Sudah Sering Shalat Dhuha Namun Rezeki Masih Seret? Mungkin Inilah 7 Penyebabnya

Bagikan Kawan – Sahabat Pintar,  adakah disini yang sudah sering mengamalkan shalat Dhuha setiap hari namun rezeki masih seret datangnya? padahal shalat Dhuha itu identik dengan shalat pembuka pintu rezeki ya sahabatku, apa kira-kira yang menjadikan rezeki tetap terasa sulit ? Yuk baca goresan pena dibawah ini


Sahabat Pintar, coba baca goresan pena dibawah ini, agar anda menerima sedikit pencerahan
1] Berharap pada selain Tuhan akan senantiasa mengecewakan
“Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kau berharap.” (Q.S. Alam Nasyrah (94): 8)
Sahabat Pintar, apakah niat kita melaksanakan shalat Dhuha hanya sekadar ingin menerima rezeki atau dalam hal ini uang yang melimpah? Ketahuilah bahwa segala rezeki diatur oleh Allah, saat kita mengharapkan rezeki… berharaplah kepada Allah, jangan pada selainNya. Karena ada orang yang mengharap rezekinya dari suami, dari perusahaan, dari rekan bisnis, dari klien, dari customer, bersama-sama secara tidak sadar kita telah selingkuh Tuhan dengan berharap pada selainNya. Tak mengherankan meskipun kita telah melaksanakan shalat Dhuha rutin, Tuhan belum memberi jalan, lantaran dalam pikiran kita yang namanya rezeki itu hanya sebatas honor dan honor hanya diperoleh dari perusahaan.
2] Adakah masakan haram yang masuk ke fatwa darah kita?
Hal yang perlu dipertanyakan juga yakni mengenai halal haram masakan yang kita konsumsi, apakah kita mendapatkannya dari pekerjaan yang halal, dengan cara yang halal, dan bahan-bahan pembuat masakan tersebut sanggup dipastikan halal keseluruhannya? Jika ada masakan haram masuk dalam fatwa darah kita, padahal kita senantiasa shalat Dhuha dan berdoa memohon rezeki melimpah pada Allah, bagaima mungkin Tuhan mengabulkannya bila Ia menyayangi kita dan ingin kita menyadari kesalahan?

Baca juga: Tindakan ini Membuat Rezeki Terhenti

3] Apakah kita menyinggung perasaan orangtua?
Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan yakni mengenai orangtua, apakah kita menyinggung perasaan orangtua atau memutus hubungan silaturahim dengan orangtua sehingga Tuhan pun memutus kanal rezeki kita karenanya. Terutama ibu, jagalah hati dan perasaannya, setiap kali mempunyai kelebihan rezeki jangan pernah melupakan ibu, berilah sebagian rezeki kita untuk orangtua yang telah membesarkan kita sampai kini.
4] Sudahkah kita memperbanyak sedekah?
“Bagaimana mungkin berinfak sedangkan uang yang ada saja tidak cukup!”
Sahabat Pintar, sedekah itu menyerupai pemancing rezeki, percuma kita rutin shalat Dhuha namun enggah bersedekah, lantaran sedekah berarti menolong orang lain, dan Tuhan akan menolong hambaNya selama hamba tersebut mau menolong orang lain, bagaimana Tuhan mau menolong kita bila kita enggan menolong orang lain?
5] Belum bertawakal dan bertaqwa pada Allah
“Seandainya kalian sungguh-sungguh bertawakal kepada Allah, sungguh Tuhan akan memberi kalian rezeki sebagaimana Tuhan memberi rezeki kepada seekor burung yang pergi dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang “ (HR. Imam Ahmad, Tirmidzi, Nasaai, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban, dan Al Hakim. Imam Tirmidzi berkata : hasan shahih)
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka barakah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan mereka sendiri.” (QS. Al A’raf: 96)
6] Banyak melaksanakan perbuatan maksiat
Maksiat juga merupakan salah satu penghalang rezeki, oleh lantaran itu jauhilah maksiat!
“Sesungguhnya seseorang terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya.” (HR Ahmad)
7] Lupa hakikat rezeki tidak melulu uang/harta
Sahabat Pintar, banyak yang lupa bahwa hakikat rezeki tidak melulu uang, justru kesehatan kita, kebahagiaan kita, belum dewasa kita, semuanya yakni rezeki dari Tuhan yang patut disyukuri. Begitu banyak orang yang hartanya menumpuk namun tak sanggup mencicipi nikmatnya lantaran badan digerogoti oleh penyakit berbahaya. Oleh lantaran itu kita perlu mengintrospeksi diri lagi, jangan-jangan kita lupa bahwa rezeki itu tak selamanya mengenai uang atau harta yang melimpah.

Demikianlah ulasan perihal sering melaksanakan sholat dhuha akan tetapi rezeki masih seret atau tidak lancer, agar tercerahkan dan bermanfaat