Sistem Pendidikan Indonesia Pada Zaman Penjajahan Belanda

MASYITAH/SP

Praktek pendidikan zaman Indonesia merdeka hingga tahun 1965  bisa dikatakan banyak dipengaruhi oleh sistem pendidikan Belanda. Praktek pendidikan zaman kolonial Belanda ditujukan untuk menyebarkan kemampuan penduduk pribumi secepat-cepatnya melalui pendidikan Barat. Diharapkan praktek pendidikan Barat ini akan bisa mempersiapkan kaum pribumi menjadi kelas menengah gres yang bisa menjabat sebagai “pangreh praja”. Praktek pendidikan kolonial ini tetap mengatakan diskriminasi antara anak pejabat dan anak kebanyakan. Kesempatan luas tetap saja diperoleh bawah umur dari lapisan atas. Dengan demikian, bersama-sama tujuan pendidikan yakni demi kepentingan penjajah untuk sanggup melangsungkan penjajahannya. Yakni, membuat tenaga kerja yang bisa menjalankan tugas-tugaspenjajahdalammengeksploitasisumberdankekayaan alam Indonesia.

1.Sistem persekolahan pada zaman pemerintahan Hindia
Secara umum sistem pendidikan khususnya system persekolahan didasarkan kepada golongan penduduk berdasarkan keturunan atau lapisan (kelas) social yang ada dan berdasarkan golongan kebangsaan yang berlaku waktu itu.
A.    Pendidikan Rendah (Lager Onderwijs)
Pada hakikatnya pendidikan dasar untuk tingkatan sekolah dasar mempergunakan system pokok yaitu:
1.Sekolah rendah dengan bahasa pengantar bahasa Belanda.
a)   Sekolah rendah Eropa,
yaitu ELS (Europese Lagere school), yaitu sekolah rendah untuk bawah umur keturunan Eropa atau bawah umur turunan Timur asing  atau Bumi putra dari tokoh-tokoh terkemuka. Lamanya sekolah tujuh tahun 1818.
b)   Sekolah Cina Belanda,
 yaitu HCS (Hollands Chinese school), suatu sekolah rendah untuk bawah umur keturunan tmur asing, khususnya keturunan Cina. Pertama didirikan pada tahun 1908 usang sekolah tujuh tahun.
c)   Sekolah Bumi  putra Belanda HIS (Hollands inlandse school),
yaitu sekolah rendah untuk golongan penduduk Indonesia asli. Pada umumnya disediakan untuk bawah umur golongan bangsawan, tokoh-tokoh terkemuka atau pegawai negeri. Lamanya sekolah tujuh tahun dan pertama didirikan pada tahun 1914.
2.      Sekolah rendah dengan bahasa pengantar bahasa kawasan
Ø  Sekolah Bumi Putra kelas II (Tweede klasee).
 Sekolah ini disediakan untuk golonagan bumi putra. Lamaya sekolah tujuh tahun, pertama didirikan tahun 1892.
Ø  Sekolah Desa (Volksschool).
Disediakan bagi bawah umur golongan bumi putra. Lamanya sekolah tiga tahun yang pertama kali didirikan pada tahun 1907.
Ø  .Sekolah Lanjutan (Vorvolgschool).
&nbsp
;Lamanya dua tahun merupakn kelanjutan dari sekolah desa, juga diperuntukan bagi bawah umur golongan bumi putra. Pertama kali didirikan pada tahun 1914.
Ø  Sekolah Peralihan (Schakelschool)
Merupakan sekolah peralihan dari sekolah desa  (tiga tahun) kesekolah dasar dengan bahasa pengantar bahasa Belanda. Lama belajarnya lima tahun dan diperuntukan bagi bawah umur golongan bumi putra. Disamping sekolah dasar tersebut diatas masih terdapat sekolah khusus untuk orang Ambon menyerupai Ambonsche Burgerschool yang pada tahun 1922 dijadikan HIS. Untuk anak dari golongan aristokrat disediakan sekolah dasar khusus yang disebut sekolah Raja (Hoofdensschool). Sekolah ini mula-mula didirikan di Tondano pada tahun 1865 dan 1872, tetapi kemudian diintegrasi ke ELS atau HIS.
B.     Pendidikan lanjutan = Pendidikan Menengah
    1. MULO (Meer Uit gebreid lager school),
     sekolah tersebut yakni kelanjutan dari sekolah dasar yang berbasa pengantar bahasa Belanda. Lama belajarnya tiga hingga empat tahun. Yang  pertama didirikan pada tahun 1914 dan diperuntukan bagi golongan bumi putra dan timur asing. Sejak zaman jepang hingga hingga kini berjulukan SMP. Sebenarnya semenjak tahun 1903 telah didirikan kursus MULO untuk bawah umur Belanda, lamanya dua tahun.
      1. AMS (Algemene Middelbare School)
      adalah sekolah menengah umum kelanjutan dari MULO berbahasa belanda dan diperuntukan golongan bumi putra dan Timur asing. Lama belajarnya tiga tahun dan yang petama didirikan tahun 1915. AMS ini terdiri dari dua jurusan (afdeling= bagian), Bagian A (pengetahuan kebudayaan) dan Bagian B (pengetahuan alam ) pada zaman jepang disebut sekolah menengah tinggi, dan semenjak kemerdekaan disebut SMA.
        1. HBS (Hoobere Burger School) atau sekolah warga Negara tinggi
        adalah sekolah menengeh kelanjutan dari ELS yang disediakan untuk golongan Eropa, aristokrat golongan bumi putra atau tokoh-tokoh terkemuka. Bahasa pengantarnya yakni bahasa belanda dan berorentasi ke Eropa Barat, khususnyairikan pada belanda. Lama sekolahnya tiga tahun dan lima tahun. Didirikan pada tahun 1860
        C.Pendidikan Kejuruan (vokonderwijs )
        Sebagai pelaksanaan politik adat pemerintah belanda banyak mencurahkan perhatian pada pendidikan kejuruan. Jenis sekolah kejuruan yang ada  yakni sebagai berikut:
        1. Sekolah pertukangan (Amachts leergang) yaitu sekolah berbahasa daerah  dan mendapatkan sekolah lulusan bumi putra kelas III (limatahun) atau sekolah lanjutan (vervolgschool). Sekolah ini didirikan bertujuan untuk mendidik tukang-tukang. didirikan pada tahun 1881
        2. Sekolah pertukangan (Ambachtsschool) yakni sekolah pertukangan berbahasa pengantar Belanda dan lamanya sekolah tiga tahun mendapatkan lulusan HIS, HCS  atau schakel. Bertujuan untuk mendidik dan mencetak mandor jurusanya antara lain montir mobil, mesin, listrik, kayu dan piñata batu
        3. Sekolah teknik (Technish Onderwijs) yakni kelanjutan dari Ambachtsschool, berbahasa Belanda, lamanya sekolah 3 tahun. Sekolah tersebut bertujuan untuk mendidik tenaga-tenaga Indonesia untuk menjadi pengawas, semacam tenaga teknik menengah dibawah insinyur.
        4. Pendidikan Dagang (Handels Onderwijs). Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan perusahaan Eropa yang berkembang dengan pesat.
        5. Pendidikan pertanian (landbouw Onderwijs) pada tahun 1903 didirikan sekolah pertaian Yang mendapatkan lulusan sekolah dasra yang berbahasa penganatar belanda. Pada tahun 1911 mulai didirikan sekolah pertanian (cultuurschool) yang terdiri dari dua jurusan, pertanian dan kehutanan. Lama belajaranya sekitar 3-4 tahun, dan bertujuan untuk menghasilkan pengawas-pengawas pertanian dan kehutanan. Pada rtahun 1911 didirikan pula sekolah pertanian menengah atas (Middelbare Landbouwschool) yang mendapatkan lulusan MULO atau HBS yang lamanya berguru 3 tahun.
        6. Pendidikan kejuruan kewanitaan (Meisjes Vakonderwijs).
        7. Pendidikan ini merupakan kejuruan yang termuda. Kemudian sekolah yang homogen yang didirikn oleh swa
          sta dinamakan Sekolah Rumah Tangga (Huishoudschool). Lama belajarnya tiga tahun.
        8. Pendidikan keguruan (Kweekschool). Lembaga keguruan ini yakni forum yang tertua dan sudah ada semenjak permulaan kurun ke-19. Sekolah guru negeri yang pertama didirikan pada tahun 1852 di Surakarta. Sebelum itu pemerintah telah menyelenggarakan kursus-kursus guru yang diberi nama Normal Cursus yang dipersiapkan untuk menghasilkan guru-guru sekolah desa. Pada kurun ke-20 terdapat tiga macam pendidikan guru, yaitu:
        1. Normalschool,sekolah guru dengan masa pendidikan empat tahun dan mendapatkan lulusan sekolah dasar lima tahun, berbahasa pengantar bahasa dearah.
        2. Kweekschool, sekolah guru empat tahun yang mendapatkan lulusan berbahasa belanda.
        3. Hollandschool Indlandschool kweekschool, sekolah guru 6 tahun berbahasa pengantar Belada dan bertujuan menghasilkan guru HIS-HCS.
        4. Pendidikan Tinggi (Hooger Onderwijs)
        Karena terdesak oleh tenaga ahli, maka didirikanlah:
        a)   Sekolah Tehnik Tinggi (Technische Hoge School).
        Sekolah Tehnik Tinggi ini yang diberi nama THS didirikan atas perjuangan yayasan pada tahun 1920 di Bandung. THS yakni sekolah Tinggi yang pertama di Indonesia, usang belajarnya lima tahun. Sekolah ini kemudian berkembang menjadi menjadi ITB.
        b)   Sekolah Hakim Tinggi (Rechskundige Hoge school).
        RHS didirikan pada tahun 1924 di Jakarta. Lama belajarnya 5 tahun, yang tama AMS sanggup diterima di RHS. Tamatan ini dijadikan jaksa atau hakim pada pengadilan.
        c)   Pendidiakn tinggi kedokteran
        2.PENEYELENGGARAAN PENDIDIKAN
        Sejak  1816 dikala jawa kembali lagi dikuasai belanda,segera tampak  bahwa pengaturan perihal persekolahan  dan sekolah dasar  lebih ditujukan  pada pendidkan  untuk orang orang belanda saja. Peraturan pemerintah  yang dikeluarkan  pada tahun  1818,sama sekali tidak menyinggung perihal pendidikan untuk anak anak bumi putera.baru pada tahun  1848 ditetapkan pertama kali adanya anggaran belanja pendidikan orang orang indonesia,terutama anak anak  pegawai indonesia,yang berjumlah 25 ribu gulden.kira kira tahun 1880 biaya pendidikan menjadi seperempat juta gulden.pad atahun 1863 diputuskan melakukan pendidikan untuk semua anak anak bumi putera,dan orang yang pertam menjadi inspektur  urusan pendidkan adalah  J.A van der chijs.
        3.KARAKTERISTIK SISTEM PENYELENGGARAAN  PENDIDKAN KOLONIAL BELANDA.
        Karakteristik sistem pendidikan pada zaman belanda adalah
        a.dualistik  diskriminatif
        yaitu membedakan  pendidikan untuk orang orang eropa dengan pendidikan untuk orang orang bumi putera,yang secara yuridis  berakar pada pasal 163,indische staatsregeling,dan secara kasatmata dalam bentuk perbedaan penggunaan bahasa pengantar. Sekolah eropa mengunakan bahasa  belanda,sedangakan  bumi putera mengunakan bahsa pengantar bahsa melayu dan bahsa daerah.
        b.sentralistik
        pemerintah kolonial belanda  memiliki wewenang  mengatur penyelenggaraan pendidikan untuk orang orang  eropa maupun  untuk orang bumi putera.
        c.tujuan pendidikan
          pendidikan bumi putera bertujuan menghasilkan  tamatan yang dapat  menjadi warga negara  belanda kelas dua,yang sanggup memenuhi  kebutuhan kebutuhan  pegawai negeri  atau pegawai  perusahaan  swasta belanda,tingkat menengah dan rendah.
        Daftar pustaka
        Prof. Dr. H. Afifuddin, Sejarah Pendidikan, (bandung: Prosfect, 2007)
        Redja mudyaharjo,pengantar pendidikan,jakarta,PT raja grafindo  persada