Prosesi Budpekerti Perkawinan Melayu Indragiri

Siti mufidhoh.s/PBM/FB

MERISIK DAN MENINJAU
Merisik yakni kegiatan mencarikan dan memilihkan jodoh sebagai istri yang baik bagi anak laki lakinya dan juga meninjau dari segi keadaan  kedua orang renta maupun keluarganya.
MERASI
Kegiatan ini dilakukan untuk melihat kecocokan antara pasangan yang akan di jodohkan. Artinya merasi yakni kegiatan meramal cocok atau tidak kah pasangan yang hendak di jodokan.
MELAMAR,MEMINANG, DAN BERTUNANGAN
Pada hal ini pihak laki laki mengusulkn utusan kepada pihak perempuan untuk meminang dan membritahukan untuk pernikahannya.
MENGGANTUNG-GANTUNG
Acara mengantung-gantung diadakan beberapa hari sebelum perkawinan atau persandingan dilakukan. Yang termasuk dalam kegiatan ini adalah: menciptakan tenda dan dekorasi, menggantung perlengkapan pentas, menghiasi kamar tidur pengantin, serta menghiasi tempat bersanding kedua calon mempelai. Upacara ini menadakan bahwa budaya gotong-royong masih sangat berpengaruh dalam tradisi Melayu. Upacara ini harus dilakukan secara teliti dan perlu disimak oleh orang-orang yang dituakan supaya tidak terjadi salah pasang, salah letak, salah pakai, dan sebagainya.
CECAK INAI
Adat atau upacara berinai merupakan imbas dari fatwa Hindu. Makna dan tujuan dari perhelatan upacara ini yakni untuk menjauhkan diri dari bencana, membersihkan diri dari hal-hal yang kotor, dan menjaga diri segala hal yang tidak baik. Di samping itu tujuannya juga untuk memperindah calon pengantin supaya terlihat lebih tampak bercahaya, menarik, dan cerah. Upacara ini merupakan lambang kesiapan pasangan calon pengantin untuk meninggalkan hidup menyendiri dan lalu menuju kehidupan rumah tangga.
Berinai bukan sekadar memerahkan kuku, namun memper- siapkan pengantin supaya sanggup menjalani pernikahan tanpa aral halangan. Upacara ini dilakukan pada malam hari, yaitu dimalam sebelum upacara perkawinan dilangsungkan. Bentuk kegiatannya bermacam-macam asalkan bertujuan mempersiapkan pengantin supaya tidak menemui dilema di lalu hari. Dalam upacara ini yang populer biasanya yakni kegiatan memerahkan kuku, tetapi bergotong-royong masih banyak hal lain yang perlu dilakukan. Upacara ini dilakukan oleh Mak Andam dibantu oleh sanak famili dan kerabat dekat. Upacara berinai bagi pasangan calon pengantin dilakukan dalam waktu yang bersama-sama. Hanya saja tempat nya berbeda, dalam watak perkawinan Melayu biasanya pengantin lak-laki lebih didahulukan.  
UPACARA BERANDAM
Upacara berandam dilakukan pada sore hari ba’da Ashar yang dipimpin oleh Mak Andam didampingi oleh orang renta atau keluarga terdekat dari pengantin perempuan. Awalnya dilakukan di kediaman calon pengantin perempuan terlebih dahulu yang diringi dengan musik rebana. Setelah itu gres lalu dilakukan kegatan berandam di tempat calon pengantin laki-laki. Sebelum berandam kedua calon pengantin harus mandi berlimau dan berganggang terlebih dahulu. Makna dari upacara berandam yakni membersihkan fisik (lahiriah) pengantin dengan impian supaya batinnya juga bersih. Makna simbolisnya yakni sebagai lambang kebersihan diri untuk menghadapi dan menempuh hidup baru. Mak Andam merias calon pengantin supaya kemolekan makin ternampak nyata./ Berandam yang paling utama yakni mencukur rambut alasannya yakni bab badan ini merupakan letak kecantikan mahkota perempuan. berandam juga meliputi kegiatan: mencukur dan membersihkan rambut-rambut tipis sekitar wajah, leher, dan tengkuk; memperindah kening; menaikkan seri muka dengan memakai sirih pinang dan jampi serapah. Setelah berandam lalu dilakukan kegiatan mandi tolak bala, yaitu memandikan pengantin dengan memakai air bunga dengan 5, 7, atau 9 jenis bunga supaya terlihat segar dan berseri. Kegiatan ini harus dilakukan sebelum waktu shalat ashar.Mandi Bunga atau Mandi Tolak Bala bukan sekadar untuk meng- harumkan raga, namun supaya jiwa higienis suci, jauh dari iri dengki,Hakekat mandi tolak bala,Menolak segala bala,Menolak segala petaka,Menolak segala celaka,Menolak segala yang berbisa,Supaya menjauh dendam kesumat,Supaya menja
uh segala yang jahat
,Supaya menjauh kutuk dan laknat,Supaya setan tidak mendekat,Supaya iblis tidak melekat,Supaya terkabul pinta dan niat,Supaya selamat dunia akhirat.
UPACARA KHATAM QUR’AN
Pelaksanaan upacara khatam Qur’an biasanya dilakukan setelah upacara berandam dan mandi tolak bala sebagai bentuk penyempurnaan diri, baik secara lahir maupun batin. Upacara khatam Qur?an bergotong-royong bermaksud memperlihatkan bahwa pengantin perempuan sudah diajarkan oleh kedua orang tuanya ihwal bagaimana mempelajari agama Islam dengan baik. Dengan demikian, sebagai pengantin perempuan dirinya telah dianggap siap untuk memerankan posisi barunya sebagai istri sekaligus ibu dari anak-anaknya kelak. Upacara ini dipimpin oleh guru mengajinya atau orang renta yang ditunjuk oleh keluarga dari pihak pengantin. Upacara ini khusus dilakukan oleh calon pengantin perempuan yang biasanya perlu didampingi oleh kedua orang tua, atau sobat sebaya, atau guru yang mengajarinya mengaji. Mereka duduk di atas tilam di depan pelaminan. Mereka membaca surat Dhuha hingga dengan surat al-Fatihah dan beberapa ayat al-Qur’an lainnya yang diakhiri dengan doa khatam al-Qur’an.
ACARA HANTARAN BELANJA
Antar belanja atau yang biasanya dikenal dengan  dilakukan beberapa hari sebelum upacara kesepakatan atau sekaligus menjadi satu rangkaian dalam upacara kesepakatan nikah. Jika antar belanja diserahkan pada ketika berlangsungnya program perkawinan, maka antar belanja diserahkan sebelum upacara kesepakatan nikah. Beramai-ramai, beriring-iringan, kerabat calon pengantin pria membawa antara belanja kepada calon pengantin wanita. Konsep pemikiran dari upacara antar belanja yakni simbol dari peribahasa-peribahasa menyerupai rasa senasib sepenanggungan,rasa seaib dan semalu, yang berat sama dipikul yang ringan sama dijinjing. Makna dalam upacara antar belanja ini yakni rasa kekeluargaan yang terbangun antara keluarga pengantin pria dan pengantin perempuan. Oleh alasannya yakni makna dan tujuannnya yakni membangun rasa kekeluargaan, maka tidak dibenarkan jumlah diantarkan menjadikan dilema yang menyakiti perasaan di antara mereka.
ACARA AKAD NIKAH
Upacara ijab kabul merupakan inti dari seluruh rangkaian upacara perkawinan. Pemimpin upacara ini biasanya yakni kadi atau pejabat lain yang berwenang. Setelah penyataan ijab dan qabul telah dianggap sah oleh para saksi, lalu dibacakan doa /walimatul urusy/ yang dipimpin oleh kadi atau orang yang telah ditunjuk. Setelah itu, gres lalu pengantin pria mengucapkan /taklik/ (janji nikah) yang dilanjutkan dengan penandatanganan Surat Janji Nikah. Penyerahan mahar oleh pengantin pria gres dilakukan sesudahnya. 
UPACARA MENYEMBAH
Setelah upacara ijab kabul selesai dilakukan seluruhnya, kedua pengantin lalu melaksanakan upacara menyembah kepada ibu, bapak, dan seluruh sanak keluarga terdekat. Makna dari upacara ini tidak terlepas dari impian supaya berkah yang didapat pengantin nantinya berlipat ganda. Acara ini dipimpin oleh orang yang dituakan bersama Mak Andam. Sembah sujud kepada orang renta tiada boleh lupa, supaya tuah dan berkah turun berlipat ganda.
TEPUK TEPUNG TAWAR
Setelah upacara menyembah selesai, lalu dilanjutkan dengan upacara tepuk tepung tawar. Makna dari upacara yakni donasi doa dan restu bagi kesejahteraan kedua pen
gantin dan seluruh keluarganya, di samping itu juga bermakna sebagai simbol penolakan terhadap segala bala dan gangguan yang mungkin diterimanya kelak. Upacara ini dilakukan oleh unsur keluarga terdekat, unsur pemimpin atau tokoh masyarakat, dan unsur ulama. Yang melaksanakan tepung tawar terakhir juga bertindak sebagai pembaca doa. /Tepuk Tepung Tawar hakikatnya yakni pertanda, bahwa para tetua melimpahkan restu dan doa, bahwa marwah pengantin baka terjaga.
MENGARAK PENGANTIN LELAKI
Upacara ini bentuknya yakni mengarak pengantin pria ke rumah orang renta pengantin perempuan. Tujuan dari upacara ini sebagai media pemberitahuan kepada seluruh masyarakat sekitar tempat dilangsungkannya perkawinan bahwa salah seorang dari warganya telah sah menjadi pasangan suami-istri. Di samping itu, tujuanya yakni memberitahukan kepada semua lapisan masyarakat supaya turut meramaikan program perkawinan tersebut, termasuk ikut menawarkan doa kepada kedua pengantin. Upacara ini bermacam-macam bentuknya, tergantung watak yang berlaku di masing-masing kawasan Melayu. Bernaung payung iram, diiringi rentak rebana dan gendang,pengantin pria tiba kepada dewi pujaan.
Upacara penyambutan arak-arakan pengantin pria biasanya bentuknya empat macam, yaitu permainan pencak silat, bertukar tepak induk, dan berbalas pantun pembuka pintu dan juga pembacaan surat kapal.dan juga di iringi dengan perang beras kunyit yang melambangkan supaya menyuburkan persaudaraan.
BERSANDING
Menyandingkan penganting pria dengan pengantin perempuan yang disaksikan oleh seluruh keluarga, sahabat, dan jemputan. Inti dari kegiatan ini yakni mengumumkan kepada khalayak umum bahwa pasangan pengantin sudah sah sebagai pasangan suami-istri. 
KESIMPULAN
Pada umumnya masyarakat riau bersuku melayu, bermacam macam watak dan budaya nya hampir sama di setiap daerah,ada beberapa saja yang membedakan nya  . mulai dari urutan resepsi pernikahan,makanan khas dlam upacara dan banyak lagi, pada zaman dahulu upacara pernikahan ini umumnya hanya raja raja saja yang melaksanakan nya namun pada ketika ini masyarakat biasa sudh sanggup melakukannya, asal ada tokoh watak dan tetua masyarakat yang  menghadirinya.
Daftar pusaka
Yayasan Kanisius. 1973. Ensiklopedi Umum. Yogyakarta: Kanisius.
amanriza.ediruslan pe.t.t.adat perkawinan melayu riau.riau.unri press.
Effendi, nasrun.2004.rangkaian upacara perhelatan pernikaan.yogyakarta: balai kajian dan pengembangan budaya melayu