Sejarah Australia Selatan

PIMA PUTRIAN/14A/SAO
A.     Geografis Australia Selatan
Australia Selatan  yaitu sebuah negara bab Australia. Beribu kota di Adelaide, negara bab ini mempunyai luas wilayah daratan 983.482 km² dan populasi 1.540.200 jiwa (2005). Sebagian besar penduduknya tinggal di tempat pesisir dan di sepanjang Sungai Murray. Sebelum bergabung dengan Persemakmuran Australia pada 1901, wilayah ini berstatus sebuah provinsi Britania Raya. Sebagian besar tanah-tanah di Australia selatan dipakai untuk pertanian. Daerah pemukiman Australia Selatan semula hanya sekitar Adelaide alasannya yaitu kondisi alam Australia Selatan di luar Adelaide sebagian besar terdiri dari gurun pasir.

B.     Sejarah Australia Selatan
Sejarah Australia Selatan tidak lepas dari kiprah seorang tokoh  berjulukan Edward Gibbon Wakefield. Tokoh tersebut mengungkapkan gagasannya wacana pembangunan sebuah koloni menurut pemikirannya. Wakefield menulis sebuah buku berjudul A Letter from Sydney dalam sebuah ruang penjara Newton di London. Buku ini diterbitkan tahun 1829. Wakefield dipenjara lantaran melarikan seorang siswi sekolah. Gagasan yang ingin dikembangkan oleh Wakefield dalam pembangunan sebuah koloni di Australia adalah:
·         Tanah di koloni gres itu hendaknya di jual dengan harga yang cukup mahal ( istilah yang dipakai yaitu istilah sufficient price, yaitu suatu tingkat harga yang cukup untuk mencegah para imigran pekerja dengan gampang membeli tanah baginya). Uang hasil penjualan tanah tersebut hendaknya di gunakan untuk mengongkosi migrasi penduduk ke koloni gres tersebut dalam rangka menjamin tersedianya tenaga kerja di koloni itu.
·         Tanah hendaknya dijual dalam partai besar, Bereson dan Senblat (1979) menyebutnya “thirty-hectare sections”, dan dibayar tunai lewat suatu lelang.
Tahun 1330, Wikefield keluar dari penjara dan menghimpun beberapa yang besar lengan berkuasa dalam rencananya. Orang-orang bersedia mengikuti planning pembukaan koloni lantaran keadaan yang jelek pada waktu itu di Inggris. Gaji rendah, lapangan pekerjaan jarang dan kuliner mahal. Banyak orang berpikir bahwa alangkah baiknya kalau ada cara untuk membawa keluar orang-orang dari negeri yang sudah terlalu padat itu. Pada ketika itu gres gres saja tiba gosip wacana perjalan Strut memgungkapkan adanya tanah yang baik didekat muara sungai Murray. Para Wikefield sangat tertarik pada gosip ini, kemudian mereka pergi menghadap pemerintah semoga di perkenankan dan menghuni tempat itu. Akan tetapi pemerintah menolak dengan alasan akan memakan biaya mahal dan  mengingat pengalaman di Ausrtalia Barat.
Suatu perhimpunan Australia Selatan dibuat dan dilakukan pendekatan terhadap pemerintah. Dalam tahun 1834 DPR mengeluarkan satu undang-undang yang memotong 300.000 mil persegi     dari wilayah New South Wales untuk mendirikan koloni Australia selatan.  Biaya pendirian koloni ini di usahakan oleh suatu Dewan Komisaris yang bertugas mengawasi penjualan tanah/ dihentikan di jual dibawah 12s per acre. Dalam pendirian koloni terdapat dua kekuasaan, di satu pihak kekuasaan di pegang oleh gubernur yang diangkat dan bertanggung jawab kepada” Colonial Office” di London dan di pihak lain ada kekuasaan Dewan Komisaris yang secara teoritis mengawakili penduduk koloni itu.
C.     Perkembangan Australia Selatan
Para pengikut Wakefield berangkat dalam sebuah ekspedisi menuju Australia Selatan pada tahun 1836. Ekspedisi ini berangkat secara swadaya dalam bendera Kongsi Australia Selatan. Rombongan ini tiba di Pulau Kangaroo pada bulan Juli 1836. Pulau ini dianggap kurang cocok untuk dikembangkan sebagai wilayah pemukiman sehinga kongsi ini kemudian mencari tempat lain dan menemukan sebuah wilayah yang kini dikenal sebagai Adelaide. Pemberian nama Adelaide diambil dari nama istri Raja Inggris William IV.
Kapten Hindmarsh ditugaskan oleh kerajaan Inggris sebagai Gubernur Jenderal Australia Selatan yang pertama. Selain Gubernur Jenderal terdapat pula Komisaris Residen yang ditunjuk oleh Dewan Komisaris, sehingga terjadi dualism kekuasaan di Australia Selatan. Untuk mengatasi situasi tersebut, Pemerintah Inggris memanggil pulang kedua pejabat tersebut dan kemudian menugaskan Kolonel Gawler sebagai Gubernur Jenderal Australia Selatan yang kedua. Ketika Gawler tiba di Australia Selatan,
kondisi koloni tersebut ternyata tidak sesuai dengan yang dibutuhkan oleh Wakefield dalam teorinya. Kas koloni sangat sedikit, hanya ada beberapa binatang ternak, dan tidak banyak lahan pertanian yang dikembangkan. Hal ini terjadi lantaran para pendatang gres yang membeli tanah di Australia Selatan tidak menyebarkan lahan tersebut sebagai lahan pertanian, melainkan menjualnya kembali kepada pendatang lain yang gres tiba dengan mengambil keuntungan. Pengembangan lahan yang dibutuhkan dalam teori Wakefield tidak terjadi di AustraliaSelatan, yang ada hanyalah para spekulan tanah yang berusaha mengambil laba dari penjualan tanah kepada imigran gres yang datang. Jarang sekali terdapat pemilik lahan yang menyebarkan tanahnya sebagai lahan pertanian sehingga terjadi kelangkaan materi pangan di Australia Selatan.
Koloni ini terpaksa mendatangkan materi kuliner dari New South Wales dan Tasmania dengan memakai uang dari kas koloni. Akibatnya Australia Selatan mengalami krisis keuangan sehingga Gubernur Gawler tidak bisa menjalankan kebijakan pembangunan apa pun pada masa awal pemerintahannya. Sebagai solusi dari duduk masalah ini, Gawler memerintahkan para pekerja untuk membangun kemudahan umum ibarat jalan, jembatan, dan dermaga. Gawler membayar mereka dengan sebuah surat perjanjian tertulis yang sanggup berfungsi sebagai alat tukar dalam transaksi keuangan. Para pekerja yang memegang surat tersebut sanggup menggunakannya sebagai alat pembayaran pada toko-toko materi makanan. Selanjutnya toko-toko tersebut dijanjikan sanggup menukarnya dengan uang kalau menyerahkannya pada Dewan Komisaris. namun ternyata Dewan Komisaris maupun Pemerintah Inggris tidak bersedia membayar surat tersebut.
Ketika kemelut keuangan tersebut belum terselesaikan, pemerintah Inggris menugaskan George Grey sebagai Gubernur Jenderal Australia menggantikan Gawler. Sebagai langkah awal untuk menuntaskan duduk masalah tersebut, Grey meminta Pemerintah Inggris membayar surat perjanjian yang menjadi alat transaksi keuangan di Australia Selatan. Pemerintah Inggris jadinya bersedia membayar semua tagihan yang berjumlah 200.000 pounds. Penyelesaian duduk masalah ini mengembalikan kepercayaan para warga koloni kepada pemerintah sehingga kemudian pembangunan di koloni Australia Selatan berjalan lancar.
Pada tahun 1842 ditemukan ladang tembaga di wilayah Kapunda sehingga mendorong perkembangan ekonomi di wilayah Australia Selatan. Pemerintahan gubernur Jenderal Grey di Australia Selatan berakhir ketika ia dipindahtugaskan sebagai Gubernur Jenderal di Selandia Baru. Pengganti dari Jenderal Grey yaitu Letnan Kolonel Frederik Robe Holt yang menjabat mulai tanggal 25 Oktober 1845. Dia berusaha menegakkan peraturan yang menguntungkan pemerintah Inggris terkait dengan hasil tambang mineral di Australia Selatan, namun upaya ini ditolak oleh Dewan Legislatif Australia Selatan. Upaya yang dilakukannya untuk memasukkan unsur agama dalam pemerintahan koloni Australia Selatan juga ditolak oleh Dewan tersebut. Mulai tanggal 2 Agustus 1848 Frederik Holt dibebastugaskan dari jabatan Gubernur Jenderal Australia Selatan kemudian bertugas di Mauritius.
Jabatan Gubernur Jenderal Australia Selatan selanjutnya dipegang oleh Sir Henry Fox Young. Dia menjabat hingga tanggal 20 Desember 1854. Pada masa pemerintahannya, untuk pertama kalinya Australia Selatan mempunyai sebuah DPR formal dengan nama South Australian House of Assembly dengan jumlah 36 anggota. Pada tahun 1851 Gubernur Jenderal Young menunjukkan hadiah sejumlah 2000 poundsterling kepada orang pertama yang bisa melintasi muara Sungai Murray dengan kapal uap. Pada tahun1853 beliau membangun rel kereta api untuk memudahkan transportasi dari pelabuhan sungai Goolwa menuju Port Elliot. Pada tangal 20 Desember 1854.
Gubernur Jenderal selanjutnya yaitu Sir Richard Groves Mc Donnell menjabat mulai tanggal 8 Juni 1855 hingga 4 Maret 1862. Pada awal pemerintahannya beliau menghadapi duduk masalah pengangguran sejumlah 800 imigran pendatang yang semuanya wanita. Mc Donnell mengatasi duduk masalah ini dengan membatasi jumlah pendatang perempuan pada masa selanjutnya. Kebijakan penting lain yang ditempuh oleh Mc Donnell yaitu pemisahan wewenang antara DPR dan Gubernur Jenderal melalui sebuah konstitusi yang disetujui oleh DPR Inggris pada tanggal 24 Juni 1856. Melalui konstitusi ini wewenang Gubernur Jenderal terkesan lebih kecil dibanding parlemen, namun telah sanggup menuntaskan duduk masalah tumpang tindih wewenang yang sebelumnya sering terjadi. Pada tanggal 4 Maret 1862, Mc Donnell mengakhiri masa jabatannya di Australia Selatan dan digantikan oleh Sir Dominick Daly.
Sir Dominick Daly menjabat sebagai Gubernur Jenderal Australia Selatan hingga meninggal di Adelaide pada tanggal 19 Februari 1868. Sebelumnya beliau pernah bertugas sebagai gubernur di Trinidad dan pulau Prince Edward. Tak banyak catatan penting wacana masa jabatannya sebagai Gubernur Jenderal Australia Selatan. Gubernur Jenderal Australia Selatan berikutnya yaitu Sir James Fergusson yang memerintah hingga tanggal 18 April 1873. Dia berasal dari keluarga militer Inggris. Setelah mengakhiri masa jabatannya di Australia Selatan, Fergusson bertugas sebagai Gubernur Jenderal Selandia Baru.
Gubernur Jenderal Australia Selatan ke 9 yaitu Sir Anthony Musgrave. Selama masa pemerintahannya, Musgrave banyak menciptakan kebijakan penting. Kebijakan-kebijakan tersebut antara lain yaitu pengajuan pinjaman untuk pembangunan rel kereta api, kenaikan pajak, dan pengembangan pemukiman hingga ke pedalaman Australia Selatan. Musgrave mengakhiri masa jabatannya di Australia Selatan pada tanggal 29 Januari 1877 kemudian digantikan oleh Letnan Jenderal William Jervois.
Catatan terpenting selama pemerintahan William Jervois yaitu keberhasilannya bersama dengan Letnan Kolonel Peter Scratchley merancang sebuah sistem pertahanan koloni yang kemudian diterapkan secara luas di Australia dan Selandia Baru pada tahun 1877. Sistem tersebut dikenal sebagai sistem pertahanan Jervois-Scratchley. Jervois mengakhiri tugasnya di Australia Selatan pada tanggal 9 Januari 1883 dan digantikan oleh Sir William Robinson.
Pada masa kepemimpinannya yang berlangsung hingga tanggal 5 Maret 1889, Sir William Robinson menerapkan reformasi pajak tanah pad
a tahun 1884 dan pada tahun1886 menerbitkan makalah Geografi Australia Barat dan Selatan. Selain sebagai eksekutif kolonial, Sir William Robinson juga seorang musisi berbakat yang menghasilkan beberapa karya dan dipercaya menghibur hadirin pada perayaan ulang tahun Ratu Inggris tahun 1887. Jabatannya sebagai pimpinan koloni Australia Selatan digantikan oleh Earl Kintore.
Earl Kintore dihadapkan pada duduk masalah pemogokan buruh tambang yang terjadi pada tahun 1890 dan 1892. Dia menuntaskan masalah-masalah tersebut pada tahun 1893 melalui reformasi birokrasi. Earl Kintore mengakhiri masa jabatannya pada tanggal 10 April 1895 digantikan oleh Sir Thomas Buxton. Konflik dengan Parlemen yang merasa tidak dilibatkan oleh Kerajaan Inggris mengakibatkan Buxton dan keluarganya berada dalam kesulitan ekonomi akhir pengurangan honor dan penerapan pajak yang ditetapkan oleh DPR terhadap keluarga Buxton. Thomas Buxton yaitu seorang Humanis yang peduli terhadap Hak Asasi Manusia masyarakat Australia Selatan, termasuk warga suku Aborigin. Pada masa pemerintahannya banyak dibangun kemudahan kesehatan untuk masyarakat. Sir Thomas Buxton digantikan oleh Lord Tennyson pada tanggal 29 Maret 1899.
Pada masa pemerintahan Lord Tennyson yang berlangsung hingga tanggal 17 Juli 1902, pemerintah koloni Australia Selatan melaksanakan kebijakan efisiensi keuangan. Sikap bersahaja yang ditunjukkan oleh Lord Tennyson meninggalkan kesan yang baik ketika ia mengakhiri masa jabatannya pada tanggal 17 Juli 1902. Sebagai implikasi dari penerapan Australia Colonies Government Act oleh pemerintah Inggris, maka pada tahun 1856 Australia Selatan secara efektif mempunyai pemerintahan sendiri. Pada tahun 1901, Australia Selatan bergabung dengan The Commonwealth of Australia (Persemakmuran Australia).
DAFTAR PUSTAKA
          Dr. Siboro. 1989. Pengantar Sejarah Australia. Bandung: IKIP Bandung.
          Drs. Santoso & Dra. Anik Andayani. Sejarah Australia dan Oceania. Surabaya: UNIPRESS IKIP Surabaya.
          www.wikipedia.com    diakses pada tanggal 20 Maret 2010.