengan menciptakan UU pembatasan imigrasi China. Dalam tahun 1880-1888 di lakukan konvrensi antar koloni dimana konfrensi tersebut tetapkan bahwa semua koloni mengeluarkan UU koloni dengan tujuan mencegah terlalu banyaknya imigran orang non kulit putih, alasannya yaitu menimbulkan masalah.
3.Kolonis dan Pendatang (imigran gelombang ke-3)
Pada tahun 1940 pemerintah Australia memprogemkan semoga imigran yang masuk ke Australia sebanyak mungkin, khususnya dari Inggris. Namun dalam gelombang ketiga ini Australia mendapatkan imigran dari luar Inggris. Mereka masuk dari daratan Eropa dan kawasan sekitar Laut Tengah (Siboro, 1989: 147-152)Saat ini system pemerintahan Australia yaitu Monarkhi Konstitusional berada dibawah Negara persemakmuran Inggris(Ratu Elizabet II), Gubernur jendral: Michael Jeffry, dan Perdana Menteri : John Howard.Commonwealth Constitution of Australia telah mendasari terbentuknya sistem pemerintahan federasi setelah menjadi satu bangsa pada 1 Januari 1901. sistem tersebut telah membentuk Australia kedalam tiga tingkatan . pertama, tingkatan federal (pemerintah nasional atau persemakmuran). Kedua, pemerintah negara bab serta kawasan istimewa (spatial territory yang lazim disebut teritori) dan ketiga pemerintah lokal setiap pemerintah lokal mempunyai yuridiksi kekuasaan masing-masing.Parlement house yang gres di Canberra dibuka pada tahun 1988 menggantikan parlement house usang yang dibuka tahun 1927. persemakmuran Australia yaitu sebuah Monarkhi Konstitusional dan mempunyai sistem pemerintahan Parlementer. Ratu Elizabet yaitu Ratu Australia, namun tugasnya sebagai ratu sangat berbeda dari tugasnya di Britania Raya. Sang Ratu di wakili oleh seorang Gubernur Jendral, dengan sendirinya gubernur jendral memakai kekuatan direktur melalui nasehat dari Perdana Menteri.Parlement dibuat berdasarkan sistem pemerintahan Westminster. Common law (Hukum Tata Negara) merupakan dasar sistem aturan Australia. Pada tanggal 1 Januari 2001, Australia merayakan Centenay of Federation (100 tahun Federasi). Pemerintah negara persemakmuran dipilih oleh rakyat Australia yang memerintah Australia sebagai negara sistem Monarkhi Konstitusi (menggunakan perundang-undangan). Ratu Elizabet II yaitu ratu Australia, secara resmi Ratu Elizabet merupakan kepala negara yang diwakilkan di australia oleh seorang Gubernur Jendral. Pernah terjadi perdebatan seru wacana tawaran Australia menjadi sebuah negara Republik, dimana melalui referedum nasional tahun 1999 secara umum dikuasai rakyat Australia menentukan untuk tetap menjadi negara berdasarkan Monarkhi Konstitusi.
Terdapat tiga cabang pemerintahan:
a) Legislatif : parlement Australia terdiri dari Gubernur Jendral, Senat dan Dewan perwakilan.
b) Eksekutif : dewan direktur federal : sang Gubernur Jendral dinasehati para penasehat direktur yang terdiri perdana menteri dan menteri-mentri Negara. Biasanya Gubernur Jendral tidak menolak nasehat.
c) Judisial : Mahkamah Agung dan pengadilan federal lainnya, yang para hakimnya diangkat oleh gubernur jendral berdasarkan nasehat dewan.
Australia mempunyai parlement yang Bikameral terdiri dari Senat yang berisi
76 senator dan sebuah Dewan perwakilan yang mempunyai 150 Anggota Dewan yang dipilih dari wilayah pemilihan yang beranggotakan tunggal yang umumnya disebut electorate atau seat. Negara bab yang lebih besar populasinya akan mempunyai lebih banyak perwakilan; setiap negara bab minimal lima perwakilan. Dalam Senat tiap negara bab diwakili 12 Senator tanpa mempedulikan jumlah penduduk. Pemilihan anggota parlement diadakan tiga tahun sekali, namun biasanya hanya setengah dari dingklik Senat yang diperebutkan, alasannya yaitu para senator mempunyai masa jabatan enam tahun yang saling bertindih. Pemerintah dibuat di dewan perwakilan dan pemimpin partai atau koalisi secara umum dikuasai dalam Dewan yaitu sang Perdana Menteri.
Bentuk pemerintah federal sanggup digambarkan sebagai berikut:
1) pemerintah nasional harus mempunyai kewewenangan penuh atas nama seluruh federasi untuk menangani kekerabatan dengan bangsa-bangsa lain.
2) fungsi-fungsi pemerintahan di didtribusikan pemerintahan nasional dan sejumlah pemerintahan regional negara bab melalui sebuah konstitusi yang sanggup diubah secara sepihak, baik oleh pemerintah nasional maupun pemerintahan regional
3) kekuasaan di distribusikan dnegan cara bahwa kedua tingkat pemerintahan,nasional maupun regional, mempunyai dampak pribadi terhadap warga negaranya, alasannya yaitu pemerintah regional sanggup bertindak sebagai penengah ketika pemerintah nasional menyelenggarakan kekuasaan, tetapi pemerintah nasional juga bukan obyek dari peneylenggaraan kekuawaan oleh pemerintah nasional
4) terdapat sebuah kewenangan kehakiman yang bertindak sebagai seorang wasit untuk mejamin bahwa tidak satupun pemerintah baik nasional maupun regional yang melangkah di luar batas kekuasaannya sebgaimana yang dipersyaratkan dalam konstitusi (Zulkijli Hamid. 1999: 28-31)
DAFTAR PUSTAKA
          Siboro, 1989. Sejarah Australia. Jakarta; Depdikbud
          Hamid Zulkifli 1999, Sejarah Politik Australia, Bandung; Remaja Rosdakarya