pengertian struktur sosial secara umum

Struktur social berasal dari bahasa Latin yaitu Structum yang berarti menyusun atau membangun.Struktur yakni sebuah susunan bangunan yang terdiri dari beberapa penggalan atau unsur berbeda.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, struktur memiliki beberapa arti diantaranya :
Ø Sesuatu yang disusun atau dibangun
Ø Yang disusun dengan contoh tertentu
Ø Pengaturan unsur atau penggalan suatu benda
Secara harfiah, struktur bisa diartikan sebagai susunan atau bentuk. Struktur tidak harus dalam bentuk fisik, ada pula struktur yang berkaitan dengan sosial.  Menurut ilmu sosiologi, struktur sosial yakni tatanan atau susunan sosial yang membentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat.
Susunannya bisa vertikal atau horizontal.
  1. Struktur sosial : contoh sikap dari setiap individu masyarakat yang tersusun sebagai suatu sistem.
  2. Masyarakat merupakan suatu sistem sosial budaya terdiri dari sejumlah orang yang berafiliasi secara timbal balik melalui budaya tertentu.
  3. Setiap individu memiliki ciri dan kemampuan sendiri, perbedaan ini yang menimbulkan timbulnya perbedaan sosial.
  4. Perbedaan sosial bersifat universal, ini berarti perbedaan sosial dimiliki setiap masyarakat dimanapun.
  5. Perbedaan dalam masyarakat seringkali menunjukkan lapisan-lapisan yang bertingkat.
  6. Lapisan yang bertingkat dalam masyarakat disebut Stratifikasi sosial
  7. Ukuran yang dipakai untuk menggolongkan penduduk dalam lapisan-lapisan tertentu yaitu :
  • Ukuran kekayaan (kaya miskin, tuan tanah penyewa, )
  • Ukuran kekuasaan (penguasa/ dikuasai) penguasa punya wewenang lebih tinggi
  • Ukuran kehormatan (berpengaruh / terpengaruh) ukuran ini ada di masyarakat tradisional(pemimpin informal)
  • Ukuran ilmu pengetahuan (golongan cendekiawan/ rakyat awam)
Pakar-pakar konsep struktur sosial menyerupai A.R. Radclif-fe-Brown dari British Social Anthropologists atau Josselin de Jong dari aliran Leiden beropini bahwa orang harus mempelajari susunan-susunan kekerabatan antara individu-individu yang menjadikan adanya bentuk dan sistem masyarakat.
Pranata Sosial 
Struktur sosial itu sebagai konsep merupakan hasil dari konstruksi pikiran insan yang seringkali tidak disadari oleh kebanyakan orang, tetapi justru yang mereka jalani dalam tataran empiris dari Lebenswelt. Dia diselenggarakan oleh masyarakat pendukungnya melalui aneka macam pranata. Raymond Firth (1901-2002) memandang struktur sosial terdiri dari dua komponen: kelompok sosial sebagai substansinya (dengan batas-batas yang tidak selalu jelas) dan Social institutions sebagai format perwujudannya (pranata sosial yang cenderungdefinitif).
pranata yakni sikap berpola serta kebiasaan-kebiasaan yang ditaati dan pelanggaran terhadapnya diancam dengan sanksi. Karena pikiran insan bukan barang mati dan begitu pula konvensi intersubjektif yang dihasilkannya, struktur sosial serta pranata yang mewujudkannya juga terus mengalami pergeseran, berkembang dan berubah. Dia tidak terjadi sekonyong-konyong, melainkan melalui suatu proses (evolusi) sosial yang sebetulnya menampung kreatifitas (dan bisa juga kebingungan) dari suatu masyarakat. Mula-mula ia berubah menjadi sebagai gaya hidup (folkways, Harsojo menyebutnya ‘cara hidup’) yang tidak mengikat (bandingkan dengan kebiasaan laki-laki maupun perempuan di Burma untuk mengenakan sarung sebagai pakaian sehari-hari). Raymond Firth menyebut tanda-tanda ini sebagai patterns of behavior. Kemudian ia berkembang menjadi kebiasaan yang dianggap sebagai terbaik (custom, contohnya mendidik anak). Jika aneka macam kebiasaan dipadukan melalui suatu rasionalisasi, ia menjadi semacam budpekerti (L: mores) yang melibatkan aneka macam hak dan kewajiban yang timbal balik antara sekolah dan orang tua. Jika budpekerti itu dikokohkan dengan semacam arahan etik yang dihormati secara
Beberapa pendapat sosiolog mengenai struktur social, diantaranya :
a.    Borgatta dan Borgatta beropini bahwa struktur social yakni lingkungan social bersama yang tak sanggup di ubah oleh orang perorang, yang menyediakan konteks atau lingkungan bagi tingdakkan manusia.
b.      Coleman beropini bahwa struktur social yakni contoh kekerabatan antara insan dan antar kelompok manusia.
c.       William Kornblum mendefinisikan struktur sosila sebagai contoh prilaku berulang – ulang yang membuat kekerabatan antarindividu dan antrarkelompok dalam masyarakat.
d.      Talcolt Parson mengemukakan bahwa struktur social berbicara mengenai kesalingterkaitan antarmanusia.
e.       Menurut Geogre Simmel struktur sosilal yakni kumpulan individu serta contoh prilakunya.
f.       Menurut Soerjono Soekanto struktur social yakni kekerabatan timbale balik antara posisi – posisi social dengan kiprah social.
Menurut definisi tersebut sanggup di simpulkan bahwa struktur social yakni tatanan dalam kehidupan masyarakat yang di dalamnya terkandung kekerabatan timbal balik antara status dan peranan dengan batas – batas perangkat unsur – unsur social yang mengacu pada keteraturan kehidupan di dalam masyarakat.
Di samping itu, terdapat kiprah dan status.Peran adalam kiprah yang harus dijalankan sesuai dengan hak dan kewajiban dari statusnya.Sedangkan status yakni kumpulan hak dan kewajiban. Status sanggup di golongkan ke dalam beberapa macam, berdasarkan cara memperolehnya. Diantaranya :
a.    Ascribed Status adalah status yang diperoleh semenjak lahir ( warisan ).
b.    Achieved Status yakni status yang diperolah melalui perjuangan terlebih dahulu.
c.    Asigned Status adalah status yang diperoleh dengan cara penghargaan dari Negara.
Ciri – ciri struktur sosial
a.      Bersifat ajaib artinya tidak sanggup dilihat dan tidak sanggup disentuh.
b.       Terdapat dimensi horizontal dan vertical.
c.       Sebagai landasan sebuah proses social dalam suatu masyarakat.
d.      Merupakan penggalan dari sistem pengaturan tata kelakuan dan contoh kekerabatan masyarakat.
e.       Struktur social selalu sanggup berkembang dan sanggup berubah.
Fungsi Struktur Sosial:
a.      Sebagai sebuah dasar untuk menanamkan disiplin social.
b.       Sebagai pengawas social, artinya struktur social menekan adanya pelanggaran nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat sehingga disiplin kelompok sanggup dipertahankan.
c.       Merupakan karakteristik yang khas dalam suatu masyarakat.
d.      Fungsi identitas sebagai fungsi memperkuat identitas kelompok social.
e.       Fungsi integrasi meliputi koordinasi antar unit dalam suatu sistem kelompok social terutama pada kontrabusi terhadap struktur social.
f.       Fungsi pembelajaran
g.      Fungsi mempertahankan contoh berkaitan dekat dengan kekerabatan antara masyarakat sistem social dengan sub sistem kebudayaan.
h.       Fungsi control
i.        Fungsi pencapaian tujuan menyangkut penentuan tujuan yang sangat penting.
j.        Fungsi pembiasaan ( penyesuaian ).
Jenis – jenis Struktur Sosial
1.      Dilihat dari sifatnya, struktur social dapa dibedakan menjadi :
a)       Struktur social kaku yakni struktur social yang tidak sanggup dirubah dan masyarakat sulit melaksanakan mobilitas social.
b)      Struktur social luwes yakni suatu struktur social dimana masyarakat punya kesempatan untuk berganti lapisan social.
c)      Struktur social formal yakni struktur social yang diakui keberadaannya oleh pihak berwenang ( resmi ).
d)     Struktur social informal yakni kebalikan dari formal atau tidak punya kekuatan hukum.
2.      Dilihat dari identitas kenggotaan masyarakat struktur social sanggup dibagi menjadi:
a)      Struktus social homogen.
b)       Struktur social heterogen.
3.      Dilihat dari contoh komunikasi dibagi menjadi
a)      Struktur social terbuka.
b)      Struktur social tertutup.
4.      Dilihat dari ketidaksamaan social yang dilihat secara vertical atau horizontal dibagi menjadi:
a)      Diferensiasi social.
Stratifikasi social.
Perubahan Struktur Sosial
Perubahan struktur dipengaruhi oleh dua factor, yaitu :
a.      Faktor Internal yaitu kondisi dalam masyarakat baik dalam kondisi fisik maupun dalam kondisi social budaya, antara lain
a)       Adanya dorongan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan zaman.
b)      Adanya inovasi gres yang dirasa lebih cocok dan lebih efektif.
c)      Adanya gerakan social yang dimotori oleh tokoh – tokoh masyarakat dan didukung oleh masyarakat luas.
b.      Faktor Eksternal yaitu factor dari luar yang muncul alasannya yakni adanya timbale balik melalui proses kekerabatan masyarkat, antara lain:
a)      Adanya cita-cita untuk memalsukan kebudayaan masyarakat lain yang dirasa lebih cocok.
b)      Adanya adaftasi terhadap perubahan – perubahan yang terjadi pada lingkungan alam.
c)      Berusaha untuk melaksanakan penyesuaian.