Sejarah Negara Ghana Dan Kerajaan Nya

TESSA AMELYA/S/E-A
Ghana Adalah sebuah negara Afrika Barat berbatasan dengan Teluk Guinea yang dibatasi oleh Pantai Gading ke barat, Burkina Faso di utara, Togo di timur, dan Samudra Atlantik di selatan.
1.                  Sejarah Kerajaan
Kerajaan besar pertama yang muncul di dataran Afrika Barat ialah Kekaisaran Ghana. Tidak ada yang tahu persis kapan kekaisaran ini muncul. Bukti memperlihatkan bahwa orang-orang Afrika yang disebut Soninke memulai kekaisaran Ghana pertama semenjak tahun 200-an masehi. Mereka menyebut kerajaan mereka Wagadu. Orang absurd memakai nama Ghana untuk kekaisaran itu. Ghana berarti “kepala perang” dan gelar yang dipakai oleh raja-raja Soninke.
Bangsa Soninke mendirikan sebuah ibu kota, Kumbi Saleh, di tempat yang kini terletak di barat daya Mauritania. Pertanian yang produktif, pasokan emas yang melimpah, serta kontrol pada rute perdagangan Gurun Sahara menciptakan masyarakat Kumbi Saleh hidup makmur serta kuat. Rute perdagangan Sahara menghubungkan Afrika tengah-barat dengan Laut Mediterania. Pajak atas barang yang keluar masuk kerajaan menciptakan para penguasa menjadi sangat kaya raya.
Ghana mulai tumbuh menjadi sebuah kekaisaran pada tahun 900 masehi dengan mengalahkan kerajaan tetangga dan menaklukkan kota dagang utama di Sahara, Awdaghust. Hubungan perdagangan yang bersahabat berkembang antara orang-orang Muslim Afrika utara dengan orang-orang dari Ghana, yang memeluk agama-agama tradisional Afrika. Orang Muslim ialah pedagang sukses di kerajaan. Banyak orang Muslim yang memegang posisi berpengaruh di Kekaisaran Ghana.
Kekaisaran ini mencapai puncaknya sekitar 1050 masehi, kemudian, perlahan-lahan mulai kehilangan kekuatan, sebagian alasannya ialah konflik dengan Muslim yang kuat. Pada tahun 1100 masehi, Kumbi Saleh dikendalikan oleh orang Berber dari utara, Murabitun. Beberapa sejarawan percaya bahwa Murabitun menaklukkan kota ini pada tahun 1076 masehi. Namun pengambilalihan Almoravid mungkin terjadi secara damai.
Kekaisaran Ghana pecah menjadi beberapa kerajaan yang terpisah. Salah satu kerajaan ini ialah Soso. Pada sekitar tahun 1203 masehi, Orang Soso menaklukkan ibukota Ghana, bersama dengan beberapa negara potongan kecil Ghana  lainnya. Orang Soso kemudian menggabungkan negara-negara potongan ini menjadi satu kerajaan besar
a.      Kekaisaran Soso
Masyarakat yang hidup di bawah kekuasaan Soso pada awal tahun 1200-an masehi salah satunya ialah Malinke. Kerajaan mereka berada di wilayah yang kini menjadi Guinea dan diperintah oleh klan, atau kelompok keluarga turun-temurun, yang disebut Keita. Di bawah penguasa Sundiata Keita, Malinke berhasil menggulingkan Soso pada sekitar tahun 1240 masehi dan mendirikan Kekaisaran Mali. Selama beberapa dekade berikutnya, para penguasa Mali membawa kerajaan sekitarnya bergabung dengan mereka di bawah pemerintahan sentra yang kuat.
Kekaisaran Mali sangat luas, membentang dari tempat pesisir di Samudra Atlantik barat sekitar 2.400 kilometer. Seperti Ghana, kekayaan Mali yang paling utama ialah tambang emas dan kontrol pemerintah atas jalur perdagangan yang melintasi Gurun Sahara. Mansa Musa, yang memerintah dari tahun 1312 hingga tahun 1337 masehi, menimbulkan Mali sebagai kekuatan politik dan budaya utama di wilayah Afrika Barat. Pemerintahan sentra dan tentara kekaisaran yang berpengaruh menciptakan rakyatnya hidup kondusif dan tenteram, dan para pedagang bisa menjalankan bisnis mereka tanpa rasa takut.
b.      Kekaisaran Mali
Kekaisaran Mali ialah potongan dari beberapa kebudayaan Afrika lain, ibarat Bambara, Soninke, dan Mandinka, kadang kala disebut Mandingo. Sebagian besar kebudayaan itu ialah potongan dari kelompok kebudayaan yang lebih besar yang disebut Mande. Suku bangsa Mande memakai bahasa yang saling berafiliasi dan mempunyai cara-cara hidup tradisional yang sama.
Sebagian besar masyarakat Mande dibagi menjadi beberapa kasta. Petani tergolong dalam kelas sosial atas untuk rakyat jelata. Pengrajin, ibarat cendekia besi dan pengrajin kulit, statusnya berada di bawah petani, dan budak mempunyai status terendah dari semuanya. Raja-raja dari Kekaisaran Mali beragama Muslim, yang mencampur kebiasaan agama dan adat-istiadat sosial Mande dengan Islam.
c.       Kekaisaran Songhai
Bangsa yang dikenal sebagai Songhai menjadi kekuatan politik selama tahun 700 masehi. Sekitar tahun 1010 masehi, raja Songhai yang berkuasa ketika itu masuk Islam. Raja itu mendirikan sentra pemerintahan di Gao, sebuah kota di Sungai Niger di tempat yang kini menjadi potongan negara Mali. Mansa Musa menimbulkan Gao sebagai potongan dari Kekaisaran Mali pada tahun 1325 masehi. Gao merdeka sekitar tahun 1375 masehi. Songhai muncul sebagai sebuah kerajaan sesudah kemunduran kekaisaran Mali. Pada tahun 1400-an masehi, Songhai mempunyai lebih banyak kekuasaan dan kekayaan daripada kerajaan lain di Afrika Barat.
Dua kaisarnya, Sunni Ali dan Askia Muhammad, memperkuat kekaisaran lebih dari penguasa lainnya. Sunni Ali, seorang pejuang besar, memerintah dari sekitar tahun 1464 hingga 1492 masehi. Ia menaklukkan banyak kerajaan dan mengusir masyarakat Muslim, termasuk Tuareg, keluar dari tanah Songhai. Sunni Ali merebut kota Djenne sesudah pengepungan selama tujuh tahun. Ia memulai suatu kesatuan sistem aturan dan ketertiban, pemerintah pusat, dan perdagangan.
Askia Muhammad -juga dikenal sebagai Askia I atau Askia Agung- menjadi raja pada tahun 1493 masehi. Songhai mencapai puncak kejayaannya di bawah pemerintahannya. Askia I mereformasi pemerintah, memperluas area perdagangan, dan mendorong praktek anutan Islam. Anak Askia memaksanya turun dari tahta pada tahun 1528.
Di bawah Sunni Ali, kekaisaran dibagi menjadi lima provinsi. Ia menunjuk seorang gubernur untuk mengepalai masing-masing provinsi. Setiap gubernur mempunyai staf yang bekerja untuknya. Askia Muhammad memperbaiki sistem ini. Ia mengikuti keyakinan Islam dalam kesetaraan, bahwa semua orang berhak mendapat kesempatan yang sama untuk sukses. Jadi, ia memperlihatkan jabatan pemerintahan kepada orang-orang sesuai dengan pendidikan dan kemampuan mereka, bukan menurut tingkat kelas keluarga mereka. Di antara lima gubernur, salah satu gubernur mempunyai kekuasaan lebih dari empat gubernur lainnya. Setiap kota mempunyai walikota terpilih dan semuanya ialah Muslim.
Gelar tradisional untuk raja-raja Songhai ialah dia. Pada sekitar tahun 1335 masehi, raja-raja Songhai mulai memakai gelar sunni. Kaisar terakhir yang digelari sunni ialah Sunni Baru, yang memerintah antara tahun 1492 hingga 1493 masehi. Muhammad Turay ialah orang pertama yang memakai gelar Askia, yang merupakan pangkat tinggi dalam militer Songhai. Setelah Askia Muhammad, sembilan penguasa Songhai lainnya juga memakai gelar Askia.
Berikut 16 fakta yang sanggup penulis simpulkan perihal sejarah Ghana dan masa-masa kekaisarannya ;
1.    Sebelum menjadi tempat jajahan Eropa, Ghana terbagi menjadi beberapa kerajaan ibarat Kekaisaran Asante, negara Akwamu, dan kelompok etnik non-Akan ibarat Ga dan Ewe.
2.     Kata Ghana diterjemahkan sebagai Warrior King atau PrajuritRaja.Nama resmi sekarang, Republik Ghana, diambil alasannya ialah fakta bahwa negara ini diperintah oleh banyak penguasa yang gagah berani dan suku-suku prajurit sebelum masa penjajahan.
3.    Penjajah Eropa pertama yang menyentuh tepi Ghana ialah Portugis yang melemparkan jangkar mereka di atas pasir Ghana pada tahun 1471.Pemukiman permanen pertama terletak di tempat pantai Ghana sesudah sebuah benteng berjulukan Elmina Castle dibangun pada tahun 1482.
4.    Setelah kedatangan Portugis, pada tahun 1650 Denmark juga menginjakkan kaki di Ghana.Mereka terpikat oleh legenda gading dan emas yang diyakini melimpah di lahan yang gres dieksplorasi ini.Tentu banyak kesenangan yang mereka sanggup alasannya ialah legenda itu memang benar adanya.
5.    Namun, kedatangan orang-orang Denmark membawa penderitaan bagi rakyat Ghana selama dua era dengan adanya perbudakan dan perdagangan budak.Sejak tahun 1661 hingga pertengahan 1800-an, yaitu hingga deklarasi resmi Denmark perihal peniadaan perbudakan di seluruh koloni-koloninya, penduduk orisinil Ghana mengalami banyak kesulitan dan kekejaman di tangan pemilik budak absurd dan pedagang budak.
6.    Sejak tahun 1863 hingga 1957, Ghana tetap menjadi koloni Inggris dan dikenal dengan sebutan Gold Coast.
7.    Ghana memperoleh kemerdekaan penuh pada tanggal 6 Maret 1957 dan menjadi negara sub-Sahara pertama yang merdeka dalam sejarah kolonisasi Afrika.Nama Ghana dipilih untuk melambangkan kelahiran sebuah bangsa, republik gres yang independen di sepanjang pantai Barat Afrika.
8.    Presiden terpilih pertama Republik Ghana ialah Dr. Kwame Nkrumah yang terpilih dan mulai berkuasa pada tahun 1960
9.    Pemerintahan Dr. Nkrumah berakhir oleh perebutan kekuasaan militer tanpa kekerasan yang didalangi oleh tentara terlatih Inggris pada tahun 1966 ketika ia sedang melaksanaka
n kunjungan resmi ke Beijing.
10.     Pemerintah militer dibuat sebagai hasil dari perebutan kekuasaan ini, dipimpin oleh National Liberation Council.
11.     Pemerintahan sipil berhasil mengambil alih Ghana pada tahun 1969 ketika Dr. Kofi Busia terpilih sebagai kepala negara.
12.     Kudeta kedua terjadi pada tahun 1972 diikuti pemogokan di seluruh negeri oleh mahasiswa pada tahun 1974 dan perekonomian Ghana hampir runtuh pada tahun 1975.
13.     Acheampong naik ke tampuk kekuasaan pada tahun 1975 dan membentuk Dewan Agung Militer sebagai sarana untuk menerapkan kekuasaan diktator atas Republik Ghana.
14.     Jenderal William Akuffo mengambil alih Dewan Agung Militer pada tahun 1978 dan melaksanakan upaya menuju pendirian pemerintahan sipil.
15.     Usaha perebutan kekuasaan ketiga oleh Letnan Penerbang Jerry John Rawlings terjadi pada tahun 1979.
16.     Pada tahun 1992, Rawlings secara resmi terpilih sebagai presiden Ghana dan melanjutkan kekuasaannya hingga Desember 2000.Pada tahun 2001, John A. Kufuor menggantikannya sebagai presiden dan melanjutkan pemerintahan hingga 2009.Setelah itu, John Atta Mills menjadi presiden Ghan hingga sekarang.
Daftar pustaka:
1.      Sujadi Firman,Junarsyah.UW.(2009).Mengenal Negara-negara di Dunia.Bogor Publishing House.Bogor Jawa barat.
3.      Adnan Sujadi Hadi.(2008).Perkembangan Hubungan Internasional DiAfrika.CV.Angkasa.Bandung