Teknologi Lampu Murah Dari Alumunium Foil

Sebentar lagi kita akan sanggup menemukan lampu yang tipis, nyalanya jelas dan harganya murah dijual di pasaran.

Saat ini, para peneliti dari universitas Illinois telah berhasil berbagi lampu murah yang terbuat dari alumunium foil. Lampu ini jauh lebih ringan, lebih jelas dan lebih efisien jikalau dibandingkan dengan lampu bolam atau lampu neon yang sekarang beredar di pasaran.

Menurut Gary Eden, sang pemimpin riset, mereka akan berusaha untuk menekan harga lampu ciptaan mereka seminimal mungkin. Teknologi yang berharga tinggi memang biasany lebih tepat namun, belum tentu sanggup dinikmati oleh banyak orang. Pengembangan lampu yang berharga murah ini, tentunya akan sanggup membantu jutaan rakyat miskin di seluruh dunia.

Gary Eden dan anggota timnya, ialah salah satu dari sekian banyak peneliti yang sedang berusaha untuk berbagi alat penerangan yang lebih efisien, tahan usang dan bebas merkuri.
Sebentar lagi kita akan sanggup menemukan lampu yang tipis Teknologi Lampu Murah dari Alumunium Foil
Terangnya pancaran cahaya dari lampu ciptaan Thomas Edison telah berhasil menciptakan teknologi ini bertahan selama lebih dari seratus tahun. Sayangnya, lampu karya Edison tidak ekonomis energi. Lampu generasi selanjutnya, yang sering disebut neon, memang lebih ekonomis energi. Tetapi, lampu ini mengandung merkuri yang berbahaya bagi mahluk hidup dan lingkungan. Lampu karya Gary Eden dan kawan-kawannya merupakan alternatif gres bagi
sumber cahaya yang ekonomis energi dan ramah lingkungan.

Lampu karya Gary Eden terbuat dari alumunium foil yang direndam dalam asam akbatnya, permukaan lampu ini dipenuhi oleh celah-celah kecil. Reaksi dengan asam, juga mengubah alumunium menjadi oksida alumunium yang disebut sapphire. Sapphire merupakan struktur yang kokoh sehingga sanggup diberi beda tegangan tanpa merusak lampu. celah-celah yang terdapat pada lampu kemudian diisi dengan gas lalu, seluruh permukaan lampu dilapisi dengan kaca.
Sebentar lagi kita akan sanggup menemukan lampu yang tipis Teknologi Lampu Murah dari Alumunium Foil
Ketebalan lampu ini kurang dari satu milimeter. Alumunium juga merupakan materi yang elestis, sehingga bentuk lampu ini sanggup diubahsuaikan dengan bentuk permukaan tempatnya dipasang.
Sebentar lagi kita akan sanggup menemukan lampu yang tipis Teknologi Lampu Murah dari Alumunium Foil
Lampu yang fleksibel ini bukan hanya berpotensi untuk dipergunakan di perumahan dan gedung perkantoran tetapi juga, dimanfaatkan dalam dunia pengobatan. Para dokter dari Massachusetts General Hospital telah menyatakan ketertarikan mereka untuk memanfaatkan lampu ini untuk mengobati psoriasis. Psoriasis ialah salah satu jenis kangker kulit yang sekarang diderita lebih dari 5% penduduk dunia. Walaupun penyakit ini belum ditemukan obatnya, penyinaran ultra violet dengan panjang gelombang tertentu sanggup meringankan imbas penyakit ini. Saat ini, biaya pengobatan psoriasis terbilang mahal. Dalam satu minggu, para penderita harus berkonsultasi dan menjalani terapi sebanyak beberapa kali.

Dengan inovasi lampu alumunium ini, diperlukan biaya yang harus dikeluarkan penderita psoriasis sanggup ditekan. Lampu dari alumunium foil sanggup diatur panjang gelombangnya, dibungkus secara higenis, dan dijual di apotek. Penderita psoriasis sanggup memperoleh lampu ini dengan gampang dan menempelkannya pada bab kulit yang terserang dengan memakai plester. Dengan demikian, penderita psoriasis tidak perlu lagi berkunjung ke rumah sakit.

Saat ini, Lighting Efficiency Coallition (koalisi bagi sumber cahaya yang efisien), tengah berusaha mendekati perusahaan-perusahaan lampu ibarat Philips Lighting, dan para pejabat di pemerintahan Amerika. Mereka berharap biar pada tahun 2016, seluruh lampu konvensional yang beredar telah diganti dengan produk yang ekonomis energi dan ramah lingkungan. Lampu Alumunium foil ciptaan Gary Eden dan kawan-kawan merupakan salah satu teknologi yang tengah mereka usulkan.