Sejarah Peradapan Lembah Sungai Kuning Hwang Ho (Cina)

HENDRA HADI KUSUMA/S/EB

           Sejarah tertua di Cina dimulai dari muara Sungai Kuning (Hwang-Ho, kini berjulukan Huang-He). Tetapi di Cina terdapat dua sungai besar, yaitu Sungai Hwang-Ho dan Yang Tse Kiang (Sekarang berjulukan Chang Jiang). Pada daerah – daerah inilah pertama kalinya tumbuh di daerah lembah sungai Hwang-Ho.
Letak Geografis
            Sungai Kuning atau Hwang-Ho bersumber di daerah pegunungan Kwen-Lun di Tibet. Setelah melalui daerah pengunungan Cina Utara, sungai panjang yang membawa lumpur kuning itu membentuk dataran rendah Cina dan bermuara di Teluk Tsii-Li di Laut Kuning. Sedang di dataran tinggi sebelah selatan mengalir Sungai Yang Tse Kiang yang berhulu di Pegunungan Kwen-Lun (Tibet) dan bermuara di Laut Cina Timur.
Pertanian
           Pada daerah yang subur itu masyarakat Cina hidup bercocok tanam menyerupai menanam gandum, padi, teh, jagung dan kedelai. Pertanian Cina kuno sudah dikenal semenjak zaman Neolitikum, yakni sekitar tahun 5000 SM. Kemudian pada masa pemerintahan Dinasti Chin (221-206 SM) terjadi kemajuan yang mencolok dalam sistem pertanian. Pada masa ini pertanian sudah diusahakan secara intensif. Pupuk sudah dikenal untuk menyuburkan tanah. Kemudian penggarapan lahan dilakukan secara teratur supaya kesuburan tanah sanggup bertahan. Irigasi sudah tertata dengan baik. Pada masa ini lahan gandum sudah diusahakan secara luas.
Teknologi
            Bumi Cina mengandung banyak sekali barang tambang menyerupai kerikil bara, besi, timah, wolfram, emas dan tembaga, yang sebagian besar terdapat di daerah Yunan. Pembuatan barang-barang menyerupai perhiasan, perabotan rumah tangga, alat-alat senjata menyerupai pisau, pedang, tombak, cangkul, sabit dan lain-lain, menandakan tingginya tingkat perkembangan teknologi masyarakat Cina pada ketika itu.
Kepercayaan
Taoisme
Kepercayaan akan majemuk dewa. Paham inidikembangkan oleh banyak tokoh, salah satunya Laotse.  
Agama Budha
Agama Budha dibawa ke China pada zaman dinasti Liangoleh Bodhidarma. Agama Budha berkembang sangat pesatpada masa pemerintahan dinasti T’ang hal ini disebabkankarena kebanyakan kaisar dinasti T’angsangat menyukaiagama Budha.
Pemerintahan
Dalam perjalan sejarahnya, ada dua macam sistem pemerintahan yang pernah dianut dalam kehidupan kenegaraan Cina kuno, yaitu:
Sistem Pemerintahan Feodal,
dalam masa pemerintahan ini, kaisar tidak menangani pribadi urusan kenegaraan. Kondisi ini berlatar belakang bahwa kedudukan kaisar bersifat sakral. Kaisar dihormati sebagai utusan atau bahkan anak yang kuasa langit, sehingga tidak layak mengurusi politik praktis.
Sistem Pemerintahan Unitaris,
 kaisar berkuasa mutlak dalam memerintah. Kekuasaan negara berpusat di tangan kaisar, sehingga kaisar campur tangan dalam segala urusan politik praktis.
Aksara dan Bahasa
Masyarakat Cina sudah mengenal tulisan, yaitu goresan pena gambar. Tulisan gambar itu merupakan sebuah lambang dari apa yang hendak ditunjukkan. Tulisan itu merupakan salah satu sarana komunikasi. Untuk memupuk rasa persatuan dan rasa persaudaraan, pada permulaan kurun ke-20 dikembangkan pemakaian bahasa persatuan, yaitu bahasa Kuo-Yu.
 Dinasti  yang Berkuasa:
1.    Dinasti pertama yang berkuasa di Cina adalah  dinasti Syang (Hsia)
Berdasarkan dongeng rakyat Cina, pada zaman dinasti Syang telah berkembang sistim kepercayaan memuja para dewa. Dewa tertinggi yang berjulukan Dewa Shang-Ti. Dinasti Syang berakhir sekitar tahun 1766 SM dan digantikan oleh dinasti Yin (1700-1027 SM). 
2.    Dinasti Chou ialah dinasti ketiga yang berkuasa di Cina
Pada zaman kekuasaan dinasti Chou ini muncul tokoh-tokoh filsafat yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan kehidupan rakyat Cina hingga kini, menyerupai Lao Tse dan Kong Fu Tse.
Dinasti ini didirikan oleh raja Cheng yang bergelar Shih Huang Ti.
Sungai Kuning merupakan sungai ibunda bagi bangsa China. Disebabkan iklim global semakin panas, pada beberapa tahun yang lalu, keadaan resapan air dan hakisan tanah semakin teruk di daerah punca Sungai Kuning, kemerosotan padang rumput, kepupusan tumbuh-tumbuhan menjadikan resapan air dan hakisan tanah menjadi lebih serius, jumlah air dari punca Sungai Kuning semakin kurang dan sistem ekologi semakin teruk. Akan tetapi, ekologi puncak Sungai Kuning mula dipulih baik.
Melalui perjuangan selama lebih tiga tahun, kadar litupan tumbuh-tumbuhan d
i daerah punca Sungai Kuning telah meningkat, jumlah air di sungai dan tasik bertumbuh dan sistem ekologi mula dipulih baik.                                                                                                                   
Sejak tahun 1980-an, di hulu Sungai Kuning, air sungai itu menjadi kering selama beberapa bulan setiap tahun. Jumlah pemikiran air purata setiap tahun berkurang 22.7%. beberapa tasik di daerah hulu Sungai Kuning telah menjadi kering.
Kaunti Maduo Provinsi Qinghai di barat bahari China merupakan punca Sungai Kuning. Pada masa dahulu terdapat sebanyak lebih 4000 tasik di sana. Pada Julai tahun 2004, wartawan yang mengambil liputan di kaunti tersebut mendapati bahawa 90% tasik di sana telah menjadi kering,padang rumput yang luas di sana telah menjadi tanah tandus.
Baru-baru ini, wartawan sekali lagi pergi ke padang rumput di Kaunti Maduo dan mendapati lebih 30 ekor keldai liar Tibet dan antelop Tibet. Antaranya, 5 ekor keldai liar Tibet sedang makan rumput di tempat yang hanya sejauh 200 meter daripada rumah menggembala. Selain itu, burung liar sedang bersantai di tasik.
Pegawai yang bertanggung jawab atas urusan hidrologi kaunti Maduo Jawatankuasa Sumber Air Sungai Kuning Liang Haiqing memberitahu wartawan bahawa data pengukuran telah menawarkan bahawa jumlah turun hujan di daerah punca Sungai Kuning mula bertumbuh, paras air Sungai Kuning mula naik tinggi.
Pada masa ini, disebabkan jumalah air Sungai Kuning tidak cukup, stesen penjanaan elektrik Heyuan di Kaunti Maduo terpaksa menghentikan penjanaan elektrik semenjak Januari tahun 2003. Seiring dengan pertambahan jumlah air Sungai Kuning, stesen tersebut beroperasi pula.
Wartawan dimaklumkan bahawa tasik yang kering di daerah tersebut juga telah menakung air pula, tasik yang menakung air itu telah mencatat lebih 3800.
Naib Ketua Kaunti Maduo ZhaLuo berkata bahawa semenjak tahun 2003, kerajaan kaunti itu mula melakukan dasar menghentikan penggembalaan supaya padang rumput dipulihkan, melindungi ekologi di daerah punca tiga sungai, memindahkan penghuni, membenihkan awan untuk menciptakan hujan buatan dan lain-lain, dengan berbuat demikian, keadaan ekologi kaunti Maduo mula dipulih baik.
Wartawan dimaklumkan dari Jabatan Pengukuran China bahawa projek pengawasan penderiaan jauh terhadap keadaan ekologi di daerah punca tiga sungai China telah beroperasi di bandar Xining Provinsi Qinghai baru-baru ini.
Pegawai berkenaan Jabatan Pengukuran China memaklumkan bahawa projek tersebut akan menjadi platform amaran awal dan pengawasan yang bersepadu selain pengawasan petaka dan pengawasan persekitaran.
Sumber alam ialah amat penting bagi kehidupan setiap orang. Perlindungan alam sekitar merupakan tanggungjawab setiap orang di seluruh dunia.
Seni Arsitektur
Cina mempunyai seni arsitektur yang sangat hebat, menyerupai kuil Dewa Langit di Peking dan Pagar tembok Besar Cina. Seni arsitektur lain yang juga populer ialah istana-istana kaisar Cina
Ketika imbas Cina telah hingga di Korea dan Jepang, maka seni arsitektur Cina juga diadopsi oleh bangsa Jepang. Hal ini terlihat dari tipe dan corak bangunan kuil dan istana raja atau kaisar, baik di Korea maupun Jepang yang jelas-jelas memalsukan arsitektur Cina.
Hasil-hasil peninggalan peradaban masyarakat lembah sungai kuning (Hoang Ho) yang terkenal, sebagai berikut:
Seni Bangunan
Salah satu peninggalan bangunan yang termasuk cuilan dari tujuh keajaiban dunia
ialah tembok besar. Seperti telah diuraikan sebelumnya tembok besar ini dibangun semenjak masa pemerintahan dinasti Chin untuk membendung masuknya bangsa pengembara dari utara misalnya,
Suku Hsiung Nu ke daratan Cina. Pembangunan tembok tersebut di lanjutkan oleh dinasti-dinasti berikutnya hingga dinasti Ming 1364-1644. Sehingga panjangnya semula 2.250 Km kemudian mencapai 7000 Km, tinggi tembok Cina ialah 16 meter dan lebar 8 meter. Pada jarak tertentu didirikan benteng pertahanan yang dijaga ketat oleh prajurit. Kini tembok tersebut masih kokoh berdiri dan dijadikan andalan komoditi pariwisata Cina yang mendatangkan banyak devisa.
Selain tembok Cina, bangunan lainnya yang populer ialah istana kaisar yang megah serta kuil contohnya kuil yang kuasa di Beijing.
 Keramik
Keramik merupakan salah satu peninggalan budaya bangsa Cina yang bermutu tinggi. Keramik yang berglasur (diberi lapisan keras yang berkilap) serta porselin Cina yang indah dibentuk dengan teknik yang tinggi. Mangkuk, cawan, dan piring-piring keramik Cina dikenal di Eropa juga di Indonesia. Tiap-tiap dinasti di Cina meninggalkan jenis keramiknya masing-masing. Pada gambar di bawah sanggup di lihat gambar Vas bunga keramik dari jaman dinasti Sung yang memerintah semenjak tahun 960.
Penemuan Kertas dan Alat Cetak
Pada jaman dinasti Han, bangsa Cina telah menemukan kertas sekitar tahun 150 M, serta tinta, sehingga dikenal adanya istilah “tinta Cina”. Bangsa Cina juga menemukan tik gerak (movable type) yaitu blok-blok kayu dengan huruf-huruf yang dicungkil ke luar. Dengan inovasi kertas dan alat cetak tersebut memungkinkan adanya penerbitan buku-buku dalam jumlah yang besar dan dengan harga murah. Bangsa Cina termasuk bangsa yang sangat memperhatikan tulisan. Penemuan kertas dan alat cetak juga membantu penyebaran karya sastra di Cina. Para pujangga Cina yang populer antara lain :
Szema Tzien yang hidup pada masa dinasti Han. Ia menulis buku sejarah berjudul ” Shi – Ji ” yang mencakup jaman purba hingga masa pemerintahan Han Wuti.
Li Tai Po, seorang penyair yang hidup pada jaman dinasti Tang.
REFERENSI