Sistem Pendidikan Dan Problematika Pendidikan Di Indonesia

Katri Nugraheni/SP/B
       Indonesia merupakan negara yang mutu pendidikannya masih rendah jikalau dibandingkan dengan negara-negara lain bahkan sesama anggota negara ASEAN pun kualita SDM bangsa Indonesia masuk dalam peringkat yang paling rendah. Hal ini terjadi alasannya ialah pendidikan di Indonesia belum sanggup berfungsi secara maksimal. Oleh alasannya ialah itu, pendidikan di Indonesia harus segera diperbaiki biar bisa melahirkan generasi yang mempunyai keunggulan dalam aneka macam bidang supaya bangsa Indonesia sanggup bersaing dengan bangsa lain dan biar tidak semakin tertinggal alasannya ialah arus global yang berjalan cepat.
     Untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia dibutuhkan sistem pendidikan yang responsif terhadap perubahan dan tuntutan zaman. Perbaikan itu dilakukan mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Oleh alasannya ialah itu, bangsa Indonesia harus memakai sistem pendidikan dan contoh kebijakan yang sesuai dengan keadaan Indonesia.
     Masa depan suatu bangsa sangat tergantung pada mutu sumber daya manusianya dan kemampuan penerima didiknya untuk menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Hal tersebut sanggup kita wujudkan melalui pendidikan dalam keluarga, pendidikan masyarakat maupun pendidikan sekolah.

     Saat ini pendidikan sekolah wajib di terima oleh seluruh masyarakat Indonesia, alasannya ialah dengan mengenyam pendidikan kita sanggup mengikuti arus global dan sanggup mengejar ketertinggalan kita dari bangsa lain. Namun dalam kenyataannya kini ini masih banyak orang yang belum sanggup mengenyam pendidikan sekolah alasannya ialah faktor ekonomi. Akan tetapi di dalam kurun global ini, hal tersebut tidak boleh terjadi alasannya ialah akan menghambat perkembangan SDM dan bangsa pada umumnya. Maka dari itu, pemerintah Indonesia harus mengambil kebijakan yang sanggup mengatasi dilema tersebut.
 Sistem Pendidikan yang di Anut di Indonesia
     Indonesia kini menganut sistem pendidikan nasional. Namun, sistem pendidikan nasional masih belum sanggup dilaksanakan sebagaimana mestinya. Ada beberapa sistem di Indonesia yang telah dilaksanakan, di antaranya:
·         Sistem Pendidikan Indonesia yang berorientasi pada nilai.
Sistem pendidikan ini telah diterapkan semenjak sekolah dasar. Disini penerima didik diberi pengajaran kejujuran, tenggang rasa, kedisiplinan, dsb. Nilai ini disampaikan melalui pelajaran Pkn, bahkan nilai ini juga disampaikan di tingkat pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.
·         Indonesia menganut sistem pendidikan terbuka.
Menurut sistem pendidikan ini, penerima didik di tuntut untuk sanggup bersaing dengan teman, berfikir kreatif dan inovatif
·         Sistem pendidikan beragam.
Di Indonesia terdiri dari bermacam-macam suku, bahasa, daerah, budaya, dll. Serta pendidikan Indonesia yang terdiri dari pendidikan formal, non-formal dan informal.
·         Sistem pendidikan yang efisien dalam pengelolaan waktu.
Di dalam KBM, waktu di atur sedemikian rupa biar penerima didik tidak merasa terbebani dengan materi pelajaran yang disampaikan alasannya ialah waktunya terlalu singkat atau sebaliknya.
·         Sistem pendidikan yang diubahsuaikan dengan perubahan zaman.
Dalam sistem ini, bangsa Indonesia harus menyesuaikan kurikulum dengan keadaan ketika ini. Oleh alasannya ialah itu, kurikulum di Indonesia sering mengalami perubahan / pergantian dari waktu ke waktu, hingga kini Indonesia memakai kurikulum KTSP.
Problem di Bidang Pendidikan
     Problem yang dihadapi bangsa Indonesia di bidang pendidikan meliputi tiga pokok proble, yaitu: 
a.      Pemerataan Pendidikan
     Saat ini bangsa Indonesia masih mengalami di bidang pemerataan pendidikan. Hal tersebut dikarenakan pendidikan di Indonesia hanya sanggup dirasakan oleh kaum menengah ke atas. Agar pendidikan di Indonesia tidak semakin terpuruk, maka pemerintah harus mengambil kebijakan yang tepat. Misalnya, adanya kebijakan wajib berguru 9 tahun. Kebijakan ini dilaksanakan dari mulai dingklik SD hingga SMP. Pemerintah menciptakan kebijakan dengan meratakan tenaga pendidik di setiap daerah.
b.      Biaya pendidikan
     Keadaan ekonomi Indonesia yang semakin terpuruk berdampak pula pada pendidikan di Indonesia. Banyak sekali anak yang tidak sanggup mengenyam pendidikan alasannya ialah biaya pendidikan yang mahal. Maka dari itu,  biar bangsa Indonesia tidak semakin terbelakang, Pemerintah mulai mengeluarkan dana BOS, yang diberikan kepada penerima didik di SD dan SMP. Hal tersebut dilakukan dengan membebaskan biaya SPP atau menciptakan kebijakan free-school bagi pendidikan dasar. Dengan dikeluarkan kebijakan tersebut, di harapkan semua pendidikan sanggup dirasakan di semua kalangan masyarakat Indonesia.
c.        Kualitas Pendidikan
     Selain kedua dilema tersebut, permasalahan yang paling fundamental ialah dilema mutu pendidikan. Karena kini ini pendidikan kita masih jauh tertinggal jikalau di bandingkan dengan negara-negara lain. Hal tersebut di buktikan dengan banyaknya tenaga pendidik yang mengajar namun tidak sesuai dengan bidangnya. Selain itu, tingkat kejujuran dan kedisiplinan penerima didik masih rendah. Contohnya: dengan adanya kecurangan-kecurangan yang dilakukan ketika mengikuti Ujian Nasional penerima didik cenderung pilih menerima tanggapan secara instan, contohnya dengan membeli tanggapan soal UN. Oleh alasannya ialah itu, mutu pendidikan harus diperbaiki, maka pemerintah menciptakan kebijakan yang berupa peningkatan mutu pendidik. Yang dilakukan dengan cara mengevaluasi ulang tenaga pendidik biar sesuai dengan syarat untuk menjadi pendidik. Selain itu, pemerintah harus meningkatkan sarana dan prasarana, contohnya memperbaiki kemudahan gedung, memperbanyak buku, dll. 
     
      Pendidikan sangat penting pengaruhnya bagi suatu bangsa. Tanpa adanya pendidikan, maka bangsa tersbut akan tertinggal dari bangsa lain. Sepeti halnya juga bangsa Indonesia, pendidikan merupakan salah satu upaya yang dibutuhkan untuk mengejar ketertinggalan dari bangsa lain khususnya bangsa-banga ASEAN. Maka pendidikan Indonesia harus diperbaiki, baik dari segi sistem pendidikan maupun sarana prasarana.
     Indonesia terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Saat ini pemerintah mulai memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia dengan menciptakan aneka macam kebijakan dan merubah sistemnya. Pendidikan Indonesia ketika ini memakai sistem nasional yang meliputi sistem terbuka, sistem yang berorientasi pada nilai, sistem pendidikan yang beragam, sistem pendidikan yang diubahsuaikan dengan perubahan zaman dan sistem pendidikan yang efektif dan efisien. Untuk menjalankan sistem tersebut, pemerintah mengeluarkan sistem wajib berguru 9 tahun yang ditujukan untuk penerima didik SD dan SMP, adanya free-school. Perubahan kurikulum dari waktu ke waktu yang diubahsuaikan dengan keadaan pendidikan sekarang, memperbaiki sarana-prasarana, mengevaluasi kinerja tenaga pendidik dll. Dengan adanya upaya pendidikan di Indonesia sanggup lebih baik biar bangsa Indonesia sanggup mengimbangi negara lain terutama negara-negara ASEAN.
Daftar Pustaka
Tirtarahardja, Umar dan Lasulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Nawawi, Hadari. 1983. Perundang – Undangan Pendidikan. Jakarta: Ghalia
Bebby, C.E. 1982. Pendidikan di Indonesia: penilaian dan pedoman perencanaan, LP3ES, Jakarta
Depdikbud. 1989. UU RI No. 2 Tahun 1982 wacana Sistem Pendidikan Nasional beserta penjelasannya. Jakarta: Balai Pustaka