Sahkah Berwudhu Tanpa Melepas Kerudung ? Ini Penjelasannya

Bagikan Kawan Sahabat Pintar, dalam bahasa, Wudhu artinya Bersih dan Indah. sedangkan berdasarkan istilah (syariah islam) artinya menggunakan air pada anggota tubuh tertentu dengan cara tertentu yang dimulai dengan niat guna menghilangkan hadast kecil. Wudhu merupakan salah satu syarat sahnya sholat (orang yang akan sholat, diwajibkan berwudhu lebih dulu, tanpa wudhu shalatnya tidak sah.

Khazanah Trans7

Ada sebuah pertanyaan yang di lontarkan seseorang perihal wudhu

“ saya sering lihat rekan-rekan di kawasan kerja saya berwudhu tanpa membuka jilbab/kerudungnya. Karena cara berkerudung yang ribet dan banyak pakai peniti mereka malas membukanya. Pertanyaan saya:

1] Apakah sah wudhu yang hanya diusap-usapkan saja? Makara tangan yang lembap disusup- susupkan ke dalam kerudung saja?

2] Kalau bertayamum di dalam bus sebagai kawasan umum, bagaimana kita mengusap tangan?   Apakah lengan baju harus dibuka yang berarti aurat juga jadi kelihatan? Mohon penjelasannya
Jawaban :
Tentang wudhu telah dijelaskan Tuhan dalam QS Al-Maidah: 6: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kau hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu hingga dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu hingga dengan kedua mata kaki, dan bila kau junub, maka mandilah, dan bila kau sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari kawasan buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, kemudian kau tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Tuhan tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kau dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kau bersyukur.”

1] Wamsahuu biruusikum (sapulah kepalamu), para ulama berbeda pandangan dalam mengartikan imsah:

A] Bisa berarti menyapu seluruh kepala sebagaimana dalam hadits Abdullah bin Zaid yang diriwayatkan oleh Jamaah: Nabi saw menyapu kepala dengan kedua tangannya, kemudian ia menggerakkan kedua tangannya dari muka hingga ke belakang. Maksudnya ia saw menyapukan kedua tangannya yang telah dilekatkan ke kepala mulai dari belahan depan kepalanya, kemudian ia menarik kedua tangannya ke arah pundak, kemudian ditarik kembali hingga ke kawasan permulaan memulai sapuan kepala.

B] Bisa berarti menyapu belahan surban saja sebagaimana dalam hadits Amar bin Umaiyah, “Saya melihat Rasulullah saw menyapu surban dan kedua sepatunya – dikala berwudhu.” (HR Ahmad, Bukhari, Ibnu Majah). Dalam riwayat Bilal, Nabi saw bersabda, “Sapulah kedua sepatumu dan khimar–kerudung atau epilog kepala.” (HR Ahmad)

C] Bisa berarti menyapu ubun-ubun serta surban sebagaimana hadits Mughiroh bin Syubah, bahwa Nabi saw berwudhu kemudian ia menyapu ubun-ubun, surbannya, dan demikian pula kedua sepatunya. (HR Muslim)
Dari klarifikasi diatas, muslimah yang menggunakan kerudung dapat saja mengusap kepalanya/ubun-ubunnya, kemudian mengusap juga kerudungnya dikala berwudhu di luar rumah.

Baca Juga : Inilah Hukum Menggunakan Wig Dan Bulu Mata Palsu Bagi Wanita

2] Cara bertayamum dalam hadits Ammar ra, “Aku junub dan tidak mendapat air, maka saya pun bergelimangan dengan tanah, kemudian shalat. 

Kemudian saya ceritakan hal itu kepada Rasulullah saw, ia pun bersabda, “(Dalam bertayamum) cukuplah engkau melaksanakan ibarat ini: ia meletakkan kedua telapak tangannya ke tanah, kemudian ia meniup kedua belah tangan yang dipenuhi debu, kemudian menyapukan ke belahan muka dan kemudian menyapukan ke kedua tangannya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits lain yang diriwayatkan Daruquthni, “Cukuplah bila engkau pukulkan kedua telapak tanganmu ke tanah, kemudian tiuplah tangan yang sudah dipenuhi tanah tersebut dan kemudian sapukan ke muka dan ke kedua tanganmu hingga pergelangan.” Berdasarkan hadits ini, maka tangan yang diusap bubuk itu hanya hingga pergelangan saja.

Semoga goresan pena ini bermanfaat bagi muslimah yang hendak berwudhu diluar rumah tanpa harus membuka kerudungnya biar auratnya tidak terlihat
Semoga bermanfaat

Sumber: ummi-online.com