Sejarah Dan Perkembangan Css Lengkap

Sejarah CSS – Tahukah kau apa yang dimaksud dengan CSS? Sebaiknya sebelum kau membaca lebih lanjut artikel blog kali ini kau memahami terlebih dahulu dan mengenal CSS. Mengapa begitu? Saya rasa artikel kali ini lebih ditujukan kepada siswa yang menggemari dunia pemrograman mirip saya, sebab kini kita akan mempelajari sejarah serta perkembangan CSS dari dulu hingga sekarang.

Tahukah kau apa yang dimaksud dengan CSS Sejarah dan Perkembangan CSS Lengkap

CSS sanggup dibilang saudara dari bahasa markup yang sangat populer, HTML. Karena kalau kau menciptakan sebuah dokumen HTML tanpa dilengkapi dengan style CSS ibaratkan sebuah kerangka yang tidak tepat dan tidak mempunyai tampilan luar.
Agar kalian lebih paham lagi, saya jelaskan secara singkat pengertian dan pengenalan CSS lebih mendalam pada artikel kali ini.
CSS yaitu kependekan dari Cascading Style Sheet. Yaitu berupa dokumen yang sanggup mengatur style sebuah halaman web atau dokumen lainnya dengan urutan perintah tertentu yang sudah ditentukan.

Biasanya, CSS digunakan untuk halaman web yang memakai HTML dan CSS. Dalam HTML, biasanya kita harus mengatur sebuah heading atau warna dari sebuah teks secara manual untuk seluruh halaman atau dokumen, tetapi dengan memakai CSS kita tinggal mengaturnya satu kali dan kita juga sanggup menentukan potongan HTML mana saja yang akan diberikan style.
Dengan memakai CSS, maka pekerjaan seorang programmer jauh lebih gampang dan sanggup diselesaikan dengan cepat. Oleh sebab kehebatannya itu lah hingga dikala ini CSS sudah sangat terkenal dan digunakan hampir semua programmer dunia.
Saya rasa klarifikasi diatas cukup terperinci untuk mendeskripsikan apa yang dinamakan dengan CSS. Sekarang mari kita menuju inti bahasan dari artikel ini, yaitu sejarah dan perkembangan CSS dari dulu hingga sekarang.

Sejarah CSS

Pertama kali CSS muncul yaitu pada dikala munculnya SGML (Standard Generalized Markup Language) pada tahun sekitar 1970. Sejak tahun tersebut, CSS mengalami banyak sekali macam perkembangan pesat dan style CSS yang hingga kini kita gunakan awalnya merupakan wangsit brilian seorang programmer bernama Hakon Wium Lie.

Pada bulan Oktober tahun 1994 di konferensi W3C yang berlokasi di Chicago, Illinois, ia menuangkan idenya pada tawaran yang ia buat, yaitu mengenai Cascading HTML Style Sheet (CHSS).

Kemudian, tidak berselang usang sesudah itu, ia bersama temannya yang berjulukan Bert Boss menyebarkan sebuah standar CSS.

Akhirnya, pada final tahun 1996 sebuah dokumen dan standar CSS resmi dibentuk (dan pada bulan Desembernya CSS versi 1 sudah diciptakan).

Pengerjaan proyek ini juga didukung oleh seorang programmer dari perusahaan teknologi ternama, Microsoft. Programmer tersebut berjulukan Thomas Reardon.

Lalu, CSS digunakan baik oleh penulis maupun pembaca untuk mengubah banyak sekali macam asepk tampilan sebuah dokumen, mirip tata letak, warna teks, atau bagaimana sebuah elemen ditampilkan pada web browser.

Baca Juga

Selain itu, CSS juga digunakan untuk pemisahan dokumen yang ditulis dengan bahasa HTML atau bahasa markup lainnya dengan isi dokumen presentasi yang berisi dokumen CSS itu sendiri.

Pemisahan isi dokumen mirip ini sanggup meningkatkan aksesibilitas penggunaan dan mengurangi kompleksitas serta pengulangan pada struktur isinya. Dan dengan begini, programmer jadi lebih leluasa lagi untuk mengontrol dokumennya apakah kerangka atau sisi tampilan yang akan diatur.

CSS juga sanggup menampilkan sebuah dokumen atau halaman yang sama dengan tampilan serta metode presentasi yang berbeda, mirip tampilan dari layar, atau tampilan untuk dokumen yang akan dicetak dan masih banyak lagi yang lainnya.

Halaman HTML atau XML yang sama juga sanggup ditampilkan dengan cara yang berbeda pada web browser, baik dari segi warna maupun denah hanya dengan memakai CSS.

Hingga sekarang, CSS sudah berkembang dan semakin memudahkan para desainer web untuk mendesain situs mirip apa yang mereka inginkan.

Jenis atau Cara Pemasangan CSS Dalam Dokumen HTML

Untuk pemasangannya pada sebuah dokumen HTML, CSS mempunyai 3 cara.
1. Internal Style Sheet

Cara yang pertama yaitu dengan cara memasang CSS menyatu didalam satu file yang sama dengan HTML nya. Contohnya yaitu mirip ini.

 <HTML> <head> <title>Internal CSS</title> <style type="text/css"> h1 { </head> color: blue; } </style>  <h1>Ini pola CSS dengan cara pemasangan Internal</h1> <body> </body> </HTML>  

2. Eksternal Style Sheet
Cara yang kedua yaitu dengan cara menciptakan dokumen yang brbeda untuk CSS dan HTML nya sehingga CSS tidak berada didalam dokumen yang sama dengan HTML. Untuk menggabungkan CSS nya, memakai tag link mirip dibawah ini.

 <link rel="stylesheet" type="text/css" href="lokasi.css"> 

“Lokasi.css” pada tag diatas diganti dengan lokasi dari file CSS yang dimaksud, sementara dibawah ini yaitu instruksi yang berada didalam dokumen CSS nya.

 h1 { color: blue; }  

Dan berikut dibawah ini yaitu instruksi yang berada didalam dokumen HTML nya.

 <HTML> <head> <title>Eksternal CSS</title> <link rel="stylesheet" type="text/css" href="lokasi.css"> </head> <body> </body> <h1>Ini pola CSS dengan cara pemasangan Eksternal</h1> </HTML>  
3. Inline Style Sheet
Dan cara terakhir dalam pemasangan instruksi CSS untuk dokumen HTML yaitu Inline CSS. Inline CSS ini memakai cara pemasangan CSS yang disatukan dalam tag HTML nya atau satu baris dengan HTML. Untuk lebih jelasnya berikut pola penggunaan cara inline CSS.

 <HTML> <head> <title>Inline CSS</title> </head> <body> <h1 style="color: blue;">Ini pola CSS dengan cara pemasangan Inline</h1> </body> </HTML>  

Nah itulah 3 cara atau jenis pemasangan CSS dalam dokumen HTML. Kamu lebih suka memakai yang mana? Kalau saya sendiri lebih merekomendasikan cara ekstenal. Mengapa begitu? Karena kalau kau memakai CSS internal untuk dokumen halaman web yang cukup panjang kodenya dan rumit, maka sanggup saja kau tidak sanggup berkontrasi dengan instruksi CSS nya sebab berada dalam satu file yang sama.

Apalagi kalau memakai CSS inline, sebab penulisan CSS dan HTML yang berbeda sanggup saja kau lupa tidak menawarkan semicolon pada CSS inline kau sehingga codingan kau alhasil berantakan.
Dengan memakai CSS eksternal maka tentunya kau sanggup lebih leluasa mengontrol dokumen HTML dan CSS kau yang terpisah. Ini juga sangat bermanfaat pada dikala kau mengerjakan proyek untuk menciptakan sebuah halaman web. Karena saya juga sudah pernah mengalaminya.
Lalu, untuk apa ada CSS internal dan inline? CSS internal dan inline digunakan untuk sebuah dokumen HTML yang cukup singkat sehingga tidak memerlukan CSS yang terlalu banyak. Dengan begini kau tidak memerlukan file-file yang lain dan sanggup menghemat ruang penyimpanan pada laptop atau komputer kau juga.
Tapi, semua kembali pada langsung masing-masing lebih suka untuk memakai CSS yang mana.

Perkembangan CSS

Sejarah singkat bagaimana CSS dibentuk sudah dijelaskan pada potongan awal artikel ini dan diatas sudah saya jelaskan secara rinci perihal cara-cara atau jenis-jenis pemasangan instruksi CSS dalam dokumen HTML. Sekarang, saatnya kita mempelajari perihal perkembangan CSS.
Saya rasa kau niscaya sudah mengetahui bahwa hingga dikala ini CSS sudah hingga versi ke 3 dan dengan CSS 3 ini kita jadi sanggup menciptakan banyak sekali macam animasi unik. Namun, tahukah kau bagaiamana perkembangannya semenjak CSS versi 1 dibuat? Berikut klarifikasi lengkapnya.

1. CSS versi 1

Pada tanggal 17 Agustus tahun 1996, organisasi atau forum pembuat HTML internasional, World Wide Web Consortium atau yang biasa disingkat dengan sebutan W3C menetapkan CSS sebagai bahasa pemrograman standar dalam pembuatan website.
Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan untuk menghentikan pembuatan tag-tag gres oleh Netscape dan Internet Explorer. Pasalnya, dulu kedua browser ini saling bersaing menyebarkan tag-tag sendiri untuk mengatur tampilan web.
Karena masih gres dalam pembuatannya, fitur-fitur yang ada di CSS pertama ini juga masih sangat terbatas, diantaranya mirip :
  1. Mengatur ketebalan font
  2. Warna, teks, background, dan beberapa elemen lainnya
  3. Text attributes. Seperti spasi antar kata, karakter dan baris
  4. Posisi teks, gambar, tabel dan beberapa elemen lainnya
  5. Margin, border dan padding

2. CSS versi 2

Setelah standar CSS pertama dibuat, W3C alhasil kembali merilis CSS versi selanjutnya, yaitu versi 2. Hingga dikala ini CSS versi 2 sudah menjadi standar semenjak tahun 1998 yang lalu.
Semua atribut yang terdapa pada versi CSS sebelumnya dimasukkan dan dikembangan lagi dengan pengutamaan pada International Accessibiality and Capacibilty, khususnya media spesific CSS.
CSS 2 sendiri dikembangan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan biar dokumen sanggup ditampilkan di printer atau pada dikala sesudah dicetak.

3. CSS versi 3

CSS versi 3 yaitu versi terbaru dari CSS. Versi ini menawarkan banyak sekali macam kelebihan dan sudah mengatasi serta memenuhi banyak sekali macam kebutuhan sebuah website.
Selain itu juga terdapat beberapa fitur gres yang sangat menarik mirip animasi warna dan animasi 3D yang sanggup digunakan oleh desainer web. Dan juga ada desain kompatibilitas untuk smartphone dengan memakai fitur media query.
Sementara fitur-fitur gres yang terdapat pada CSS 3 antara lain  Multiple background, border-radius, drop-shadow, border-image, CSS-Math dan CSS Object Model.
Fitur terbaru dari CSS 3 :
  1. Animasi. Dengan adanya CSS 3 seorang desainer web sanggup dengan gampang menciptakan sebuah animasi hanya dengan CSS dan tidak membutuhkan campur tangan software pihak ketiga mirip Adobe Flash dan Microsoft Silverlight.
  2. Beberapa pengaruh teks, mirip teks berbayang, kolom mirip koran dan word-wrap.
  3. Beberapa pengaruh pada elemen. Seperti transformasi 2 dimensi dan 3 dimensi, sudut-sudut yang tumpul dan bayangan.

Kelebihan dan Kekurangan CSS

Sama mirip hasil pemanfaatan teknologi lainnya, CSS juga mempunyai kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Sebagai bonu sebab kau telah mengunjungi artikel blog ini, saya akan menawarkan beberapa klarifikasi singkat seputar kelebihan dan kekurangan CSS.

Kelebihan CSS

  • Mudah dipelajari dan digunakan
  • CSS memisahkan antara desain dengan konten sebuah web
  • Pengaturan desain yang sanggup dilakukan dengan seefisien mungkin
  • Satu instruksi CSS sanggup digunakan untuk beberapa kode, jadi mengurangi dan menghemat daerah dan waktu
  • Mempersingkat waktu pada dikala menciptakan web
  • Jika kau memakai CSS eksternal maka ukuran file HTML nya menjadi lebih kecil

Kekurangan CSS

  • CSS sanggup memperlambat kecepatan suatu website sebab kadang beberapa attribut atau syntax tidak bias dimuat oleh beberapa web browser
  • Desain CSS yang sudah terlihat rapih pada satu browser belum tentu terlihat sama pada web browser lainnya

Kekurangan-kekurangan CSS diatas sanggup diatasi dengan CSS hack dan vendor prefix.
Cukup singkat bukan klarifikasi sejarah dan perkembangan CSS dari dulu hingga sekarang? Mungkin pada artikel selanjutnya perihal dunia pemrograman, saya akan menulis artikel seputar attribut-attribut yang ada di CSS.
Nantikan artikel menarik lainnya tentang Teknologi Informasi hanya di blog . Mohon dikoreksi kalau ada yang salah dan jangan lupa bagikan ke teman-teman kamu.